Usai Penggeledahan, Lulung Tak Kendor Gulirkan HMP Ahok
Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD DKI abraham Lunggana mengaku agak ‘shock’ ruang kerjanya di Kebon Sirih digeledah penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (27/4) kemarin.
Kendati demikian ditegaskan Lulung, semangatnya tak kendor sedikitpun untuk mendorong Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Tidak akan berkurang (semangat). Biari saja saya ditinggal yang lain (soal HMP). Saya punya harga diri, saya tidak mau difitnah. Saya punya masyarakat, saya punya anak istri, saya punya majelis taklim yang sangat banyak. Saya bertanggungjawab menegakan hukum,” ujar dia, di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (28/4).
Diakuinya memang banyak pihak, terutama masyarakat yang menaruh harapan dengan digulirkannya HMP, bertanya kepadanya apakah penggeledahan kemarin bakal berpengaruh terhadap kegigihan Lulung gulirkan HMP terhadap Ahok.
“Banyak yang nanya, memang ini HMP gimana nanti? Saya mah tenang-tenang aja, saya bersama Allah SWT. Kalau Pak haji dikasih cobaan ini, saya katakan sama keluarga saya tidak pernah terlibat UPS,” ujar dia.
Mengenai penggeledahan kemarin, dijelaskan dia, itu dilakukan Bareskrim terkait penyelidikan dan tidak ada konspirasi dari pihak-pihak tertentu. “Ini tidak ada konspirasi, soal itu tidak ada dan membangun penegakan hukum itu perlu,” ucap dia.
Kemarin, Kepala Subdirektorat V Tipikor Bareskrim Polri Kombes, Muhammad Ikram menjelaskan Bareskrim telah melakukan penggeledahan di tiga ruangan di Gedung DPRD DKI. Ketiga ruangan itu adalah lantai satu ruang seketariat komisi (E) bidang kesejahteraan rakyat (Kesra), ruang sekretaris komisi E Fahmi Zulfikar Hasibuan dan ruang Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana.
Kata Ikram, dari penggeledahan, Bareskrim menyita sejumlah barang-barang dari ruang Sekretariat Komisi E. Yakni satu kardus dokumen Komisi E dan alat-alat elektronik berupa 3 buah komputer, CPU dan 1 alat perekam digital. Namun dia tak menjelaskan apa saja yang diperoleh dari penggeledahan di ruangan Wakil ketua DPRD Abraham Lunggana dan Sekretaris Komisi Fahmi Zulfikar Hasibuan.
Dari ruangan-ruangan yang digeledah Bareskrim, diduga kuat terkait dengan kasus dugaan korupsi di pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD-P DKI tahun anggaran 2014.
Artikel ini ditulis oleh:















