17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36429

Tinju Senilai Rp5,2 Triliun, Mayweather Vs Pacquiao Diliput 600 Media

Jakarta, Aktual.co —Rasa penasaran panjang penggemar tinju dunia, kini mendapatkan jawaban. Sebentar lagi dua pendekar kelas Welter akan bertemu untuk menunjukan pada dunia siapa sebenarnya juara sejati  kelas Welter, setelah sekian lama bersaing kini Mayweather melawan Pacquiao akan saling berhadapan mengadu keberanian, kekuatan, kecepatan dan strategi bertinju untuk membuktikan siapa yang terbaik di kelas tersebut.

“Pertemuan dua petinju penguasa kelas Welter yang ditunggu tunggu oleh pencinta tinju dunia akhirnya terjadi juga setelah mega fight diumumkan,” terang Raldy Doy selaku Manager PR salah satu TV swasta.

Pertandingan besar antara Mayweather dengan Pacquiao akan dinantikan oleh seluruh penggemar tinju dunia dan tanah air itu akan ditayangkan oleh salah satu TV swasta, dengan tujuan menghibur dan memanjakan pemirsanya dengan sajian tinju abad ini, yang disiarkan secara langsung pada Minggu (3/5), pukul 10.00 WIB.

‘Pertarungan Akbar Abad’ ini berlangsung kurang lebih selama tiga jam dengan menampilkan beberapa partai pertandingan pendukung sebelumnya. Diawali Pertarungan antara Gamalier Rodriguez melawan Vasyl Lomachenko pada pukul 08:15 WIB. Selanjutnya Pertarungan Leo Santa Cruz pukul 09:05 WIB.

Raldy menambahkan, “Luar biasanya pertemuan kedua petinju ini selain diliput oleh 600 perwakilan pers dan dihadiri undangan para Pejabat Negara dari kedua petinju ini dengan sambutan ‘Red Carpet’  bagi keduanya mengalahkan artis Hollywood ternama.

Oleh banyak kalangan menilai popularitas pertarungan ini mengalahkan pertarungan Ali-Joe Frazier, karena kedua petinju memiliki stamina, pukulan mematikan serta  kecepatan yang jarang dimiliki  petinju lain.  Kehebatan kedua petinju ini membuat nama mereka menjadi legenda”

Sekedar informasi, petinju Mayweather yang memiliki rekor tanding 47-0 dengan 26 diantaranya adalah kemenangan KO. Sementara itu, Pacquiao yang memiliki rekor tanding 57-5 dengan 2 seri dan 38 kemenangan KO sudah memenangi gelar juara di 8 divisi dunia.

Dalam pertandingan nanti  dompet Mayweather akan bertambah tebal sebanyak $120 juta, sedangkan Pacquiao mendapat imbalan $80 juta yang merupakan rekor pembayaran tinju tertinggi 10 tahun terakhir ini.

Ditaksir keunntungan dari pertarungan ini bisa mencapai $400 juta (atau setara Rp 5.2 Triliun), keuntungan tersebut antara lain di dapat dari sponsor utama pertarungan ini, yakni sebesar $5.6 Juta (Rp 72.5 Miliar).

Belum lagi hasil penjualan tiket yang mencapai $74 juta atau sekitar Rp956 Miliar, penjualan tiket pertarungan Mayweather VS Pacquiao bakal dijual dengan harga rata-rata sebesar USD 8.085 atau sekitar Rp 114.2 juta, harga yang sangat mahal dalam sejarah olah raga di Amerika Serikat.

Rekor bayaran  ditambah data rekor bertanding kedua petinju serta kebesaran kedua petinju yang melegenda membuat pertarungan ini disebut sebagai pertarungan ‘monumental’ dan bahkan disebut sebagai pertarungan terbesar abad ini dan paling ditunggu-tunggu dalam sejarah pertinjuan.

Kedua petinju ini mempunyai harapan yang sama untuk terus menambah gelar kemenangannya. Lantas siapakah yang akan pulang dengan membawa  kemenangan sejati? Apakah Mayweather yang harus merasakan kekalahan? atau Pacquaio yang akan menjadi korban selanjutnya dari keperkasaan Mayweather.

Artikel ini ditulis oleh:

Mudik Lebaran 2015, Pelni Urung Tambah Armada

Jakarta, Aktual.co — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tidak menambah armada kapal untuk melayani angkutan para pemudik Lebaran 2015. Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito pada peringatan HUT Pelni di Jakarta, Selasa (28/4), mengatakan pada 2015 masih mengerahkan 25 kapal yang sama seperti tahun lalu.
“Armada kita memang masih 25 kapal, dibanding tahun lalu belum ada perubahan, hanya saja tahun lalu ada yang tidak bisa beroperasi, tahun ini beroperasi,” katanya.
Rincian kapal tersebut, di antaranya tipe 2.000 delapan kapal, tipe 1.000 sembilan kapal, tipe 500 tiga kapal, tipe 3.000 satu kapal, tipe Ro Ro tiga kapal, dan “jetliner” satu kapal.
Wimbo mengatakan pihaknya tidak menambah armada karena pembiayaannya dinilai memberatkan, yakni Rp1 triliun untuk satu kapal. “Kita tidak mampu untuk membeli,” katanya.
Selain itu, kata dia, karena adanya arahan pembatasan penumpang dari Kementerian Perhubungan agar lebih menjamin keselamatan penumpang. Pasalnya, katanya, kapal yang hanya mampu menampung 2.000 penumpang, ketika Lebaran atau hari raya lainnya, bisa sampai 6.000 penumpang.
Wimbo memperkirakan jumlah penumpang pada masa Lebaran 2015 mengalami penurunan antara lima sampai 10 persen, daripada penumpang 2014 yang mencapai 729.000 orang untuk 15 hari sebelum dan setelah Lebaran. “Jadi yang naik dibatasi sesuai dengan peraturan pemerintah, tapi belum ada SK-nya, berapa toleransi yang diberikan,” katanya.
Dia mengatakan akan menyiapkan armada mulai Mei mendatang atau setidaknya satu bulan sebelum Lebaran. “Kita beda dengan kereta api yang tiga bulan sebelumnya, karena kita menunggu kapal ini karakteristiknya beda,” katanya.
Wimbo menyebutkan beberapa jalur yang padat, di antaranya jalur Kumai-Surabaya, Sampit-Surabaya, dan Balikpapan-Surabaya-Makassar.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Bersama Petinggi Lembaga Bahas Eksekusi 47 Hektar Kawasan Hutan Padang Lawas

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pertemuan dengan beberapa petinggi lembaga pemerintahan guna membahas eksekusi lahan seluas 47 ribu hektare, di kawasan hutan register 40 Padang Lawas, Sumatera Utara, pada Selasa (28/4).
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP, pihaknya telah mengundang pihak-pihak terkait antara lain Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Sumatera Utara, Pangdam Bukit Barisan, Polda Sumut serta Kejaksaan Tinggi Sumut.‬
‪”Pertemuan ini dimaksud untuk mencari jalan keluar, berupa rencana aksi menyelesaikan soal (eksekusi kawasan hutan) Padang Lawas,” ujar Johan saat dikonfirmasi.
Lebih jauh disampaikan Johan, berdasarkan putusan MA Nomor 2642 K/Pid/2006 eksekusi lahan tersebut sudah bisa dilakukan. Namun demikian, sejak diterbitkannya putusan MA, eksekusi pun belum pernah dilakukan.
Permasalahan itulah yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan siang ini. Selain itu, lanjut Johan, eksekusi lahan hutan itu juga merupakan bentuk pencegahan KPK dalam menyelamatkan Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia.‬
‪”Ini yang mau kita bahas. KPK sesuai fungsi pencegahannya mengajak semua instansi terkait untuk membicarakan itu (eksekusi). Konteksnya ke penyelematan Sumber Daya Alam (aset negara),” papar Johan.
Pantauan Aktual.co, pihak yang sudah hadir, yakni Pangdam Bukit Barisan Mayjen Edy Rahmayadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhammad Yusni, serta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Eko Hadi Sutardjo. Tapi sayangnya, mereka seakan menghindari wartawan yang memang sudah menunggu.
Selain itu, terlihat pula, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Namun, sikap Menhut tidak seperti biasa, dia pun masuk melalui pintu samping gedung KPK. Dia hanya mengatakan pertemuan ini terkait DL Sitorus.‬
‪”(Bahas eksekusi) DL Sitorus,” jawabnya singkat sambil masuk ke dalam Gedung KPK.‬
‪Untuk diketahui, DL Sitorus telah divonis 8 tahun penjara pada 2008 silam. Namun meski telah dinyatakan bersalah dan menjadi terpidana karena melakukan pembalakan liar, pengolahan dan penguasan kawasan hutan lindung, lahan tersebut hingga kini belum dieksekusi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kabareskrim: Beberapa Saksi Sebut Keterlibatan Lulung di Korupsi UPS

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri mengendus  keterlibatan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abraham Lunggana  yang akrab disapa Haji Lulung dalam dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply UPS, di Dinas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2014.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Komjen Budi Waseso menegaskan, beberapa saksi yang telah diperiksa penyidik menyebut nama Lulung sebagai salah satu orang yang diduga terlibat dalam pengadaan UPS tersebut.
“Saksi menyebut nama Lulung,” tegas Budi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).  Namun, pria yang kerap disapa Buwas itu mengaku sampai saat ini status politikus Partai Persatuan  Pembangunan itu masih sebagai saksi. “Sementara ini, arahnya ke beliau tapinya ya,” kata mantan Kapolda Gorontalo itu.
Menurutnya, saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman. Termasuk, lanjut dia, dengan dokumen-dokumen yang berhasil diperoleh saat penggeledahan di kantor DPRD Provinsi DKI Jakarta, termasuk ruang kerja Haji Lulung, (27/4) kemarin.
“Hasil geledah dievaluasi dulu, baru dilihat, dari situ larinya,”jelasnya.
Atas dasar itulah, Buwas menambahkan, hasil penggeledahan itu nantinya akan mengarah ke orang yang kemungkinannya bisa jadi tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Khawatir Aksi 20 Mei, Wantimpres Undang Mahasiswa

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Psikologi Politik UI Dewi Haroen menilai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ketakutan jelang aksi massa pada 20 Mei mendatang. 
Menurutnya, undangan kepada elemen mahasiswa tidak cocok dilakukan oleh wantimpres.
“Saya rasa nggak cocok lah undangan wantimpres kepada mahasiswa, itu nggak harus terbuka begitu. Deketin aja secara informal dulu. Kalau hanya arogansi wantimpres mau ngapain, itu kan beda generasi, tengah-tengahnya baru Jokowi. Wantimpres juga  seperti ada kecemburuan sosial juga,” ujar Dewi di Jakarta, Selasa (28/4).
“Undangan itu tidak perlu lah di formalkan. Wantimpres jadi kaya ketakutan mereka terlalu menganggap serius sekali. Lebih baik pendekatan in formal ke mahasiswa. Dan justru harusnya Jokowi sendiri yang manggil mahasiswa bukan wantimpres,” lanjutnya.
Selain itu, mengundang mahasiswa bukanlah tugas dari wantimpres. Malah jika perlu, Jokowi turun langsung untuk berdiskusi dengan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.
“Wantimpres kan hanya untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Nggak bener ini kalau urusin mahasiswa, Jokowi lah turun tangan, berarti Jokowi nggak bisa kerja dong?” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaslu Bentuk Pengawas Sampai TPS

Makasar, Aktual.co — Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan Laode Arumahi mengatakan penambahan jumlah tenaga pengawas dalam mengawal Pilkada tahun ini dilakukan sampai ke tempat pemilihan suara (TPS).
Penambahan jumlah pengawas ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota.
“Setiap TPS akan diisi dengan satu tenaga pengawas dari Bawaslu,” katanya, Selasa (28/4).
Laode Arumahi menyebutkan, sistem yang berlaku saat ini memang berbeda dengan pemilu terakhir pada 2014 yang mengatur tentang pengawas hanya bekerja hingga ke tingkat Kelurahan/Desa.
“Kita berharap model baru ini bisa memperbaiki kualitas pilkada,” sebutnya.
Pekan ini, Bawaslu Sulsel mulai berkeliling ke sebelas kabupaten penyelenggara pilkada untuk melakukan sosialisasi. Diharapkan sosialisasi pilkada sejak dini dapat memicu kesadaran politik masyarakat agar pemilihan berjalan lancar.
“Olehnya itu masyarakat perlu diberikan pemahaman awal,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain