14 April 2026
Beranda blog Halaman 36431

Jangan Hanya Siap Menang, Para Peserta Pilkades Pikirkan juga Kekalahan

Jakarta, Aktual.co — Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengimbau, seluruh peserta pemilihan kepala desa serentak di sembilan wilayah setempat untuk siap kalah.
“Kita jangan hanya siap menang, tapi juga harus siap kalah agar suasana tetap berjalan kondusif,” katanya di Cikarang, Jumat (9/5).
Menurut dia, seluruh pihak memiliki kewajiban menjaga kondusivitas pelaksanaan pilkades secara serentak di sembilan desa pada 10 Mei 2015 nanti.
Kesembilan desa tersebut, Desa Pasiranji Kecamatan Cikarang Pusat, Desa Sukaragam dan Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru, Desa Karangmekar Kecamatan Kedungwaringin, Desa Setiajaya Kecamatan Cabangbungin, Desa Kertamukti Kecamatan Cibitung, Desa Tanjungbaru Kecamatan Cikarang Timur, dan Desa Babelan Kota serta Desa Huripjaya Kecamatan Babelan.
“Mudah-mudahan agenda Pilkades Kabupaten Bekasi ini dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.
Para tim sukses maupun calon kepala desa diimbau untuk mengikuti aturan yang berlaku, serta mengarahkan pendukungnya untuk menjaga situasi yang kondusif.
“Semoga para kandidat kepala desa dapat mengikuti aturan yang berlaku, dan mengarahkan pendukungnya untuk menjaga situasi yang kondusif, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Neneng mengaku telah berupaya mengantisipasi kericuhan selama proses pemungutan suara melalui Deklarasi Damai Pilkades 2015 yang diikuti seluruh peserta pada Kamis (7/5) di Aula KH Noer Ali, Kompleks Pemkab Bekasi Deltamas, Cikarang Pusat.
Dalam kegiatan itu, masing-masing calon kepala desa menandatangani kesepakatan untuk siap menang dan siap kalah dalam pemungutan suara nanti. “Saya juga berharap semoga kepala desa yang terpilih dapat mengayomi warganya dengan baik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

KPK Mungkinkan Usut Kasus Tender LPG ISC-Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menentukan sikap apakah lembaganya akan menindaklanjuti, kasus dugaan korupsi yang dilakukan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina dalam melaksanakan tender LPG.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, untuk menindaklanjuti dugaan korupsi tender LPG pihaknya membutuhkan pengaduan atas kasus tersebut.
“Bukan tidak mungkin (menelusuri kasus ISC),” ujar Priharsa ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (8/5)
Selain itu, KPK pun mengeluhkan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengusut kasus tersebut.
“Membutuhkan waktu dan usaha lebih banyak. Sedangkan jumlah SDM KPK sangat terbatas,” kata dia.
Seperti diketahui, pada 23 Februari 2015, ISC Pertamina mengundang tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading April 2015 dengan spot total 44.000 mt. ISC Pertamina menunjuk Total sebagai pemenang tender yang jelas melakukan ‘pricing’ untuk Maret yang seharusnya April 2015.
Beberapa pengamat menilai, menilik dari data tersebut, menunjukan ISC Pertamina dengan Daniel Purba telah memenuhi delik korupsi berdasarkan Undang-Undang karena perbuatan melawan hukum, memilih pemenang tender LPG tidak berdasarkan Petunjuk Operasional (TOR), yang diumumkan sebelumnya. Selain itu, Perusahaan dan negara mengalami kerugian USD400.000 atau setara Rp5,2 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Penggajian Non Pertanian AS Beragam, Dolar Bervariasi

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya, Sabtu (9/5) pagi, karena laporan penggajian non pertanian yang keluar dari negara itu beragam.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, total penggajian pekerjaan non pertanian meningkat 223.000 pada April, dan tingkat pengangguran pada dasarnya tidak berubah pada 5,4 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan pekerjaan terbaru itu sedikit di atas konsensus pasar 220.000.
Namun, pertumbuhan angka penggajian non pertanian untuk Maret direvisi turun dari 126.000 ke 85.000, tingkat terendah sejak Juni 2012. Para analis mengatakan, data bervariasi mendukung spekulasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin tidak mulai menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1206 dolar dari 1,1266 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5458 dolar dari 1,5258 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7918 dolar dari 0,7903 dolar.
Dolar AS dibeli 119,79 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,77 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9312 franc Swiss dari 0,9217 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2094 dolar Kanada dari 1,2136 dolar Kanada.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Malaysia Pulangkan 66 WNI Bermasalah Lewat Nunukan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kerajaan Malaysia memulangkan 66 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang bekerja di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
“WNI bermasalah yang dipulangkan tersebut telah menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kemanis Papar Kota Kinabalu Negeri Sabah selama berbulan-bulan karena kasus keimigrasian,” kata Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution, di Nunukan, Jumat (8/5).
Berdasarkan data dari Konsulat RI Tawau, WNI yang dipulang terdiri atas 51 orang laki-laki, 11 perempuan, seorang anak laki-laki dan tiga anak perempuan, yang tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka menggunakan kapal angkutan resmi Tawau, Malaysia-Nunukan KM Purnama Ekspres sekitar pukul 19.00 Wita.
Seorang WNI bermasalah yang dipulangkan bernama Abdul Samad 23 tahun, mengaku ditangkap aparat kepolisian dan imigrasi Kota Kinabalu di tempat kerjanya karena tidak memiliki dokumen keimigrasian (paspor).
“Saya ditangkap sama ‘polis’ (polisi) di tempat kerja karena tidak punya paspor,” kata pria asal Rantepao Kabupaten Tator, Sulsel yang bekerja sebagai tenaga mekanik di Kota Kinabalu.
Dia mengaku, selama bekerja di Malaysia sejak lima tahun lalu tidak pernah menggunakan paspor atau menjadi pekerja asing secara ilegal, namun baru sekarang tertangkap pada operasi pendatang asing oleh aparat negara itu.
Hasil pendataan yang dilakukan BP3TKI dan kepolisian Kabupaten Nunukan, dari 66 WNI bermasalah yang dipulangkan itu masuk ke Malaysia menggunakan paspor TKI (24 halaman) sebanyak 12 orang, paspor pelawat (26), tanpa dokumen sama sekali sebanyak 28 orang termasuk empat anak-anak.
Dari jumlah WNI bermasalah tersebut, yang berkeinginan kembali ke negeri jiran untuk bekerja lagi sebanyak 21 orang, ditambah tiga anak-anak.
Kemudian, mereka yang ingin pulang ke kampung halamannya sebanyak lima orang dan tinggal di Kabupaten Nunukan 36 orang ditambah seorang anak-anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mengapa Harus Kedaulatan Rakyat?

Sebut saja namanya, Budi.

Budi (30) adalah suami dengan seorang istri dan empat anak. Dia adalah PNS muda di Dinas Pendidikan sebuah kabupaten kecil di pulau Sulawesi. Dengan gaji sekitar Rp 3 juta per bulan, dia menafkahi keluarganya.

Setahun terakhir, setiap bulan, dia selalu mengeluh. Gajinya tidak cukup lagi untuk menafkahi kebutuhan rumah tangganya. Sebagian sembako naik di pasar. Biaya pendidikan anak terus meningkat. Itu belum biaya kredit rumah, kesehatan kalau istri atau anaknya sakit.  Intinya, pendapatannya tidak cukup lagi menyukupi kebutuhan rumah tangganya.

Ada keinginan untuk pinjam uang ke bank, kerabat atau sejawatnya untuk modal buat istrinya menambal kebutuhan keluarga. Namun dia kesulitan untuk mendapatkan karena dia sudah berutang (tak banyak) ke bank, hampir semua kerabat dan sejawatnya.

Lalu, apa lagi yang bisa dia lakukan untuk menafkahi keluarganya? Sudah banyak usaha sampingan dia lakukan mulai dari jadi makelar tanah atau rumah sampai ikut jadi agen sebuah bisnis MLM. Tapi itu belum cukup.

Sebenarnya, banyak peluang yang bisa dilakukan di kantornya. Beberapa rekannya punya tambahan yang cukup besar (bahkan melampaui gajinya) hanya dengan cara menekan bahkan dengan sedikit mengancam beberapa sekolah yang kedapatan melanggar atau belum memenuhi peraturan dan UU yang ada. Bahkan ada yang cukup berani dengan bermain proyek-proyek pembangunan sekolah dan pengadaan buku.

“Jangan ikutan mereka ayah. Panas uangnya. Kasihan kalau dimakan anak-anak,” kata istrinya ketika dia menceritakan apa yang terjadi di kantornya.

Kisah seperti ini terjadi di sebagian besar rakyat di negeri ini. Bukan hanya seorang pegawai negeri Budi.

Budi hanya satu dari jutaan orang yang harus perang terbuka dengan kenaikan harga setiap harinya. Bukan negara.

Budi hanya satu dari jutaan orang yang harus perang terbuka dengan naiknya harga BBM, naiknya harga bahan pokok, naiknya tarif angkutan kota, besarnya ongkos pengobatan, tingginya bunga pinjaman bank, tingginya biaya kesehatan sampai besarnya biaya sekolah anaknya. Bukan negara.

Budi hanya satu dari jutaan orang yang harus perang terbuka dengan hasrat dan nafsunya untuk korupsi dan memanfatkan jabatannya untuk korupsi agar kesejahteraan keluarganya tercukupi. Bukan negara.

Budi hanya satu dari jutaan orang yang harus perang terbuka melawan kerasnya hukum pasar: “Siapa kuat, dia menang. Hanya yang bisa survive (meski harus korupsi) dia lah pemenangnya”. Bukan negara.

Budi hanya satu dari jutaan orang yang “dilepas” negara untuk perang terbuka dengan mekanisme pasar. Bukan perang antara negara dengan pasar.

Lalu, dimana lagi peran negara untuk Budi dan jutaan orang lain seperti Budi?

Budi adalah cermin sampai sejauh apa makna dan implementasi kedaulatan rakyat saat ini.  Tampaknya negara ini diam-diam, tanpa disadari, sudah menjadikan kedaulatan pasar sebagai pedoman dan sistem pemerintahannya…

Harga Minyak Bervariasi Setelah Laporan Pekerjaan AS Dorong Penaikan WTI

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia diperdagangkan bervariasi, Sabtu (9/5) pagi, karena para pedagang mempertimbangkan kelebihan pasokan global dan permintaan moderat, seiring dengan laporan pekerjaan AS membantu mengangkat kontrak acuan AS.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik 45 sen menjadi berakhir pada 58,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan kontrak minyak mentah Brent North Sea untuk Juni, patokan Eropa, turun 15 sen menjadi menetap di 65,39 dolar AS per barel di perdagangan London.
WTI dan Brent mencapai tingkat tertinggi 2015 pada Rabu lalu, kemudian merosot pada Kamis karena kekhawatiran baru atas kelebihan pasokan global.
“Anda memiliki situasi di mana minyak “overbought” dalam beberapa hari lalu, sehingga Anda pasti bisa membenarkan kemunduran pada kedua komoditas itu, tetapi Anda memiliki beberapa peristiwa di Amerika Serikat yang mendukung pasar,” kata Bob Yawger dari Mizuho Securities.
Yawger mengatakan, laporan tentang lapangan pekerjaan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (8/5), menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 5,4 persen pada April, menyiratkan “beberapa permintaan” di AS, konsumen minyak mentah terbesar di dunia.
Selain itu, dia juga mengutip hitungan mingguan rig minyak aktif AS Baker Hughes, yang jatuh untuk 22 minggu berturut-turut, sebanyak 11 rig. Penurunan jumlah rig minyak aktif telah menyebabkan ekspektasi bahwa produksi minyak mentah AS akan jatuh dalam jangka menengah.
“Ini adalah dua peristiwa jelas Amerika, dan saya pikir itu mungkin alasan mengapa kita (minyak AS) lebih tinggi dan Brent lebih rendah,” kata Yawger.
Gene McGillian dari Tradition Energy menunjukkan bahwa beberapa produsen minyak Amerika Utara mengatakan mereka akan mulai meningkatkan aktivitasnya bila harga WTI telah melamapui 65 dolar AS per barel.
“Meskipun ada harapan tingkat produksi akan jatuh, kami belum melihat itu terjadi secara signifikan,” kata McGillian.
Sementara itu, sebuah laporan perdagangan Tiongkok yang buruk menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan di konsumen energi utama dunia itu. Data perdagangan Tiongkok yang diterbitkan Jumat menunjukkan impor turun untuk bulan keenam berturut-turut pada April, menunjukkan pelemahan berkelanjutan dalam permintaan domestik.
“Data perdagangan menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan saat ini tetap lemah, mendesak untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut,” kata ekonom Nomura Zhao Yang dalam sebuah catatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain