14 April 2026
Beranda blog Halaman 36432

Tak Miliki Paspor, Tentara Malaysia Ditangkap Polsek Sei Nyamuk

Jakarta, Aktual.co — Anggota tentara Malaysia tertangkap aparat Kepolisian Sektor Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, karena masuk secara ilegal atau tidak menggunakan paspor.
Kepala Polsek Sei Nyamuk Iptu Oman di Pulau Sebatik mengatakan, anggota tentara Malaysia tersebut diamankan ketika ditemukan di Pelabuhan Sei Nyamuk sekitar pukul 09.30 WITA.
Oman menegaskan, saat dilakukan interogasi terhadap anggota tersebut, dia mengaku sebagai warga negara Malaysia yang masuk ke Pulau Sebatik untuk menemui keluarganya yang berada di Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan dan Kabupaten Berau (Kaltim).
WN Malaysia ini diketahui sebagai seorang anggota tentara ketika dilakukan penggeledahan ditemukan kartu anggota nomor 6191458 dengan pangkat LLP atas nama Raymonega Bin Taguna kelahiran 17 Mei 1986.
Pada kartu pengenal itu pula, dia diketahui bersuku bangsa Murut Negeri Sabah sebagai pasukan REJ 507 AW tentara Malaysia di Pengawal Keselamatan Security Guard Apartemen, yang beralamat Penampang Kota Kinabalu Negeri Sabah.
“Jadi ketika diinterogasi yang bersangkutan mengaku sengaja tidak membawa Identity Card Malaysia miliknya supaya dianggap sebagai warga Malaysia biasa,” ujar Oman, Jumat (8/5) malam.
Sehubungan dengan penangkapan anggota tentara Malaysia ini, aparat kepolisian setempat langsung menyerahkannya kepada petugas Imigrasi Pulau Sebatik untuk diamankan dan ditindaklanjuti.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ajukan PK, Dua Terpidana Mati Kasus Pembunuhan Dipindahkan ke Tangerang

Jakarta, Aktual.co — Terpidana mati Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia telah dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ke Lapas Tangerang, Banten, Jumat (8/5) malam.
Dua terpidana mati kasus pembunuhan berencana tersebut dibawa ke Lapas Tangerang menggunakan satu unit mobil Transpas, dengan pengawalan enam personel Satuan Sabhara Kepolisian Resor Cilacap dan meninggalkan Dermaga Wijayapura, Cilacap, pukul 20.25 WIB.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin membenarkan, pemindahan dua terpidana mati tersebut.
“Iya, Yusman dan Rasulah dipindahkan ke Lapas Tangerang,” kata dia melalui saluran telepon.
Ketika ditanya perihal pemindahan tersebut tidak ke Lapas Tanjung Gusta Medan seperti yang diharapkan Komisi Nasional Perlindungan Anak, dia mengatakan bahwa hal itu disebabkan Yusman dan Rasulah akan mengajukan peninjauan kembali (PK) di Jakarta.
Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengaku, pihaknya akan meminta agar Yusman Telaumbanua dikembalikan ke Lapas Tanjung Gusta, Medan.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan membantu Yusman untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) dengan bukti-bukti baru agar terpidana itu tidak dihukum mati.
“Ini proses hukumnya bukan tawar-menawar dia hukuman mati atau tidak tetapi kalau dia betul-betul seperti apa yang kita temukan, sesuai dengan keterangan dari Yusman, tidak ada hukuman mati untuk anak-anak. Oleh karena itu, kami akan minta proses hukumnya untuk mengembalikan dia, kalaupun dia bersalah melakukan pembunuhan, dia maksimal hanya 10 tahun (penjara, red.), tidak dibenarkan oleh hukum Indonesia maupun internasional itu hukuman mati,” katanya usai menemui Yusman Telaumbanua di Lapas Batu, Nusakambangan, Rabu (25/3).
Kedatangan Komnas PA bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise ke Lapas Batu itu untuk mengklarifikasi usia Yusman saat divonis mati oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Nias, Sumatra Utara, pada tanggal 21 Mei 2013.
Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia divonis mati atas kasus pembunuhan berencana terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Haloho, pada 24 April 2012.
Keduanya kini mendekam di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, setelah dipindahkan dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 17 Agustus 2013 bersama 20 narapidana lainnya.
Ketika vonis mati itu dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Yusman dilaporkan masih berusia 16 tahun karena dia diketahui lahir pada tanggal 5 Agustus 1996 sesuai dengan surat baptis dari gereja.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Anggota Exco: Ridwan Kamil Tak Mengenal Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Tony Aprilani, menilai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tidak mengerti sepakbola. Ini diungkapkan Tony karena Ridwan ditunjuk sebagai anggota Tim Transisi bentukan Kemenpora.

“Ridwan Kamil itu tidak mengenal sepakbola dan hanya menjadi figur (klub) Persib (Bandung) saja,” kata Tony ketika dihubungi, Jumat (8/5).

Seperti diketahui, Ridwan Kamil masuk dalam 17 anggota Tim Transisi yang akan mengambialih kewenangan PSSI setelah dibekukan. Tim tersebut diumumkan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jumat malam.

Dalam keanggotaan Tim Transisi itu, ada nama-nama mulai dari artis hingga politisi yang ditunjuk oleh Menpora.

Tony mengaku, hanya mengenal beberapa nama anggota tim tersebut.

“Saya tidak mengenal beberapa nama dalam Tim Transisi dan saya menyayangkan mengapa mereka bisa terlibat dalam sepakbola,” ucap Tony yang juga berprofesi sebagai dokter itu.

Dalam waktu dekat, Menpora akan mengumpulkan anggota tim tersebut dan menjadwalkan untuk bertemu dengan anggota federasi sepakbola dunia, FIFA.

Artikel ini ditulis oleh:

Ridwan Kamil Siap Didelegasikan Bertemu FIFA

Jakarta, Aktual.co — Anggota Tim Transisi yang sudah diumumkan oleh Menpora, Imam Nahrawi, Jumat (8/5) malam, mengagendakan untuk bertemu dengan federasi sepakbola dunia, FIFA, dalam waktu dekat.

Salah satu anggota Tim Transisi, Ridwan Kamil, mengaku siap menjadi delegasi untuk bertemu dengan FIFA.

“Kalau saya diminta lobi internasional (FIFA), saya sangat siap,” kata Ridwan yang juga menjabat sebagau Wali Kota Bandung itu di kediamannya, Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Dengan sikap yang jumawa, Ridwan mengaku memiliki banyak koneksi internasional, sehingga bisa untuk menaklukkan FIFA.

“Hubungan internasional saya banyak, mungkin saya bisa bantu mendudukkan logika-logikanya (FIFA),” ujar Ridwan bangga.

Seperti diketahui, Menpora telah mengumumkan 17 nama anggota Tim Transisi yang diklaim akan mengambilalih kewenangan PSSI setelah federasi sepakbola Indonesia itu dibekukan oleh Menpora tertanggal 17 April lalu.

Namun, FIFA pada awal pekan ini, telah mengirimkan surat kepada PSSI yang merupakan anggotanya dan meminta kepada organisasi pimpinan La Nyalla Mattalitti itu untuk duduk bersama dengan pemerintah menyelesaikan kisruh sepakbola nasional.

Dalam surat tersebut, FIFA memberikan tenggat waktu hingga 29 Mei ini untuk bisa menyelesaikan masalah sepakbola itu.

Sebelumnya, FIFA menilai, dengan pembekuan yang dilakukan Menpora itu, pemerintah telah melakukan intervensi kepada sepakbola Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Modus Ganti Pertalite, ISC-Pertamina Kurangi Tender Premium Hingga 50 Persen?

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (persero) melalui anak perusahaannya, integrated Supply Chain (ISC) kembali melakukan tender minyak mentah untuk kebutuhan kuartal ketiga bulan Juli – September atau Semester kedua pada bulan Juli – Desember 2015.

Berdasarkan data yang diterima Aktual, ISC-Pertamina mengundang peserta tender untuk melakukan kebutuhan impor gasoline 88 atau yang dikenal sebagai Bahan Bakar Minyak jenis Premium dengan kualitas yang ditentukan Pertamina.

Dalam data tersebut disebutkan bahwa Pertamina pada kuartal ketiga 2015 membutuhkan impor gasoline 88 RON dengan dua pilihan. Pertama dengan model pengantaran Free on Board (FOB) Singapura atau malaysia dan Cost and Freight (CFR) di Merak, Tuban, Balongan atau multiport.

Apabila menggunakan mode pengantaran FOB, mengangkut sendiri bahan baku impor tersebut di Malaysia atau Singapura, pertamina menenderkan 15-25 parcel per bulan, dengan ketentuan penjual minimal melakukan penawaran tiga kargo parcel tiap bulan. Dokumen tersebut juga menunjukkan beberapa pilihan parcel meliputi, 250 MB, 200 MB, 140 MB dan 100 MB dengan toleransi 5 persen.

Sedangkan untuk metode CFR, yakni penyerahan barang dilakukan di atas kapal namun ongkos angkut dibayar penjual sampai ke pelabuhan dibutuhkan 1-2 parcel per bulan dengan kapasitas 500 MB toleransi 5 persen.

Untuk kuartal keempat 2015, Pertamina menyebutkan “If Contract Awarded During H2/2015, quantity for Q4 (oktober-Desember) 2015 will be informed in August 2015”.

Lalu bagaimana dengan harga? Pertamina menyebutkan untuk FOB dan CFR, “The Arithmetic Average of 5 (Five) MOPS Gasoline unleaded 92 RON Centered on Deemed B/L date (2-1-2 / 2-0-2) plus/minus Alpha in USD/barrel”. Artinya, Pertamina menggunakan harga standar MOPS gasoline RON92 dengan plus-minus Alpha.

Dalam baris akhir data, Pertamina menyebutkan bahwa proposal pengajuan ikut serta tender dikirimkan sebelum pukul 10.00 WIB pada 4 Mei 2015. Namun, Pertamina tetap mengganggap dokumen penawaran valid sampai Senin, 11 Mei 2015 pukul 16.00 WIB.

Namun, berdasarkan data yang dipaparkan VP ISC-Pertamina Daniel Purba, Impor Pertamax pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015 mencapai 8.027 meningkat dibanding tahun 2015 sebesar 1.309. Sedangkan Impor premium meningkat dari 115.400 pada 2014 menjadi 128.048 pada 2015.

Informasi yang diperoleh, tender pengadaan tiap bulannya berjumlah 50 parcel/cargo. Artinya terdapat penurunan drastis impor BBM sedangkan kebutuhan terus meningkat. Semula per bulannya 50 parcel/kargo akhirnya menjadi 25 parcel/kargo. Satu perusahaan saja tidak akan mampu mensuplly kebutuhan importasi. Atau Pertamina memberikan 25 parcel/kargonya ke pihak lain? Apakah ada permainan harga? apakah Pertamina kehabisan stok uang? bagaimana dengan cadangan dan ketahanan Energi?

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

UNHCR: Penyelundupan Orang di Teluk Benggala Naik Dua Kali Lipat

Jakarta, Aktual.co — Sekitar 25 ribu warga Rohingya dan Bangladesh menumpang kapal penyelundup manusia dalam tiga bulan pertama 2015, dua kali lipat dari jumlah pendatang dalam masa sama 2014, kata laporan badan pengungsi PBB UNHCR, Jumat (8/5).

“Berdasarkan atas pengakuan korban selamat, kami perkirakan 300 orang tewas di laut dalam caturwulan pertama 2015 akibat kelaparan, dehidrasi, dan penyiksaan oleh awal kapal,” kata UNHCR dalam pernyataan, dinukil dari Reuters.

Sebanyak 33 mayat, diduga pendatang dari Myanmar dan Bangladesh, ditemukan di kuburan dangkal sepanjang pekan lalu di provinsi Songkhla, dekat perbatasan dengan Malaysia.

Banyak di antara pendatang tersebut adalah Muslim Rohingya dari barat Myanmar dan dari Bangladesh, yang ingin menghindari penganiayaan serta bekerja di luar negeri.

Jalur penyelundupan paling banyak digunakan adalah dari Myanmar dan Bangladesh ke wilayah Ranong di selatan Thailand, diikuti dengan perjalanan darat seharian ke kamp-kamp penyelundup arah perbatasan dengan Malaysia.

“Keadaan di sarang penyelundup sangat menyedihkan. Orang-orang ditawan dan disiksa sampai saudara mereka membayar untuk pembebasan mereka,” kata UNHCR.

Sejak Oktober lalu, beberapa penyelundup telah meninggalkan kamp-kamp tepi pantai di Thailand dan memilih menahan para penumpang kapal di laut untuk minta tebusan, sampai mereka membayar untuk dibawa ke Malaysia, demikian pernyataan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain