16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36444

Fast Track Program Gagal, Pemerintah Perketat Investasi Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah telah memperketat syarat kerja sama proyek infrastruktur dengan investor Tiongkok agar pengalaman tidak mengenakkan saat mengerjakan proyek pembangkit listrik “Fast Track Program” 10.000 MW tidak terulang.

Perbaikan syarat-syarat kerja sama proyek infrastruktur dengan Tiongkok telah diterapkan pada kerja sama yang terjadi saat pertemuan bilateral Indonesia dan Tiongkok di Konfrensi Asia Afrika pekan lalu.

“Kita telah perbaiki syaratnya agar tidak lagi ada yang terkatung-katung seperti kemarin, dan juga kualitasnya harus memadai,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Jakarta, Senin (27/4).

Berdasarkan situs resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di sela Kinferensi Asia Afrika (KAA) berupaya memastikan keterlibatan investor Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur maritim, udara, jalan, kereta api dan listrik.

Andrinof mengakui pemerintah, di kesempatan sebelum KAA, juga mengeluhkan hasil proyek pembangkit listrik “Fast Track Program” (FTP) tahap I 10 ribu megawatt dari Tiongkok, yang hanya memiliki faktor kapasitas 35-55 persen dari kapasitas seluruhnya.

“Tapi kita sudah menawarkan ke mereka (Tiongkok) untuk memperbaiki itu,” kata dia.

Dalam kerja sama dengan Tiongkok selanjutnya, kata dia, pemerintah akan memperketat dan mengawasi penerapan teknologi, penggunaan konsultan, desain teknis, dan lainnya.

“Kita bikin (syaratnya) kompetitif. Proyek yang sudah (FTP Tahap I) akan mereka kerjakan lagi untuk naikkan kualitasnya,” kata dia.

Menurut situs resmi Setkab, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jinping, Presiden Jokowi ingin memastikan keterlibatan Tiongkok dalam proyek pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandara, pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer, pembangunan jalan kereta sepanjang 8.700 km, dan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt.

Selain itu, Tiongkok juga direncanakan akan terlibat dalam pembagunan kereta api (KA) cepat jalur Jakarta – Bandung, dan Jakarta – Surabaya.

Kapasitas Rendah Sebelumnya, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna mengatakan pemerintah akhirnya meminta investor Tiongkok untuk menyewa (lease back) kembali proyek “Fast Track Program” (FTP) tahap pertama, yang dicanangkan 10.000 megawatt.

Proyek FTP Tahap I ini dimulai pada 2006, dan hingga 2015, realisasinya sudah 90 persen. Namun, ternyata, faktor kapasitas (capacity factor) dari proyek tersebut sangat tidak maksimal, hanya 35-50 persen. Karena rendahnya faktor kapasitas itu, produksi listrik yang didistribusikan tidak maksimal.

“Analoginya, jika listrik yang harusnya dihasilkan untuk 100 orang, tapi ini hanya untuk 35 orang,” kata Dedy.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Segera Setelah Putusan PTUN, Warga Negara Perancis Akan Dieksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co —  Kejaksaan Agung (Kejagung) menunda pelaksaan eksekusi terhadap terpidana mati warga negara (WN) Perancis, Serge Aresky Atlaoui bersama dengan 9 terpidana mati lainnya.
Hal tersebut lantaran Serge mengajukan gugatan grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Namun, jika gugatan tersebut ditolak, maka jaksa akan mengeksekusi Serge sendiri tanpa menunggu lagi gelombang berikutnya.
“Kita tunggu putusan dari PTUN. Kalau ditolak maka Serge akan dieksekusi sendiri begitu tuntas perlawanan PTUN-nya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Tony T Spontana di Jakarta, Senin (27/4).
Saat disinggung Pemerintah Perancis mengancam berencana menarik duta besa di Indonesia jika hukuman mati tetap dilakukan Pemerintah Indonesia, Tony enggan mengomentari hal tersebut.
Namun Tony memastikan, penundaan eksekusi terhadap Serge bukan karena adanya tekanan politik dari pemerintah Perancis.
“Bukan (bukan ada hal lain),” sambung Tony.
Diketahui, Serge mengajukan gugatan terhadap keputusan Presiden Jokowi yang menolak grasinya ke PTUN. Atas hal tersebut, rencana Serge bersama 9 terpidana lainnya untuk dieksekusi dalam waktu dekat pun batal. Hingga kini, jaksa belum juga memastikan kapan tepatnya pelaksanaan eksekusi mati tersebut.
Sementara, kesembilan terpidana mati tersebut sudah berada di ruang isolasi di Nusakambangan dan gelombang perlawanan dari negara para terpidana itu sendiri terus berdatangan ke lokasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mandiri Targetkan 200.000 “Rekening Hape” Tiap Bulan

Jakarta, Aktual.co —  PT Bank Mandiri menargetkan sebanyak 200.000 nasabah “Rekening Hape” setiap bulan sebagai “pilot project” pada program yang bekerjasama dengan tiga perusahaan operator komunikasi seluler tersebut.

“Untuk ‘pilot project’nya kita targetkan 200.000 nasabah tiap bulannya, dengan ditambah 1.750 agen operator,” kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Rahmat Broto Triaji di Jakarta, Senin (27/4).

Ketika ditemui usai acara peluncuran program tersebut, ia menjelaskan bahwa Bank Mandiri akan menargetkan jumlah transaksi melalui “Rekening Hape” akan mencapai 350.000 setiap bulan hingga akhir tahun 2015.

Pada skala yang lebih luas, program yang bekerjasama dengan PT Telkomsel Tbk., PT Indosat Tbk., dan PT XL-Axiata Tbk. itu akan menyasar pada 100 juta warga Indonesia yang belum memiliki akses keuangan di sektor perbankan.

“Kolaborasi dengan tiga operator seluler terbesar di Indonesia ini turut membantu Bank Indonesia dalam meningkatkan transaksi non-tunai, selain itu juga membantu 100 juta penduduk yang masih belum punya akses keuangan,” ujarnya.

Menurut dia, dengan akses keuangan dan perbankan yang mampu menyentuh segmen itu maka akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dengan bekerjasama dengan operator telekomunikasi selular maka usaha dalam mencapai 100 juta penduduk itu akan jauh lebih mudah dengan adanya dukungan jaringan informasi yang cepat dan luas, tukasnya.

“Dengan adanya ‘Rekening Hape’ ini, kita mendapat solusi yang lebih mudah karena nasabah tidak perlu ke kantor cabang untuk buka rekening. Tapi cukup ke agen-agen yang ada di pelosok,” tuturnya menjelaskan.

Rekening Hape merupakan layanan keuangan inklusif yang mengutamakan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan non-tunai, karena hanya mengandalkan perintah melalui pesan singkat atau sms.

Layanan yang disediakan dalam Rekening Hape antara lain Transfer uang, pembayaran PLN, pembelian pulsa ponsel, cek saldo, hingga tarik-setor tunai melalui agen yang telah memiliki izin dari Bank Mandiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pakar Hukum: Perkara HAM Bagi Terpidana Mati Sudah Selesai di Pengadilan

Malang, Aktual.co —  Beberapa aktivisi Hak Asasi Manusia (HAM) ramai menolak pelaksanaan eksekusi mati.  Advokat Senior Todung Mulya Lubis yang juga kuasa hukum ‘duo bali nine’ terang-terangan meminta Presiden Joko Widodo, untuk memahami persoalan Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga tidak terburu-buru menolak grasi bagi terpidana mati.
Bahkan, mantan Tim kuasa hukum Jokowi for Presiden ini, tak segan menyebut penolakan grasi sebagai bentuk ketidakpahaman Jokowi terhadap HAM.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Pidana, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tongat, menilai ada yang salah dalam memahami Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan eksekusi mati.
Ia mengatakan, pelaksanaan HAM telah dijalani para terpidana narkoba hingga hakim mengetuk palu. Ia menegaskan, seusai konstitusi, Indonesia menganut HAM terukur.
Oleh karenya, Ia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk berkaca kembali kepada konstitusi.
“Konstitusi kita menganut HAM terukur, karena HAM itu dibatasi oleh hak orang lain. Jika pengadilan sudah memutus seseorang dengan pidana mati, itu berarti terpidana dianggap oleh negara sudah mengganggu hak orang lain,” ujar dia, ketika berbincang dengan Aktual.co, Senin (27/4).
Ia pun mengingatkan agar Jokowi tidak mudah terintervensi pihak asing maupun mantan tim hukumnya tersebut. Hal ini, sambung dia penting mengingat guna menjaga kedaulatan hukum Indonesia.
“Justru jika Presiden hanyut dalam intervensi maka akan memberi sinyalemen bahwa hukum Indonesia ini gampang dipermainkan. Kemandirian kita di bidang hukum diuji,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ekonom BRI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Pertama Capai 5 Persen

Jakarta, Aktual.co — Kepala Ekonom Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Anggito Abimanyu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2015 dalam kisaran 4,9-5 persen akibatnya melambatnya daya beli masyarakat dan investasi.

“Telah terjadi perlambatan aktivitas ekonomi yang nyata pada kuartal I 2015 yang menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menurun sedikit di bawah 5 persen, terendah dalam lima tahun terakhir,” ujar Anggito Abimanyu dalam konferensi pers BRI bertema “Perlambatan Ekonomi Indonesia dan Dampaknya Terhadap Likuiditas Perbankan 2015” di Jakarta, Senin (27/4).

Ia menyarankan agar pemerintah mengajukan perubahan APBN-P 2015 terbatas ke DPR, khusus untuk penurunan target perpajakan dan rasionalisasi belanja K/L khususnya belanja modal.

“Target pajak pemerintah terlalu tinggi, diharapkan segera menyesuaikan dengan kondisi fundamental. Target pajak yang tinggi itu memberi kekhawatiran pelaku bisnis di dalam negeri,” katanya.

Menurut dia, perubahan APBN-P 2015 yang rasional juga akan mengurangi tekanan pada likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan aktivitas dunia usaha dan sektor riil.

Dalam kesempatan itu, Anggito Abimanyu juga mengatakan bahwa dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 di kisaran 5,2 persen, maka potensi likuiditas perbankan menurun dari Rp600 triliun menjadi Rp485 triliun. Dengan penurunan itu, maka pengetatan likuiditas di tahun 2015 masih akan terjadi.

“Jadi, bank harus berpikir ulang agar bisa menarik simpanan masyarakat agar dapat kembali disalurkan ke sektor riil,” ucapnya.

Kendati demikian, Anggito Abimanyu belum dapat memastikan apa yang dilakukan perbankan untuk memenuhi likuiditasnya, khususnya yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat.

“Likuiditas perbankan memang masih akan ada, namun mahal. Jadi, akan ada persaingan ketat di perbankan untuk meraih likuiditas. Namun, BUMN perbankan sudah sepakat untuk tidak lagi melakukan perang bunga simpanan, apalagi telah ada pembatasan tingkat suku bunga simpanan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BNN: Masak Demi Satu Orang, Perancis Korbankan Semuanya

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) menanggapi santai gertakan Presiden Perancis, Francois Hollande. Menurut Kepala humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi, pernyataan Francois, tidak merepresentasikan seluruh rakyat kota mode tersebut.
“Masa demi satu orang (Perancis) harus mengorbankan seluruhnya . Saya rasa gak mungkin,” ujar dia, ketika berbincang dengan Aktual.co, Senin (27/4).
Menurut dia, ancaman tersebut sengaja digulirkan agar pemerintah Indonesia mengurungkan pelaksanaan eksekusi mati terhadap warga negaranya tersebut. 
“Menurut saya itu hanya ancaman,” kata dia.
Presiden Prancis, Francois Hollande mengancam pemerintah Indonesia. Jika ngotot tetap mengeksekusi Serge, maka negaranya akan menunda kerjasama yang telah dibahas antara Prancis dan Indonesia saat KTT G20 pada November 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain