16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36448

Paripurna Raperda Ditunda, Permintaan Ketua DPRD

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI membatalkan rapat paripurna yang sedianya digelar hari ini dengan agenda penyampaian pandangan fraksi tentang tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sekretaris Dewan Ahmad Sotar Harahap mengatakan sidang yang dijadwalkan digelar pukul 14.00Wib dibatalkan karena permintaan dari Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi.
Alasannya, ketiga Raperda belum selesai dibahas secara mendalam di masing-masing fraksi. ”Kita tunda atas permintaaan ketua dewan. Atas permintaan fraksi-fraksi karena belum bahas seluruhnya materi-materi Raperda yang dibagikan hari Jumat kemarin,” kata Sotar, saat dihubungi wartawan, Senin (27/4).
Penjadwalan ulang sidang akan dibahas kembali oleh Badan Musyawarah DPRD DKI. Sotar membocorkan Bamus akan menjadwalkan paripurna menjadi Rabu (28/4) lusa. “Tapi jam belum ditentukan. Karena menjadwalkan raperda harus dibahas di Bamus. Bamus hanya bahas raperda saja dulu (untuk dijadwalkan), Materi raperda ini kan juga di bamus-kan dulu,” ucap dia.
Diberitakan sebelumny DPRD DKI akan segera mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang disampaikan Ahok di sidang paripurna pekan lalu. Yakni Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035, Raperda tentang Kepariwisataan dan Raperda tentang Pelestarian Budaya Betawi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Rapor Keuangan Daerah Tahun Ini Diharap Membaik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap laporan keuangan daerah pada 2015 menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami ingin (laporan) pertanggungjawaban keuangan daerah di tahun anggaran 2015 ini rapornya tidak merah, karena tahun kemarin saja hanya 36 persen daerah yang mampu mempertanggungjawabkan keuangan daerahnya,” kata Tjahjo di Gedung Kemendagri Jakarta, Senin (27/4).
Kemendagri telah menginstruksikan kepada seluruh gubernur untuk membuat peta dimana saja daerah yang melakukan kesalahan atau tidak mempertanggungjawabkan keuangan daerahnya dengan baik.
“Sekarang kan gubernur, bupati dan wali kota sudah memahami peta-peta area penyalahgunaan keuangan yag menyangkut perencanaan anggaran, perbaikan dana hibah, perbaikan dana bansos dan mekanisme retribusi pajak daerah pun mulai ditata dengan baik,” kata Mendagri.
Oleh karena itu, Mendagri berharap setiap kepala daerah dapat mengendalikan anggaran daerah apalagi menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak.
“Kami mengharapkan di 2015 ini akan lebih tertib, termasuk anggaran pilkada karena pelaksanaannya yang serentak ini kan untuk efisiensi dan efektivitas anggaran. Itu nanti yang mengawasi gubernur,” jelasnya.
Pada 2014 ditemukan hanya 36 persen dari 542 provinsi, kabupaten dan kota yang dapat mempertanggungjawabkan laporan keuangan daerah masing-masing. Ditengarai hal itu disebabkan oleh banyaknya kebijakan di daerah yang menimbulkan potensi korupsi.
Menurut dia, empat area kebijakan daerah yang rawan korupsi adalah terkait perencanaan anggaran, pajak dan retribusi, dana hibah dan bantuan sosial serta mekanisme perjalanan dinas.
“Keempat ini area rawan korupsi. Wajar kalau 10 tahun tidak banyak yang bisa bertanggung jawab dengan laporan keuangan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Silaturahmi Hari Pers Nasional Bersama Presiden

Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat acara Silaturahim Pers Nasional di Jakarta, Senin (27/4). Presiden menekankan agar Pers Nasional menjalankan fungsinya secara maksimal, antara lain fungsi kontrol, informasi, edukasi, menjadi cahaya pengetahuan bagi masyarakat serta menebarkan optimisme bangsa Indonesia. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Permintaan Terakhir Warga Negara Australia Dikabulkan, Andrew Chan Nikahi Pacarnya

Jakarta, Aktual.co — Permintaan terakhir salah satu terpidana mati asal Australia Andrew Chan untuk menikahi pacaranya sudah dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Besi, di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/4) siang.
“Sudah dinikahkan, pestanya setengah dua siang tadi,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana saat ditemui dikantornya, Jakarta, Senin (27/4).
Tony menjelaskan, awalnya pihak jaksa mengira permintaan Andrew itu hanya bercanda. “Tapi ternyata permintaan itu serius,” tegasnya.
Menurutnya, itu merupakan permintaan terakhir kalinya yang diajukan Andrew Chan. Namun, Tony mengaku tidak mengetahui wanita mana yang dinikahi salah satu anggota bali nine tersebut. 
“Belum tahu identitasnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Gruduk Kantor KPK, LDW Laporkan Korupsi Bupati Supian Hadi

Jakarta, Aktual.co — Puluhan warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, yang tergabung dalam organisasi Law and Develompent Watch (LDW), dan Gerakan Nasional Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (GNPK) berbondong-bondong sambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (27/4).
Kedatangan mereka adalah untuk berunjuk rasa, sekaligus memberikan bukti-bukti dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Bupati Kotim, Supian Hadi. Mereka menduga Supian melakukan korupsi, terkait pemberian izin usaha pertambangan di daerahnya.
Pantauan Aktual.co, puluhan demonstran itu melakukan unjuk rasa dengan menggunakan pakaian adat Kalimantan yang khas dengan Suku Dayak. Dalam orasinya, pendemo menuntut lembaga antirasuah untuk mengusut korupsi Bupati Kotim.
“Kita mendesak KPK agar segera mengusut dugaan korupsi Supian Hadi terkait pemberian izin pertambangan dan perkebunan di Kabupaten Kotim,” tegas Direktur Eksekutif LDW, Menteng Aswin di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (27/4).
Bukanya terkait izin pertambangan, Supian juga diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut Aswin, hal itu mulai terungkap ketika Bupati Kotim menikahi seorang penyanyi dangdut.
Ketika menikahi penyanyi itu, lanjut Aswin, Supian memberikan mahar berupa dua unit mobil mewah, satu unit rumah megah, serta uang sebesar Rp5 miliar. Mahar itu menurut Aswin diberikan untuk menghilangkan jejak korupsi yang dilakukan Supian.
“Usut pernikahan Supian Hadi yang menggelontorkan ‎dana sampai Rp 5 miliar dari hasil pencucian uang,” beber Aswin.
Menanggapi hal itu, lanjut Aswin, masyarakat Kotim pun merasa telah dikhianati. Pasalnya, masyarakat di sana masih hidup di bahwa garis kemiskinan, sementara Bupati-nya, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kotim, hidup dengan kemewahan.
‎”Tidak sepantasnya pejabat Bupati menghamburkan uang sementara rakyatnya di Kotim menderita kemiskinan dan terlantar,” tandasnya.
Alhasil, setelah berunjuk rasa perwakilan demonstran dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK. Mereka diberikan kesempatan untuk memberikan sejumlah bukti terkait korupsi Bupati Kotim.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KESDM: Elpiji Subsidi Pakai Kartu Adalah Program Lama

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa pengendalian konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) menggunakan kartu sebenarnya sudah berjalan sejak program konversi minyak tanah ke elpiji pada 2007 lalu.

“Sejak 2007 adanya program pembagian paket perdana sebetulnya instrumen pengendalinya itu ada berupa kartu kendali,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji di Kantornya, Jakarta, Senin (27/4).

Ia menceritakan, pada saat itu juga Pemerintah membagikan kartu pengendalian. Di mana, dalam penggunaannya masyarakat harus menunjukkan kartu jika ingin membeli elpiji 3 kg.

“Orang sekaligus diberi paket perdana sekaligus diberi kartu, kartu ini dimaksudkan kalau nanti dia mau merefil, yang nggak pegang kartu nggak bisa beli makanya namanya distribusi tertutup,” ungkap dia.

Namun sayangnya seiring waktu program  tersebut tidak berlanjut hingga saat ini. “Mungkin Ditjen migas dengan pertimbangan tertentu tidak melanjutkan program ini. Padahal bersamaan dengan program ini ada, jadi tidak baru saja sudah lama,” lanjut Teguh.

Terkait rencana Ditjen Migas Kementerian ESDM yang akan kembali mengeluarkan kartu kendali untuk melangsungkan distribusi tertutup, Teguh mengaku belum mengetahui secara persis seperti apa penerapannya.

“Saya belum mendengar persis ada pembaruan distribusi tertutup, tapi mengenai sistemnya sendiri sudah lama,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain