18 April 2026
Beranda blog Halaman 36453

6700 Anak-anak di Indonesia Menderita Penyakit Thalassemia

Jakarta, Aktual.co — Thalassemia merupakan anemia hemolitik herediter yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya secara resesif. Pada penyakit ini terjadi kelainan gen yang mengakibatkan kerusakan sel darah merah. Dalam pengertian mudahnya Thalasemia dapat menyebabkan anemia, mulai dari yang tingkat ringan hingga berat.

Ruswandi (68), – Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemmia se-Indonesia- menjelaskan, bahwa penyakit ini dapat diturunkan kepada anak bila kedua orang tua membawa gen Thalasemia, dengan presentase 25 persen normal, 50 persen pembawa atau karier (memiliki 1 gen cacat, disebut Thalasemia Minor, red), dan 25 persen menderita Thalasemia Major (memiliki 2 gen cacat, red).

Namun demikian, jika hanya satu orang tua saja yang membawa gen, maka anak tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.

“Thalassemia adalah penyakit keturunan yang diberikan kepada kedua orang tuanya. Penyakit ini bisa dicegah dengan memeriksakan sedini mungkin. Karena Thalessemia ini belum ada obatnya. Obatnya adalah darah, ” jelas Ruswandi, ditemui di lobby belakang Apartemen Boulevard, kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

“Thalassemia ini terjadi akibat transfusi karena menumpuknya zat besi di dalam tubuh. Yang jelas, mencegah itu lebih murah daripada mengobati. 6700 penderita Thalassemia anak-anak di Indonesia sekarang . Kami ingin berjuang untuk memutus rantai agar tidak lebih banyak penderita penyakit ini, ” sambungnya.

Untuk diketahui, Thalassemia pada umumnya digolongkan berdasarkan rantai asam amino yang terinfeksi, yaitu alfa- thalassemia (melibatkan rantai alfa) dan beta- thalassemia (melibatkan rantai beta).

Pada umumnya, kebanyakan orang Indonesaia mengalami jenis beta- thalassemia. Sementara itu, WHO menyebutkan 250 juta penduduk dunia (4,5 persen) membawa genetik Thalasemia.

Di Indonesia sendiri jumlah penderita Thalasemia hingga tahun 2009 naik menjadi 8,3 persen, dan sayangnya 90 persen penderita tersebut berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu. Angka kejadian Thalasemia sampai saat ini belum bisa terkontrol dengan baik karena tersandung oleh faktor genetik dan belum maksimalnya tindakan screening.

Artikel ini ditulis oleh:

Konflik Golkar, JK Minta Elit Tak Korbankan Calon Kepala Daerah

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta elit Partai Golkar untuk tidak mengorbankan calon kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan gubernur, bupati dan wali kota pada Desember mendatang.
“Sampaikan pada teman-teman, baik di sisi Ical (Aburizal) dan Agung (Laksono), bahwa janganlah melihat pimpinan-pimpinan itu tetapi lihatlah (Golkar) di seluruh nasional,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (8/5).
Dia meminta para elit partai untuk mengesampingkan kepentingan masing-masing dan lebih memperhatikan nasib para kader yang ingin mencalonkan diri sebagai gubernur, bupati dan wali kota.
“Biarlah mereka supaya jangan terusik, jangan terganggu karirnya, jangan terganggu adanya kemungkinan mereka menjadi pemimpin daerah karena konflik di atas (DPP). Lihat kepentingan jangka panjang, jangan dilihat jangka pendeknya,” jelasnya.
Kalla juga mengusulkan agar kedua kubu yang bertikai hingga ke pengadilan tata usaha negara (PTUN) untuk bersama menyepakati calon kepala daerah yang sama di daerah.
“Saya usulkan pencalonan pilkada kalau perlu ditandatangani berdua, biar sah. Namanya usul, pasti ada yang setuju dan ada yang tidak, nanti kita lihat perkembangannya. Daripada Golkar tidak ikut (pilkada) sama sekali,” tambahnya.
Dengan adanya kesepakatan pengajuan calon kepala daerah tersebut, maka secara otomatis telah terjadi perdamaian atau islah di antara keduanya.
Terkait akan potensi perbedaan calon kepala daerah yang akan diusung tersebut, Wapres Kalla memprediksi tidak akan terjadi perbedaan signifikan di daerah dalam pencalonan.
“Saya kira 70 persen hampir sama, karena mereka kan semua teman juga, tidak akan ada 100 persen berbeda. Itu juga (bisa jadi) jalan untuk islah, kan kalau sudah duduk bersama, memutuskan bersama itu islah,” jelasnya.
Terkait konflik internal Partai Golkar, yang saat ini masih bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Wapres berharap islah dapat tercapai oleh kedua belah pihak sehingga Partai dapat mengikuti pilkada.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggota Tim Transisi Diisi Mulai Dari Wali Kota Hingga Artis

Jakarta, Aktual.co — Tim Transisi yang dibentuk pemerintah yang salah satu tugasnya mengambil alih peran PSSI yang diumumkan oleh Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (8/5), berasal dari berbagai latar belakang mulai Wali kota hingga artis.

Berdasarkan nama-nama yang diumumkan oleh orang nomor satu di Kemenpora, sedikitnya ada tiga walikota yang masuk menjadi personel Tim Transisi yaitu FX Hadi Rudyatmo (Wali kota Solo), Ridwan Kamil (Wali kota Bandung) dan Eddy Rumpoko (Wali kota Batu).

Dari 17 nama tersebut ada nama Tommy Kurniawan. Menurut Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Tommy Kurniawan adalah seorang artis.

“Dia (Tommy Kurniawan) memang berprofesi sebagai artis,” katanya usai pengumuman personel Tim Transisi.

Selain Wali kota dan artis, tim yang akan dikumpulkan pekan depan ini juga diperkuat oleh mantan petinggi KPK yaitu Bibit Samad Rianto. Begitu juga dengan mantan Danjen Kopassus, Lodewijk F Paulus.

Politisi juga masuk dalam tim yang ditunggu-tunggu oleh pencinta sepak bola Indonesia di antaranya Ceppy T Wartono. Selain itu juga ada pengusaha seperti Iwan Rukminto. Bahkan ada nama Darmin Nasution yang merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia.

Untuk perwakilan Tim Sembilan hanya ada satu nama yaitu Ricky Yakobi. Sebelumnya nama mantan Dubes Indonesia di Swiss yaitu Djoko Susilo, Oegroseno dan Imam Prasodjo, sempat mencuat di kalangan media.

Berikut nama-nama personel Tim Transisi:

1. FX Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta) 2. Lodewijk F Paulus (mantan Danjen Kopassus) 3. Ridwan Kamil (Walikota Bandung) 4. Eddy Rumpoko (Walikota Batu) 5. Ricky Yakobi (mantan pemain timnas) 6. Bibit Samad Rianto (mantan pimpinan KPK) 7. Darmin Nasution (mantan Gubernur BI) 8. Ceppy T Wartono (PDIP) 9. Tommy Kurniawan (artis) 10. Iwan Rukminto (pengusaha) 11. Francis Wanandi (pengusaha) 12. Saut H Sirait (praktisi hukum) 13. Andrew Darwis (pendiri kaskus) 14. Farid Husaini (mantan dokter PSM Makassar) 15. Zuhairi Misrawi (peneliti) 16. Dias Faizal Malik Hendropriyono (pengusaha/anak mantan Ketua BIN) 17. Velix F Wanggai (mantan staf khusus presiden SBY).

Artikel ini ditulis oleh:

Taufik Ingatkan Raperda Zonasi Beda dengan Reklamasi

Jakarta, Aktual.co —Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan ada kekeliruan dari sejumlah pihak yang menolak dibahasnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).
Dikatakan Taufik kekeliruan itu datangnya bukan hanya dari LSM. Tapi juga anggota DPRD sendiri, yang mengaitkan Raperda RZWP3K dengan dasar hukum Revisi Perda Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura. 
Padahal ujar Taufik, kedua raperda tersebut adalah dua rancangan peraturan daerah yang berbeda. Dimana substansi dari RZWP3K mengarah kepada pemetaan dan pemanfaatan pulau-pulau kecil.
“Raperda Zonasi (RZWP3K) itu beda dengan (raperda) reklamasi. Zonasi itu berbeda, jadi Zonasi itu nanti (mengatur) pulau-pulau itu untuk apa. Apakah untuk konservasi, untuk pariwisata atau perkampungan,” kata Taufik di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/5)
Politisi Gerindra ini mengatakan RZWP3K sama sekali tidak ada hubungannya dengan reklamasi pantura. Karena itu, dia mengimbau sejumlah pihak yang menolak dibahasnya raperda agar memahami dahulu sebelum melontarkan pendapat. Sehingga tidak menimbulkan kesimpang siuran.
“Iya karena dia nggak ngerti, Zonasi itu bukan untuk reklamasi ? Bukan lah, nggak ada kaitannya orang belum baca udah sok tau,” tuding dia.
Wakil Ketua DPRD itu menjabarkan, DKI perlu regulasi yang mengatur zonasi pulau-pulau kecil. Pasalnya saat ini ada 110 pulau di kepulauan seribu. Dimana 30 pulau dikelola perorangan atau swasta, empat pulau dikelola pemerintah pusat yakni Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan 11 pulau untuk pemukiman.
“Ini yang udah ada, pulau yang udah eksisting. Punya kementrian kehutanan dan lingkungan hidup. 11 pemukiman penduduk, inikan baru 45, yang 65 lagi dikelola oleh pemda nih, kan elu belom tau nih mau diapain? Makanya kita mau atur di perda itu, beda sama reklamasi lain,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menyerahkan tiga Raperda di tengah-tengah sidang paripurna Laporan Pertanggung Jawaban Gubernur (LKPJ) Rabu (22/4). Ketiga raperda tersebut adalah Rapeda tentang Kepariwisataan dan Pelestarian Budaya Betawi serta Raperda RZWP3K.

Artikel ini ditulis oleh:

Operator Terbesar Ini Kembali Raih Sertifikat Internasional Layanan Data Center

Jakarta, Aktual.co — Tiga sertifikat internasional untuk layanan Data Center yang menjamin kualitas layanan komunikasi maupun internet terbaik memenuhi kebutuhan pelanggan setianya baru saja diraih PT XL Axiata.

Chief Digital Service Officer (CDSO) XL, Yessie D Yosetya mengatakan, bahwa masih banyaknya korporasi di Indonesia yang masih menggunakan Data Center yang ada di luar negeri, antara lain, di Singapura. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena dengan banyaknya ‘out going traffic’ keluar yang ada dan biaya yang harus dibayar ke negara lain.

“Inilah yang mendorong XL untuk menyediakan layanan Data Center berstandar tinggi. Kami percaya, dengan tiga sertifikat yang baru kami miliki ini, infrastruktur layanan Data Center XL menjadi setara dengan yang ada di luar negeri, ” jelasnya, ditemui, di Menara Prima kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (8/5).

Yessie menjelaskan, salah satu tahapan usaha  untuk membawa layanan Data Center XL sejajar dengan Data Center yang ada di luar negeri kini telah terpenuhi. Dimana sejak akhir kuartal pertama tahun ini, Data Center XL telah mendapatkan sertifikat internasional yaitu, ISO/IEC 27001 untuk Information Security Management, ISO/IEC 20000-1 untuk Information Technology Services Management, dan sertifikat TIER III Design dari Uptime Institute, Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Terlibat Pertikaian, 12 Warga Kotabaru Diciduk Polisi

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polres Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan telah menangkap 12 orang terkait pertikaian antar kampung di Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru.
Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Rizal Irawan mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang diamankan akan bertambah.
“Mereka diamankan untuk dimintai keterangan, dan dari keterangan tersebut akan ditemukan siapa berperan apa,” kata Alfian didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Alfian Tri Permadi di Kotabaru, Jumat (8/5).
Pertikaian antara warga Desa Sungai Pasir dengan Desa Semisir Tanjung Lauran pada Kamis (7/5) dini hari di Semisir telah mengakibatkan seorang tewas yakni, Syahrudin 40 tahun, warga Sungai Pasir dan menyebabkan empat luka akibat sabetan benda tajam. Empat warga yang luka tersebut terdiri dari, tiga orang warga Semisir Tanjung Lauran dan seorang warga Sungai Pasir.
Peristiwa tersebut bermula ketika, Kamis (7/5) siang Ramli bersama lima orang temannya usai membongkar semen di Tanjung Ladong, Pulaulaut Tengah, Kotabaru haus dan hendak membeli minuman di warung. Ramli yang mengendarai kendaraan roda dua dan berboncengan dengan Arman masuk warung yang dituju menjumpai enam orang yang diduga sedang mabuk ada di dalam warung tersebut, sementara empat temannya menunggu di luar warung.
Arman yang membawa parang diikat di pinggang itu tiba-tiba ditegur oleh salah satu dari enam warga yang diduga mabuk yang sudah ada di dalam warung itu.
“Untuk apa parang itu, dan Arman menjawab tidak apa-apa,” kata Kasat Reskrim mengutif keterangan dari warga.
Tiba-tiba Arman dan Ramli dipukul oleh salah seorang dari enam warga yang tidak dikenal tersebut. Dan keduanya melarikan diri dan sepeda motornya ditinggal.
Tidak cukup memukul dua orang yang masuk warung, kawanan yang diduga pemabuk tersebut mendatangi empat teman Ramli yang menunggu di luar warung.
Takut menjadi bulan-bulanan, empat teman Ramli tersebut lari menghindari amukan dengan menggunakan satu sepeda motor, sementara satu kendaraan lainnya ditinggal di lokasi kejadian. “Mereka yang melarikan diri ini melapor kepada keluarganya, bahwa ia dan teman-temannya baru saja dipukul warga yang diduga mabuk di sebuah warung,” kata dia.
Mendengar laporan tersebut, keluarga korban langsung mendatangi warung yang diduga menjadi tempat mabuk. Namun di tempat tersebut kosong hanya pemilik warung yang ada.
Pemilik warung mengatakan, bahwa kalau ingin menemui enam orang yang tidak dikenal tersebut, mereka di tunggu di sebuah tempat. Keluarga korban yang berjumlah lebih dari enam orang tersebut menggunakan dua mobil menuju lokasi yang ditunjuk oleh pemilik warung.
Sebelum tiba di tempat yang ditunjuk, keluarga korban menemukan dua unit kendaraan yang ditinggalkan di pakai oleh dua orang yang juga tidak dikenal itu. “Dua orang tersebut langsung dipukul oleh keluarga korban, dan mereka kembali mencari para pelaku ke lokasi yang ditunjuk pemilik warung,” ujar dia.
Menurut informasi, di lokasi yang dituju sudah ada sekitar tiga orang menunggu di tengah kegelapan. Melihat sudah ada yang menunggu, Syahrudin langsung turun dari mobil dan mendatangi kawanan orang yang telah melakukan pemukulan. Sementara teman yang lainnya masih berada di mobil.
Dalam kegelapan tersebut terjadi pertikaian antara Syahrudin dan beberapa orang yang sudah menunggu dengan menggunakan parang. Akibatnya, Syahrudin ditemukan banyak luka, di antaranya di leher dan bagian tubuh yang lain akibat benda tajam.
Peristiwa tersebut menyebabkan Syahrudin meninggal dunia, tiga warga warga Semisir dan satu orang Sungai Pasir menderita luka, dan mereka kini dirawat di rumah sakit.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain