15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36454

KLH-OJK Berikan Insentif pada Investasi Hijau

Jakarta, Aktual.co — Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya mengatakan pihaknya akan memberikan intensif bagi sektor usaha yang masuk kategori investasi hijau. Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mempromosikan sembilan macam industri hijau.

“Kalau kita lihat ada beberapa industri yang terkait dengan perubahan iklim, yaitu pertanian, kehutanan gambut, energi, dan limbah,” ujar Siti saat konferensi pers Tropical Landscape Summit di Jakarta, Senin (27/4).

Lebih lanjut dikatakan dia, kesembilan industri tersebut diantaranya yaitu industri hutan energi, ekoturisme,kebun raya dan hutan kota, penangkaran satwa liar, produksi nonkayu, substitusi impor, pengelolaan limbah, energi fermentasi mikro, biothermal, dan restorasi ekosistem. Menurutnya, insentif yang diberikan pada industri tersebut telah mendapat dukungan dari perbankan.

“Seperti kemudahan urusan, dimana KLH dan OJK sudah MoU. Kita berikan insentif untuk pinjaman, dimana insentif pajak itu diberikan jika perusahaan itu di dalam lahannya terdapat tanaman yang usianya di atas 70 tahun,” jelasnya.

Siti juga akan memberikan insentif berupa pinjaman lunak dari badan/layanan unit, yaitu dengan memberikan pinjaman 5 persen di bawah pinjaman rata-rata. “Kita di bawah finalisasi untuk ini, insentif pinjaman lunak untuk UKM dan bebas biaya masuk untuk alat-alat green investing atau pengendalian pencemaran.”

“Bisa diintegrasikan dengan insentif BKPM secara detil agar bisa terintegrasi dengan baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, investasi hijau merupakan suatu investasi yang menggunakan material dan energi yang ramah lingkungan dengan kuantitas tidak besar. Sektor usaha yang masuk dalam kategori investasi hijau menggunakan konsep reduce, reuse, recycle, dan recovery. Juga menggunakan teknologi yang bersahabat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Meski Ditolak Keras DPR, Wapres JK Kembali Suarakan Penghapusan Premium

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengklaim bahwa penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium RON 88 merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

“Tentu itu (penghapusan premium) memperbaiki kualitas lingkungan,” katanya singkat di Hotel Shangri-la, Jakarta, Senin (27/4).

Untuk itu, JK mendukung rencana PT Pertamina meluncurkan BBM varian baru yang diberi nama Pertalite RON 90. Menurutnya, Pertalite juga lebih baik untuk mesin kendaraan karena memiliki kadar oktan lebih besar dari premium.

“Itu juga memperbaiki kualitas kendaraan sebenarnya, tentu itu kan menjadi Pertalite,” terangnya.

Padahal pada pekan lalu, Komisi VII DPR RI telah menegaskan untuk menolak keras penghapusan Premium karena rakyat Indonesia dinilai masih sangat bergantung pada bahan bakar jenis tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian mengatakan bahwa fraksinya menolak keras kehadiran bahan bakar minyak Pertalite RON 90 jika dimaksudkan untuk menggantikan keberadaan premium RON 88 di Indonesia.

“DPR jelas menolak. Fraksi Gerindra jelas menolak keras jika mau menghilangkan premium,” kata Ramson dalam rapat dengar pendapat (RDP) komisi VII DPR RI dengan Pertamina pekan lalu.

Ia menegaskan, rencana Pemerintah menghapuskan premium akan menjadi persoalan yang serius.

“Apakah ini hanya akan mengganti pengimpornya dari premium RON 88 ke pertalite RON 90?,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lulung Belum Tahu Ruangannya Digeledah Bareskrim

Jakarta, Aktual.co —Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sore tadi geledah gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (27/4). 
Yakni ruang Sekretariat Komisi E dan beberapa juga terlihat hampiri ruang Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Lulung) di lantai sembilan gedung baru DPRD, yang letaknya bersebelahan dengan gedung lama.
Saat dihubungi, Lulung malah mengaku sedang di Manado menghadiri acara partainya, PPP. Dia juga mengaku belum terima laporan mengenai penggeledahan di Gedung DPRD DKI. 
Saat ditanya bagaimana jika ruangannya ternyata juga ikut diperiksa petugas Bareskrim, Lulung mengaku tak masalah. “Silahkan saja ngga apa-apa. Namanya juga penyisiran, dia (Bareskrim) memang berhak memeriksa,” kata dia, saat dihubungi wartawan, Senin (27/4) sore.
Kendati demikian, Ketua umum Pemuda Panca Marga (PPM) ini pun mengaku akan berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Hari ini, Lulung sebenarnya dijadwalkan diperiksa Bareskrim sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi di pengadaan  Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD-P DKI tahun anggaran 2014. Bersama dia, hari ini juga dijadwalkan diperiksa anggota DPRD DKI, Fahmi Zulfikar. Namun baik Lulung maupun Fahmi sama-sama mangkir. 

Artikel ini ditulis oleh:

Evaluasi Kabinet, Lima Menteri Dinilai Memprihatinkan

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra, menyebut sebanyak lima menteri kabinet kerja mendapatkan peringkat memprihatinkan, di bawah nilai standar (60) atau KW3.
Kelima menteri tersebut adalah Sofyan Djalil, Hanif Dhakiri, Bambang P. Brodjonegoro, Sudirman Said, dan Rini Soemarno. 
“Sebagian besar sangat layak untuk dipertimbangkan masuk ke dalam daftar perombakan Kabinet Jokowi karena sangat jelas berideologi kanan–neoliberal, posisi politik yang secara berdiametral bertentangan dengan Trisakti,” kata Gede Sandra, dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4).
Sementara, tujuh Menteri lainnya mendapat rating yang sekedar saja, dengan nilai  tidak istimewa (60-75) atau KW2. Sebagian merupakan orang-orang yang lumayan bagus, tetapi ditempatkan di pos yang tidak tepat (right man on the wrong place) atau diberikan pendamping yang lebih kapabel. Sedangkan sebagian hanya sibuk dengan pencitraan atau menjalankan pekerjaan rutin kementerian belaka. Selain itu, ada dua menteri yang dinilai mendapat rating baik.
“Presiden Jokowi tidak memiliki banyak pilihan, sebaiknya segera melakukan perombakan dan reposisi Kabinet-nya untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari publik. Bila tidak dilakukan, kekhawatiran kami adalah tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi akan semakin merosot,” ujar Gede Sandra.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Permintaan Mantan Tim Kuasa Hukum Jokowi For Presiden

Jakarta, Aktual.co — Todung Mulya Lubis yang merupakan kuasa hukum dari duo Bali Nine, meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda eksekusi mati terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Penundaan itu, sambung mantan tim kuasa hukum Jokowi for Presiden itu pemerintah perlu menunggu Komisi Yudisial (KY) mengeluarkan keputusan terkait dugaan pelanggaran proses peradilan yang terjadi pada proses persidangan kedua terpidana mati asal Australia itu.
Todung mengatakan, sebelumnya KY melakukan investigasi terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim yang memutuskan vonis Bali Nine. Dari hasil investigasi itu ada negosiasi pihak-pihak majelis hakim meminta sejumlah uang.
“Muhammad Rifan, mantan pengacara terpidana mati Bali Nine, mengatakan bahwa dia sempat bertemu dengan hakim maupun jaksa beberapa kali untuk membahas hukuman Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Dia juga memaparkan bahwa perbincangan tersebut mengalami kebuntuan karena adanya intervensi dari Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung. Dengan demikian, sudah sewajarnya pemerintah menunggu hingga KY memberikan keputusan demi memberikan keadilan bagi kedua terpidana,” katanya di Dermaga Wijaya Pura Cilacap, Senin (27/4).
Dia memelas, agar pemerintah memberikan kesempatan bagi semua terpidana untuk menyelesaikan proses hukum. “Kita harus menanti hasil investigasi KY terkait peradilan Bali Nine, dan juga Peninjauan Kembali Mary Jane yang kedua kalinya.”
Dia berharap ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Joko Widodo dalam menciptakan Peradilan yang bersih dan menghargai Hak Asasi Manusia di Republik Indonesia
Leonard Arpan Aritonang, Pengacara Duo Bali Nine lainnya menambahkan, pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik tersebut tengah berlangsung. Pemeriksaan yang dilakukan di Komisi Yudisial di bawah register No. 0099/L/KY/III/2015.
“Saya menuntut kecermatan Kejaksaan Agung untuk menerima penyelesaian pemeriksaan ini terlebih dahulu. Saya percaya sampai saat ini, hal itu belum terlambat,” kata Leonardo dalam pernyataan resminya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wacana Pertalite, Komisi VII Ingatkan Pemerintah Tak Pancing Hak Angket

Jakarta, Aktual.co — Politikus PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bila dewan menginisiasi soal penggunaan hak angketnya terhadap pemerintah.
Hal itu terkait usulan yang disampaikan politikus PDIP Effendi Simbolon untuk menginisiasi hak angket anggota DPR RI terkait kenaikan harga BBM.
“Hak angket dimiliki DPR, kebijakan pemerintah strategis yang diduga melanggar perundangan dan merugikan masyarakat, dan harus dilihat dulu dari mana angket itu dilakukan, dari kenaikan harga BBM, bisa,” ucap Bambang menyusul adanya usulan dari politukus PDIP lainya yang mengusulkan dilakukan hak angket, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (27/4).
Komisi VII DPR itu mengingatkan supaya pemerintah (Pertamina) berhati-hati dalam menentukan kebijakan menerbitkan Petralite dengan RON 90 yang hanya berbeda dua digit dari RON Premium 88
“Nah kalau ada keluar kebijakan soal Pretalite, itu bisa menjadi masukan untuk dilakukan penggalangan penggunaan angket oleh DPR.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain