15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36465

Wapres JK: Negara Lain Hormati Hukum Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba, pemerintah hanya menaati hukum yang berlaku di Indonesia.
“Kita menjalankan aturan kita, tentu kita menghormati negara itu tapi tentu kita harus taat ikuti hukum Indonesia,” kata Wapres di Jakarta, Senin (27/4).
Pemerintah berencana mengeksekusi mati terpidana narkoba yang sebagian besar adalah warga negara asing.
Eksekusi mati tersebut memunculkan reaksi keras dari beberapa negara yang warganya akan dieksekusi seperti Perancis dan Australia yang dikhawatirkan akan menimbulkan masalah dalam hubungan antar negara.
Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati yang masuk dalam daftar eksekusi tahap kedua yang akan dilaksanakan serentak di Pulau Nusakambangan.
Ke-10 terpidana kasus narkoba yang akan segera dieksekusi terdiri atas Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), dan Zainal Abidin (Indonesia).
Selain itu, Serge Areski Atlaoui (Prancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Ada Kepastian Lawan Arema, Semen Padang ‘Pulang Kampung’

Padang, Aktual.co — Semen Padang FC kembali mengalami kekecewaan untuk kedua kalinya. Setelah batal bertanding melawan Persela Lamongan, kali ini tim berjuluk ‘Kabau Sirah ‘(sebutan Semen Padang, red) harus kembali gagal bertanding melawan Arema Cronus yang dijadwalkan pada Rabu (29/4) mendatang.

Asisten Pelatih Semen Padang, Delfi Adri mengatakan, saat ini timnya tengah berada di Kota Surabaya.

“Kemarin kita sudah bertolak ke Surabaya untuk menunggu kepastian terkait laga tandang melawan Arema Cronus,” katanya kepada Aktual.co, melalui sambungan telepon, saat berada di Surabaya, Senin (27/4).

Namun demikian, kata Delfi, hingga pagi ini belum ada titik terang akan berlangsungnya laga tersebut.

“Sampai pagi ini, kita tunggu informasi apakah tetap dilangsungkan, tetap tidak ada titik terang. Ini kedua kalinya kita gagal bertanding, padahal kita dari hari Kamis kemarin sudah berada di Lamongan dan lanjut ke Surabaya,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, manajemen Semen Padang memutuskan untuk pulang ke Kota Padang hari ini.

“Kita sudah dikonfirmasi oleh pihak Manajemen, supaya hari ini pulang ke Padang menunggu informasi yang lebih jelas,” tuturnya.

Sementara itu, ditanya perihal akomodasi yang telah dihabiskan timnya untuk melakukan perjalanan dua laga batal tersebut, Delfi enggan untuk berkomentar.

“Kalau untuk kerugian pasti ada, tapi itu bukan wewenang kami, silahkan ke pihak manajemen saja untuk lebih jelasnya,” jawabnya singkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Tarif ‘Selangit’ Kos di Tebet Tak Dibarengi Tingginya Penerimaan Pajak

Jakarta, Aktual.co —Penyisiran pendataan rumah kos-kosan yang di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan yang digelar aparat gabungan pasca kasus tewasnya salah satu pekerja seks komersial, ternyata juga memberi ‘berkah’.
Yakni ditemukannya ada potensi pajak yang bisa didapat lebih besar lagi dari para pemilik kos-kosan yang seharusnya diterima Pemprov DKI.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tebet, Ana Astuti Nugrahaningsih mengatakan saat operasi gabungan itu ditemukan ada pemilik kos yang menyewakan kamar hingga Rp 4 juta hingga Rp 7 juta perbulan. Bahkan ada kos-kosan yang fasilitasnya ‘bak’ hotel berbintang dengan tarif sewa hingga Rp 8 juta per bulan. 
“Jika para pemilik rumah kos tersebut mau dan patuh membayar pajak penghasilan mereka, akumulasinya akan memberikan masukan yang cukup besar bagi pendapatan negara,” kata Ana, di Jakarta, Senin (27/4). 
Dari perkiraan kasar Ana, ada sekitar 500 usaha kos yang di tujuh kelurahan di Kecamatan Tebet. Namun Ana mengaku belum bisa memerinci potensi pendapatan pajak dari bisnis kos-kosan di wilayahnya. “Tapi Ini merupakan potensi yang cukup besar bagi pendapatan pajak negara yang hasilnya bisa digunakan untuk pembangunan,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

PBB dan Perancis Ancam Eksekusi Mati, BNN: Semoga Jokowi Tetap Konsisten

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta Pemerintah tak gentar atas ancaman Presiden Perancis, Francois Hollande dan Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki-moon soal pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba.
Demikian disampaikan Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Slamet Pribadi, dalam sebuah wawancara dengan Radio Republik Indonesia (RRI), Senin (27/4).
“Semoga Presiden tetap berpendirian teguh dan tidak mengulur-ulur waktu pelaksanaan hukuman mati,” ujar dia.
Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo harus menyampaikan ke dunia, sekaligus menjaga kedaulatan hukum di Indonesia.”biar negara lain tau bahwa kedaulatan hukum di tanah air tidak dapat di ganggu-gugat,” kata dia.
Seraya mengingatkan Presiden Jokowi, bahwa banyak negara lain yang mendukung pelaksanaan eksekusi mati terhadap gembong narkoba. Ini lantaran narkoba dapat merusak generasi bangsa.
“Indonesia tidak perlu takut dengan PBB dan Prancis,” kata dia.
Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan keberatan atas rencana Indonesia mengeksekusi mati 10 terpidana narkoba. Menurut dia, pelaksnaan eksekusi mati terhadap pelaku narkoba, tidaklah sesuai dengan ketentuan hukum internasional, dimana ketentuan eksekusi mati hanya berlaku kepada kejahatan serius seperti mencabut banyak nyawa orang sekaligus. 
Selain itu, Presiden Prancis, Francois Hollande, mengancam pemerintah Indonesia. Jika ngotot tetap mengeksekusi Serge, Perancis mengancam akan menunda kerjasama yang telah dibahas antara Prancis dan Indonesia saat KTT G20 pada November 2014 lalu.
Meski demikian, nampaknya Pemerintah dibuat tak berdaya. Ini terlihat dari pernyataan  Wakil Presiden Jusu Kalla, yang memastikan eksekusi mati terhadap warga negara perancis ditunda. (Baca: Presiden Perancis Mengancam, Wapres Pastikan Tunda Eksekusi Mati Serge Areski).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kenali Tanda Sederhana Fisik Anda Kekurangan Gizi, Ini Solusinya!

Jakarta, Aktual.co —Gejala-gejala kekurangan gizi atau pun gejala penyakit lainnya, bisa terlihat dengan tanda-tanda sederhana yang muncul pada bagian tubuh Anda.

Tanda tersebut juga sekaligus menjadi alat antisipasi agar meningkatkan asupan gizi.

Misalnya, detak jantung tidak teratur bisa menunjukkan kekurangan zat magnesium. Tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan banyak mengasup asam askorbat dan L-lisin harian. Kesehatan jantung umum dapat didukung dengan CoQ10 atau Ubiquinol.

Kemudian, bila tenggorokan Anda bengkak dan menderita lesu, bisa ditingkatkan dengan menambahkan suplemen yodium atau makanan kaya yodium dari rumput laut.

Selain itu, bila kulit bersisik merah di wajah dekat hidung, ini mungkin merupakan tanda kekurangan vitamin B2 (riboflavin). Ini butuh vitamin B kompleks (atau organik granul bee pollen, red).

Menghadapi gejala tersebut, pastikanlah Anda makan cukup biji-bijian, telur dan susu. Makanan berbasis tumbuhan termasuk bayam, brokoli, kubis brussel, jamur, alpukat dan kacang-kacangan. B2 membantu mengaktifkan vitamin B lainnya.

Sementara itu, lidah pecah-pecah itu juga tanda kekurangan zat besi. Luka yang menyakitkan pada lidah pecah-pecah merupakan defisiensi vitamin B3 (niacin). Lidah sakit seperti terbakar dan bibir mengelupas berarti kekurangan vitamin B2.

Selain itu, juga didapati pada kuku bintik-bintik putih, biasanya menunjukkan asupan seng yang rendah. Kuku lunak atau rapuh biasanya menunjukkan kekurangan magnesium.

Asupan energi yang rendah bisa terkena anemia. Tanda ini menunjukkan, kekurangan vitamin B 12. Pastikan, bahwa Anda mengonsumsi ‘Methylcobalamin’ pada tablet sublingual dan vitamin B lainnya juga.

Sedangkan, tangan dingin tidak selalu menunjukkan ‘hati yang hangat’. Hal ini dapat menunjukkan, hipotiroidisme (kekurangan yodium) atau kadar magnesium yang rendah.  Maka, Anda harus cukup vitamin C dan vitamin K, demikian laman Nature melaporkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Warga Mengungsi Karena Longsor

Jakarta, Aktual.co — Puluhan warga Lembah Hijau, Kelurahan Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat longsor melanda daerah itu.
“Warga lembah hijau mengungsi karena longsor menimbun rumah salah seorang warga setempat bernama Orpa Koday pada Sabtu (25/4) malam,” kata Yustin Wakum salah seorang warga Lembah Hijau Manokwari, Senin (27/4).
Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut hanya kerugian material mencapai ratusan juta rupiah karena rumah dua lantai milik korban ambruk tertimbun longsor.
“Akibat longsor menimbun rumah Orpa Koday, warga kaki gunung lembah hijau langsung mengemas barang-barang dan mengungsi ke tempat yang aman karena takut terjadi longsor susulan sebab cura hujan tinggi berpotensi longsor,” katanya Dia mengatakan, warga kaki gunung lembah hijau menduga longsor melanda daerah itu disebabkan karena aktivitas penggusuran lahan di atas gunung itu.
“Warga kaki gunung lembah hijau minta kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari agar mengatasi aktivitas penggusuran lahan dia atas gunung itu supaya tidak terjadi longsor susulan menimbun rumah warga setempat,” ujar Wakum.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain