13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36481

Puluhan Wisatawan Hong Kong Masih Terjebak di Nepal

Jakarta, Aktual.co — Dewan Industri Pariwisata Hong Kong, Tiongkok mengatakan, lebih dari 30 wisatawan Hong Kong terjebak di Nepal setelah gempa kuat mengguncang negeri itu, Sabtu (25/4).
Menurut Dewan Industri Pariwisata, semua wisatawan itu mengikuti dua paket perjalanan yang diselenggarakan oleh dua biro perjalanan berbeda di Hong Kong, 
Mereka semua saat ini terjebak di bandar udara Kathmandu. Dinas Bandar Udara Hong Kong menyatakan, dua pesawat yang dijadwalkan terbang ke Nepal pada Sabtu malam telah berhenti menerima penumpang sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Satu pesawat dari Nepal, yang dijadwalkan tiba di Hong Kong Sabtu malam, telah ditunda.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Eksekusi, Keluarga Zainal Abidin Akan ke Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Keluarga terpidana mati Zainal Abidin akan bertolak ke Pulau Nusakambangan, Senin (27/4) besok. Hal tersebut setelah notifikasi pelaksanaan eksekusi mati sudah disiapkan oleh jaksa eksekutor di Cilacap, Jawa Tengah.
“Keluarga dari Palembang akan menuju Nusakambangan. Keluarga yang ikut kakak dan keponakan. Kemarin sempat bingung karena jaksa bilangnya cukup satu orang lalu jadi dua orang. Akhirnya berangkat berdua,” kata Ade saat dihubungi, Minggu (26/4).
Dia mengaku memang tidak menghadiri pembacaan notifikasi oleh jaksa eksekutor di lapas besi, Nusakambangan, Sabtu (25/4) kemarin. Terlebih, dia mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan tersebut dari Pengadilan Negeri Palembang dan segera memberitahu keluarga Zainal.
“Keluarga Zainal terus berdoa. Semalam juga menggelar pengajian bersama di Palembang.”
Dia mengaku, terakhir berkomunikasi dengan Zainal sekitar seminggu yang lalu. Zainal masih berharap ada keputusan yang adil dari peninjauan kembali (PK) yang diajukannya.
Zainal Abidin tertangkap membawa 58,7 kg ganja pada tahun 2001. Dia divonis mati oleh Pengadilan Tinggi Palembang pada tahun 2001. Vonis itu diperkuat MA pada tahun 2002. Pengajuan PK sejak 2005 belum membuahkan hasil. Begitu juga pengajuan grasinya ditolak oleh Presiden RI Joko Widodo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Korupsi Stadion Gedebage, Bareskrim Bidik Tersangka Baru

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, sampai saat ini baru menetapkan ‎Ir YAS sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Jabar.
Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota Bandung itu ditetapkan, tersangka karena menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran proyek Stadion Gedebage.
“Tersangka sementara itu dulu (YAS)‎, tunggu saja. Sangat mungkin ada tersangka lainnya. Ini kan proyek besar, nilainya hampir Rp 500 miliar,” kata Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Minggu (26/4).
Menurut dua, pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, pemeriksaan dilakukan di Polda Jabar dan Bareskrim Polri.
“Saksi yang diperiksa ada banyak, mulai dari pihak penyelenggara, pelaksana proyek, sampai pihak dari Pemda setempat juga sudah diperiksa.”
Dalam kasus ini Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Ir Yayat A Sudrajat (YAS) sebagai tersangka.
Yayat yang juga mantan PPTK tahun 2009-2011 dan KPA/PPK tahun 2011-2013 itu dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberntasan korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pdana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

WNI Kedapatan Bawa Tiga Peluru Ditahan Kepolisian Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Warga Indonesia ditahan oleh pihak Malaysia saat melalui pintu masuk keberangkatan Lapangan Terbang Antarbangsa Pulau Pinang (LTAPP), karena membawa tiga butir peluru aktif dalam tasnya.
Lelaki berusia 41 tahun itu ditahan polisi yang curiga dengan tas yang dibawanya ketika melalui mesin pengimbas pada Jumat (24/4) pukul 11.30 waktu setempat.
Kepala Polisi Daerah Barat Daya Superintendan Lai Fai Hin mengatakan, hasil pemeriksaan mendapati peluru jenis 32 RP Auto itu ditemukan dalam tas miliknya.
“Hasil pengusutan awal mendapati, lelaki yang bertugas di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sumatra Utara itu tidak memiliki surat izin untuk membawa peluru,” kata dia seperti yang dikutip media lokal di Kuala Lumpur, Minggu (26/4).
Saat ini, WNI yang membawa tiga peluru aktif itu ditahan untuk membantu penyelidikan. Dia mengaku akan menginformasikan kepada Konsulat Indonesia terkait penahanannya itu.
Fah Hin mengatakan, WNI itu seharusnya bertolak ke Medan pada pukul 12.00 hari yang sama dengan menaiki pesawat di LTAPP.
Kasus tersebut akan diusut berdasar Seksyen 8(a) UU Senjata 1960 karena memiliki peluru tanpa izin sah.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Muktamar, NU: Islam Harus Jadi Peradaban Dunia

Jakarta, Aktual.co — Konflik berkepanjangan di Timur Tengah rupanya menjadi perhatian Nahdlatul Ulama (NU). Jelang perhelatan Muktamat NU ke-33 Agustus nanti diharapkan bisa menjadikan masukan pada umat Islam dunia, khususnya pada negara-negara Islam yang sedang bergejolak.
“Memperkokoh Islam Indonesia sebagai peradaban dunia. Yang paling penting kita tunjukkan umat islam beradab didepan umat islam timur tengah yang sedang biadab,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kepada Aktual.co, Minggu (26/4).
Said Aqil geram dengan konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan. Selain dianggapnya sudah kehilangan akhlak, negara Islam di Timur Tengah juga sudah kehilangan moral dengan membunuh sesamanya.
“Ratusan ribu melayang sama-sama islam sama-sama Arab untuk apa itu. Konflik boleh tapi saling perang saudara yang tidak boleh.”
“Tidak sepaham boleh, beda pendapat boleh,” kata dia lagi.
Untuk itu, dia berharap NU melalui Muktamar nanti bisa memberikan pandangan kepada negara-negara Islam di Timur Tengah yang sedang berkonflik. “NU yang adil beradab santun sangat berpengaruh dalm menstabilkan suasana di NKRI dan juga dunia,” kata Said.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

UPT Bengawan Solo Masih Berlakukan Siaga Banjir

Jakarta, Aktual.co — Unit pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, masih memberlakukan siaga banjir di daerah hilir.
“Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, sejak pagi tadi mulai turun menjadi 13,97 meter (siaga I), Minggu pukul 09.00 WIB. Padahal sehari lalu sempat bertahan dengan ketinggian 14,02 meter (siaga II),” kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, Minggu (26/4).
Menurut dia, karena air Bengawan Solo turun menjadi siaga I, maka pemantauan ketinggian air di Bojonegoro yang semula 1 jam sekali, kini diturunkan menjadi tiga jam sekali.
Dia memperkirakan air Bengawan Solo di daerah hilir Jawa Timur akan terus menurun, sebab banjir yang terjadi di Ngawi, juga hulu, Jawa Tengah, juga sudah turun.
“Sepanjang hari ini tidak ada tambahan air hujan lokal, juga dari daerah hulu, Jawa Tengah, debit Bengawan Solo akan terus menurun,” katanya.
Meski demikian, menurut dia, ketinggian air di daerah hilir Tuban dan Lamongan, masih akan naik, dalam beberapa jam ke depan, sebelum akhirnya turun.
Sesuai data di UPT Bengawan Solo, ketinggian air Bengawan Solo di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, masing-masing 7,62 meter (siaga II), 5,47 meter (siaga II), 4,12 meter (siaga II) dan 1,87 meter (siaga I). Sabtu pukul 09.00 WIB.
“Kalau memang tidak ada tambahan air hujan dalam beberapa jam air di Tuban dan Lamongan, akan turun.”
Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya tetap mewaspadai hujan yang terjadi selama April, yang berpotensi menimbulkan banjir.
“Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, curah hujan yang terjadi selama April masih tinggi.”
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, menambahkan kewaspadaan tetap dilakukan, meskipun ada kencenderungan debit Bengawan Solo di daerahnya turun.
“Meluapnya Bengawan Solo yang terjadi kali ini tidak membawa dampak kerugian, sebab genangan banjir yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan areal pertanian, juga lainnya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain