13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36482

BI Ajak Masyarakat Waspadai Uang Palsu

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu waspada peredaran uang palsu (upal), apalagi terhitung satu bulan lagi memasuki bulan puasa Ramadhan 1436 Hijriah.
“Menjelang dan bulan puasa, sudah menjadi kebiasaan masyarakat berbelanja lebih banyak dari hari biasanya. Artinya peredaran uang di pasaran juga meningkat, ini menjadi peluang bagi pelaku yang ingin mencari keuntungan sesaat untuk menyebarkan uang palsu,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Bambang Himawan di Bengkulu, Minggu (26/4).
Untuk itu, masyarakat diimbau agar lebih teliti dalam melakukan transaksi menggunakan uang kartal, utamanya uang kertas, jangan sampai lemahnya ketelitian masyarakat merugikan diri sendiri.
“Kenali ciri-ciri uang, kita tidak menginginkan adanya peredaran uang palsu di Bengkulu, tetapi potensi peredaran itu juga bisa berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian rendah dalam mengenal beda uang asli dan palsu,” kata dia.
Untuk lebih aman, Bambang mengajak masyarakat migrasi menggunakan uang elektronik dalam melakukan transaksi keuangan, hal itu juga didukung oleh pelaku usaha di Bengkulu, sudah banyak dari pelaku bisnis membuka pelayanan pembayaran menggunakan transaksi elektronik.
“Supermarket, minimarket, swalayan bahkan toko-toko sudah menyediakan metode pembayaran elektronik, ini lebih aman, tidak hanya terhadap uang palsu, tetapi tingkat kriminalitas jalanan, karena masyarakat tidak perlu membawa lembaran uang kertas dalam jumlah tertentu,” ujar dia.
Namun, untuk transaksi elektronik, masyarakat juga diimbau tetap hati-hati, karena, walaupun dinilai aman dari uang palsu, juga tidak menutup kemungkinan pada pelaku usaha yang bertindak nakal dengan melakukan debit beberapa kali untuk satu transaksi.
“Jangan memberikan pin kartu debit, ATM, atau kartu kredit anda, ketika transaksi masukkan sendiri pin anda. Nomor pin jangan menggunakan angka yang mudah ditebak.”
Masyarakat Provinsi Bengkulu, juga diharapkan lebih proaktif melaporkan adanya temuan uang palsu, sehingga hasil laporan yang masuk ke Bank Indonesia setempat, laporan tersebut bisa menjadi bahan analisa bagi pihak kepolisian untuk memutus rantai peredaran.
“Tidak perlu takut, temuan lembar uang tidak akan membuat masyarakat dituduh sebagai pengedar, logikanya tidak mungkin pengedar akan melaporkan temuan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bareskrim Masih Dalami Laporan Bos Kapal MV Haifa

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri masi mendalami laporan pemilik perusahaan kapal MV Haifa, Chankid yang telah melaporkan Menteri Susi Pudjiastuti. Menteri Kelautan dan Perikanan itu dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter terhadap perusahaan korban.
“Masih tahap penyelidikan, itu kan tidak serta-merta pencemaran nama baik,” kata Kabareskrim Budi Waseso, Minggu (27/4).
Budi Waseso mengatakan, dari hasil penyelidikan sejauh ini belum ditemukan pencemaran nama baik yang dilaporkan terhadap Menteri Susi itu.
Dia pun memastikan, akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi dan menganalisa barang bukti yang ada.
Ketika ditannya apakah akan melakukan pemeriksaan terhadap Menteri Susi, Budi Waseso mengaku belum ada rencana memeriksa menteri tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kamis (9/4) lalu dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh pemilik perusahaan kapal MV Haifa, Chankid atas pernyataan Menteri Susi terkait kapal pencurian ikan asal Cina berbendera Panama tersebut.
Dalam laporan tersebut, melalui kuasa hukumnya Made Rahman dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter terhadap perusahaan pelapor. Pasalnya pelapor menuding Susi telah mencemarkan nama baiknya karena menyebut Kapal MV Haifa adalah ilegal.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gerakan Sadar Pajak

Sejumlah mahasiswa melakukan ajakan Gerakan Sadar Pajak saat Car Free Day, di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (26/4/2015). Dalam aksinya mereka mengajak masyarakat taat membayar pajak, karena membayar pajak adalah tanggung jawab sosial sebagai warga negara untuk membangun negara ini. AKTUAL/MUNZIR

Anggota Militan Fajar Libya Tolak Ajakan PBB untuk Dialog

Jakarta, Aktual.co — Anggota koalisi milisi Fajar Libya menolak seruan dari Utusan Khusus PBB untuk Libya Bernardino Leon ikut dalam dialog, guna mengakhiri krisis yang berlangsung di negeri tersebut.
“Anggota milisi Libya dengan keras menolak seruan Leon. Seruan ini harus dihentikan dan para pemimpin harus mematuhinya, sebab itu bertujuan menciptakan perpecahan di antara gerilyawan dan pemimpin dan membuat lemah mereka demi keuntungan kudeta,” kata satu pernyataan oleh kantor informasi milisi Fajar Libya seperti yang dikutip pada Sabtu (25/4).
Leon pekan lalu mengkonfirmasi keinginannya untuk mengundang para pemimpin faksi bersenjata agar ikut dalam dialog, yang diadakan berbarengan dengan pembahasan yang diseneggarakan di Maroko.
Dia mengatakan dialog tersebut bertujuan membahas pengaturan keamanan bagi gencatan senjata, bersama dengan penarikan anggota milisi bersenjata dari kota besar.
Libya, produsen utama minyak di Afrika Utara, telah menghadapi proses politik yang rusuh, setelah pemimpinnya Muammar Gaddafi digulingkan selama kemelut politik pada 2011.
Ibu Kota Libya, Tripoli, jatuh ke tangan Fajar Libya pada Agustus lalu. Fajar Libya mendirikan pemerintahnya sendiri guna menghadapi pemerintah yang diakui masyarakat internasional, yang saat ini berada di pengasingan di Kota Tobruk di bagian timur negeri tersebut. 
Negeri itu kini menghadapi kebuntuan akibat pertempuran antara milisi Islam dan militer pro-sekuler.
PBB telah menengahi beberapa babak dialog antara pihak yang bertentangan sejak September, tapi bentrokan terus berlangsung kendati gencatan senjata disepakati oleh semua kelompok.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Aksi Tolak Hukuman Mati

Aktivis dari Jaringan Buruh Migran Indonesia melakukan aksi tolak hukuman mati di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (26/4/2015). Aksi tersebut berisi seruan untuk selamatkan buruh migran dari hukuman mati terutama terpidana hukuman mati asal Filipina Mary Jane. AKTUAL/MUNZIR

Pemprov NTB Bentuk Tim Integrasi NTB Online

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk tim integrasi NTB online sebagai langkah mewujudkan layanan data dan informasi secara online di tahun 2018.
Kepala Bagian Kesekretariatan dan Pusat Data Elektronik (PDE) Biro Umum Setda NTB, GP Aryadi mengatakan tim integrasi NTB online ini merupakan ujung tombak keberhasilan pencapaian kebijakan reformasi birokrasi yang dicanangkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.
Karenanya, mantan juru bicara Pemkab Bima ini mengingatkan, reformasi birokrasi tidak mungkin mencapai sasaran jika tidak didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
“Efisiensi, efektivitas, kecepatan, ketepatan, transparan dan akuntable sebagai ciri dari birokrasi yang baik, tidak mungkin terwujud tanpa IT,” kata di Mataram, Minggu (26/4).
Dia menjelaskan, program NTB Online sesungguhnya merupakan satu model implementasi sistem elektronik goverment (e-gov), yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas layanan publik, transparansi dan pencegahan korupsi maupun mendukung menajemen pengambilan keputusan oleh pimpinan.
Program NTB Online sesungguhnya penjabaran misi ketiga dari visi misi pemerintahan gubernur dan wakil gubernur, yakni mewujudkan reformasi birokrasi yang bersih dan melayani. Terlebih, tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan publik, dengan sasaran tersedianya data dan layanan informasi daerah berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
“Dengan memanfaatkan IT, masyarakat akan dengan mudah dapat mengakses layanan informasi, dan sebaliknya asyarakat juga dapat secara langsung menyampaikan masukan kepada pemerintah melalui teknologi,” ujarnya.
Itulah sebabnya penyediaan fasilitas IT di seluruh SKPD perlu segera diwujudkan. Tahapan mewujudkan program NTB online, kata dia, tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi akan ditempuh melalui tiga tahapan, yakni konsolidasi di tahun 2015, disusul tahapan otomasi online tahun 2016-2017 dan tahapan integrasi tahun 2018.
Pada tahapan konsolidasi tahun ini, ungkapnya, kegiatan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jaringan yang terkoneksi atau saling terhubung antar-SKPD dan pusat data yang ada di sekretariat daerah.
“Di akhir bulan Mei ini instalasi jaringan ditiap tiap SKPD diharapkan sudah tuntas,” katanya.
Instalasi jaringan NTB Online akan menggunakan aplikasi PNS Box (Private Network Security Box) sebagai salah satu sistem pendukung yang dikembangkangkan oleh Direktorat e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika.
PNS box bertujuan untuk melakukan pengamanan terhadap interkoneksi antar-SKPD yang ada di lingkungan Pemprov NTB. Selain itu, PNS Box juga merupakan solusi pelayanan, pengaturan dan pengamanan jaringan, pengaturan bandwidth, pelayanan aplikasi dan e-mail.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain