2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36635

KAA Harus Komitmen Lawan Perbudakan Ekonomi Negara Maju

Jakarta, Aktual.co —Peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) harus menghasilkan sebuah komitmen solidaritas bersama untuk mengangkat martabat bangsa-bangsa di kedua benua.
Disampaikan pendiri Setara Institute Romo Benny Susetyo mengtakan setiap negara Asia Afrika diharapkan punya kemandirian, dari sisi politik dan ekonomi untuk melawan musuh bersama.
“Yaitu praktik perbudakan seperti dominasi ekonomi, eksploitasi sumber daya alam, dan intervensi dari negara-negara maju,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (19/7).
Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara-negara Asia Afrika, ujar dia, juga harus merumuskan apa yang menjadi perhatian bersama. Yaitu mengangkat martabat setiap manusia di kedua benua tersebut dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga setiap negara di Asia dan Afrika memiliki kemajuan peradaban, pemenuhan HAM, semangat antikorupsi, dan sumber daya alam yang memadai untuk menyejahterakan rakyatnya.
Dengan begitu, lanjut dia, KAA akan menciptakan Asia Afrika menjadi kekuatan nilai kemandirian baru. “Sebagai penyeimbang atas tatanan dunia yang saat ini didominasi oleh kekuatan pasar dan korporasi,” ucap dia.
Untuk itu, dia berharap KAA 2015 tidak hanya jadi ajang nostalgia semata. Tapi juga merupakan kesempatan mengembalikan pikiran tokoh-tokoh pendiri KAA. Seperti Presiden Soekarno dan Presiden India, Jawaharlal Nehru, dalam konteks dunia saat ini.
“Kalau pada masa Soekarno dulu yang jadi musuh bersama adalah kolonialisme, kini musuh bersamanya adalah perbudakan melalui eksploitasi ekonomi. Itu yang harus berani dilawan oleh pemerintah negara Asia Afrika,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

BKPM: Investasi Hijau di Indonesia Terus Meningkat 20 Persen

Jakarta, Aktual.co —Pertumbuhan investasi hijau di Indonesia diproyeksikan terus meningkat rata-rata sekitar 20 persen per tahun.
Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Franky Sibarani mengatakan tren pertumbuhan investasi hijau di Indonesia berada di kisaran 20 persen sejak 2010-2014.
Dimana penanaman modal asing (PMA) baru yang masuk mencapai 26,81 miliar dolar AS dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp139,173 miliar. “Proyeksi sampai 2015-2019 akan terus bertumbuh,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (19/4).
Namun, diakui dia, selama ini intensif pemerintah untuk penanaman modal di berbagai sektor yang berpotensi menjadi investasi hijau memang belum spesifik.
Kata dia, ada tujuh kelompok bidang usaha investasi hijau. Yakni pertanian, kehutanan, perikanan, pengusahaan tenaga panas bumi, industri pengolahan, pengadaan listrik serta pengolahan sampah dan daur ulang.
Dia berharap dalam pertemuan Tropical Landscape Summit 27-28 April mendatang bisa memfasilitasi dialog antara dunia usaha dengan pemerintah. Untuk menghasilkan konsensus guna meningkatkan komitmen terhadap pelaksanaan ekonomi hijau.
Targetnya, dari pertemuan internasional yang dihadiri sekitar 500 CEO, NGO, peneliti dalam dan luar negeri, serta instansi pemerintah pusat dan daerah itu dapat menginventarisasi pembelajaran dari berbagai praktik terbaik (best practice) investasi hijau di dunia untuk dikembangkan di Indonesia.
Pertemuan itu juga diharapkan bisa mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Serta menghasilkan konsensus tentang langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memobilisasi sumber daya investasi hijau.
“Juga konsensus tentang pendanaan hijau dan ‘menghijaukan’ sektor keuangan dan ekonomi Indonesia dengan berbagi pengalaman, inisiatif dan gagasan antara sejumlah pelaku di berbagai sektor,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Purwokerto Dianggap Layak Jadi Kota Otonom

Jakarta, Aktual.co —Kota Purwokerto di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas dianggap sudah layak menjadi kota otonom.
Disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hal itu ditunjukkan dengan kemajuan pembangunan di berbagai bidang dan dinamika masyarakat yang makin kompleks di Purwokerto. 
Hal itu disampaikan dia saat memberi sambutan di peluncuran “city branding” dan “tagline” Kabupaten Banyumas berupa “Better Banyumas” yang dilaksanakan berbarengan dengan pergelaran “Banyumas Extravaganza 2015”.
Masih kata dia, perkembangan Purwokerto semakin pesat. Sehingga layak jadi kota otonom hasil pemekaran Kabupaten Banyumas.
“Setahun lalu, saya hadir di sini. Dahulu di depan (Alun-Alun Purwokerto, red.) belum ada air ‘muncrat’ (air mancur, red.), sekarang sudah ada, perkembangan kota ini makin pesat, rasa-rasanya Purwokerto sudah layak jadi kota sendiri,” ucap dia.
Kendati kepolisian resor baru ada satu, dia mengatakan bahwa di Kabupaten Banyumas sudah ada dua kejaksaan negeri, dua pengadilan negeri, dan dua pengadilan agama.
Menurut dia, hal itu dapat menjadi modal saat Purwokerto berkembang sebagai pemerintahan kota hasil pemekaran Kabupaten Banyumas.
Terkait dengan peringatan Hari Jadi Ke-433 Kabupaten Banyumas, Ganjar mengharapkan momentum hari jadi mampu membawa spirit baru bagi masyarakat Banyumas dan pemerintah daerah agar memberikan layanan yang lebih baik.
“Momentum yang sangat baik ini, untuk Banyumas lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Di bagian lain, dia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi kesempatan kepada Kabupaten Banyumas untuk menjadi tuan rumah pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi Jateng yang dijadwalkan pada tanggal 15 Agustus 2015.
Saat ditemui usai memberi sambutan, Ganjar mengatakan bahwa “city branding” dan “tagline” baru yang diusung oleh Banyumas menandakan hijrahnya kabupaten itu untuk menjadi lebih baik.
“Dengan adanya ‘tagline’ yang baru, ‘Better Banyumas’, ada unsur kulturalnya Bawor, huruf B-nya cukup ikonis, mudah-mudahan ini bagian dari hijrah betul-betul. Hijrah menuju pelayanan masyarakat yang lebih baik, Banyumas yang bisa memberi pelayanan dengan mutu pelayanan prima, dan kemudian tentu saja mengakselerasi atau melakukan percepatan pembangunan,” katanya.
Ia mengaku telah berpesan agar masalah infrastruktur, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, masalah pangan nasional, serta energi nasional mesti didukung dari Banyumas.
Dengan momentum Hari Jadi Ke-433 yang jatuh pada tanggal 6 April 2015, Gubernur mengharapkan Kabupaten Banyumas dapat melakukan lompatan yang lebih tinggi.
“Ini (Banyumas, red.) sudah kabupaten yang rasa kota sebenarnya. Kabupaten dengan rasa kota ini,” katanya.
Lebih lanjut, Ganjar mengatakan bahwa slogan “Better Banyumas” merupakan harapan agar Banyumas menjadi lebih baik sehingga pemerintah kabupaten jangan takut gagal dalam melakukan lompatan untuk menuju kondisi yang lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh:

KAA Diharapkan Bisa Suarakan Perempuan di Asia Afrika

Jakarta, Aktual.co —Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 diharapkan memberi ruang untuk menyuarakan kepentingan perempuan di negara-negara Asia Afrika. Sehingga perempuan bisa lebih mendapat jaminan pemenuhan hak-haknya.
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Dian Kartikasari mengatakan saat ini bersama organisasi perempuan di negara-negara Asia Afrika terus kritisi pembatasan terhadap hak-hak perempuan di negara-negara yang menganut Islam Konservatif.
Kata dia, upaya komunikasi sedang dijalin KPI dengan organisasi di Asia Barat dan Afrika Utara. Untuk membicarakan bagaimana tren Islam konservatif justru merintangi hak-hak perempuan.
“Misalnya perkawinan anak-anak semakin dilegalkan, yang membuat jumlah anak perempuan putus sekolah jadi bertambah,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (19/4).
Kata dia, ada gejala atau kecenderungan  negara dan kekuatan-kekuatan konservatif justru membuat mundur situasi perempuan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun politik.
“Misalnya hak politik. Kita di Indonesia beruntung karena perempuan boleh ikut dalam pemilu. Tidak semua negara di Afrika mengizinkan kaum perempuannya memilih (dalam pemilu), dan itu yang sampai sekarang masih kami perjuangkan,” ucap Dian.
Selain itu, KPI bersama organisasi perempuan seluruh dunia juga aktif menjalin diskusi dengan tokoh-tokoh Islam. Untuk mengetahui di mana sebenarnya larangan atau faktor dalam hukum agama Islam yang melarang perempuan memperoleh hak yang sama dengan kaum pria.
Masih kata Dian, perjuangan pemenuhan hak perempuan juga melingkupi pemenuhan hak perempuan dalam situasi konflik, perempuan penyandang disabilitas, anak perempuan, lansia perempuan, bahkan peran perempuan dalam hukum dan pemerintahan.
“Misalnya di beberapa negara Arab, perempuan tidak boleh jadi hakim. Alasannya ya kembali lagi ke persoalan agama,” ujar Dian.
Dalam forum internasional seperti KAA, para aktivis perempuan ini bisa menguatkan upaya “people to people engagement” untuk mendorong pemerintah negara tertentu memberlakukan kebijakan yang lebih memihak kaum perempuan.
Seperti mendorong agar perempuan di Arab Saudi boleh berorganisasi karena selama ini tidak pernah ada organisasi perempuan di negara tersebut.
“Berbeda dengan negara-negara lain seperti Palestina, Pakistan, Afrika Selaran, Afghanistan, dan India yang sudah bisa menyuarakan kepentingan perempuan melalui organisasi-organisasi mereka,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kadin Harapkan Regulasi dan Intensif Pemerintah di Investasi Hijau

Jakarta, Aktual.co —Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah memberi regulasi dan insentif khusus untuk investasi hijau, saat seminar “Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity” 27-28 April mendatang.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Shinta W. Kamdani mengatakan dunia usaha menunggu regulasi pemerintah guna mendukung pembangunan ekonomi hijau dan insentif khusus untuk investasi hijau.
“Kami berharap pemerintah memberikan kejutan berupa insentif yang sederhana dan nyata saat memaparkan portofolio potensi investasi hijau di Indonesia dalam acara itu,” kata dia, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (19/4).
Kata Shinta, investor dalam dan luar negeri memerlukan dukungan regulasi pemerintah. Di pemerintahan yang lalu, ujar dia, Kadin sebenarnya sudah mengadakan pembicaraan dengan Bappenas terkait hal itu. Namun intensif yang diharapkan tak juga mengucur. “Sementara tuntutan dunia usaha sudah begitu besar,” ucap dia. 
Selain dengan pemerintah, ujar dia, Kadin juga telah menjajaki kerja sama dengan World Bank dan JICA untuk mengembangkan infrastruktur hijau di Indonesia.
Menurut dia, Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman kota-kota lain di dunia, terkait rencana pokok urban investasi hijau dari berbagai pakar-pakar internasional. “Jadi perlu diatur insentif apa yang bisa diperoleh oleh para dunia usaha untuk investasi hijau.” Diketahui, seminar investasi hijau yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan kerja sama Kantor Staf Kepresidenan dan United Nations Office for REDD+ Coordination (UNORCID) bertujuan untuk mendorong arus masuk investasi hijau ke Indonesia.
Kegiatan yang digelar selama dua hari di Jakarta itu, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Senin Besok, PSSI Lapor Hasil KLB ke AFC dan FIFA

Jakarta, Aktual.co —PSSI akan segera melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4) ke AFC (Asian Football Confederation) dan FIFA (Fédération Internationale de Football Association).
Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan mengatakan laporan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kelancaran pelaksanaan kongres.
“Akan segera kami kirim. Saat ini surat dalam proses. Yang jelas isi surat itu adalah laporan pelaksanaan kongres yang berjalan dengan baik,” kata dia, di Surabaya, Minggu (19/4).
Laporan ke AFC dan FIFA ini, ujar dia, diputuskan di rapat Komite Eksekutif pertama setelah terpilih pada KLB di Surabaya. Sesuai dengan rencana, surat laporan tersebut akan dikirimkan Senin (20/4).
Selain akan ditulis laporan perjalanan KLB, di surat itu juga akan dilampirkan susunan kepengurusan PSSI periode 2015-2019.  Terutama yang dipilih secara langsung saat kongres yang sempat diwarnai demo pendukung tim Persebaya 1927 itu.
“Semuanya akan ditulis dengan lengkap. Yang jelas kita semua tahu jika KLB berjalan lancar. Perwakilan AFC juga hadir dan menyaksikan langsung jalannya kongres,” ucap dia.
Apa yang dilakukan PSSI La Nyalla Mattalitti bisa dikatakan langkah pengabaian terhadap pembekuan yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pada induk organisasi sepak bola Indonesia per Jumat (17/4).
PSSI kepengurusan baru itu menolak dengan tegas pembekuan dari Menpora. Padahal dalam surat tersebut telah ditegaskan jika semua kegiatan yang dilakukan sudah tidak diakui.
“Dalam rapat tadi sudah dibahas masalah surat dari Menpora. Kami dengan tegas menolak isi surat tersebut karena tidak ada dasar hukum yang kuat,” kata Hinca menegaskan.
Demi menyikapi surat dari pemerintah, PSSI telah membentuk tim hukum yang digawangi oleh Hinca Panjaitan sendiri dan Gusti Randa. Bahkan, PSSI yang telah dibekukan ini akan mengajukan somasi kepada Menpora.
“Kami berharap surat itu ditinjau kembali dan dicabut. Kami juga akan melakukan upaya hukum ke PTUN,” kata pria yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain