2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36810

Ketum ATI: BOPI Terlalu Jauh Jalankan Tugas dan Fungsinya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Manahan Situmorang menyebut, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah terlalu jauh dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Apalagi, BOPI mencampuri masalah pajak, pemain asing dan penentuan klub yang berlaga di QNB League 2015.

“Urusan pajak itu tugas Departemen Pajak dan urusan tenaga kerja asing itu wewenang Imigrasi dan Depnaker. Begitu juga peserta kompetisi yang sudah jelas wewenang PSSI,” kata Manahan yang juga mantan Kepala Pajak Jakarta Selatan sembari menyebutkan di tinju profesional menentukan petinju merupakan wewenang penata tanding dengan melihat ketentuan yang diberlakukan dalam organisasi tinju, Senin (13/4).

“Tidak sembarangan petinju bisa naik ring. Itu akan berakibat fatal. Mereka juga harus melalui jenjang seperti yang ditetapkan PSSI. Contohnya, kalau di sepakbola klub yang masuk ISL harus menapak dari bawah mulai Divisi II, I, dan Divisi Utama. Sedangkan petinju harus melalui tahapan beberapa ronde dan yang ingin merebut gelar juara harus terdaftar dalam peringkat ATI ataupun KTI, KTPI dan FTI,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan pengurus BOPI tidak memahami olahraga profesional. “Bagaimana mungkin pengurus BOPI bisa membuat keputusan tanpa melibatkan induk organisasi. Makanya, saya bingung ketika Kusnaeni yang mengaku pengurus BOPI memanggil semua anggota BOPI tetapi berbicara masalah sepakbola. Itu kan sudah tidak nyambung. Makanya, saya meninggalkan pertemuan itu,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Survei: Kredit 2015 Tumbuh 17,1 Persen

Jakarta, Aktual.co — Survei perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, secara keseluruhan tahun 2015, optimistis responden terhadap pertumbuhan kredit semakin meningkat mencapai 17,1 persen.

Pada Triwulan I-2015, responden survei merevisi ke atas target pertumbuhan kredit 2015 menjadi sebesar 17,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya sebesar 15,7 persen (yoy).

“Perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi tahun 2015, menurunnya tekanan kenaikan suku bunga kredit dan semakin membaiknya kondisi kecukupan modal responden menjadi pendorong utama semakin optimisnya pertumbuhan kredit tahun 2015,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Senin (13/4).

Pada Triwulan II-2015, responden survei memperkirakan menguatnya pertumbuhan kredit baru.

Sementara itu, rata-rata suku bunga kredit diperkirakan masih meningkat pada Triwulan II-2015, namun dengan kenaikan yang cukup rendah.

Rata-rata suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi masing-masing diperkirakan naik sebesar 2 bps, 2 bps, dan 5 bps.

Meskipun responden optimis terhadap pertumbuhan kredit baru di Triwulan II-2015 dan keseluruhan 2015, responden survei mengindikasikan melambatnya pertumbuhan kredit baru pada Triwulan I-2015.

“Permintaan pembiayaan yang masih rendah pada awal tahun dan kebijakan perbankan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit baru menjadi penyebab utama perlambatan pertumbuhan kredit,” ujar Tirta.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mantan Ketua BOPI Nilai Menpora Tak Mengerti Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto mengatakan, jika olahrga Indonesia mau maju, menteri yang membidanginya juga harus menguasai olahraga.

Pernyataan Haryo ini, terkait dengan tidak becusnya Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengurus seluruh cabang olahraga di Tanah Air, untuk bisa maju dalam prestasi.

“Kita ingin mendukung program kerja presiden, di antaranya membuat prestasi olahraga maju dan berprestasi namun juga harus mendapat dukungan dari pemerintah,” jelasnya ketika membacakan surat pernyataan kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (13/4).

Haryo yang tergabung dalam Komunitas Olahraga Profesional Nasional Indonesia (KOPNI), akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi, Rabu (14/4), meminta untuk mereshuffle Menpora Imam Nahrawi, yang dianggap kurang memperhatikan seluruh cabang olahraga yang ada di Indonesia.

“Intinya kami ingin agar semua olahraga menjadi lebih baik dan bagus. Karena saat ini kondisi prestasi olahraga menurun dan butuh perhatian serius,” ungkapnya.

KOPMI menilai, menpora saat ini, hanya memberikan seluruh perhatiannya terhadap sepakbola Indonesia. Sedangkan cabang olahraga lainnya, tidak diperhatikan. Padahal, Indonesia akan mengikuti kejuaraan SEA Games 2015 Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Glenn Fredly Helat Konser di Ambon pada 16 Mei 2015

Jakarta, Aktual.co — Musisi Glenn Fredly akan menggelar konser 20 tahun berkarya di dunia musik Indonesia di Kota Ambon, Maluku pada 16 Mei 2015.

“Hasil koordinasi dengan Manajemen Glenn Fredly dinyatakan konser akan dilakukan di Ambon pada 16 Mei mendatang, dimajukan dari agenda semula minggu ke empat Mei 2015,” kata kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Ambon Henry Sopacua, di Ambon, Senin (13/4).

Ia mengatakan Konser 20 tahun Glenn Fredly diagendakan di 20 kota Indonesia dan Ambon merupakan kota pembuka.

“Kita patut berbangga karena Kota Ambon nenjadi tempat pembuka,” ujarnya.

Menurut Henry, manajeman Glenn Fredly sementara mempersiapkan hal terkait pelaksanaan konser sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Kota untuk kerja sama.

“Pembicaraan yang kita lakukan telah sampai pada tahap persiapan yakni bagaimana kita bisa membantu dari sisi perizinannya supaya mereka tidak kesulitan untuk hal tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga berupaya agar musisi lokal Maluku turut dilibatkan dalam konser tersebut.

Musisi lokal seperti band atau kolaborasi budaya Maluku sementara dibicarakan dengan tim manajemen, karena Glenn Fredly memiliki standar konser.

“Saat ini kita masih bicarakan materi, apakah ada lagu Glenn yang bisa dikolaborasi. Target kita musisi lokal kita dorong untuk bisa tampil satu panggung dengan musisi ternama,” tandasnya.

Henry menambahkan, konser tersebut merupakan rangkaian kegiatan Mangente (datang dan kunjungi) Ambon tahun 2015.

Kegiatan lain di antaranya pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia (Apeksi), Indonesia City Expo, pagelaran seni budaya nusantara dan karnaval budaya yang dilakukan pada Mei 2015, pertunjukan musik dan budaya, dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional.

Selain itu, karnaval budaya multi etnik, festival pukul sapu, perahu manggurebe, kuliner khas Ambon, pagelaran musik sound of pasific dan gerak jalan Ambon.

Artikel ini ditulis oleh:

Asik ‘Nyabu’ Dua Pemuda Asal Solo Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Surakarta berhasil menangkap dua warga yang sedang mengonsumsi sabu di dua tempat berbeda di kawasan Banjarsari, Solo.
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan, S 38 tahun dan Aow 22 tahun saat ini sedang diperiksa oleh penyidik Satuan Narkoba.
Dia mengatakan, petugas berhasil menangkap tersangka S di rumahnya, pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 20.10 WIB, dan bersama barang bukti antara lain satu paket kecil sabu sebuah pipa kaca terdapat sisa sabu (bong) dan satu handphone merek Samsung warna hitam.
Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka Aow, antara lain satu paket kecil sabu-sabu, alat bong, satu celena jean warna cokelat, satu unit blackberry warna putih yang diduga untuk transaksi.
“Tersangka Aow ini, ditangkap oleh petugas Satuan Narkoba, di rumahnya, pada Kamis (9/4), sekitar pukul 01.15 WIB,” kata Ahmad Luthfi di Solo, Senin (13/4).
Menurut Kasat Narkoba Kompol Kristiyono, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu, sehingga identitas tersangka belum bisa dibuka.
Kristiyono menjelaskan dari ahsil pemeriksaan tersangka S mengaku mendapatkan barang haram dibeli dari seorang bernama J dengan harag Rp200 ribu per paket kecil. Namun, J yang diduga pengedar itu, hingga kini masih menjadi buron polisi.
Tersangka lainnya, Aow mengaku mendapatkan barang haram tersebit dari hasil membeli dari seorang bernama TC dengan cara mentransfer uang ke nomor rekening BCA seharga Rp1,1 juta per paketnya. Barang pesanan kemudian diletakan di suatu tempat di kawasan Banjarsari untuk diambil oleh tersangka.
“Kami masih melakukan penyelidikan pelaku TC ini, tetapi hingga kini masih menjadi buron,” kata Kasat Narkoba.
Atas perbuatan kedua tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayar (1) dan atau 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35/2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal maksimal 12 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

KPAI dan BPOM Sidak Jajanan Tiga SD di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sidak jajanan di tiga sekolah dasar di Jakarta.
Sidak dilakukan di SDN Rawamangun 13, SDN Rawamangun 14, dan SDN Rawamangun 15.
Komisioner KPAI Susanto, sidak dilakukan sebagai bentuk kendali untuk perbaikan kebijakan yang lebih luas. “Untuk memastikan kualitas jajanan,” kata , Senin (13/4).
Diakui dia, hampir tidak ada sekolah yang absen dari jajanan. Siswa hampir tiap hari jajan di sekolah baik dari kantin dalam sekolah atau pedagang di luar sekolah.
Hal yang cukup membahagiakan adalah sidak tidak menemukan jajanan yang mengandung zat berbahaya. Dia mengklaim ini sebagai hasil kongkret sidak dan edukasi tiga tahun sebelumnya.
Kantin sekolah, kata Susanto, kadang-kadang seperti sederhana tetapi menyimpan masalah jika pengelolaannya tidak memberikan jaminan kesehatan.
“Bagaimana mungkin kita memiliki anak cerdas dan berkarakter jika mereka makan dari makanan yang mengandung zat berbahaya,” kata dia.
Susanto mengatakan terdapat tiga kategori kantin. Pertama, kantin dikelola dengan baik sesuai standar kesehatan dan mutu pangan. Kedua, kantin yang dikelola apa adanya, tanpa kontrol kualitasnya. Ketiga, kantin yang dikelola hanya mengikuti selera siswa tapi kurang memiliki sensitifitas terhadap kesehatan.
Menurut PP No 28 tahun 2004, pemerintah daerah bertanggungjawab dan tidak boleh abai terhadap kensali mutu jajanan di sekolah.
“Pengawasan harus dilakukan secara reguler agar jajanan sekolah tak mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks dan zat pemanis berbahaya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain