Ketum ATI: BOPI Terlalu Jauh Jalankan Tugas dan Fungsinya
Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Manahan Situmorang menyebut, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah terlalu jauh dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Apalagi, BOPI mencampuri masalah pajak, pemain asing dan penentuan klub yang berlaga di QNB League 2015.
“Urusan pajak itu tugas Departemen Pajak dan urusan tenaga kerja asing itu wewenang Imigrasi dan Depnaker. Begitu juga peserta kompetisi yang sudah jelas wewenang PSSI,” kata Manahan yang juga mantan Kepala Pajak Jakarta Selatan sembari menyebutkan di tinju profesional menentukan petinju merupakan wewenang penata tanding dengan melihat ketentuan yang diberlakukan dalam organisasi tinju, Senin (13/4).
“Tidak sembarangan petinju bisa naik ring. Itu akan berakibat fatal. Mereka juga harus melalui jenjang seperti yang ditetapkan PSSI. Contohnya, kalau di sepakbola klub yang masuk ISL harus menapak dari bawah mulai Divisi II, I, dan Divisi Utama. Sedangkan petinju harus melalui tahapan beberapa ronde dan yang ingin merebut gelar juara harus terdaftar dalam peringkat ATI ataupun KTI, KTPI dan FTI,” tambahnya.
Dia juga menyayangkan pengurus BOPI tidak memahami olahraga profesional. “Bagaimana mungkin pengurus BOPI bisa membuat keputusan tanpa melibatkan induk organisasi. Makanya, saya bingung ketika Kusnaeni yang mengaku pengurus BOPI memanggil semua anggota BOPI tetapi berbicara masalah sepakbola. Itu kan sudah tidak nyambung. Makanya, saya meninggalkan pertemuan itu,” jelasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















