2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36811

UN Basis Komputer di DKI Berjalan Lancar

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) berbasis komputer atau “computer based test” (CBT) di 30 sekolah tingkat SMA dan sederajat di wilayah ibukota berjalan lancar.
“Sebanyak 30 sekolah yang menggelar UN dengan sistem CBT itu sudah memenuhi persyaratan dan mendapat izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga, kita pastikan lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Arie Budhiman di Jakarta, Senin (13/4).
Dia mengklaim pelaksanaan UN CBT di 30 sekolah telah dipersiapkan sebaik mungkin. Dari segala segi, baik siswa maupun sarana pendukungnya. “Selain siswa-siswi peserta ujian, kami pun mempersiapkan berbagai sarana pendukung pelaksanaan UN CBT, di antaranya sistem, jaringan internet serta pasokan listrik,” ujar Arie.
Sejauh ini, dia menuturkan pihaknya belum menerima keluhan mengenai pelaksanaan UN CBT pada hari pertama. Dia mengatakan sistem CBT justru mendapatkan sambutan baik dari pihak sekolah. “Sistem CBT ini dianggap lebih efisien, terutama dalam hal pengiriman naskah soal ke tempat-tempat terpencil yang biasanya membutuhkan waktu dan biaya lebih banyak,” tutur Arie.
UN untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat digelar secara serentak mulai 13 hingga 15 April 2015.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, tercatat sebanyak 121.457 siswa yang berasal dari 1.159 sekolah di wilayah ibukota melaksanakan UN SMA dan sederajat pada tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 51.294 siswa di 461 SMA, 64.314 siswa di 596 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 5.780 siswa di 91 Madrasah Aliyah (MA) dan 69 siswa di 11 SMA Luar Biasa (SMA LB).

Artikel ini ditulis oleh:

Peredaran Uang Palsu Ganggu Kebijakan dan Target Makro

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan peredaran uang palsu akan mengganggu semua kebijakan dan target makro. 
Pasalnya, telah terungkap penyitaan uang palsu berbagai negara oleh Mabes Polri senilai Rp16 triliun.
“Kalau kita bicara peredaran uang akan mengganggu semuanya, baik kebijakan maupun terget makro,” ujar Hendri, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, isu uang palsu sudah muncul sejak lama namun tidak pernah ada sanksi yang bisa timbulkan efek jera.
“Kalau uang palsu sudah muncul bertahun-tahun tapi sanksinya kan tidak ada efek jera dari situ, kalau korupsi mulai dari mesinnya ya sudah. Saya kurang tahu, siapa yang main saya nggak ngerti,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

KOPNI Minta Presiden Reshuffle Menpora

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Olahraga Profesional Nasional Indonesia (KOPNI), berencana menyurati Presiden Joko Widodo, terkait perkembangan olahraga di Indonesia.

Dalam salah satu pernyataan, KOPNI meminta kepada presiden untuk mereshuffle, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, karena dianggap tidak memperhatikan seluruh cabang olahraga Tanah Air.

“Kita akan kirim hari Rabu (15/4) besok. Surat juga kita cc-kan ke Ketua DPR, Kapolri, Komisi X DPR. Kita ingin Menpora dari kalangan olahragawan. Ini hal yang harus diperhatikan Presiden dalam upaya membangun kembali prestasi olahraga Indonesia,” kata salah satu perwakilan KOPNI, Togar Manahan Nero di Jakarta, Senin (13/4).

Seperti diketahui Menpora, Imam Nahrawi dinilai kurang memperhatikan prestasi di setiap cabang olahraga. Malah yang paling menyita perhatian adalah ikut merecoki kompetisi sepakbola nasional, dengan ikut-ikut memverifikasi klub-klub QNB League yang notabene domainnya PSSI selaku Federasi tertinggi sepakbola Indonesia.

“Kita terus berjuang untuk membuka mata hati Presiden Jokowi. Daripada olahraga jadi rusak, minimal presiden melihat isi surat ini,” tegas Togar.

KOPNI adalah wadah bagi berkumpulnya para insan olahraga profesional.

Komunitas ini terbentuk dari keprihatinan terhadap sikap Menpora dan prestasi olahraga Tanah Air.

Dalam surat yang akan ditujukan ke Presiden Jokowi itu, KOPMI menilai, pemerintah tidak sungguh-sungguh menempatkan menterinya di Kemenpora, sehingga perkembangan dan kemajuan Olahraga di Indonesia sangat lamban dan memprihatinkan. “Yang terjadi justru, Menpora yang ada kerap melakukan politisasi di bidang olahraga,” tulis KOPMI dalam suratnya.

“Puncaknya adalah di Kabinet Kerja, menpora Imam Nahrawi yang tidak memiliki visi dan misi serta tindakan yang  tidak jelas melalui kebijakan dan keputusannya dalam menjalankan tugasnya, nyata-nyata hanya mengedepankan kekuasaan dan menjadi beban bagi dunia olahraga,” tambah kutipasn surat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Ombudsman: Sekolah Binaan Pemerintah Belum Penuhi POS UN 2015

Medan, Aktual.co — Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara menuding bahwa SMK Binaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum mematuhi Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional 2015.

Hal itu terungkap saat Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar meninjau pelaksanaan UN di dua sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Yaitu di SMK Binaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Jalan Karya Dalam Medan, Senin (13/4).

“Kita masih menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan POS UN di SMK Binaan Pemprovsu. Misalnya tata tertib ujian tidak dipampangkan dan pengawas terlambat masuk ke ruang kelas,” ujar Abyadi.

Abyadi menuturkan, pemampangan tata tertib yang berisi 20 poin tersebut penting dilakukan, karena diantaranya menjelaskan tata cara peserta ujian mengerjaka soal. “Dalam Juknis POS UN itu harus dipampangkan,” kata Abyadi.

Menurut Abyadi, Pakta Integritas Proktor dan Teknisi juga baru ditandatangani setelah Ombudsman mempertanyakan. Pakta Integritas tersebut berisi beberapa pernyataan, diantaranya menyatakan akan mengawasi secara jujur agar hasil UN kredibel, sanggup melakukan pekerjaan sebagai Proktor dan Teknisi selama ujian berlangsung sesuai ketentuan POS UN dan sanggup untuk tidak membantu peserta ujian dan tidak memberi kunci jawaban pada peserta ujian.

Selain itu, lanjut Abyadi yakni terlambat masuknya pengawas ke ruang ujian, yang mengakibatkan peserta ujian terlambat memulai ujian. Seharusnya, sambung Abyadi, sesuai POS UN, peserta ujian sudah harus masuk ke ruang kelas 45 menit sebelum ujian dimulai atau pukul 6.45 WIB karena ujian dimulai pukul 7.30 WIB.

Abyadi menegaskan, POS UN dibuat untuk dilaksanakan agar hasil UN lebih optimal. Karena itu, ia berharap penyelenggara UN benar-benar mematuhi POS UN tersebut.

“Mestinya POS UN benar-benar dilaksanakan agar hasil UN lebih baik. Ke depan kita berharap POS UN yang disusun sebagai panduan pelaksanaan UN ini harus ditatati semua pihak yang melaksanakan UN,” tandas Abyadi.

Diketahui, pelaksanaan UN tahun ini dilakukan dengan dua sistem yaitu paper test dan sistem komputer atau CBT. Di Sumatera Utara, hanya 20 sekolah yang siap melaksanakan UN CBT, sedangkan di Medan hanya enam sekolah yang siap melaksanakannya, yang kesemuanya adalah SMK. Enam SMK tersebut adalah SMK Negeri 9, SMK Swasta Dwiwarna, SMK Swasta Teladan, SMK Swasta Telkom Sandy Putra, SMK Swasta Tritechi Informatika dan UPTD SMK Negeri Binaan Provinsi Sumatera Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Tukang Ojek ‘Nyambi’ Jual Sabu Diciduk Polisi

Jakarta, Aktual.co — Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Timur mencokok tukang ojek yang diketahui mengedarkan sabu sebanyak satu kantong dengan berat 51 gram.
“Tukang ojek ini mau transaksi sabu dengan konsumennya namun diketahui oleh anggota yang sudah mendapatkan informasi adanya transaksi barang haram tersebut,” ujar Wakapolresta Banjarmasin AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo SIK di Banjarmasin, Senin (13/4).
Dia mengatakan, IM 42 tahun, warga Kelayan A Banjarmasin Selatan itu kedapatan akan transaksi. Namun pelaku langsung kabur dan sempat terjadi kejar-kejaran dengan pihak kepolisian.
Pengejaranpun terus dilakukan hingga di jalan Gatot Soebroto Banjarmasin Timur, karena kesigapan polisi yang langsung melakukan pengepungan akhirnya usaha pelaku untuk melarikan diri pupus dan tertangkap oleh petugas.
Pelaku IM tertangkap pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 22.00 Wita dan polisi berhasil menyita barang bukti sabu-sabu dari tangan pelaku sebanyak satu paket besar dengan berat 51 gram.
Usai tertangkap pria yang kesehariannya sebagai tukang ojek itu langsung diintrogasi petugas untuk mengetahui darimana asal barang haram tersebut. “Dari mulut IM keluar inisial MS pemilik barang yang saat ini masih kami lakukan pengejaran.”
Saat ini IM sudah dilakukan penahanan dan statusnya sudah berubah dan ditingkatkan sebagai tersangka atas upayanya untuk mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kota Banjarmasin.
Hasil penyidikan sementara tersangka IM dijerat dengan pasal 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika diancam hukuman minimal 6 tahun dan denda hingga miliar rupiah.
Sementara itu IM mengaku, mau melakukan bisnis haram tersebut karena tergiur dengan upah yang diberikan sebesar Rp 2,5 juta apabila berhasil mengantar barang haram tersebut kepada konsumen.
“Bisnis ini saya lakukan karena tergiur akan upay yang diberikan dan itu bisa menutupi kebutuhan ekonom keluarga saya,” ujarnya saat dihadapan awak media yang meliput gelar kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemuda Muslimin Sulsel: 20 Mei Koreksi Total Jokowi-JK

Makasar, Aktual.co — Gelombang  mahasiswa dan elemen gerakan pemuda, terus bermunculan untuk menyerukan aksi bersama pada 20 Mei nanti. Kali ini aksi seruan dan ajakan untuk mengoreksi total kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, datang dari Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) wilayah Sulsel.

Ketua Umum PMI, Muhammad Kasman menuturkan, negeri ini diperjuangkan oleh para pendahulu kita demi sebuah cita-cita masyarakat adil dan makmur. Untuk itu, sejatinya pemerintahan harus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan rakyat bumi putera, bukan untuk kepentingan segelintir atau sekelompok orang, pun bukan untuk keuntungan kaum kapitalis yang bermental kolonial.

“Namun kebijakan pemerintahan hari ini memperlihatkan realitas yang berbeda. Dikuranginya subsidi BBM dan penetapan harganya ditentukan mengikut fluktuasi harga pasar dunia merepresentasikan kebijakan yang berorientasi pasar,” kata Kasman kepada Aktual.co di Makassar, Senin (13/4).

Belum lagi lanjut Kasman, kenaikan Tarif Dasar Listrik dan Bahan Bakar Gas, ini berimplikasi pada ikut naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu,  langkah pemblokiran berbagai situs internet yang ditengarai menyebar paham radikal, dilakukan secara serampangan dan tanpa pengkajian yang matang.

“Ini justru menunjukan watak otoriter dari pemerintah. Negara menjadi teror bagi kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran bagi warganya,” katanya.

Oleh karena itu, tegas Kasman, Pemuda Muslimin Indonesia, bersama Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) menyerukan:

1. Jokowi-JK sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat hendaknya segera merealisasikan janji-janji mereka selama kampanye. Jangan sampai rakyat kehilangan kesabaran.
3. Jokowi-JK segera melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang ditengarai menyengsarakan rakyat.
3. Mengajak seluruh komponen bangsa, terutama pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk tetap menjaga keutuhan, persatuan dan solidaritas serta daya kritis terhadap jalannya pemerintahan.
4. Mari terus desakkan ide-ide perubahan dalam upaya menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
5. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015 sebagai momentum bersama untuk mengoreksi total rezim ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain