3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36814

Singapore Airlines Mitra Resmi Perhelatan Sea Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Maskapai penerbangan Singapore Airlines menjadi mitra resmi untuk perhelatan SEA Games atau pesta olahraga di kawasan se-Asia Tenggara yang akan diselenggarakan di Singapura, 5-16 Juni 2015.

“Kami merasa sangat terhormat dapat mendukung ajang olahraga bersejarah yang akan digelar kembali di Singapura setelah terakhir kali diselenggarakan 22 tahun lalu, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Singapura ke-50 tahun ini,” kata Executive Vice President Commercial Singapore Airlines Mak Swee Wah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/4).

Sebagai mitra resmi maskapai penerbangan untuk SEA GAMES ke-28, Singapore Airlines akan memberi dukungan berupa tiket penerbangan gratis Kelas Ekonomi dengan tujuan Singapura sebagai hadiah untuk kegiatan promosi di kawasan ini.

Salah satu komponen utama dari keterlibatan Singapore Airlines dalam kerjasama ini adalah NILA Quest, permainan berbasis situs digital yang khusus diciptakan untuk SEA Games ke-28 guna mendorong keterlibatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai hadiah utama dari permainan digital tersebut adalah sepasang pemenang dari masing-masing negara yang akan terbang ke Singapura untuk menyaksikan SEA Games secara langsung.

Singapore Airlines juga akan menyediakan kipas tangan yang dimasukan dalam paket spesial yang akan dibagikan selama preview, upacara pembukaan dan penutupan serta model pesawat Airbus A380 bertemakan SEA Games.

Selain itu, awak kabin Singapore Airlines juga akan berpartisipasi dalam upacara pembukaan dan penutupan.

Sebagai tambahan dari sponsorship-nya, SIA akan menawarkan tarif khusus bagi para ofisial yang akan pergi ke Singapura untuk mengikuti pekan olahraga ini serta publikasi melalui saluran media resmi SIA yang dapat menjangkau para pelanggan yang melakukan penerbangan ke seluruh dunia pada jaringan penerbangan SIA ke 60 destinasi di 33 negara.

Artikel ini ditulis oleh:

BTN Targetkan Kredit Perumahan Tumbuh 18 Persen

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Manado Syarifuddin Harahap mengatakan pihaknya menargetkan kredit perumahan akan tumbuh sebesar 18 persen di tahun 2015.

“Target penyaluran kredit ini, sejalan dengan target nasional baik kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi atau komersial,” kata Syarifuddin di Manado, Senin (13/4).

Dia mengatakan, KPR yang disubsidi akan terus dilakukan namun kami juga akan terus mengembangkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) nonsubsidi.

Target penyaluran kredit di 2015 berkisar 18 persen, sudah termasuk Program Sejuta Rumah yang diwacanakan pemerintah pusat.

“Tahun 2014, kredit BTN di Sulut mencapai Rp500 miliar yakni untuk KPR bersubsidi sebanyak Rp300 miliar dan komersial hanya Rp200 miliar,” katanya.

Dia mengatakan pengembangan KPR bersubsidi di Sulut saat ini paling banyak di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Manado dan Kota Kotamobagu.

“BTN hanya menjalankan regulasi pemerintah untuk memberikan kemudahan masyarakat memiliki rumah sesuai dengan program pusat,” katanya menjelaskan.

Saat ini, BTN Manado bekerja sama dengan 20an pengembang yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota tersebut.

Harga rumah bersubsidi tersebut rata-rata Rp100 juta per unit, dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yakni maksimal Rp4 juta per bulan,” katanya.

Selain berpenghasilan rendah, masyarakat yang nantinya mendapatkan perumahan bersubsidi tersebut belum pernah memiliki rumah atau pembiayaan yang sama.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penumpang Gelap Jadi Masinis di Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Global Future Institut (GFI) Hendrajit, menduga Kepala Staff Kepresidenan Luhut Panjaitan sebagai penumpang gelap yang dimaksud Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di kongres PDIP beberapa waktu lalu. 
Pasalnya, meskipun Megawati tak menjabarkan, penumpang gelap yang berada di gerbong justru jadi masinis atau  pengendali lokomotif pemerintahan Jokowi-JK.
“Mega sebut penumpang gelap, tapi sayangnya dia tidak jabarkan penumpang gelap ini sekedar ikut di gerbongnya atau justru mengendalikan lokomotif dari pemerintahan Jokowi-JK. Bacaan saya ke Luhut sebagai kepala staf kepresidenan,” ujar Hendrajit di Kantor GFI, Jakarta, Senin (13/4).
Hendrajit menuturkan, Megawati menyerang Jokowi tapi tidak kepada tingkat yang substansial soal permen sesneg. “Permen itu kan awalnya kontroversi dan dicabut tapi itu yang jebol, kan sesneg ini baru pertama kali, artinya ada yang salah disini, ada satu gerakan terencana sehingga Pratikno yang jebol,” katanya.
Dia menambahkan, kewenangan Menteri Luar Negeri juga seperti diambil alih Luhut dalam penyelenggaraan KAA, selain itu juga isu BUMN yang akan dilepas ke pasar.
“Ada bagian integral dari rencana besar ini, ini berarti bisa menggagalkan KAA. Kalo urusan Pertamina episentrumnya di Luhut Panjaitan, apalagi yang saya dengar koneksi dia dengan jaringan-jaringannya kuat, artinya dia jadi pemain mata rantai dari jaringan koneksi Amerika,” kata Hendrajit.
Ada pertaruhan besar di balik KAA kalau ketua pelaksananya adalah Luhut. Selain itu, banyak agenda tersembunyi yang dimainkan.
“Makanya kemarin menlu ditunggu wartawan yang sampai dikunci hanya untuk meminta menlu yang akan konpers, itu aja ada agenda yang disembunyikan. Bicara migas itu juga akan jadi agenda, ironisnya Jokowi-JK makin mengerucut ke skema itu.”
Buktinya, lanjut Hendrajit, presiden seperti tak percaya pada menteri luar negeri dan seperti diisolasi Luhut yang jadi ‘Event Organizer’ pelaksanaan KAA.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Rp 3,9 Miliar, Kejati Periksa Dirut RSUD Chasan Boesoerie

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara memeriksa bekas Dirut RSUD Chasan Boesoerie Marhaeni dalam kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan ruang VIP RSUD senilai Rp 3,9 miliar.
“Penyidik telah memanggil bekas Dirut RSUD Chasan Boesorie, Marhaeni dan dua orang staf lainnya juga terkait dugaan korupsi pungutan biaya nginap di ruangan VIP Pavilum tahun 2009-2011,” kata Kasi Penkum Kejati Malut, Idham Timin di Ternate, Senin (3/4).
Tak hanya bekas Dirut RSUD Chasan, penyidik juga memanggil dua orang bndahara untuk dimintai keterangan di ruangan Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Malut. Pemeriksaan lanjutan ini tak lain adalah terkait dengan masalah pungutan di Ruangan Inap Pavilium RSUD Chasan Boesoeri Ternate. Dimana selain Marhaeni masih terdapat empat orang saksi lainnya yang juga telah dimintai keterangan.
“Memang mereka dipanggil untuk dimintai keterangan soal kasus pavilium dan untuk saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga, dirinya masih belum bisa terlalu jauh memberikan keterangan terkait hal tesebut. Sebab, masih ada pengembangan kasus-kasus yang lainnya bukan saja pada masalah Pavilium.”
Kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran dari Pungutan biaya inap di ruangan VIP Pavilum RSUD Chasan Boesorie ini, berdasarkan pada SK dari Dirut.
Pada tahun 2009 total biaya inap pasien dari seluruh kamar di Ruangan Pavilium sebesar Rp 1,3 miliar. Sementara untuk tahun 2010 sebesar Rp 1,5 miliar dan tahun 2011 sebesar Rp1,1 miliar yang ditotalkan secara menjadi Rp 3,9 miliar.
Dimana, diduga anggaran tersebut tidak disetor ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), akan tetapi, digunakan oleh pihak rumah sakit dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BNN Ungkap Kue Cokelat Rasa Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis pengungkapan bisnis kue dan coklat mengandung narkoba jenis ganja di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/04/2015). Narkoba dalam bentuk kue itu dipasarkan melalui dunia maya dengan sasaran mahasiswa. Selain menagkap lima orang tersangka, petugas BNN juga mengamankan dapur tempat memproduksi ‘kue’ narkoba. Kandungan dari kue berbahaya itu adalah tetrahydrocanabinol (THC). AKTUAL/MUNZIR

Besok Bareskrim Gelar Perkara BG Secara Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan melakukan gelar perkara atas penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kepemilikan rekening ‘gendut’. Rencananya, ekspos tersebut akan dilakukan secara terbuka dengan mengundang sejumlah pihak terkait, pada Selasa (14/4) besok.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Edi Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan menghadirkan sejumlah ahli hukum pidana dan perwakilan dari lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan.
“Akan kita tunjukan kira-kira berkas itu berkas apa. Apa berkas yang layak untuk dilidik, kita liat berkasnya main main atau tidak. Wartawan juga kita undang biar publik tahu,” kata Victor dikantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Victor mengaku, pihaknya sudah mengirimkan undangan secara resmi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilibatkan secara langsung dalam gelaran tersebut. “KPK juga kita undang kok, pakar hukum dan lain-lain kita undang semua,” tambahnya.
Menurut Victor, sejumlah ahli yang akan dilibatkan antara lain, pakar hukum pidana asal Univ Padjajaran Prof Romli Atmasasmita, kemudian Dr Chairul Huda pakar hukum pidana asal Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan pakar TPPU Yenti Ganarsih. “Ada Chairul Huda. Siapa yang gak kenal sama Prof Romli dengan integritasnya, siapa yang gak mengakui?,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain