3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36813

Pimpinan KPK Ngeluh Pemberitaan Pencegahan Hanya 14 Persen

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa pemberitaan terkait penindakan korupsi hanya sekitar 14 persen.
“Kebanyakan media hanya memberitakan soal penindakannya saja, mencapai 86 persen. Padahal kita membutuhkan upaya pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan korupsi,” kata Zulkarnain di Jakarta, Senin (13/4).
Dia berharap, media dapat berperan dalam mengontrol kesadaran masyarakat, dan jangan hanya mengangkat isu penangkapan atau penetapan tersangka korupsi.
Menurut dia, KPK akan terus berupaya untuk memberikan transparansi kepada masyarakat mengenai kinerja dan proses pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Mitra kita dalam melakukan pencegahan korupsi sangat banyak, mulai dari instansi pemerintah pusat hingga daerah. Tolong media juga memperhatikan ke arah itu, untuk memberikan pencerahan pada masyarakat,” ujar Zulkarnain.
Dengan begitu, tukasnya, sama saja dengan media ikut berperan dalam menghapus ruang gerak atau kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin melakukan korupsi.
Ketika ditemui dalam acara peresmian sistem “whistleblower online” Kementerian ESDM, ia menyampaikan bahwa kerja sama tersebut mampu berimplikasi pada meningkatnya kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat.
“Sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu sektor prioritas dalam ‘roadmap’ KPK, karena sektor ini berkaitan dengan hajat orang banyak,” tutur Zulkarnain.
Selain itu, melalui kerja sama tersebut KPK berharap dapat menciptakan integritas lembaga negara, khususnya di lingkungan ESDM, yang berkelanjutan, ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Maziya Targetkan Petik Poin di Kandang Persipura

Jakarta, Aktual.co — Tim Maziya Sport And Recration (SR) menargetkan poin di kandang Persipura Jayapura, Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, ketika kedua tim bersua dalam laga lanjutan AFC Cup 2015 di grup E, pada Selasa (14/4) sore.

“Kami akan berusaha mengambil poin di kandang Persipura,” kata pelatih kepala Maziay SR Ali Susain, saat jumpa pers di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Senin (13/4).

Ia mengakui bahwa Persipura Jayapura merupakan salah satu tim terkuat yang berlaga di AFC Cup 2015 dan sudah pasti tidak akan melepaskan tiap laga yang dilakoninya.

Namun, kata Ali, dengan mencuri poin di kandang lawan, maka timnya bisa menempati posisi yang lebih baik lagi dalam grup E.

“Persipura adalah tim terkuat di grup E, mereka punya pemain bagus disemua lini. Tapi kami akan bermain baik untuk wujudkan poin,” katanya.

Soal akomodasi tim tuan rumah kepada timnya, Ali memberikan apresiasi karena sejumlah hal yang dibutuhkan tim bisa terpenuhi.

“Terima kasih kepada manajemen Persipura yang sudah melayani dengan baik. Meski cuaca panas di Jayapura tetapi kami bisa meilhat pemandangan yang indah, pegunungan dan pulau,” katanya.

Terkait perjalanan jauh yang ditempuh oleh timnya untuk ke kandang Persipura Jayapura, Ali menyampaikan bisa saja faktor itu akan mempengaruhi fisik pemainnya.

“Kami hadapi perjalanan jauh, sudah pasti pemain kami lelah dan letih, tetapi semua akan sirna jika kami meraih hasil bagus pada laga besok,” kata Ali Suzain.

Sementara itu, pemain belakang Maziya SR Zhifko Ginev mengaku siap menjalankan semua instruksi pelatih untuk meraih poin yang dimaksud.

“Kami akan bermain semaksimal mungkin, dengan harapan saat pulang nanti bisa bawa poin,” katanya.

Pada laga sebelumnya, Maziya SR ketika menjamu Persipura Jayapura dikandangnya, takluk 1-2 pada pertengahan bulan lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Amankan 13 Tersangka Kelompok Bersenjata di Aceh

Jakarta, Aktual.co —  Kepolisian Daerah Aceh berhasil menahan 13 tersangka berikut barang bukti berupa senjata api dari kelompok bersenjata yang selama ini membuat kekacauan di daerah itu.
Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi pada gelar BB dan tersangka di Mapolres Lhokseumawe, Senin (13/4) mengatakan, tersangka dan BB tersebut merupakan hasil operasi perburuan kelompok bersenjata di beberapa daerah di wilayah Aceh.
BB yang berhasil disita antara lain sepucuk senapan RPD, tiga pucuk AK-56, sepucuk GLM dan sepucuk pistol jenis FN, 1.620 butir amunisi AK-56 dan beberapa pakaian ala militer serta tas pinggang dan ransel.
Disebutkan, sejumlah barang bukti itu ditemukan secara terpisah. Begitu juga dengan pelaku dari kelompok bersenjata di Aceh saat ini. Daerah temuan sejumlah barang bukti dan tersangka tersebut antara lain, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe.
Kapolda mengatakan, motif kejahatan yang dilakukan kelompok bersenjata adalah karena ekonomi, di mana dengan senjata yang dimilikinya, mereka menyandera orang-orang tertentu dengan meminta uang tebusan.
Sementara mengenai wilayah operasi yang kerap dilakukan kelompok tersebut adalah di tiga wilayah, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
“Secara umum kondisi di Aceh kondusif, hanya di tiga wilayah tersebut yang kerap dijadikan operasi kejahatan oleh kelompok bersenjata itu,” ungkap Husein Hamidi.
Lebih lanjut diungkapkan Kapolda, Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda akan terus memburu kelompok bersenjata di Aceh dan jaringannya.
Kepada masyarakat juga diharapkan untuk tidak resah, pihaknya bersama dengan TNI akan mengungkap kasus kelompok bersenjata di Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ombudsman Sulsel Buka Posko Pengaduan UN 2015

Makasar, Aktual.co — Ombudsman perwakilan Sulawesi Selatan, membuka posko pengaduan bagi masyarakat dan elemen apapun yang mendapatkan permasalahan pada pelaksanaan Ujian Nasional 2015.

Ketua Ombudsman RI perwakilan Sulsel, Subhan mengatakan bahwa pihaknya memang sudah dua tahun membuka posko pengaduan UN.

“Semua elemen masyarakat bisa mengadukan permasalahan yg timbul dalam pelaksanaan UN di seluruh Sulsel,” ungkapnya kepada Aktual.co di Sulsel, Senin (13/4).

Menurut Subhan, permasalahan yang didapatkan selama pelaksanaan UN ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan UN selanjutnya, terutama CBT computer based test.

Oleh karena itu, Subhan menghimbau kepada segenap elemen untuk sesegera mungkin melaporkan kejadian atau permasalahan yang ditemukan di lapangan selama pelaksanaan UN diselenggarakan.

Ombudsman Sulsel sendiri turut terlibat dalam pengawasan langsung proses Ujian Nasional UN disejumlah sekolah yang ada di Sulsel.

Subhan mengungkapkan, ada enam orang tim Ombudsman Sulsel turun memantau langsung UN yang digelar secara online ini.

“Sekolah yang  langsung kami pantau seperti SMA 1 Makassar, SMA 17 Makassar, dan SMA 5 Makassar,” tutur Subhan.  

Subhan mengatakan, pantauan yang dilakukan oleh Ombudsman ke beberapa sekolah bersifat inspeksi mendadak (sidak). “Kami tidak bergabung dengan tim dari Dinas Pendidikan Makassar, kami jalan sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar, Alimuddin Tarawe, mengatakan pihaknya telah mendapat persetujuan PLN agar tetap memprioritaskan jaringan listrik di lokasi pelaksanaan UN online.

Seperti di SMA Katolik Rajawali, SMA Frater, SMA Athirah, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 11, SMAN 15 dan SMAN 17. Tingkat kejuruan seperti di SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, SMKN 8, SMK Muhammadiyah Bontoala, SMK Komputer Mutiara Ilmu dan SMKN BPPKT Sulsel.

UN online membutuhkan jaringan internet dan listrik sejak pagi hingga sore. UN online dijadwalkan berlangsung selama enam hari, dari 13-18 April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Polisi Parlemen Sudah Ada di UU MD3

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan bahwa ketentuan ikhwal polisi parlemen sudah ada diatur dalam Undang-Undang MD3. 
Namun, untuk merealisasikannya, akan dibahas tentang bagaimana DPR dikelola oleh rumah tangga sendiri.
“Karena jangan sampai lembaga dalam trias politika kan ada masing-masing pemisahan ini yang menurut kita kalau aparat dari eksekutif ke kita kan susah ini, bicara tentang parlemen yang mengurus rumah tangganya sendiri,” ucap Desmond, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/4).
Dirinya memandang perlunya tahapan terkait anggaran tentang bagaimana melatih para polisi parlemen agar memahami pengamanan parlemen dengan baik.
“Karena tidak sesederhana itu saya melihat ini ada tahapannya yang mana wilayah polisi parlemen, kita masih perbantuan polisi (dari unsur pemerintah),” ujar Ketua DPP Partai Gerindra itu.
Ketika ditanyakan ikhwal apakah polisi parlemen nantinya akan diterapkan di tingkat daerah (DPRD), hal itu masih menjadi perdebatan.
“Ini juga harus kita perjelas ada UU MD3 debatnya itu adalah agak susah karena DPRD itu masuk Pemda, ini yang jadi soal kita juga belum clear,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Triwulan Pertama, 10 Kasus Kriminal Bersenjata Terjadi di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Sepanjang tahun 2014 hingga triwulan pertama 2015, ada 10 kasus kriminal bersenjata yang dilaporkan ke Mabes Polri melalui Polres setempat.
Hal ini disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi dalam konferensi pers yang digelar di Aula Polres Lhokseumawe, Senin (13/4).
“Aceh secara umum sangat kondusif, tetapi ada beberapa kasus kriminal bersejata yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur,” ujar Kapolda didampingi Kadiv Humas Polda Aceh, AKBP T Saladin dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo SIK.
Dijelaskan Kapolda, sejak 2014 hingga triwulan pertama 2015, polisi telah berhasil menangkap 13 tersangka di beberapa wilayah hukum jajaran Polda Aceh termasuk di wilayah hukum Polda Riau yang erat kaitannya dengan aksi yang dilakukan oleh kelompok Din Minimi.
Empat diantaranya ditangkap pada tahun 2014, tujuh lainnya ditangkap pasca kejadian penculikan dan pembunuhan dua anggota TNI dari unit Intel Kodim 0103/Aceh Utara pada Maret 2015 lalu, yakni MR alias Doyok, MZ, AM, DK alias RK, MA alias TA, TS alias AR dan RD alias S, serta  dua lainnya, YM alias Lempap dan MD alias Cek Du, ditangkap di Riau pada awal April 2015.
Ketigabelas tersangka tersebut ditangkap atas dugaan sebagai penyupai logisitik, penyedia transportasi dan mata-matanya kelompok Din Minimi.
Dari pengembangan tujuh orang tersangka yang ditangkap oleh Polisi, kita juga berhasil mengamankan 3 pucuk AK-56, 1 pucuk RPD, 1 pucuk pelontar GLM dan 1 pucuk FN serta 1.620 butir peluru dan juga pakaian menyerupai seragam TNI dan Brimob.
“Saat ini ketujuh tersangka beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Sementara enam tersangka lainnya juga masih menjalani pemeriksaan dan pengembangan di Polres Aceh Timur,” pungkas Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain