16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36873

Pekan Budaya Kaltim di Museum Nasional, Libatkan 1000 Siswa SD

Jakarta, Aktual.co — Pendiri Komunitas Penjaga Budaya “Sekar Nusa”, Arie Budi Hastuari mengatakan Pekan Budaya Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan berlangsung selama empat hari di Museum Nasional Jakarta melibatkan 1.000 siswa kelas 3-5 dari 20 Sekolah Dasar se-Jabodetabek.

“Pekan budaya tersebut akan berlangsung mulai tanggal 27-30 April 2015 di Museum Nasional, Jakarta. Usia 7-12 tahun, karena pada masa ini, anak mengalami pertumbuhan secara fisik, kognitif dan social emosional, sehingga sangat tepat untuk memberikan stimulus dan pelatihan agar anak dapat menambah cakrawala,” ujarnya, di Jakarta, Senin (13/4).

Ia mengatakan proses belajar dengan metode “edutainment” akan memosisikan anak dapat belajar dan bermain secara berkelompok meliputi kegiatan menjelajah Museum Nasional, membuat makanan kecil khas daerah Kalimantan Timur, mengenal dan membuat jerajinan khas masyarakat suku Dayak, serta mendengarkan cerita legenda yang bersifat mendidik.

“Selain itu, masih ada kegiatan seperti menyanyikan lagu Burung Enggang, mengenalkan dan mencoba membunyikan alat musik Sampe, serta ikut menarikan Tari Enggang yang terlebih dahulu telah diajarkan oleh pelatih yang dikirim ke sekolah-sekolah yang telah mendaftarkan untuk ikut dalam kegiatan ini satu bulan sebelum hari pelaksanaan,” ujarnya.

Menurut dia, acara tersebut dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar mengenal, memahami, toleransi sekaligus membangun kerja sama dengan teman-teman sebaya dari berbagai sekolah lainnya dalam upaya mengenal salah satu budaya daerah, dalam hal ini seni tradisi dari Kalimantan dan Dayak khususnya.

“Acara tersebut sekaligus memperkenalkan program Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang telah dicanangkan oleh Menteri Pariwisata, maka momen ini sangat tepat bagi kita semua untuk ikut terlibat dan menggalakkan semangat mencintai museum sekaligus budaya daerah bagi anak-anak,” kata dia.

Ia mengungkapkan acara pekan budaya juga akan dimeriahkan dengan “flash mob” tarian Burung Enggang oleh 250 anak yang memakai kostum daur ulang sebagai bentuk kreativitas dari masing-masing sekolah. Kreatifitas ini sekaligus untuk memperebutkan tropi dari Museum Nasional dan Pemprov Kaltim.

Sementara itu, pemerhati seni dan budaya Prof. Dr. Edi Sedyawati mendukung penuh kegiatan tersebut karena saat ini budaya instan cukup mendominasi keseharian anak-anak muda, sehingga muncul kesan bahwa seni dan tradisi daerah itu terkesan kuno, lamban dan tidak modern.

“Hal ini menjadi kewajiban kita semua untuk mengingatkan dan membuktikan berapa dinamisnya budaya Nusantara kepada banyak anak,” ujar dia.

Untuk itu, sebagai Negara Kepulauan yang kaya akan potensi alam, seni dan nilai-nilai tradisional, keberagaman yang dimiliki menjadi aset tak ternilai dan ciri khas bangsa Indonesia untuk terus maju dan tumbuh sebagai bangsa yang kuat.

Artikel ini ditulis oleh:

Persipura Rotasi Pemain Hadapi Maziya

Jakarta, Aktual.co — Pelatih kepala tim Persipura Jayapura, Oswaldo Lessa akan merotasi pemain disejumlah posisi, karena beberapa diantaranya cidera, akumulasi kartu kuning dan merah.

“Lawan Maziya, saya akan merotasi beberapa pemain,” kata pelatih kepala Persipura Jayapura Oswaldo Lessa saat jumpa pers di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Senin (13/4).

Ia menjelaskan sejumlah posisi yang akan dirotasi itu diantaranya tempatnya Ricardo Salampessy yang cedera hamstring ketika berjibaku dengan pemain depan Bali United Pusam Fc pada laga Liga Super Indonesia (LSI) QNB pekan lalu.

Gelandang tengah, yang biasanya ditempati oleh Imanuel Wanggai dan Ian Louis Kabes, dimana kedua pemain tersebut terakumulasi kartu kuning dan merah pada laga AFC sebelumnya.

“Saya sudah sampaikan kepada pemain-pemain Persipura terkait hal ini. Dan mereka setuju dengan kondisi tim yang sedang saya tangani,” katanya.

Untuk menempati posisi yang ditinggalkan oleh ketiga pemain utama Mutiara Hitam itu, Oswaldo mengemukakan akan menaruh sejumlah pemain yang belum pernah dimainkan pada laga-laga sebelumnya, dengan harapan memberikan jam terbang yang lebih.

“Jadi semua pemain sudah setuju dengan ide saya, mereka intinya sudah siap dimainkan. Karena kami sudah berlatih untuk laga besok,” kata Oswaldo Lessa.

Sementara itu, Zulham Zamrun yang menjadi ‘man of the match’ pada laga terakhir di QNB League ketika membantai Bali United Pusam Fc 5-2 lewat dua gol dan satu umpannya itu mengaku siap bermain, kapan pun diturunkan oleh pelatih Oswaldo Lessa.

“Saya dan teman-teman sudah berkomitmen untuk laga besok, siapa-siapa saja yang akan dimainkan oleh- pelatih, kami siap. Target kita harus menang, agar bisa mulus untuk langkah ke babak 16 AFC Cup 2015,” katanya.

“Ditiap laga yang saya mainkan, akan berusaha sekuat tenaga untuk kemenangan tim. Karena saya bermain bersama tim bukan pribadi. Kemenangan Persipura yang utama, agar bisa menghibur publik sepka bola Papua dan tanah air,” tambahnya.

Persipura Jayapura akan menjamu Maziya SR di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (14/4).

Pada laga sebelumnya, pertengahan Maret lalu, ketika Maziya SR menjamu Persipura Jayapura kalah dengan skor 1-2.

Artikel ini ditulis oleh:

Membantu Pun Enggan, Ahok Malah Salahkan Richie Pilih RS

Jakarta, Aktual.co —Sudah tak mau membantu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) malah menyalahkan Richie Dian Permana, warga Kedoya Selatan yang kesulitan menebus biaya persalinan isterinya di RS Tambak.
Meski tidak bertemu langsung dengan Richie, Ahok mengatakan, “Nggak bisa (bantu). Kalau gitu nanti semua ikut-ikutan.” 
Malah Ahok menyalahkan Richie yang memilih Ruang Perawatan Kelas I untuk persalinan isterinya. Kata Ahok, kalau Richie tidak mampu, harusnya jangan memilih ruang kelas I, tapi Kelas III. Apalagi RS yang bersangkutan tidak menjalin kerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).
“Itu dia masuk kelas I lagi. Jangan masuk kelas I dong. Kan saya bilang cara bedakan orang mampu tidak mampu adalah dia mau nggak masuk kelas III,” ujar Ahok, di Balai Kota, Senin (13/4).
Ahok bahkan menuding Richie sengaja tidak memilih Kelas III dan lebih memilih Kelas I. “Kalau kamu masuk kelas III, berarti kamu nggak mampu,” ucap dia.
Bukan hanya itu, Ahok juga menyalahkan Richie yang tidak memilih RS yang melayani BPJS sehingga bisa meringankan beban biaya persalinan.
“Kasus yang melahirkan juga begitu, beda ya kalau kasusnya kecelakaan. Di situ ada berapa rumah sakit kenapa dia pilih yang nggak terima BPJS. Sudah ke sana kelas I lagi, sudah gitu nggak bisa keluar, teriak-teriak. Ya nggak bisa kalau gitu nanti semua ikut-ikutan,” ucap Ahok.
Sebelumnya, Richie mendatangi Balai Kota DKI untuk minta bantuan Ahok menebus biaya persalinan isterinya. Kepada wartawan, Richie mengaku terpaksa mengadu ke Ahok lantaran tak bisa memboyong isteri dan putranya pulang, akibat tak bisa bayar biaya persalinan isterinya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak.
Warga Jalan Kedoya Selatan, RT9/02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu mengaku pihak rumah sakit meminta dia membayar uang jaminan biaya administrasi 50 persen dari total biaya persalinan yang mencapai Rp 28 juta.‎”Sampai saat ini, isteri dan anak saya masih ditahan di rumah sakit. Mereka meminta uang jaminan 50 persen dari total tagihan,” kata dia, Senin (13/4).
Karena tak punya uang, hingga kini isteri dan bayinya masih tinggal di RSIA Tambak. Richie mengaku bingung, sebab biaya tagihan kamar tetap berjalan, Meski saat ini sang isteri dan buah hatinya sudah dipindah dari ruang rawat inap kelas 1 ke kelas 3. 
Richie mengaku sebenarnya dia memilih Puskesmas untuk tempat melahirkan bagi isterinya. Tapi karena ketuban isterinya keburu pecah, lantaran panik, Richie memilih RS yang ternyata tak punya kerjasama dengan BPJS. Akibatnya, biaya persalinan isterinya membengkak.
Untuk itu, dia berharap Ahok bisa membantunya meringankan biaya persalinan. “Saya berharap Pak Gubernur kiranya dapat bantu meringankan beban saya dan mendengarkan keluh kesah saya,” ucap dia.
Kenyataannya, sang gubernur yang diharapkan Richie jadi ‘dewa penyelamat’ malah menyalahkannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Laman Bandara Australia Diretas Kelompok IS

Jakarta, Aktual.co — Laman internet sebuah bandara di Australia berhenti beroperasi pada Senin (13/4), setelah diambil alih oleh peretas pendukung kelompok Negara Islam (IS) yang mempublikasikan pesan yang mendukung kelompok ekstrimis itu.

Polisi mengatakan bahwa para peretas menyerang laman daring yang digunakan oleh Bandara Internasional Hobart di Tasmania dan bukan fasilitasnya, dan sampai sejauh ini tidak ada ancaman langsung yang dilakukan.

“Sebuah pesan yang berada di situs itu mengandung pernyataan yang mendukung IS,” kata polisi Tasmania, seperti dilansir dari AFP, Senin.

Pihak berwenang mengatakan bahwa pesan serupa juga muncul di beberapa situs internet di seluruh dunia sepanjang 2014.

“Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas peretasan itu tampaknya tidak pandang bulu dalam menyasar pihak pengguna situs seperti yang digunakan Bandara Internasional Hobart,” kata polisi.

Sejumlah pejabat telah mendapatkan kabar bahwa situs tersebut dirusak pada Minggu pagi dan masih tetap tidak bisa digunakan hingga Senin.

“Polisi Tasmania telah memantau aktivitas di lokasi bandara, dan tidak ada dugaan kegiatan yang ditargetkan di lokasi,” kata mereka.

Operator bandara mengatakan bahwa keamanan situs sedang ditinjau oleh penyedia layanan teknologi.

Australia terlibat dalam koalisi pimpinan AS untuk menghadapi kelompok militan IS di Irak dan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap radikalisasi, di mana sudah terdapat sekitar 90 warga negara Australia yang diduga sedang berperang bersama kelompok IS di Irak dan Suriah.

Semua operator penerbangan utama Australia memiliki jalur penerbangan ke Hobart, ibukota negara bagian Tasmania, termasuk Qantas, Virgin Australia dan Jetstar.

Bandara di Hobart tersebut mempertahankan nama “bandara internasional” walau tidak lagi melayani penerbangan ke luar negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Akil Bantah Rp1,8 Miliar Bukan Suap Pilkada Tapteng

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar mengklaim, bahwa uang senilai Rp1,8 miliar pemberian Bachtiar Ahmad Sibarani, bukan bentuk suap dari Raja Bonaran Situmeang. Dia mengatakan jika uang tersebut adalah utang Bachtiar kepada perusahaan istrinya, CV Ratu Samagat.
Pernyataan itu disampaikan Akil saat bersaksi di sidang lanjutan terdakwa kasus suap terkait sengketa Pilkada Kota Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang.
Dalam persidangan itu, Akil bahkan tidak mengakui kalau dirinya mengenal Bachtiar. Diketahui, Bachtiar yang juga sebagai anggota DPRD Tapteng adalah perantara suap Bonaran kepada Akil saat pengurusan sengketa Pilkada pada 2011 lalu.
“Tidak kenal (Bachtiar). Yang saya tau Bachtiar punya utang kepada CV Ratu Samagat,” kata Akil di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Bukan hanya itu, Akil pun menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuktikan, jika dirinya memang mengenal dan pernah bertemu dengan Bachtiar.
Akil yang sudah dimendekap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin itu mengaku baru mengenal Bactiar sejak dirinya ditangkap KPK. Dia juga mengatakan, jika utang Bachtiar berkaitan dengan jual beli batubara yang nilai totalnya sebesar Rp2,1 miliar.
“Tidak pernah (kenal dan bertemu Bachtiar). Kalau ada dibuktikan saja, saya tidak pernah menghubungi. Saya baru tau setelah ditangkap KPK. Salah satunya Bachtiar,” ujarnya.
“Yang saya tau, dia punya utang pembelian batubara pada 2010. Jadi ketika itu dikasih cek Rp1 miliar dan Rp1,1 miliar, tapi cek nya tidak bisa dicarikan,”,” tambahnya.
Mendengar sanggahan Akil, JPU KPK, Budi Nugraha pun tidak tinggal diam. Pasalnya, mereka meyakini jika bukti yang dia pegang sangat kuat untuk membuktikan jika Akil memang mengenal Bachtiar. Alhasil, Jaksa Budi menunjukkan bukti forensik elektronik dari telepon selular kepunyaan Akil.
“Pengambilan komputer forensik tanggal 30 Desember 2014, dari Handphone jenis BlackBerry, intinya simcard indosat, ditemukan kontak person Bachtiar Ahmad Sibarani,” kata Jaksa Budi memaparkan barang bukti tersebut di muka sidang.
Meski sudah ditunjukkan bukti, Akil masih saja mengelak. Dia menyebut tidak pernah diperlihatkan bukti itu sebelumnya. Akil bahkan mengklaim bahwa telepon selular yang dimaksud Jaksa belum tentu miliknya. Geram melihat sanggahan Akil, Jaksa kembali memperlihatkan gambar telepon selular itu.
Untuk menegaskan hal itu, Hakim Ketua Muhamad Muchlis juga menyempatkan diri untuk meminta Akil mengutarakan yang sebenarnya dalam persidangan ini. Sebab, Hakim pun pernah mendengar pengakuan Bachtiar yang kala itu juga mengakui pernah bertemu dengan Akil. ‎Namun lagi-lagi Akil tidak mengakuinya.
Menurut Akil, Bukti Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan ia menjemput Bachtiar di sebuah hotel serta mengantarkannya ke Akbar Tanjung Institute hanya karangan belaka.
Terpidana seumur hidup itu pun berani dikonfrontir dengan Bachtiar. Dia merasa yakin bahwa apa yang dikasaksiannya itu sudah benar.
Mendengar semua jawaban Akil, Majelis Hakim pun enggan melanjutkan. Diuj

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Rincian Harta Hasil Korupsi Bekas Anak Buah Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang. Udar menyamarkan hartanya itu berupa membelanjakan atau membayarkan duit dari hasil korupsi untuk membeli sejumlah properti.
“Terdakwa Udar Pristono dengan sengaja telah menempatkan, mentrasnfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan dengan maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diketahui atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana,” kata Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Victor Antonius saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/4).
Jaksa menyebut Udar sejak 3 Januari 2011-4 Februari 2014 menerima pemberian uang atau gratifikasi dari sejumlah orang yang secara pasti pemberian yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan Udar yang selanjutnya disimpan ke dalam penyedia jasa keuangan baik atas nama sendiri atau atas nama pihak lain.
Uang pemberian gratifikasi disimpan di rekening Bank Mandiri cabang Cideng seluruhnya sebesar Rp 4,219 miliar dan Bank BCA cabang Cideng seluruhnya sejumlah Rp 1,875 miliar.
Udar juga menyuruh pegawai kantor Dinas Perhubungan DKI bernama Suwandi alias Wandi untuk menyetor, mengirim, mentransfer uang yang diterimanya ke dalam rekening atas nama Udar pada dua bank tersebut.
“Selanjutnya terdakwa Udar Pristono membelanjakan uang yang diperoleh dari pemberian orang-orang yang tidak lagi diketahui namanya, selain disimpan dalam bentuk rekening tabungan juga ada yang digunakan untuk membelikan barang berharga yaitu rumah, apartemen, kontotel dan kendaraan bermotor,” tambah Jaksa.
Rincian aset yang dibeli Udar dengan uang yang diuga berasal dari hasil pidana korupsi adalah sebagai berikut: 1. Pada 12 November 2012 membeli satu unit apartemen Tower Montreal lantai 9 Nomor 01-01 NG seluas 86,7 M2 dengan harga Rp2.883.334.740 2. 17 September 2012 membeli satu unit Apartemen Tower Mirage lantai 32 Nomor 32-03 R seluas 84,2 M2 dibeli atas nama orang lain yaitu Lieke Amalia dengan membayar uang muka Rp1.440.878.000 3. 
Pada 13 Mei 2013, membeli satu unit Kondotel Sahid Degreen Anyer tipe superior Nomor 1-309 seluas 35 M2 dengan harga Rp 798.000.000 4. Pada tanggal 26 Mei 2013 membeli satu unit apartemen tipe superior A Nomor A-209 dengan luas 35 M2 dengan harga Rp798.000.000 dan telah dibayarkan lunas.
5. Pada tanggal 1 Juni 2012 membeli satu unit cluster Kebayoran Essence Blok KE/E-06, tipe bangunan Falicit dengan luas tanah 255 M2 dan luas bangunan 282 M2 sesuai dengan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Tanah dan Bangunan di Proyek Perumahan Bintaro Jaya tanggal 1 Juni 2012 Rp 3.114.375.000 6. Pada tanggal 19 Januari 2013 bertempat di Jakarta telah membeli satu unit rumah tipe Blok Olive Fusion luas tanah 300 meter, luas bangunan 264 meter dengan harga Rp2.413.046.000, 7. Pada tanggal 20 Mei 2010 telah membeli dua unit Kondotel Aston Bogor Hotel and Resort, tipe 1 Bed A/5th/c-509 luas 36 m2 seharga Rp 882.045.113 dan tipe 1 Bed A/3rd/D-3-19 luas 36 m2 seharga Rp 854.718.701.
8. Pada 18 Januari 2011 membeli Kondotel Aston Bgoor Hotel & Resort dengan harga Rp850.042.000 dengan diatasnamakan istri terdakwa bernama Lieke Amalia. 9. Pada tanggal 26 September 2011 telah membeli Kondotel Aston Bogor Hotel & Resort dengan harga Rp 882.000.000 dengan diatasnamakan istri terdakwa bernama Lieke Amalia.
10. Pada tanggal 15 Mei 2013, telah membeli kondotel di Hotel Pullman Bali Legian Nirwana unit 1322 seharga Rp1 miliar. 11. Pada tanggal 12 September 2013 telah membeli satu unit Kondotel Mercure Bali Legian unit 1406 seharga Rp 1,3 miliar.
12. Pada tanggal 7 Oktober 2014 membeli satu unit Kondotel Mercure Bali Legian Nomor unit 416 A, dengan harga pengikatan sebesar Rp976.002.300 13. Satu unit sepeda motor Kawasaki B 3221 SGT tahun buat 2012 14. Satu unit mobil Toyota Fortuner B 1909 XS tahun buatan 2013 15. Satu unit sepeda motor Kawasaki B 3787SLU tahun buatan 2013 16. 1 unit mobil Toyota Fortuner B 1986 ZS tahun pembuatan 2013 17. Satu unit mobil Toyota NAV1 B 1909 P tahun pembuatan 2013. 18. Satu unit mobil Honda CRV B 1791 ZW atas nama Jimmy F Pasaribu.
Perbuatan Udar Pristono diancam pidana dalam Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 64 ayat 1 KUHP mengenai perbuatan menyamarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.
Ancaman bagi mereka yang terbukti melakukan perbuatan tersebut adalah penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain