17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36886

Tutupi Kerugian Rp2,7 Triliun, Pertamina Andalkan Efisiensi

Jakarta, Aktual.co —   PT Pertamina (Persero) selama periode Januari-Februari 2015 mencatatkan kerugian bersih sebesar USD212,3 Juta atau setara Rp2,7 triliun. Penyebab utama hal ini dikarenakan meruginya bisnis hilir yang mencapai USD368 juta. Kerugian tidak bisa dihindari meskipun dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) periode Januari-Februari 2015 laba ditargetkan sebesar USD280 juta. Sedangkan RKAP laba bersih dalam selama tahun 2015 diproyeksikan sebesar USD1,731 miliar.

Pada pos EBITDA di Januari-Februari 2015 dibukukan sekitar USD402 juta dolar AS, sedangkan dalam satu tahun (2015) diproyeksikan mencapai sebesar USD5,760 miliar turun tipis dari realisasi tahun 2014 yang sebesar USD5,843 miliar.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, untuk menutupi kerugian tersebut pihaknya akan mengandalkan efisiensi diberbagai aspek.

“Efisiensi akan kita lihat, pertama proses bisnisnya dan segala macam lebih terbuka,” ujar Dwi saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/4).

Ia menuturkan, dalam proses pengadaan yang saat ini dikendalikan oleh unit usahanya Integrated Supply Chain (ISC) telah mampu menghemat puluhan juta dolar AS.

“Dari proses pengadaan saja yang kita mulai sentralisasikan kita sudah bisa dapat saving US$30 juta. Jadi itu yang akan menjadi bekal untuk ke depan,” ucap dia.

Selain itu, lanjutnya, Pertamina juga berupaya menekan potensi loses dari 0,4 persen menjadi 0,2 persen.

“Mengawal proses transportasi sehingga kita bisa tekan looses. Looses kita tekan dari 0,4% menjadi sekarang 0,2%. Itu juga akan memberi dampak sangat besar diharapkan. Kemudian juga pengendalian invetory,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemendagri Larang Multi-Years, Ahok ‘Dekati’ Ketua DPRD

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan melarang adanya kontrak tahun jamak (multi-years) dalam pelaksanaan APBD DKI tahun 2015. Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya ‘siasat’ untuk mengakali aturan Kemendagri tersebut.
“Ketua DPRD sudah berjanji pada saya proyek multiyears dia akan tanda tangan, nggak masalah,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (13/4).
Namun seperti ‘tak percaya’ sepenuhnya kepada Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, Ahok juga sudah menyiapkan langkah jika janji Pras (sapaan Prasetio) urung menandatangani proyek-proyek multi years DKI.
“Kalaupun dia bohong nanti di APBD perubahan akan kita cabut,” tegasnya.
Ahok merasa yakin meski nantinya anggaran untuk proyek multi years tidak mendapat restu dari dewan. Sebab selain proyek pekerjaan yang sudah sepenuhnya milik pemerintah, kerjasama dengan swasta juga sudah mulai dikurangi kata Ahok.
“Kita kan butuh beli alat berat banyak, truk sampah banyak setelah kita memutuskan hubungan dengan swasta. Alat berat itu sudah kita e-katalog-kan di LKPP, tinggal kita beli. Jadi tidak dikhawatirkan lagi, bus tinggal beli. Hanya produsen kita kan telat. Lahan kita gelondongkan,” bebernya.
Sayangnya Ahok tidak merinci program-program apa saja yang direncanakan masuk ke dalam anggaran multi years. 
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Saefullah mengatakan akan menggelar rapat pasca menerima putusan Kemendagri soal Peraturan Gubernur (Pergub) APBD DKI 2015.”Kita mau rapat dulu, kita lihat apa-apa saja yang harus dicoret lagi,” kata Saefullah usai kembali dari Kemendagri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kiat Pintar Bedakan Dolar AS Asli dengan yang Palsu

Jakarta, Aktual.co — Baru-baru ini masyarakat Indonesia ‘dihebohkan’ dengan beredarnya uang palsu pecahan 100 dolar AS, yang banyak ditemukan di pasar pertukaran uang (Money Changer).

Uang palsu yang sengaja dicetak mirip sekali dengan aslinya tersebut memang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Berikut, Aktual.co hadirkan cara membedakan uang Dolar AS palsu dan yang asli :

1. Perhatikan Tulisan
Untuk uang pecahan 100 dolar AS lama, coba perhatikan pita tulisan Franklin di bawah gambarnya, terutama ujung pita bagian kanan. Di bagian lekukan pita tersebut terputus sekitar 0,5 milimeter bagi uang kertas yang palsu. Yang asli menyambung terus bagian sudut lekukan pita tersebut.

2. Lekukan Uang Dolar
Pada bagian angka 100 di kiri bawah, khususnya garis melingkar angka 100 tersebut bagian kanan, di bagian lekukan, bagi uang yang palsu cetakannya jelek bersih. Sedangkan, uang yang asli justru seperti kotor seperti ada cacat hitam sedikit.

3. Jeli Lihat Gambar
Bagian belakang uang kertas, Anda bisa memperhatikan lonceng pada atas gedung yang menunjukkan pukul 1:22 (13:22). Garis panjang jam yang mengarah ke angka menit 22 itu terpotong dengan bulatan lonceng tampak kotor jelek. Sedangkan, yang palsu justru bagus bersih cetakannya.

4. Teliti dalam Membedakan.
Bila Anda lihat uang 100 dolar AS yang baru. Di sinilah yang sangat sulit dibedakan dan sangat banyak beredar di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Uang palsu 100 dolar AS terbaru sama sekali tak ada perbedaan kesalahan satu sama lain. Semua sama persis yang asli dan yang aspal.

Perbedaan yang bisa dilihat pakai mata atau pakai sinar ultra violet atau kaca pembesar, karena Dolar yang palsu menggunakan tinta cetak security yang hampir sama. Hanya karakter kimia tinta cetak palsu agak sedikit beda. Hal ini sangat kelihatan setelah dilacak detail rumusan kimia tinta, penelitian mendalam, dijadikan data, dijadikan grafik, barulah ketahuan perbedaan grafik antara tinta cetak palsu dan aslinya.

5. Bahan Kertas Tahan Lama
Pada uang dolar AS asli menggunakan bahan katun dan linen. Bahkan, bagian garis pita yang terdapat dalam Dolar AS ini menggunakan bahan sutera asli hingga membuat uang Dolar asli bisa bertahan cukup lama.

Artikel ini ditulis oleh:

Alasan Sakit, Sidang Perdana Sutan Kembali Ditunda

Jakarta, Aktual.co — Sidang perkara mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana kembali harus ditunda. Pasalnya, Sutan selaku terdakwa kasus penerimaan gratiftikasi dalam penetapan APBN-Perubahan Kementerian ESDM 2013, tidak bisa hadir karena sakit.
“Kami tidak dapat menghadirkan Sutan Bhatoegana karena dia sakit. Ini ada surat keterangan dari dokter Rutan KPK,” kata salah satu JPU dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (13/4).
Ketua Majelis Hakim, Artha Theresia yang memimpin sidang tersebut pun akhirnya menerima alasan itu, dan terpaksa memutuskan untuk menunda sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan.
“Oleh karena Jaksa Penuntut Umum tidak bisa menghadirkan terdakwa, maka sidang ini ditunda pada Kamis 16 April pukul 09.00 Wib,” jelas Hakim Artha.
Sebelumnya, pada sidang perdana perkara Sutan Bhatoegana yang dijadwalkan pekan lau, Senin (6/4) Ketua Majelis Hakim, Artha Theresia juga menunda sidang tersebut. Hal itu lantaran, kuasa hukum Sutan tidak bisa hadir dalam persidangan.
Sutan Bhatoegana merupakan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM yang menjerat Sutan Bathoegana sebagai tersangka.
Politikus Partai Demokrat itu ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan pembahasan APBN Perubahan Kementerian ESDM era Jero Wacik di Komisi VII DPR yang dipimpinnya.
Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jumlah Penumpang KA Lebaran 2015 Diperkirakan Meningkat Hingga 5,7 Juta Orang

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia menargetkan penumpang Lebaran 2015 naik menjadi 5,7 juta penumpang atau naik tiga hingga empat persen dari 2014 sebanyak 5,5 juta penumpang.

“Kita targetnya naik tiga atau empat persen dari tahun lalu,” kata Direktur Komersial Bambang Eko Martono usai konferensi pers pemasangan dua unit mesin elektronik penjualan mesin tiket atau “e-kiosk” di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (13/4).

Bambang mengatakan hingga Senin (13/4) yang dijadwalkan untuk pembelian H-5 Lebaran 2015, tiket untuk kereta ekonomi PSO sudah ludes terjual, namun untuk tiket kereta lainnya masih tersedia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menyiapkan 22 kereta cadangan kelas eksekutif melalui penyediaan PT Industri Kereta Api (Inka) yang direncanakan mulai Mei mendatang. “Sekarang satu rangkaian ada tujuh kereta, jadi nanti jadinya delapan kereta dalam satu rangkaian,” katanya.

Namun, Bambang tidak menyebutkan kereta tersebut untuk jurusan apa saja dan mulai kapan dioperasikannya, intinya pada musim Lebaran seluruh kereta dikerahkan, termasuk kereta cadangan yang berada di tempat pemeliharaan KA, Balai Yasa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan tiket mudik dan balik Lebaran 2015, dia mengatakan PT KAI menambah kapasitas angkut KA jarak jauh dan sedang dari 79.654 kursi per hari pada 2014 menjadi 88.676 kursi pada 2015. “Ada penambahan sekitar 11 persen dari tahun lalu karena tahun ini ada tambahan KA-KA baru, seperti Jayabaya, Kamandaka dan Malioboro Ekspress,” katanya.

Masih sama dengan Lebaran 2014, lanjut dia, KAI juga melayani jasa pengiriman sepeda motor baik untuk jalur Utara maupun Selatan serta akan ditawarkan diskon hingga 50 persen untuk dua atau tiga kursi bagi penumpang yang berangkat berlawanan dengan arus mudik atau arus balik. “Nanti ada diskon bisa sampai 50 persen bagi penumpang dari daerah ke Jakarta pada arus mudik atau sebaliknya pada arus balik,” katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi tingginya lalu lintas atau “traffic” pembelian tiket pada “rail ticketing system” (RTS) online, KAI menambah kapasitas dari 80 mbps menjadi 120 mbps untuk meningkatkan kapasitas “backend sever ticketing” sebesar tiga kali lipat dibanding 2014. Selain itu juga dilengkapi sistem pengamanan atau “security system”.

Executive Vice President Sistem Information Mukti Jauhari mengatakan dengan peningkatan fasilitas dari segi teknologi informasi (TI) tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan pembelian tiket KA.

Selain itu, untuk memaksimalkan pelayanan pada “Contact Center” 121, PT KAI juga melakukan penambahan personel operator terutama pada waktu-waktu puncak pemesanan tiket, pada pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB dari 10 orang menjadi 50 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Merasa Haknya Dirampas, Jero: Tanya SBY Bagaimana Kinerja Saya

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik mengaku haknya terampas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menetapkan dirinya sebagai tersangka terkait penyalahgunaan wewenang saat menjabat Menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Politikus partai Demokrat itu mengaku, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 3 September 2014 lalu, ia merasa  proses hukumnya berjalan lambat. Sementara haknya sebagai warga negara telah diambil.
“Tujuh bulan, tidak boleh ke luar negeri, rekening bank diblokir. Tentu menyedihkan bagi kami. Akhirnya saya gugat praperadilan,” kata Jero di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Selain itu, bekas Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) mengklaim sudah bekerja dengan baik saat menjadi anak buah SBY di kabinet Indonesia bersatu jilid I dan II tersebut.
“Bisa tanyakan pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bagaimana kinerja saya sebagai menteri,” jelas mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
Sebab itu,  Jero menghadiri sidang perdana gugatan praperadilan terhadap KPK atas penetapannya sebagai tersangka. Bahkan, ia membawa seluruh penasihat hukum, istri dan anaknya serta beberapa koleganya dari Bali.
“Saya ingin memberikan penjelasan sedikit nanti,urusan hukum biar kuasa hukum yang jelaskan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain