17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36888

Polisi: Pembunuh Wanita di Tebet Diduga Lebih Dari Satu Orang

Jakarta, Aktual.co — Korban pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin (26) yang ditemukan tewas mengenaskan dalam kosannya, di Jalan Tebet Timur 15C , Tebet, Jakarta Selatan diduga dilakukan oleh lebih satu orang pelaku.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/4).
“Kalau dilihat, hasil olah TKP patut diduga pelakunya bisa saja lebih dari satu orang,” ujarnya. 
Dikatakan Martinus dari hasil olah tempat kejadian perkara diketahui fakta-fakta seperti leher korban di jerat menggunakan kabel dan ada sumbatan di mulut korban.  
“Korban memang hidup sendiri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tekanan Darah Naik karena Macet, Riset: Jalan Kaki Lebih Baik dari Berkendara

Jakarta, Aktual.co — Persoalan macet bisa terjadi dimana saja. Terkadang, beberapa orang merasakan sebelum berangkat ke kantor, sudah stres membayangkan semrawutnya perjalanannya di jalan raya.

Apalagi bagi pekerja atau pegawai yang menggunakan kendaraan pribadi. Malahan tak sedikit dari mereka harus menyetir sendiri untuk sampai ke tempat tujuan dalam waktu relatif yang lama.

Bukan tidak mungkin, dampak kemacetan yang ditemui itu bisa mengakibatkan kesehatan seseorang semakin menurun. Pasalnya, selain beresiko tinggi bagi kesehatan, persoalan macet yang dihadapi seseorang setidaknya cenderung memicu tekanan darah naik dalam waktu cepat.

Sedangkan, resiko lainnya akibat kemacetan tersebut, bisa membuat seseorang harus mengalami gangguan muskuloskeletal, hipertensi, marah berlebihan serta kebencian yang meningkat di tempat kerja, dibandingkan mereka yang tinggal lebih dekat di lingkungan kantor.

WomenHealts melaporkan, penelitian yang dilakukan oleh Christine Hoehner, Ph.D, semakin lama seseorang berkendara, tekanan darahnya cenderung naik. Selain itu, suasana hati juga bisa terpengaruh dengan lamanya waktu tempuh tersebut.

Lebih lanjut, Christine menjelaskan, bagi pejalan kaki, mereka yang berjalan lebih jauh ke tempat kerja memiliki riwayat kesehatan mental lebih baik. Namun demikian, menggunakan transportasi umum, seperti bis atau pun kereta, ada baiknya membiasakan dengan mengobrol dengan sesama penumpang lain. Karena efeknya lebih positif ketimbang berdiam diri saja.

Sementara itu, masalah lain yang dapat muncul dari waktu tempuh yang cukup lama dari rumah ke kantor bisa membuat seseorang bertambah berat badannya. Jadi bisa dibayangkan bagi seseorang yang berkendara terlalu lama melakukan perjalanan, tingkat kecemasan lebih tinggi juga bisa dirasakan seseorang yang melakukan perjalanan panjang.

Artikel ini ditulis oleh:

Persiapan Penumpang Lebaran, KAI Kembali Sediakan Mesin E-Kiosk di Gambir

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia kembali memasang mesin penjualan tiket elektronik atau “E-Kiosk”, namun kali ini di Stasiun Gambir dalam rangka persiapan melonjaknya pemesanan tiket oleh penumpang menjelang Lebaran 2015.

“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap fasilitas mesin pembelian tiket ‘e-kiosk’ ini cukup tinggi, karena itu kami memasang dua mesin ‘e-kiosk’ ini di Stasiun Gambir,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers pemasangan mesin “e-kiosk” di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (13/4).

Edi menyebutkan dua mesin e-kiosk yang terpasang pada 13 Maret lalu di Stasiun Senen, Jakarta Pusat telah melayani 500 transaksi dalam dua minggu sejak peluncurannya dan meningkat 2,5 kali lipatnya dalam satu bulan. “Total transaksinya 2.000 lebih dalam sebulan karena penumpang tidak perlu lagi antre penumpang,” katanya.

Dia mengatakan mesin e-kiosk sebetulnya sudah dapat dioperasikan sejak Sabtu 11 April lalu dan telah melayani kurang lebih 80 transaksi dalam waktu 36 jam sejak mesin tersebut terpasang di Stasiun Gambir.

Bagi penumpang yang akan menggunakan mesin ‘e-kiosk’, lanjut dia, mesin tersebut terpasang di Pintu Utara Stasiun Gambir dan bisa melayani pembelian tiket untuk H-90 hingga empat jam sebelum keberangkatan.

Penyediaan mesin tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Finnet Indonesia, anak perusahaan PT Telkom yang melayani pembelian tiket dengan tiga pilihan metode pembayaran, yakni secara tunai, pembayaran dengan kartu kredit Alto dan pembayaran dengan kartu T-money dari Telkom.

Penumpang yang terdaftar akan secara otomatis memiliki akun pada www.delimapoint.com, salah satu pembayaran milik PT Finnet Indonesia.

Direktur Utama PT Finnet Indonesia Niam Zikri mengatakan dengan adanya mesin e-kiosk, penumpang bisa lebih teredukasi dengan mempersiapkan uang lebih awal, baik tunai maupun e-money, merencanakan perjalanan dengan keberangkatan dan tujuan spesifik termasuk jam keberangkatan mengingat melalui mesin tersebut penumpang bisa memilih tempat duduknya sendiri.

Sementara itu, Direktur Komersial Bambang Eko Martono mengatakan dalam satu transaksi rata-rata penumpang memesan empat tiket untuk di Stasiun Senen dan dia memproyeksikan transaksi di Gambir lebih meningkat. “Rata-rata empat tiket sekali transaksi, kalikan saja dengan 2.000 transaksi dan Gambir diprediksi lebih banyak,” katanya.

Bambang menambahkan saat ini tim dari Finnet dan KAI sedang mempersiapkan agar fasilitas e-kiosk di Gambir dapat melayani pembelian tiket H-90 sampai dengan satu jam sebelum keberangkatan. Dia menargetkan dalam waktu seminggu ke depan mesin e-kiosk sudah dapat digunakan untuk pembelian untuk satu jam keberangkatan.

Setelah proses pemesanan dan pembayaran selesai, mesin E-Kiosk akan mengeluarkan struk tanda bukti pembayaran yang mencantumkan kode pemesanan atau pembayaran tiket KA yang akan digunakan untuk mencetak tiket.

Artikel ini ditulis oleh:

Inaca Akui Kepatuhan Maskapai Pada Regulasi Masih Rendah

Jakarta, Aktual.co — National Air Carriers Association (Inaca) mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan dalam UU No 1 Tahun 2009 tetang penerbangan nasional, setidaknya ada tiga syarat yang diperlukan dalam peningkatan keselamatan penerbangan nasional Indonesia.
“Keselamatan dunia perbangan nasional ada tiga syarat, kedisiplinan, kejujuran dan keterampilan,” kata Sekjen Inaca Tengku Burhanudin, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Panja Keselamatan Penerbangan Komisi V DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/4).
Pihaknya mengakui, soal kepatuhan para maskapai di Indonesia memang masih memerlukan proses dan kontrol monitoring dari pemerintah secara berkesinambungan. Kebiasaan regulator dalam memberikan toleran pada pemenuhan regulasi adalah satu kebiasaan untuk kurang patuhnya terhadap regulasi.
“Faktor organisasi atau kelembagaan, adalah hal utama dalam dunia penerbangan seperti halnya audit dalam insdustri perbangan. Faktor organisasi dan management adalah hal yang sangat mendasar, pada faktor ini kita dapat melihat tingkat kepatuhan maskapai terhadap semua regulasi yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

GMJ Geruduk DPRD, Dukung Pengguliran HMP Ahok

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) nyatakan dukung DPRD DKI gulirkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dukungan disampaikan massa GMJ saat mendatangi kantor dewan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pukul 13.00Wib tadi.
“Kami mendukung HMP dan menuntut fraksi-fraksi yang belum setujui HMP segera menyatakan sikap dukung HMP,” kata Endang, salah satu koordinator aksi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Endang yang juga Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) menegaskan akan tetap konsisten mendukung agar Ahok dilengserkan dari jabatannya. Dia mengatakan akan terus lakukan unjuk rasa tiap hari Senin dan Kamis sampai HMP digulirkan. “Sudah hampir dua minggu dari paripurna, kita minta HMP kita dukung DPRD,” ucap dia.
GMJ yang mengklaim didukung 99 ormas sejak awal terbentuk memang sudah giat menolak Ahok menempati  orang nomer satu di Jakarta, sejak dia masih duduk sebagai Wagub DKI.
Hari ini, setelah PPP dan Gerindra, giliran Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI yang dukung digulirkannya Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Ahok. Ketua Fraksi Demokrat-PAN Lucky P Sastrawiria mengatakan keputusan diambil berdasarkan pengamatan setelah hasil temuan panitia angket mengenai pelanggaran Ahok diparipurnakan.
“Setelah kita amati, ya ternyata kita memang harus mendukung dilakukannya hak menyatakan pendapat,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Senin (13/4).
Namun dari 12 orang anggota fraksi, hanya 10 anggota yang dukung digulirkannya HMP. Dua anggota fraksi asal PAN, Johan Musawa dan Bambang Kusumanto belum  menentukan sikapnya. “Iya kalau yang dua itu memang belum, ini keputusan kami di tingkat Fraksi,” ucap dia.
Dijelaskan Lucky, meski di tingkat fraksi telah memutuskan dukung HMP, namun keputusan itu juga harus mengantongi persetujuan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Nachrowi Ramli. Rencananya, keputusan itu akan segera diteruskan fraksi ke Nara, Selasa (14/4) besok. “Besok kita ke Bang Nara, sampaikan laporan dan persetujuan akhirnya,” ucap dia.
Sebelumnya, 6 April lalu, Fraksi Gerindra DPRD DKI sudah bertekad usulkan pengguliran HMP hingga berujung pemakzulan Ahok. Sebab sebagai kepala daerah Ahok dianggap sudah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan. 
“Kalau sesuai dengan ketentuan yang ada, sanksinya  ya pemberhentian. Saya baca di Undang-Undang tidak ada itu sanksi hanya teguran. Jadi langsung pemberhentian,” kata politisi Gerindra, Syarief, pekan lalu. 
Adapun peraturan/ Undang-Undang yang dilanggar Ahok, yakni:
1. UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara.2. UU No.28/1999 tentang Asas-asas Umum    Pemerintahan yang Baik.3. UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.4. PP No.58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan    Daerah.5. PP No.79/2005 tentang Pedoman Pembinaan dan    Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.6. Permendagri No.13/2006 tentang Pedoman    Pengelolaan Keuangaan Daerah.7. Permendagri No.37/2014 tentang Pedoman    Penyusunan APBD Tahun 20158. Permenkeu No.46/PMK.02/2006 tentang Tata Cara    Penyampaian Informasi Keuangan Daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Gunakan IT, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Wanita di Tebet

Jakarta, Aktual.co — Deudeuh Alfi Sahrin (26) wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kostnya di Jalan Tebet Timur 15C, Jakarta Selatan hingga saat ini masih misteri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan untuk mengetahui siapa orang terakhir yang bertemu korban, pihaknya menggunakan IT (Informasi Terknologi). 
“Kami juga mencari siapa yang berhubungan dengan korban dan siapa yang berkomunikasi terakhir dengan korban,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/4).
Dikatakan Martinus saat kejadian barang milik korban berupa telepon genggam yang berjumlah dua raib digondol pelaku. Martinus menduga korban tewas sudah meninggal selama 10 jam. 
“Kami juga sedang melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku,” paparnya.
“Berdasarkan informasi secara IT. Kami sedang melakukan suatu upaya pengejaran terhadap siapa terakhir bertemu, berkomunikasi, terakhir melihat, dan mendatangi korban. Kami sedang lakukan upaya penangkapan,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain