18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36892

Dilanjutkan 20 April, KPK Minta Hakim Tunda Praperadilan Jero Wacik

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Jero Wacik mengajukan permohonan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sedianya, sidang perdana tersangka kasus penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Menteri ESDM dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) di era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan digelar hari ini, Senin (13/4).
Namun, sidang gugatan praperadilan mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata itu ditunda hingga Senin 20 April, pekan depan. Pasalnya, kuasa hukum pihak termohon memutuskan tidak menghadiri sidang dengan alasan ada tugas lain.
“KPK mengirimkan surat penundaan, dari pihak termohon tidak bisa hadir, menunda minimal seminggu,” kata hakim tunggal Sinar Purba, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Sementara itu, kuasa hukum Jero, Hinca Pandjaitan meminta majelis hakim untuk tidak menunda proses persidangan terlalu lama. Terlebih saat ini, lembaga anti rasuah telah beberapa kali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan polikus partai Demokrat itu di KPK.
“Kami mohon penundaan tak terlalu lama dan pemeriksaan di KPK ditunda dengan alasan mendahulukan praperadilan,” jelasnya.
Usai mendengar keberatan dari pihak pemohon atas penundaan tersebut, lantas Hakim Purba mengatakan tidak bisa mencampuri urusan tersebut. Dia tetap menunda persidangan hingga pekan depan.
“Saya tidak bisa mencampuri urusan itu, tapi ini KPK meminta penundaan. Kita tetapkan 20 April akan dimulai kembali,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Anggaran 2015 Dipangkas, Ahok Sebut Kemendagri Salah Tafsir

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menyatakan kekesalannya dengan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memangkas anggaran DKI di 2015.
Dimana Kemendagri memutuskan besaran anggaran DKI 2015 menjadi Rp69,29 triliun, bukan Rp 72,8 triliun seperti pagu anggaran APBD 2014. 
Ahok merasa Kemendagri tidak adil. Sebab anggaran DKI dipangkas dengan alasan tahun 2015 sudah berjalan sampai April. Sehingga waktu efektif pengunaan anggaran hanya sekitar 8-9 bulan saja. “Itu yang saya protes. Bukan berarti kurangin jatahnya 3-4 bulan,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (13/4).
Lagipula, menurut Ahok, APBD DKI sudah bermasalah sejak zaman Gubernur Sutiyoso. Sehingga landasan Kemendagri menetapkan besaran anggaran untuk DKI dianggapnya tidak masuk akal. “Itu adalah nalar di luar konstitusi.” 
Pekan lalu, Ahok menuding pemangkasan anggaran DKI 2015 disebabkan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek (Donny) salah menafsirkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
“Pak Dirjen menafsirkan pasal dan Undang-Undang. Itu pagu anggaran tahun lalu diubah menjadi pagu belanja. Makanya saya protes sama Pak Dirjen (Donny),” ujar Ahok, Jumat (10/4).
Tak terima anggaran dipangkas, Ahok langsung mengutus Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI temui Donny. “Saya akan konferensi pers mengatakan Anda (Donny) ngaco menafsirkan ini,” tutur Ahok.
Kesalahan tafsir yang dimaksud Ahok dilakukan Donny yakni Pasal 314 UU Nomor 23 Tahun 2014. “Dia (Donny) tidak bisa membedakan pagu anggaran dengan pagu belanja. Jika pagu anggaran diartikan sebagai pagu belanja, akan ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam APBD TA 2015 sebesar Rp9 triliun.”

Artikel ini ditulis oleh:

PPP Solidkan Jaringan Ormas

Jakarta, Aktual.co — Kisruh politik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian mereda. Bahkan berbagai organisasi sosial mulain berbondong-bondong merapat ke PPP pimpinan Ketua Umum Romahurmuziy (Romi)yang memiliki keabsahan kuat.
Dukungan terbaru pada PPP datang dari ormas pemuda Hidayatullah. Puluhan pemuda hidayatullah bertemu dengan Romi didampingi Wasekjen DPP PPP Hj. Kasriyah, Ahmad Baidowi, serta sejumlah pengurus lainnya di kantor sekretariat cabang PPP, Tebet, Jakarta, Senin (13/4).
“Kami mendukung PPP sebagai partai islam yang dipimpin Rommahurmuziy. Beliau kader terbaik PPP yang punya legalitas serta kredibilitas memimpin Indonesia kedepan,” ujar  salah satu pimpinan pemuda Hidayatullah Suhery Abdullah.
Sebagai dukungan kongkrit, pemuda Hidayatullah akan mengoordinasikan jaringan pengurus di daerah untuk membantu kegiatan PPP. “Kami memang bergerak di kegiatan sosial. Kami ada tim resque dan sosial keagamaan. Cocok jika kami berjuang bersama PPP,” tuntas Hery.
Pada kesempatan sama, Wasekjen PPP Kasriyah menegaskan bahwa dukungan kepada PPP yang secara sah dipimpin Rommahurmuziy memang akan terus bermunculan. Terlebih Suryadharma Ali yang selama ini berlawanan, sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi dana haji saat menjabat menteri agama.
“Secara kongkrit dan meyakinkan legalitas PPP ya di sini. Sekarang kita masuk tahap konsolidasi untuk menghadapi Pilkada dan agenda politik lainnya. Kedatangan Pemuda Hidayatullah bagian dari upaya itu,” tuntas Kasriyah.
Laporan: Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Landasan Pacu Bandara Juanda Kembali Rusak

Surabaya, Aktual.co — Landasan bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo kembali rusak. Kendati kerusakan pada aspal landasan yang mengelupas tidak terlalu besar, tetapi titik kerusakannya tepat pada jalur utama.

Mengenai kerusakan tersebut,  General Manager Angkasa Pura I Trikora Harjo, mengatakan bahwa bahwa kerusakan landasan pacu yang ada di bandara juanda, disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi.

Akibatnya,  kondisi landasan pacu menjadi mengelupas. Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan pemantauan serta menginformasikan kepada para pilot agar selalu waspada dan berhati-hati ketikan mereka hendak lepas landas, ataupin  yang akan landing di Bandara.

“Memang curah hujan yang tinggi membuat aspal landasan mengelupas. Tapi kami selalu melakukan pengawasan serta memberikan informasi kepada pilot,” terang Trikora Harjo, Senin (13/4).

Trikora Harjo juga mengatakan,  meski kondisi landasan pacu mengalami sedikit kerusakan, tapi pihak Angkasa Pura I, tetap menggunakan jalur yang sama, karena kerusakan tersebut tidak terlalu lebar.

Artikel ini ditulis oleh:

Istimewa, Jabatan Nonaktif Puan di PDIP Dinilai Aneh

Jakarta, Aktual.co — Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai pemberian jabatan kepada Puan Maharani sebagai ketua Bidang Politik dan Keamanan nonaktif di kepengurusan DPP PDI Perjuangan sebagai satu hal yang aneh.
“Keputusan Megawati memasukkan nama Puan sebagai pengurus tetapi nonaktif itu sebagai suatu hal yang aneh dan ganjil. Apakah PDI Perjuangan kekurangan kader?” kata Said Salahudin dihubungi di Jakarta, Senin (13/3).
Filosofi pemberian jabatan kepada seseorang adalah supaya penerima jabatan bisa bekerja dan mengemban tugas yang diberikan pemberi jabatan. Filosofi itu berlaku baik di instansi perusahaan maupun partai politik.
“Filosofi sebuah jabatan adalah untuk bekerja. Bukan nonaktif dan tidak bekerja,” ujarnya.
Karena itu, Said menilai pemberian jabatan kepada Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai menteri koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sebagai suatu hal yang dipaksakan.
Selain memunculkan persepsi bahwa PDIP kekurangan kader untuk menduduki jabatan di kepengurusan, hal itu juga semakin menguatkan persepsi bahwa Megawati betul-betul mengistimewakan Puan Maharani.
“Masih ada kader PDI Perjuangan yang juga menjadi menteri, tetapi tidak ada yang diberi jabatan nonaktif di kepengurusan. Puan jelas diistimewakan,” tuturnya.
Oleh karena itu, pemberian jabatan nonaktif kepada Puan tersebut tidak akan memberikan kemajuan dalam proses regenerasi di PDI Perjuangan.
“Betul Puan masih muda. Namun, akan muncul kesan bahwa semua jabatan strategis harus dijabat oleh Puan,” ujarnya.
Ketua umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri telah mengumumkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PDIP periode 2015-2020. Dalam kepengurusan tersebut, terdapat dua posisi yang diisi anak Megawati.
“Ketua Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani, tapi saya nonaktifkan,” kata Megawati saat mengumumkan kepengurusan DPP PDI Perjuangan.
Selain Puan, anak Megawati lainnya yang juga mengisi kepengurusan DPP PDI Perjuangan adalah Muhammad Prananda Prabowo yang menjabat ketua bidang ekonomi kreatif.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Tak Berani Selesaikan Kasus Taman BMW, Proyek Stadion Mangkrak

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI berpendapat penyelesaian kasus dugaan korupsi di lahan Taman BMW, tergantung sikap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Berani atau tidak menyelesaikan kasus hukumnya dengan pihak perusahaan pengembang, yakni PT Agung Podomoro.
Pendapat itu disampaikan Anggota DPRD DKI Riano P Ahmad. Selama masalah hukum di lahan itu belum diselesaikan Ahok, dewan akan tetap meminta Pemprov DKI menunda pembangunan Stadion Taman BMW. “Jadi tidak dianggarkan. Kita melihat masih ada masalah hukum yang belum selesaikan,” kata politisi PPP itu kepada Aktual.co di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Diakuinya, DPRD minta proyek Stadion Taman BMW ditunda lantaran tak mau lagi ada aset-aset milik DKI yang hilang. 
“Aset-aset pemda saat ini kalah, kekuatan hukumnya tidak kuat. Banyak tanah pemda yang kalah kita tidak mau. Masalah portanigra kalah. Masalah Bank DKI dikuasai Lippo,” ujar dia.
Kata dia, Ahok sebenarnya sudah tahu Taman BMW belum sah jadi milik Pemprov DKI. Meski sudah diserahkan Agung Podomoro di Berita Acara Serah Terima (BAST) selaku pengembang pada 8 Juni 2007 lampau, di jaman Gubernur Sutiyoso.
“Makanya kita minta untuk tidak dianggarkan, Artinya bukan kita menolak, kita berpendapat bahwa niat awalnya Jokowi-Ahok itu bagus. Namun stadionnya masih ada masalah hukum ya diselesaikan dulu,” ucap dia.
Sebelumnya, mantan Wagub DKI Prijanto mengaku heran dengan sikap Ahok terkait kasus Taman BMW.
Padahal Prijanto mengaku, sekitar bulan Juni 2013 lalu,  sudah memberi ke Ahok secara gamblang data-data mengenai dugaan korupsi di lahan yang diserahkan pihak pengembang PT Agung Podomoro ke Pemprov DKI. Dimana kewajiban berupa tanah seluas 265.395,99 M2 senilai Rp 737 miliar lebih yang diserahkan Agung Podomoro ke Pemprov DKI itu diduga ‘bodong’.
Seingat Prijanto, reaksi Ahok yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur, saat disodori data tersebut adalah kaget. Yang membuat Prijanto heran, Ahok sekarang malah mengatakan tidak ada itu korupsi di lahan Taman BMW. “Alasan dia katanya yang punya surat tanah ‘bodong’ sudah ditahan,” ujar dia, yang ditemui usai diskusi publik di DPRD DKI, Selasa (8/4) pekan lalu.
Menurut Prijanto, kasus Taman BMW masuk di tiga ranah hukum. Yakni Pidana Umum, Perdata, dan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sehingga, urusan ditahannya pembuat surat tanah bodong, hanya salah satu unsur saja. 
Prijanto sendiri mengaku tidak perduli siapa yang menang di sengketa tanah antara Podomoro -warga pemilik tanah. Yang dia soroti justru di dugaan perbuatan tipikornya.
Dimana Agung Podomoro diduga telah melakukan kolusi dan korupsi saat menyerahkan kewajiban berupa tanah tadi yang ternyata ‘bodong’ ke Pemprov DKI. “Korupsi itu mesti dari swasta dengan aparat Pemerintah. Jadi bukan di rebutan masalah tanahnya. Tiga unsur dari berita acara serah terima (BAST) 2007, yakni lokasi, luas dan keabsahan dari surat pelepasan hak, patut diduga bodong,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain