18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36893

Pembentukan Polisi Parlemen, Tingkatkan Keamanan DPR

Jakarta, Aktual.co — Pembentukan Polisi Parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditujukan untuk peningkatan keamanan di DPR RI.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Roem Kono di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4).
DPR RI adalah lembaga negara yang punya sejarah heritage sehingga menjadi kewajiban polisi untuk menjaganya, seperti kementerian,  kantor dan istana presiden.
Dia menambahkan, pembentukan Polisi Parlemen juga tidak mengurangi peran dari Pengamanan Dalam (Pamdal).
“Jadi harus dipadukan antara polisi dan Pamdal. Yang penting aturan pengaman jelas,” katanya.
Keberadaan polisi parlemen akan diatur dalam peraturan DPR RI yang saat ini tengah digodok di Badan Legislasi.
“Harus diatur melalui peraturan DPR RI, kalau ngga’, semua orang datang, lalu menimbuljan  masalah keamanan. Seperti kemarin ribut-ribut. Polisi bilang bukan wilayah kita,” sebutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hadi Poernomo Cabut Gugatan Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo mencabut gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Hadi Poernomo, Maqdir Ismail menyampaikan hal tersebut dimuka sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal BaktarJubri Nasution. Dia mengatakan, pencabutan gugatan tersebut merupakan permintaan dari kliennya.
“Atas permintaan dari pemohon Yang Mulia, pemohon meminta gugatannya dicabut,” kata Maqdir di PN Jaksel, Senin (13/4).
Setelah mendapatkan permintaan dari pemohon, majelis membacakan putusan yang berisi permintaan pecabutan gugatan.
“Menimbang bahwa permohonan ini belum dibacakan pemohon dan belum dijawab termohon, dan pencabutan ini tidak bertentangan dengan hukum, maka permohonan ini patut dikabulkan,” kata Baktar.
Dengan demikian, persidangan tidak dapat dilanjutkan lantaran gugatan telah dicabut oleh pihak pemohon. Namun, majelis tidak menjelaskan alasan mantan Dirjen Pajak itu mencabut gugatannya tersebut.
Usai sidang, salah satu pengacara Hadi, Yanuar Wasesa pun tak menjelaskan alasan pencabutan tersebut. Ia mengaku menghormati permintaan dari kliennya.
“Kami menghormati klien. Tidak ada soal takut kalah, toh itu juga belum diperiksa. Nanti tergantung dengan Pak Hadi, kalau minta permohonan baru ya kami buat,” ujarnya.
Sementara dari tim kuasa hukum KPK juga tidak mengetahui latar belakang dari pencabutan tersebut. Namun KPK juga siap dan akan berusaha maksimal jika Hadi mengajukan gugatan kembali.
“Saya tidak tahu latar belakang pencabutan pemohon. Gugatan praperadilan hanya media. Kalau upaya itu dicabut, itu bagian dari upaya media hukum dari pemohon. Semua hak pemohon,” kata kuasa hukum KPK, Yudi Kristian.
Diketahui, KPK menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka saat menjabat sebagai Dirjen Pajak terkait penerbitan keberatan surat ketetapan pajak penghasilan (SKPN PPh) tahun 1999-2003 yang diajukan BCA pada 17 Juli 2003.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dirut PLN Jelaskan Kerugian dan Kenaikan Listrik PLN

Dirut PT PLN Sofyan Basir saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Ruang Rapat Komisi VII, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2015). Dalam rapat tersebut Komisi VII mempertanyakan PLN yang terus merugi dan memint PLN lebih transparan dalam mengelola anggaran serta kebijakan penetapan dan kenaikan harga listrik. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Merugi Rp2,7 Triliun, Bos Pertamina Siap Dicopot

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menyatakan bahwa dirinya dan seluruh jajaran direksi perseroan siap dicopot dari jabatan jika terbukti kinerjanya telah menyebabkan kerugian bagi perseroan.

Dirinya mempersilahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa atau mengaudit kerugian perseroan pada periode Januari-Februari 2015 yang mencapai USD212 juta atau setara Rp2,7 triliun. Untuk itu, apabila dari hasil audit tersebut terbukti kerugian lebih disebabkan oleh buruknya kinerja perseroan dan konsekuensinya adalah dicopotnya jabatan direksi maka Dwi mengaku tidak keberatan.

“Ya nggak apa-apa. Kalau kita sudah berani ditunjuk harus berani dicopot,” kata Dwi saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/4).

Perlu diketahui, selama periode Januari-Februari 2015 Pertamina mencatatkan kerugian bersih sebesar USD212,3 Juta atau setara dengan Rp2,7 triliun (asumsi Rp13000/USD). Pertamina sendiri mengklaim bahwa kerugian tersebut disebabkan oleh anjloknya bisnis di sektor hilir yang mencapai USD368 juta.

Ia menjelaskan, kinerja perseroan tidak bisa hanya dilihat dalam waktu satu sampai dua bulan. Pasalnya hal ini menyangkut masalah efek inventory.

“Inventory Januari itu kan masih memikul beban inventory yang dibeli bulan Oktober yang harganya masih mahal,” ujar Dwi.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mengatakan, kerugian Pertamina patut dicurigai mengingat subsidi sudah hampir tidak ada. Kerugian tersebut disinyalir akibat dari kesalahan jajaran direksi yang patut ditindak lanjuti secara hukum.

“Ya BPK harus turun sebagai kewajiban BPK sebagaimana diatur UU. BPK tanpa diminta harus turun untuk memeriksa dengan audit forensik. Supaya ketahuan apa penyebab kerugian yang terjadi saat ini,” ucap Ferdinand.

Ia menegaskan, hal ini perlu dicermati dengan betul apa penyebab kerugiannya, apakah karena aksi korporasi yang salah atau karena kewajiban subsidi atau karena ketidak hati-hatian direksi dalam menjalankan tugasnya.

“Kerugian Pertamina, yang terjadi saat ini menurut pengamatan kami cenderung terjadi karena ketidak hati-hatian direksi dalam menjalankan tugasnya, tidak mampu melakukan efisiensi operasional dan tidak mampu menjadikan Pertamina untung, padahal kewajiban subsidi yang diberikan negara lewat Pertamina sudah tidak seberapa besar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Referensi Kuliner ‘Halal’ di Rusia

Jakarta, Aktual.co —  Melihat berkembangnya jumlah penduduk Muslim yang lebih dari 25 juta jiwa. Pemerintah Rusia, terus mengembangkan industri makanan halal serta produk lainnya seperti barang, jasa dan investasi.

 Jadi, jika turis yang beragama Islam ingin menyambangi ‘Negeri Beruang Merah’ tak perlu merasa khawatir kesulitan dalam mendapatkan makanan bersertifikasi halal. Pasalnya, selama tiga tahun terakhir, Muslim Rusia telah menyerukan untuk mengeluarkan standar umum untuk produksi makanan ‘halal’.

Tentunya, sebagai Muslim tentu lebih terasa aman dan nyaman terutama dalam hal dunia maupun akherat.

Alasannya bagi umat Muslim, makanan bukan hanya sekedar makan. Apalagi makanan itu bukan semuanya bisa dimakan, tak hanya sekedar mencari kenikmatan dan gizi yang sehat dari makanan tersebut. Meskipun makanan itu sudah mengandung empat sehat lima sempurna. Namun, ada lagi tambahannya yaitu sertifikasi ‘halal’.

 “Berdasarkan standar umum, sistem audit, penelitian yang terus menerus dan inovasi-inovasi yang dilakukan, industri halal, Insya Allah, memiliki kemampuan untuk menjadi ‘world brand’ dari barang dan jasa yang sehat, ramah lingkungan dan aman,” jelas Madina Kalimullina, Direktur Departemen Ekonomi Dewan Mufti Rusia, mengatakan kepada Khaleej Times.

Menurut Madina Kalimullina, dalam upaya menarik investor baru ke pasar halal, Dewan Mufti Rusia meluncurkan proyek ‘Moscow Halal Expo’ sejak tahun 2010 lalu. Dan, terus berlangsung sampai sekarang.

 “Jumlah Muslim Pribumi sekarang melebihi 25 juta,” kata Kalimullina.

 Sekedar informasi, kesuksesan industri makanan halal tidak terbatas pada Muslim Rusia saja. Kelompok besar lain dari konsumen non-Muslim juga memilih makanan ‘halal’ dalam menjaga kualitas. Pengembangan industri makanan ‘halal’ telah menjadi salah satu prioritas dari Dewan Mufti Rusia.

 “Sekarang, kami mengarahkan upaya pada pengembangan proyek-proyek bisnis dan investasi baru di bidang ‘halal’. Saat ini yang paling penting adalah mengembangkan distribusi ‘halal’ di seluruh Rusia.” sambungnya.

 Khusus ‘Muslim Traveler’ bisa datang ke kafe-kafe yang berada di lingkungan Masjid-masjid di Rusia. Disana, Anda bisa mendapatkan makanan yang halal seperti nasi goreng ala Uzbekistan, lakman( seperti mie rebus dengan campuran kentang, wortel dan lain-lain), shamsa (roti berbentuk segitiga berisis irisan daging kambing atau sapi), sup kambing, daging guling (seperti bakso bola tenis) dan banyak jenis lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menaker Bahas TKI dengan DPR

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengikuti rapat dengan komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2015). Rapat kerja tersebut membahas terkait permasaahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain