18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37137

Razia Tempat Karaoke, Satpol PP Sita Puluhan Miras

Jakarta, Aktual.co — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyita puluhan botol minuman keras saat menggelar razia tempat hiburan malam berupa karaoke. Puluhan botol minuman keras diamankan dari tiga tempat karaoke, yakni Caesar, Rumah Laut, dan Lotus.

“Razia ini menyasar seluruh tempat karaoke di wilayah Kulon Progo. Hasilnya, di tiga tempat karaoke menjual minuman keras. Jenis minuman keras yang disita, yakni vodka, bir bintang, dan billis. Selanjutnya minuman keras diamankan di Kantor Satpol PP Kulon Progo,” kata Kepala Satpol PP Kulon Progo Duana Heru Supriyanto di Kulon Progo, Sabtu (4/4).

Ia mengatakan razia itu dalam upaya pencegahan penggunaan narkoba di Kulon Progo.

“Kami masih membantu dan bersinergi dengan BNNP DIY. Salah satu upaya kami yakni menganggarkan sosialisasi penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Selain menyita minuman keras, pihaknya bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY melakukan tes urin terhadap pengunjung, pemandu klub atau LC dan pengelola karaoke.

Dari 69 orang yang terdiri dari pengunjung, LC, dan pengelola, hasil tes urinenya negatif atau tidak menggunakan narkoba.

“Bagi pengunjung, LC, dan pengelola yang tes urine positif mengandung obat-obatan terlarang, selanjutnya dilakukan interogasi dan pendalaman oleh BNNP DIY. Apabila terbukti sebagai pemakai, mereka akan direhabilitasi,” katanya.

Duana mengatakan Satpol PP dan BNNP DIY melakukan razia saat libur panjang dikarenakan jumlah pengunjung banyak.

“Biasanya saat libur panjang, tempat karaoke penuh pengunjung. Untuk itu, kami melakukan razia. Meski hanya mendapatkan puluhan botol minuman keras, ke depan akan kami intensifkan razia ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Seribu Personel Polisi Amankan Kongres PDIP di Bali

Jakarta, Aktual.co —   Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan sekitar 1.000 personel polisi dari Polda Bali dan tiga polres telah disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Kami juga dibantu oleh jajaran Polresta Denpasar dan dua polres yang berbatasan dengan provinsi lain,yakni Polres Jembrana dan Karangasem,” katanya di Denpasar, Sabtu (4/4).

Selain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi terkait bantuan pengamanan dari unsur TNI, organisasi kemasyarakatan dan pecalang (petugas pengamanan adat).

“Rencananya 7 April ini kami akan mengadakan apel gelar pasukan sekaligus gladi bersih di lokasi kongres. Kami ingin memastikan kerja sama terutama di ring 1 yang kami serahkan pada internal partai, tetapi anggota kami juga ada di dalam terutama anggota intelijen,” ucapnya.

Ronny menambahkan, kegiatan-kegiatan intelijen sudah dilakukan dari dua minggu lalu untuk melakukan deteksi terhadap kemungkinan-kemungkinan indikasi yang bisa mengganggu persiapan kongres.

“Kami juga menjaga jalur lalu lintas bagi wisatawan agar tidak terganggu dan sekaligus kegiatan dalam rangka kongres tetap berjalan. Jadi satu sama lain tidak saling mengganggu dan ini kami ciptakan bersama,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan-kegiatan tersebut, Ronny mengaku sudah berkoordinasi dengan panitia Kongres PDIP di tingkat pusat maupun daerah.

Di sisi lain, Ronny mengatakan jajaran dari Biro Operasi POlda Bali dan unsur Danrem pada Senin (6/4) diundang ke Sekretariat Negara terkait persiapan Bapak Presiden ataukah Wakil Presiden yang hadir untuk persiapan pengamanan Waskita (protokoler kepresidenan).

Kongres PDIP akan dilaksanakan di hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Bali yang dimulai 9 April 2015. PDIP pada kongres-kongres sebelumnya juga menggelar di hotel yang sama.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Efek Penaikkan BBM, Harga Sembako Merangkak Naik di Gorontalo

Jakarta, Aktual.co —  Sejak Pemerintah menaikkan haga Bahan Bakar Minyak (BBM) 28 Maret 2015 lalu, harga sejumlah bahan kebutuhan di Gorontalo mulai bergerak naik.

Sejumlah konsumen maupun pedagang bahan kebutuhan mengatakan, saat ini beberapa bahan kebutuhan pokok seperti Cabai, Tomat, Bawang, Minyak Goreng, Beras serta gula pasir harganya mulai naik.

“Adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, berimbas pada naiknya harga beberapa kebutuhan pokok,” ujar Ani Lakoro salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ketika ditemui di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Sabtu (4/4).

Dia mengungkapkan, saat ini harga cabai Rp24 ribu per kg dari sebelumnnya hanya Rp20 ribu per kg, Tomat Rp6.000 per kg dari sebelumnnya hanya Rp4.000 per kg, bawang Merah Rp30 ribu per kg dari sebelumnya di jual oleh pedagang pada kisaran Rp26 ribu hingga Rp27.500 per kg.

Sementara itu untuk harga minyak goreng juga mengalami kenaikkan yakni Rp14 ribu per kg dari sebelumnnya Rp13 ribu per kg, Beras untuk semua jenis rata-rata naik Rp5.000 hingga Rp7.500 per koli sedangkan untuk gula pasir Rp15 ribu per kg dari sebelumnnya hanya Rp13.500 per kg.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan harga beberapa bahan kebutuhan lainnya dalam waktu dekat ini akan mengalami kenaikkan, sebab biayai operasional pedagang maupun petani mengalami peningkatan.

Martono Mansur salah seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengatakan, para pedagang harus menaikkan harga disebabkan naiknya ataupun meningkatnya biaya operasional.

Begitu pula harga bawang, cabai, tomat, beras yang dibeli dari petani mengalami kenaikan dari harga sebelumnnya, sehingga dengan sangat terpaksa melakukan penyesuian harga.

“Kami tidak ingin mengalami kerugian sebab harga dari tingkat petani naik, ditambah dengan biayai operasional juga naik,” Kata Martono yang mewakili rekan-rekannya sesame pedagang.

Dia menambahkan kemungkinan besar harga akan mengalami kenaikkan lagi, apalagi menjelang bulan puasa yang tinggal beberapa bulan lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kementerian Perekonomian Gelar Rapat Tertutup

Jakarta, Aktual.co — Hampir dua jam berjalan, rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian masih terus berlangsung.

Rakor yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil dilakukan secara tertutup. Kabarnya, dalam rapat tertutup itu, selain dihadiri beberapa  pejabat dari kementerian terkait, rapat kali ini beragendakan membahas  biodiesel atau kebijakan tentang bahan bakar minyak campuran energi terbaru.

Sementara itu, beberapa petinggi Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) telah hadir di ruang rapat Graha Sawala Kemenko Perekonomian Lapangan Banteng Jakarta Pusat, pada Kamis (3/4)  pukul 10.00 WIB. Sayangnya, saat mendatangi kantor Kementrian Perekonomian RI, para pejabat yang hadir belum bersedia dimintai keterangannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

CBA Nilai Penaikkan BBM Tidak Miliki Payung Hukum

Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Kadafi mengungkapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini merupakan harga mafia. Pasalnya, penaikkan BBM tersebut tidak memiliki payung hukum.

“Penaikkan BBM ini merupakan harga mafia karena payung hukum tidak ada,” ujar Uchok di warung daun, Cikini, Jakarta, Minggu (4/4).

Menurutnya, belakangan ini kenaikan tarif BBM tidak menggunakan izin DPR, kenaikan tersebut dinilai Uchok terkesan semena-mena terhadap rakyat.

Oleh sebab itu, dirinya menilai penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah harga mafia. Pemerintah tidak memiliki payung hukum saat menaikkan harga BBM kali ini. Bahkan, kenaikan BBM tidak hanya membuat pusing kepala rakyat, kenaikan harga BBM bersubsidi sangat menyengserakan rakyat kecil.

“Jadi ini bukan pusing saja pala rakyat tapi sudah pecah,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Perubahan Harga BBM Dua Minggu Sekali Dinilai Tidak sehat

Jakarta, Aktual.co — Waktu pengumuman penaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar yang awalnya dilakuan satu bulan menjadi dua minggu tuai kritikan dari berbagai kalangan. Peneliti Ekonomi Indef, Imaduddin Abdullah mengungkapkan bahwa waktu perubahan harga dalam dua minggu justru menimbulkan masalah baru.

“Perubahan harga BBM dalam dua minggu terlalu fluktuatif. Dua minggu harga berubah, harga lain langsung naik,” kata Abdullah dalam diskusi bertajuk ‘pusing pala rakyat’ di Jakarta, Sabtu (4/4).

Sebaliknya kata Abdullah, jika harga minyak turun, harga lain justru belum tentu turun. Hal tersebut yang terjadi saat ini.

“Penaikkan BBM sampai satu-dua bulan sepertinya tidak menjadi masalah,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah kata Abdullah harus mengkaji kebijakan soal pengumuman harga premiun khusunya menjadi satu bulan sekali.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain