18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37139

Polisi Temukan Senapan M16 di Lokasi Baku Tembak

Jakarta, Aktual.co — Polisi menemukan dua senjata api laras panjang jenis M16 dan sebuah senapan rakitan di lokasi baku tembak antara polisi dan kelompok bersenjata di Pegunungan Sakina Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4), yang menewaskan satu orang.

“Senjata tersebut diduga kuat milik komplotan sipil bersenjata yang dipimpin Santoso. Saat ini, kami terus mengejar kelompok Santoso yang jumlah diperkirakan 12 orang,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis yang dihubungi dari Palu, Sabtu (4/4).

Belasan orang itu terendus aparat berkat laporan masyarakat yang melihat sejumlah orang asing sedang berada di gubuk milik petani. Warga tersebut kemudian melapor ke polisi, dan selanjutnya dilakukan pengejaran. Polisi awalnya meminta segerombolan orang asing tersebut untuk menyerahkan diri namun dibalas dengan tembakan dan lemparan bom rakitan. Kontak tembak akhirnya terjadi dalam waktu sekitar 45 menit, dan menewaskan satu orang dari kelompok bersenjata.

Kelompok bersenjata tersebut akhirnya melarikan diri ke tengah hutan. Diduga ada beberapa orang dari kelompok bersenjata yang terluka akibat baku tembak itu.

Saat ini jenazah korban penembakan sudah dievakuasi di RS Bhayangkara Palu yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi baku tembak. Saat ini sekitar 700 personel Brimob Kelapa Dua Mabes Polri masih berada di wilayah Sulawesi Tengah untuk membantu menangkap Santoso dan anak buahnya.

Sementara ribuan pasukan TNI juga masih menggelar latihan perang di sekitar Gunung Biru, Kabupaten Poso, yang diduga kuat adalah lokasi persembunyian Santoso dan kawanannya.

Akibat latihan perang tersebut, kelompok sipil bersenjata itu melarikan diri masuk hutan di wilayah Parigi Moutong hingga terendus aparat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Tetapkan Barnabas Suebe Sebagai Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) Lamusi Didi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan Detail Engineering Design(DED) PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Provinsi Papua.

“KPK kembali menetapkan BS (Barnabas Suebu) dan LD (Lamusi Didi) menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan Detail Engineering Design (DED) PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Provinsi Papua,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (4/4).

Sebelumnya Barnabas dan Lamusi sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan “Detailing Engineering Design” (DED) Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Mamberamo dan Urumka tahun anggaran 2009-2010 di Provinsi Papua.

“Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus yang sebelumnya untuk lokasi yang berbeda,” tambah Priharsa.

Dugaan kerugian negara dari perkara ini adalah sekitar Rp9 miliar.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara.

Ancaman pelaku yang terbukti melanggar pasal tersebut adalah pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

KPK sudah menahan kedua tersangka, bersama dengan seorang tersangka lagi dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan DED PLTA di Sungai Mamberamo dan Urumka tahun anggaran 2009-2010, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba sejak 27 Februari 2015.

Nilai proyek DED PLTA di Sungai Mambramo dan Urumka mencapai sekitar Rp56 miliar dengan kerugian negara senilai Rp36 miliar.

KPK menduga PT KPIJ melakukan penggelembungan harga proyek apalagi masih ada hubungan dengan Barnabas karena merupakan “inner cycle” dari Barnabas.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Satu Keluarga Tewas Bunuh Diri di Kediri

Jakarta, Aktual.co — Satu keluarga terdiri ayah ibu dan satu orang anak di Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, tewas dan diduga akibat disengaja atau bunuh diri.

“Kami masih tangani kejadian ini. Saat ini, korban semua korban sudah dibawa ke (RSUD) Bhayangkara, Kediri, untuk dilakukan visum,” kata Kepala Polsek Papar AKP Kamsudi di Kediri, Jumat (3/4) malam.

Ia mengatakan, korban ditemukan oleh tetangga yang mengaku curiga dengan kondisi rumah korban, Jumat malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Sudah ada dua hari lampu di rumah korban, Dusun Morangan, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, itu padam, baik siang ataupun malam.

Tetangga juga bertambah curiga, tercium bau busuk dan setelah dilakukan pengecekan, ternyata bau busuk itu berasal dari rumah korban.

Warga juga langsung melaporkan temuan itu ke kantor polisi dan petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek mengatakan, menemukan tiga orang di dalam rumah itu sudah dalam keadaan meninggal dunia. Mereka adalah Yudi Santoso (ayah), Fajar Retno (ibu), serta Ola, anak perempuan, yang masih berusia tujuh tahun.

Selain menemukan satu keluarga itu, polisi juga menemukan beberapa barang, seperti gelas, cangkir.

Dugaan sementara, mereka bunuh diri sekeluarga dengan meminum racun dan dari pemeriksaan awal, di tubuh korban tidak ditemukan luka bekas senjata tajam. Namun, petugas tidak menemukan sisa racun ataupun bungkus racun yang digunakan untuk bunuh diri itu.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan surat wasiat. Inti dari surat wasiat itu adalah pamitan dan meminta agar mereka dikuburkan dalam satu liang lahat.

Selain itu, isi dari surat itu juga petunjuk tentang uang yang bisa dimanfaatkan untuk memakamkan mereka. Selain itu, isi dari surat itu juga menerangkan tentang penyebab kejadian itu, karena masalah pekerjaan.

“Dugaan sementara karena dipicu masalah pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, rumah korban juga masih dipadati oleh warga. Mereka penasaran dengan kejadian tersebut. Rumah korban juga masih diberi garis polisi, demi mencegah mereka yang tidak berkepentingan masuk ke dalam rumah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PGN Teken HoA dengan PT Millenium Power Manfaatkan Gas Bumi

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melaksanakan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan PT Millenium Power (PT Millenium) tentang Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). PT Millenium Power merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik.

“Penggunaan gas bumi yang terbukti lebih ramah lingkungan, efisien dan aman, pembangkit listrik yang dioperasikan oleh PT Millenium diharapkan akan semakin kompetitif dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian Indonesia,” ujar Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Jumat (3/4).

PGN, lanjutnya, menyambut gembira kerjasama dengan PT Millenium Power untuk memasok gas bumi bagi kebutuhan pembangkit listrik. PGN berharap pemanfaatan gas bumi ini akan semakin memperkuat kemandirian energi nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Sesuai PJBG, Perusahaan Gas Negara (PGN) akan mulai menyalurkan gas bumi ke pembangkit listrik milik PT Millenium Power pada triwulan I tahun 2017 hingga akhir tahun 2024. Penyaluran gas bumi dilakukan secara bertahap dengan total kebutuhan gas sebesar 591 BBTUD.

“Untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional, Perusahaan Gas Negara akan terus bersinergi dengan para stakeholders dan pelaku usaha lain dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dengan pengalaman PGN selama 50 tahun membangun infrastruktur dan mendistribusikan gas bumi, Perusahaan Gas Negara telah membuktikan bahwa gas bumi mampu menjadi energi alternatif yang akan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian dan kesejahteraan Indonesia.

Kemajuan pembangunan infrastruktur ini disebut Dirut PGN Hendi Prio Santoso karena calo gas tak ada di lingkungan dan pengelolaan bisnis PGN. Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi. Apalagi masih menurutnya, korupsi tak ditolerir sedikit pun dalam organisasi PGN melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Sehingga gerak laju PGN dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaiknya,dengan biaya yang efisien. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas nya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemendagri Kritik Anggaran Hibah DKI ke Daerah Penyangga

Jakarta, Aktual.co —Anggaran hibah dari Pemprov DKI ke daerah penyangga menjadi salah satu poin yang mendapat kritikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab kucuran dana lebih menitikberatkan pada proyeksi pembangunan fisik saja. 
Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar Moenek berpendapat, semisal untuk penanganan banjir, daerah mitra seperti Bogor harusnya dapat mengupayakan pembangunan sumber daya air guna mencegah banjir. Karena banjir disebabkan rendahnya konservasi sumber daya air di kawasan BoPunJur (Bogor-Puncak-Cianjur). 
“DKI harusnya mendorong itu. Dengan memberi bantuan kepada Bogor sepanjang bisa menjaga keberlangsungan sumber daya air di BoPunJur. Dengan cara itu pengendalian banjir pak,” kritik Donny, kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam rapat pembahasan Rapergub di Kemendagri Kamis (2/4).
Sedangkan Pemprov DKI, kata Donny, seakan hanya fokus pada pembangunan fisik di daerah mitra untuk ‘menyebar’ beban ibukota saja. Namun masalah banjir yang sudah melekat dengan Jakarta seakan tidak dipedulikan. 
“Jangan bangun fisik dong. inikan seakan bangun fisik terus yang dikejar. Sepanjang di daerah atas harusnya juga ditanami tumbuhan hijau penyerap air. Tapi yang kita temukan justru pembangunan fisik,” ucap dia.
Kemendagri pun meminta dana hibah untuk daerah penyangga DKI lebih mendahulukan aliran air, ketimbang mengejar pembangunan infrastruktur.
Berikut kucuran dana hibah untuk daerah penyangga DKI. Masing-masing Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebesar Rp 67,4 miliar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanggerang Rp 100 miliar, Pemkot Bekasi Rp 98,1 miliar, Pemkot Tanggerang Selatan Rp 74,8 miliar dan Pemkab Tanggerang Rp 17,7 miliar. Total dana untuk bantuan tersebut adalah 358 miliar untuk tahun anggaran 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Cak Nun: ISIS Hanya Rekayasa Menguasai Timur Tengah

Jakarta, Aktual.co — Budayawan yang juga Kiai M.H. Ainun Najib atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun mengatakan gerakan radikal ISIS merupakan rekayasa dalam upaya untuk menguasai Timur Tengah.

“Semua itu rekayasa, ada yang membikin dan tidak mungkin gerakan itu menjadi ‘main stream’, karena apa mungkin orang sedunia menjadi ISIS semua,” katanya di Temanggung, Jumat (3/4) malam.

Ia mengatakan hal tersebut usai pentas bersama Kiai Kanjeng di Alun-Alun Temanggung dalam acara “Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng” yang diselenggarakan Pemkab Temanggung bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung.

Ia menuturkan yang mereka bunuh itu bukan orang kafir, tetapi yang mereka bunuh itu sesama orang Islam.

“Gerakan itu merupakan program permanen memecah belah Timur Tengah atau memecah belah Islam sehingga mereka rapuh,” katanya.

Kalau sudah rapuh, katanya maka diambil minyaknya seperti Irak.

“Syiria ini sulit diambil maka dibuatlah ISIS, jadi itu hanya orang merampok, sama dengan Indonesia hanya dirampok.

Acara “Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng” dihadiri ribuan warga Temanggung, khususnya para petani tembakau.

Panitia “Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng” Agus Setiawan menuturkan Cak Nun merupakan sosok yang memiliki perhatian serius terhadap kedaulatan, baik kedaulatan bangsa maupun kedaulatan individu.

“Acara ini untuk belajar kedaulatan secara lebih luas dan mendalam sekaligus sekaligus bermujahadah menyambut masa tanam tembakau,” katanya.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini pemahaman masyarakat tentang kedaulatan semakin kuat.

“Sektor budidaya tembakau yang menjadi sumber kehidupan warga Temanggung sedang disudutkan dengan isu-isu kesehatan yang diimpor dari luar. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah semakin memberikan berbagai batasan bagi berkembangnya sektor budidaya tembakau,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain