16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37163

Puluhan Lukisan Karya Penyandang Autisme Dipamerkan di Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 30 lukisan karya tiga remaja penyandang autisme dipamerkan di Surabaya sebagai bentuk upaya memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa penderita memiliki karya nyata di bidang seni.

“Hasil karya mereka layak diapresiasi, dan ini merupakan upaya mendekatkan wacana peduli autisme kepada masyarakat,” ujar ketua panitia pameran Vika Wisnu, di sela pameran yang berlangsung di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (2/4).

Pameran bertajuk “Art for Autism” tersebut, merupakan hasil karya Burhanudidin Muslim Rabbani asal Bandung, Ivan Ufuq Isfahan asal Solo, dan Garry Solaeman asal Jakarta.

Dikatakan Vika, jika ada yang berminat dengan lukisan-lukisan tersebut, pengunjung bisa membeli dan hasilnya akan didonasikan oleh pelukis kepada yayasan Advokasi Sadar Autisme (ASA) untuk dimanfaatkan bagi pelaksanaan program sadar autisme lainnya.

“Salah satu kegiatan lain yakni menggelar pelatihan gratis bagi guru pendamping. Ada juga penampilan bakat seni penyandang autisme dan diskusi berkaitan dengan penanganan autisme dari sisi pendekatan seni,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pameran yang berlangsung mulai 2-5 April tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Hasil pameran dua periode sebelumnya, lanjut Vika, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat, orang tua, terapis, para pemerhati serta penyandang autisme sendiri.

“Semoga kegiatan tahun ini lebih meriah dan membuktikan bahwa penyandang autisme bisa menghasilkan karya yang sangat luar biasa,” katanya.

Pihaknya juga meminta maaf karena ketiga pelukis berusia 17 tahun tersebut belum bisa hadir di arena pameran karena ada kegiatan di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Arina Habaidillah mengaku kagum dengan lukisan-lukisan yang dihasilkan para penyandang autisme, dan menilai karyanya tidak kalah dengan seniman normal lainnya.

“Ini bukti bahwa penyandang autisme bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Meski memiliki keterbatasan, tapi dibalik semua itu pasti ada hikmahnya,” ucapnya.

Menurut dia, lukisan-lukisan yang dipamerkan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya penyandang autisme, bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fahmi Bantah Sebut Pimpinan Komisi E Tahu Pengadaan UPS

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Komisi E DPRD DKI, Fahmi Zulfikar Hasibuan membantah pernah mengatakan seluruh pimpinan Komisi E DPRD DKI di periode 2009-2014 tahu seluk beluk pengadaan uninterruptible power supply (UPS). 
“Saya tidak mengatakan seperti itu,” kata Fahmi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (2/4).
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hanura itu berdalih pernyataan yang dilontarkannya kepada wartawan terkait UPS, hanya  rekomendasi untuk menelusuri ‘history’ rapat di periode itu saja. “Saya hanya menyarankan investigasi saja di Sekwan (sekretariat dewan) kapan rapat Banggar (Badan Anggaran) dan rapat kerjanya,” ujar dia.
Sebelumnya, Fahmi diketahui menyebut seluruh pimpinan Komisi E mengetahui persis tentang pengadaan UPS yang masuk di APBD-Perubahan DKI 2014 yang kini tengah disidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. “Soal UPS itu periode lalu, pemimpin komisi bukan saya. Saya masih anggota. Prosesnya yang lebih tahu itu pimpinan,” ucap Fahmi, Rabu (1/4) kemarin. 
Karena cuma anggota, Fahmi mengaku tidak tahu detil mata anggaran yang dibahas Komisi E. Kata dia, Ketua Komisi E saat itu adalah Firmansyah, Wakil Ketua Komisi Igo Ilham dan Sekretaris Komisi Sarianta Tarigan. “Semua mereka tahu,” ujar dia. 
Ketiganya kini sudah tidak lagi duduk di DPRD DKI periode 2014-2019. Secara umum, Fahmi mengatakan anggaran UPS masuk melalui usulan eksekutif. 

Artikel ini ditulis oleh:

HMI Jateng: Penutupan Situs Islam Bungkam Perkembangan Khasanah Islam

Semarang, Aktual.co — Penutupan situs Islam oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nasional (BNPT) melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, terus menuai kritik dari masyarakat.

Kali ini kritikan itu datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menilai Kemenkominfo dan BNPT tak sepatutnya melakukan penutupan situs tersebut, karena merupakan bentuk pembungkaman terhadap perkembangan khazanah ilmu keislaman.

“Walau bagaimanapun, menutup situs-situs Islam yang dianggap berbau fundamental itu mempersempit ilmu pengetahun. Muatan materi di situs tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pembanding wacana dan untuk memperluas khazanah keislaman,” ucap Ketua Badko Kohati HMI Jateng-DIY, Siti Nur Malikha saat dihubungi per telepon, di Semarang, Kamis (2/4).

Ia mengatakan upaya pencegahan terorisme tidak perlu menutup situs Islam, melainkan dapat melalui pendidikan. Tataran lembaga pendidikan salah satunya dengan cara memperkuat peranan lembaga pendidikan dan menanamkan faham kebangsaan agar masyarakat terdidik untuk hidup rukun, saling menghormati antar sesama dan tidak membedakan antar golongan tertentu.

Lebih lanjut, terorisme yang ada di Indonesia bahkan dunia, tidak didasari faktor agama semata, melainkan faktor ekonomi, wilayah kekuasaan, strata sosial dan bisa saja terorisme sengaja diciptakan oleh penguasa dengan maksud tertentu.

Artikel ini ditulis oleh:

Benteng Jepang di Bukit Ketapang (5): Ada Upaya Lindungi Situs Sejarah

Medan, Aktual.co — Terkait Benteng-benteng peninggalan Jepang di wilayah Sibolga, Sumatera Utara,  Pasintel Lanal Sibolga Kapten Laut (E) Arief S melalui Doy Wijaya,  anggota Sekretariat Lanal Sibolga mengatakan seharusnya memang ada upaya melindungi situs sejarah itu. Pihaknya sendiri, lanjut Doy, beberapa tahun lalu pernah berencana menjadikan Benteng-benteng di Bukit Ketapang itu sebagai pos.

“Sisi itu justru tidak bisa dilihat bangsa kita sendiri, tidak diperkuat, benteng itu sebetulnya bisa dimanfaatkan. Pernah ada ide menjadikan benteng itu sebagai Pos, ya tiga tahun lalu. Tapi sekarang tidak ada denyut-denyut itu lagi. Ya memang membutuhkan antusiasme berbagai pihak, ‘Sense of Responsibility’,” kata Doy.

Doy mengungkapkan, jika dilakukan penggalian atau penelitian lebih jauh terhadap Benteng-Benteng itu, bukan tidak mungkin sejumlah fakta sejarah baru soal kehadiran Jepang di Sibolga akan terungkap.

Misalnya apakah Benteng-Benteng itu terhubung oleh terowongan, sebagaimana lazimnya Benteng milik Jepang. Atau juga soal apakah masih terdapat sisa persenjataan perang yang ditinggalkan Jepang saat meninggalkan Sibolga.

“Soal terowongan, masih misterius. Saya yakin pemerintah Jepang tahu dimana letak-letak persenjataan mereka di Samudra Pasifik dan Samudra Indonesia. Tapi ya sampai sekarang tidak terkuak,” tukas Doy.

Tak heran, lanjut Doy, belum adanya penelitian lebih jauh soal Benteng-Benteng itu menjadikan sejumlah fakta belum terungkap hingga saat ini.  

“Status pangkalan angkatan di Sibolga termasuk pemimpin armada tidak belum diketahui. Sangat minim disini sumber-sumber itu, dan pelaku sejarah sudah banyak meninggal dan sangat sedikit penggalian soal itu,” katanya lagi.

Soal usulan untuk menjadikan Benteng-Benteng Ketapang sebagai cagar Budaya, Doy mengapresiasi niatan itu. Menurutnya, tak hanya soal kelestarian sejarah, namun keberadaan Benteng dapat membantu mengalihkan kecenderungan buruk generasi muda.

“Sangat antusias sekali, karena dari segi kekokohannya kuat sekali, padahal sudah digerus oleh waktu, kualitasnya sangat kuat. Ya termasuk juga generasi muda, selama ini mencari rekreasi ke tempat yang agak ‘miring’, siapa tau dengan adanya monumen-monumen itu bisa mengalihkan kecenderungan buruk itu, sadar cinta tanah air,” tandasnya. (Bersambung…….)

Artikel ini ditulis oleh:

Miliki 2 KG Sabu, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co —  Dua tersangka kasus narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur, yakni Ans bin Sns (33 tahun) dan Rd bin Isr (32 tahun) terancam dihukum seumur hidup hingga hukuman mati karena kepemilikan jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim Brigadir Jenderal Polisi drg Agus Gatot Purwanto di Samarinda, Kamis (2/4), menegaskan kedua tersangka itu yang merupakan jaringan pengedar internasional dan ancaman hukumannya dipastikan berat jika melihat kategori barangnya cukup besar.
“Keduanya dijerat pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2 juncto 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” katanya didampingi Kasi Penyidikan, Penindakan dan Pengejaran BNN Kaltim Komisaris Polisi Muhammad Daud dan Kasi Intelijen Kompol I Made Sukajana.
Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga April 2015, BNN Kaltim telah membongkar sejumlah kasus narkoba dan menyita barang bukti sebanyak 2,3 kilogram sabu-sabu dan 300 butir ekstasi dengan tersangka sebanyak 24 orang.
Untuk tersangka Ans dan Rd, mereka ditangkap pada 20 Februari 2015 pukul 17.00 Wita di Jalan Adam Malik, Samarinda. Sabu-sabu yang dibawa kedua tersangka dikirim dari Malaysia melalui Nunukan dan masuk ke Tarakan, kemudian menggunakan pesawat ke Bandara Balikpapan.
Kemudian untuk kasus ekstasi 300 butir ditambah sabu-sabu seberat 45,88 gram dengan tersangka EK alias Kucik (49 tahun) dan SG alias Nduk (49 tahun), kedua tersangka kini ditahan di BNN Samarinda.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kalahkan Rekan Senegara, Hendra/Ahsan Lolos ke Perempat Final Malaysia Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melangkah ke perempat final turnamen Malaysia Terbuka 2015, setelah memenangkan pertandingan melawan rekan senegara, Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan, dengan skor 21-18 dan 21-18.

“Kami sudah sama-sama tahu bola-bola mereka karena lawan adalah teman sendiri dan sering bertemu saat latihan. Jadi, tinggal siapa yang siap di lapangan aja,” kata Hendra, dikutip dari laman resmi PBSI, Kamis (2/4).

Dalam pertandingan yang digelar di Pura Stadium Kuala Lumpur, Malaysia, Hendra/Ahsan hanya membutuhkan waktu 29 menit untuk mengalahkan pasangan muda tersebut.

Ahsan mengatakan tetap bermain mewaspadai permainan Andrei/Aprida meski telah mengetahui gaya permainan pasangan non-pelatnas PBSI itu.

“Kami tetap harus waspada, karena siapapun lawan bisa menjadi ganjalan dan saling mengalahkan,” kata Ahsan.

Pada babak perempat final, Hendra/Ahsan akan melawan pasangan hasil pertandingan antara Markis Kido/Agripinna Primarahmanto Putera dan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.

“Pasangan Jepang mungkin lebih unggul. Tapi, Markis/Agripinna juga bisa menang. Siapapun lawan nanti, kami harus lebih siap lagi aja. Kemungkinannya bisa ramai,” kata Hendra.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain