16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37169

Mabes Polri Ungkap Peredaran Narkoba di Apartemen Green Cempaka

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Tindak Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika di Apartemen Green Pramuka, di Jalan A.Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dari hasil pengungkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti 6,7 Kg shabu dan 8,703 butir pil ekstasi. 
Direktur IV Narkoba Mabes Polri, Brigjend Anjan Pramuka, mengatakan bahwa terungkapnya peredaran tersebut bermula saat penangkapan dilakukan pada 17 Maret dan 24 Maret 2015. “Penangkapan pertama menciduk Vikri, Febri, Agung dan Andrie, dengan barang bukti 6,7 kg sabu dan 6.700 butir ekstasi,” katanya, Kamis (2/4). 
Dikatakan Anjan mendapatkan informasi pihaknya langsung melakukan pengembangan dan kemudian menangkap Robert dan Hendry. “Dalam penangkapan kedua, kita menemukan 2.003 ribu butir ekstasi sehingga total 8.703 pil,” tambahnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Rumah Potong Hewan Makassar Tidak Steril

Makasar, Aktual.co — Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) kota Makassar, Rahman Bando mengatakan, Rumah Potong Hewan (RPH) kota Makassar yang berlokasi di Antang kecamatan Manggala dianggap sangat tidak layak  baik dari segi infrastruktur maupun dari segi sterilisasi teknis pemotongan yang merupakan salah satu Perusahaan Daerah (Perusda)  tersebut.
“Jauh dari standarisasi, tidak sehat dan tidak steril,” katanya di Makassar, Kamis (2/4)
Menurutnya, kondisi bangunan infrastruktur maupun sarana dan prasarana yang ada ditempat penyembelihan hewan menjadikan RPH tersebut menghasilkan daging yang tidak higinies. Pasalnya, dari segi teknis pemotongan saja sangat melenceng.
“Misalnya sapi yang sudah diperiksa oleh dokter hewan digabung kembali dengan sapi yang baru saja didatangkan oleh petugas RPH,” ungkapnya.
Rahman menjelaskan, menanggapi kondisi tersebut pihaknya telah melayangkan surat beberapa bulan lalu ke direktur RPH terkait kekurangan yang ada ditempat tersebut dan mengusulkan  agar ada upaya perbaikan standarisasi rumah potong hewan tersebut. 
Lebih lanjut, Rahman memaparkan jika  di RPH Antang sendiri memang tidak memiliki  holding ground atau tempat pemeriksaan hewan yang memadai sebelum disembelih. Selain itu RPH tersebut tidak mempunyai timbangan serta alat menggantung daging sesaat setelah disembelih.
“Idealnya kan setiap ada  penyembelihan, itu harus digantung tetapi di RPH Antang itu tak memiliki alat penggantung tersebut. Alhasil saat daging sapi dikuliti di lantai, maka dipastikan daging akan mudah terkontaminasi dengan bakteri,” paparnya.
Olehnya, DKP3 meminta  kepada Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk segera mencanangkan konsep Pasar Tradisional Modern Terintergrasi, yakni membuat RPH bisa lebih produktif dengan pemenuhan standarisasi sesuai aturan dari pemerintah pusat.
Senada dengan itu, Dokter Hewan M Ridwan Gaffar dari kantor DKP3 bidang peternakan, mengatakan kondisi di RPH Antang itu sangat tidak layak lagi jika dikaitkan dengan  UU nomor 18 dan Permendag nomor 13 2010 serta peraturan pemerintah tahun 2012 yakni bagaimana rumah potong hewan itu harus lebih steril dan produktif, dengan mengedepankan kebersihan serta sarana dan prasarana yang seharusnya dimiliki setiap RPH.
Muh Ridwan menjelaskan, berbagai macam penyakit akan ditimbulkan  akibat penyembelihan yang digelar dilantai.
“Itu bisa menyebabkan diare, pusing dan muntah. Hal itu disebabkan karena bakteri yang menyebar di lantai penyembelihan hewan tersebut,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perusahaan Farmasi Merck Raup Laba Rp181 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan farmasi dan kimia asal Jerman, PT Merck Tbk meraup laba kompehensif sepanjang 2014 sebesar Rp181 miliar atau tumbuh tiga persen dibanding 2013 sebesar Rp175 miliar.

“Ini merupakan keberhasilan kami membukukan kinerja yang melampaui pasar secara umum pada 2014,” kata Direktur Utama Merck, Martin Feulner pada paparan publik di Jakarta, Kamis (2/4).

Emiten berkode saham MERK itu sepanjang 2014 meraih penjualan sebesar Rp1,2 triliun, dengan laba usaha sebesar Rp242 miliar. Hingga 2014 total aset MERK terkumpul Rp716,6 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp595,3 miliar dan aset tetap dan tidak lancar Rp121,3 miliar.

Feulner menjelaskan Merck pada 2014 telah melakukan beberapa reorganisasi perseroan yang mempengaruhi laju bisnis perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia itu.

Perubahan struktur perseoran itu menyusul penerapan peraturan pemerintah yang mengakhiri peran Merck sebagai distributor produk bahan kimia sejak pertengahan 2013. Divisi Kimia selama ini telah menjadi salah satu kontributor penting bagi perseroan.

“Meski demikian, kami masih bertanggung jawab terhadap pengelolaan beberapa produk kimia, seperti bahan baku, bahan kimia berbahaya, bahan prekursor, etanol dan alat-alat kesehatan,” ujarnya.

Perseroan kini bertumpu pada dua divisi Divisi Kesehatan Konsumen dan Divisi Obat Resep Merck Serono.

Direktur Merck Sereno, Evie Yulin mengklaim divisi obat resep bertumbuh 15 persen atau hingga lima kali lipat dibandigkan industri, yang tumbuh 3,0 persen. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci mengenai proyeksi petumbuhan sepanjang 2015.

“Pada 2014, kebijakan pemerintah melalui BPJS yang juga memasukkan produk kami ke dalamnya, menjadi ‘driver’ pertumbuhan kami,” ujar dia. Sementara Divisi lainnya, yakni Kesehatan Konsumen mencatatkan pertumbuhan sebesar 14 persen.

Selain mengandalkan dua divisi tersebut, Merck juga akan memperluas pasar ekspor hingga ke Timur Tengah dan negara-negara Asia Selatan. Pada 2014, Merck telah mengirim produknya ke Yunani dan negara-negara Karibia.

“Komposisinya ekspor bisa 40 persen, sementara 60 persen untuk pasar lokal,” kata Direktur Pabrik Arryo Aritrixso.

Pada perkembangan lain, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyepakati perombakan jajaran direksi dan komisaris. Bradley David Simpson diangkat sebagai komisaris utama, menggantikan Peter Ulrich Mannheimer dan Arryo Aritrixso sebagai direktur independen perseroan.

Pemegang saham juga setuju mempertahankan Martin Feulner sebagai Direktur Utama serta Bambang Nurcahyo, Evie Yulin dan Holger Guenzel sebagai anggota direksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wagub DKI Resmikan Rumah Sakit Type D

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan sebanyak 15 Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe D yang sebelumnya merupakan Puskesmas Kecamatan.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di RSU Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (2/4) dengan menandatangani prasasti pembangunan 15 RSU tipe D.

“Perubahan sistem kesehatan menjadi rumah sakit Tipe D itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan masyarakat,” kata Djarot saat peresmian 15 RSU tipe D di RSU Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Menurut dia, RSU Tipe D akan fokus terhadap pelayanan dasar, di antaranya kebidanan, dokter anak, bedah ringan dan penyakit dalam. Sehingga, ditempatkan dokter spesialis di rumah sakit tersebut untuk melayani masyarakat.

“Selain itu, dalam pelayanannya juga tidak boleh ada perbedaan kelas. Artinya, seluruh pasien harus dilayani sebaik-baiknya. Oleh karena itu, saya minta semua petugas kesehatan melayani dengan sepenuh hati,” ujar Djarot.

Sebanyak 15 puskesmas kecamatan yang baru diresmikan menjadi RSU tipe D pada hari ini tersebar di lima wilayah ibukota. Di wilayah Jakarta Pusat, yakni Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Puskesmas Johar Baru dan Puskesmas Kecamatan Kemayoran.

Di wilayah Jakarta Selatan, antara lain Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Puskesmas Kecamatan Tebet, Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan dan Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan.

Selanjutnya, di wilayah Jakarta Timur, di antaranya Puskesmas Kecamatan Kramatjati dan Puskesmas Kecamatan Ciracas. Di Jakarta Barat, yaitu Puskesmas Kecamatan Kembangan dan Puskesmas Kecamatan Kalideres.

Di wilayah Jakarta Utara, puskesmas kecamatan yang telah diresmikan menjadi RSU tipe D, antara lain Puskesmas Kecamatan Koja, Puskesmas Kecamatan Cilincing dan Puskesmas Kecamatan Pademangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemerintah Diminta Komitmen Jalankan Reformasi Birokrasi

Jakarta, Aktual.co — Universitas Indonesia mendesak pemerintah agar serius dengan komitmen untuk menjalankan reformasi birokrasi secara nasional dan membangun tata kelola pemerintahan dengan baik.
“Kami mendeklarasikan desakan pada pemerintahan Jokowi dan JK untuk menjalankan komitmennya menjalankan reformasi birokrasi dan membangun tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Guru Besar Fisip UI Eko Prasojo, di Kampus Universitas Indonesia Depok, Kamis (2/4).
Desakan yang dideklarasikan UI tidak hanya tertuju pada pemerintah (presiden dan kabinetnya) tetapi juga kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan masyarakat umum di Indonesia.
Eko menyebutkan setidaknya ada tiga desakan untuk presiden, antara lain mendesak untuk menyempurnakan ‘grand design’ reformasi birokrasi sejalan dengan pengembangan sistem merit, memperkuat institusi pengelola reformasi birokrasi nasional yang melibatkan para pemangku kepentingan.
“UI mendesak presiden untuk memberikan dukungan politik pada Komisi Aparatur Sipil Negara agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Universitas Indonesia Berharap Polisi Ungkap Kematian Akseyna Dori

Jakarta, Aktual.co — Universitas Indonesia mengharapkan Kepolisian Resor Kota Depok mengusut tuntas tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori berdasarkan bukti dan saksi.

“Saat ini, segenap warga UI terus berdoa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan, serta mendukung agar upaya penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib segera menemukan jawaban,” kata Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI Rifelly Dewi Astuti di kampus UI Depok, Kamis (2/4).

Menurut dia, rasa duka masih menyelimuti keluarga besar Universitas Indonesia (UI) atas wafatnya almarhum Akseyna Ahad Dori mahasiswa program studi Biologi FMIPA UI. Duka yang mendalam tentunya jauh lebih dirasakan oleh keluarga almarhum khususnya kedua orangtua almarhum.

“Untuk itu, kami selaku wali bagi para mahasiswa yang tengah mengenyam studi di UI, mengharapkan kesabaran seluruh pihak dalam menantikan selesainya proses penyidikan yang sepenuhnya tengah dijalankan oleh tim kepolisian,” katanya.

Ia memohon bantuan semua pihak untuk bersikap arif dan bijaksana dalam penyebaran informasi, khususnya dalam mengemas berita dan judulnya terkait kematian almarhum,” katanya.

Dikatakannya segala bentuk penyebaran informasi yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan akan memberikan dampak buruk bagi pihak keluarga almarhum yang membacanya.

Sebelumnya sesosok mayat mengambang ditemukan di Danau Kenanga UI tanpa identitas dengan luka memar. Pada mayat tersebut ditemukan tas ransel berisi batu bata diduga untuk membuat jenazah korban tenggelam. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket bertuliskan Universitas Indonesia.

Almarhum Akseyna ditemukan wafat dan jenazahnya mengapung di Danau Kenanga UI pada Kamis (26/3) pukul 09.55 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain