16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37170

Menteri Anies: UN CBT Lebih Hemat Dibanding Ujian Kertas

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan pengerjaan soal Ujian Nasional 2015 dengan sistem “computer based test” lebih hemat waktu 30 menit dibandingkan ujian menggunakan kertas.

“Dengan ujian nasional CBT lebih cepat jadi lebih hemat waktu,” kata Anies Baswedan ketika meninjau uji coba pelaksanaan UN CBT di SMK/SMA Putra Bangsa Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (2/4).

Dalam peninjauan tersebut Anies didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila dan beberapa staf Dinas Pendidikan dan guru.

Ia mengatakan biasanya siswa mengerjaan soal selama dua jam tetapi dengan menggunakan UN CBT hanya 1,5 jam. Selain itu katanya soal-soal juga tidak akan bocor dan siswa tidak bisa mencontek, karena setiap siswa soalnya berbeda-beda.

Kemendikbud akan melakukan uji coba Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN CBT) di 585 sekolah yang ada di 26 provinsi.

Ujian dengan sistem CBT katanya telah diantisipasi misalnya jika komputer rusak atau hang maka pengerjaannya dapat dilanjutkan kembali seseuai dengan pengerjaan lanjutannya. “Kalau sudah mengerjakan 30 soal dari 100 soal maka ketika komputer hidup tinggal melanjutkan kembali, karena ada sistem langsung merekam,” katanya.

Dari hasil tinjauan tersebut mendikbud juga mendapat masukan yaitu anak-anak tetap meminta kertas coret-coretan tetap ada.

Untuk tingkat SMA ujian nasional dilaksanakan pada 13-15 April 2015. Kemendikbud melakukan uji coba UN berbasis komputer (UN CBT) di 585 sekolah yang ada di 26 provinsi di 140 kabupaten/kota dengan total sekolah 42 SMP, 138 SMA dan 405 SMK.

Dikatakannya penerapan ujian nasional dengan UN CBT dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kesiapan setiap daerah. “Kalau ada permasalahan tentunya kita sempurnakan,” katanya.

Ia mengingatkan pelaksanaan UN CBT jangan dimanfaatkan untuk pengadaan komputer baru, karena pengadaan komputer untuk dimaksudkan untuk pembelajaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pelapor Sebut Bareskrim Lamban Tangani Kasus Penghinaan Menkopolhukam

Jakarta, Aktual.co — Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno di media massa.
“Saya ke sini untuk diperiksa sebagai saksi pelapor atas laporan saya terkait Menkopolhukam,” kata Tigor, di Gedung Bareskrim, Jakarta, Kamis.
Pemeriksaan tersebut, merupakan pemeriksaan kedua yang dijalani Tigor sebagai saksi dalam kasus itu. “Katanya barang buktinya masih kurang terkait berita-berita di media massa,” katanya.
Pihaknya menilai Bareskrim lamban dalam melakukan penyidikan kasusnya. Ia berharap dengan keterangan yang ia sampaikan hari Kamis tersebut, bisa mempercepat penyidik untuk menuntaskan kasus itu.
“Saya berharap laporan ini cepat diproses, karena sampai sekarang Menteri Tedjo belum juga dipanggil. Kelihatannya Bareskrim ini lamban memproses laporan,” katanya.
Sebelumnya Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), melaporkan Menkopolhukam Tedjo Edhy ke Bareskrim Polri, terkait pernyataannya yang menyebut sejumlah warga masyarakat yang menggelar aksi dukungan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan rakyat “tidak jelas”.
“Kami menganggap Pak Tedjo sebagai menteri telah menghina rakyat Indonesia,” kata Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (26/1).
Tedjo dilaporkan dengan nomor laporan TBL/52/I/2015/Bareskrim. Ia disangkakan telah melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP terkait penghinaan dan pencemaran nama baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wagub Djarot Ingin Pasar Blok G Tanah Abang Ramai Pengunjung

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan pembongkaran terhadap bangunan Pasar Blok G Tanah Abang dilakukan semata-mata untuk membuat pasar tersebut semakin ramai.

“Karena prinsip kita adalah bagaimana caranya membuat Pasar Blok G ramai, bermanfaat bagi pengunjung. Selain itu juga sekaligus bisa menjadi andalan,” kata Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, Kamis (2/4).

Oleh karena itu, dia pun mengaku sangat mendukung rencana Pemprov DKI melakukan pembongkaran bangunan Pasar Blok G Tanah Abang untuk kemudian diperbarui kembali.

“Apalagi kalau ada jembatan-jembatan yang saling menghubungkan Blok G dengan blok-blok lain yang terdapat di kawasan Pasar Tanah Abang. Ini pasti bagus,” ujar Djarot.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan proyek pembaruan Pasar Blok G Tanah Abang tersebut akan dilaksanakan melalui mekanisme lelang bagi pihak-pihak pengembang swasta.

“Jadi, nanti proyek Pasar Blok G itu akan kita lelang. Kita tawarkan kepada perusahaan-perusahaan pengembang. Waktunya belum bisa kami pastikan, sekarang masih dihitung-hitung, tapi pasti tahun ini,” tutur Basuki.

Melalui mekanisme lelang, dia mengungkapkan, maka perusahaan pemenang akan mempunyai hak pengelolaan pasar selama beberapa tahun. Namun, sesuai kesepakatan, hak kepemilikan dan pengelolaan nantinya akan dikembalikan kepada Pemprov DKI.

“Dengan menggunakan sistem lelang, artinya kita tidak akan mengeluarkan uang untuk melakukan perbaikan. Hanya saja, pembagian keuntungannya masih harus diperjelas lagi,” ungkap Basuki.

Pembongkaran Pasar Blok G Tanah Abang dilakukan mengingat suasana pasar yang kerap kali sepi pengunjung semenjak diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Putusan Sela PTUN Ancam Posisi Yasonna

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, menyebut bahwa keputusan sela PTUN, menjadi peringatan keras bagi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Menurutnya, ini adalah kedua kalinya putusan Yasonna yang dimentahkan PTUN. Apalagi, keputusan tersebut sudah mendapat dukungan dari presiden.
“Tentunya ini menjadi gambaran jelas bagaimana kinerja sebenarnya dari pemerintahan Jokowi-JK. Putusan sela PTUN ini menjadi warning keras bagi menkumham dan Jokowi,” kata Jajat, Kamis (2/4).
kekeliruan yang dilakukan ini menjadi catatan buruk di era pemerintahan Jokowi-JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina: Pelabuhan Cilamaya Ganggu Hajat Orang Banyak

Jakarta, Aktual.co —   PT Pertamina (Persero) menyambut gembira keputusan pemerintah yang akhirnya membatalkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, mengingat terdapat banyak pipa milik Pertamina yang tertanam di kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan, pipa-pipa gas tersebut akan terganggu kinerjanya bila ada pembangunan pelabuhan Cilamaya, ditambah, pipa-pipa tersebut berhubungan dengan hajat hidup orang banyak di sektor energi.

“Kami (Pertamina) sejauh ini ikut saja apa kata pemerintah,” ujar Dwi kepada wartawan di Cilamaya, Jawa Barat, Kamis (2/4).

Dwi mengungkapkan, dirinya sepakat jika pada akhirnya diputuskan untuk membangun pelabuhan di wilayah Subang atau Indramayu.

“Kita setuju. Lebih aman kalau di Subang atau di Indramayu. Perhitungannya, lebih enggak membahayakan infrastruktur ONWJ, pipa dan platform juga akan aman,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemendagri Tak Percaya Proyeksi Pendapatan DKI Dari Pajak Hiburan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dibuat geleng-geleng dengan kebijakan proyeksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah kepempinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek tampak tak percaya dengan proyeksi pendapatan Pemprov DKI Jakarta dari pajak hiburan.
“Pajak hotel 2,3 Triliun, Pajak restoran 2,7 Triliun, Pajak hiburan 1 Triliun. Pak bu tolong dicermati  benarkan pajak hiburan hanya 1 Triliun,” Kerut Donny dalam rapat pembahasan Ranpergub di Kantor Kemendagri, Kamis (2/4).
Dengan tegas Donny menyatakan ada kemungkinan kebocoran (potential loss) dari sektor pendapatan pajak bidang hiburan tersebut.
“Sekian klab malam. Sekian spa. Panti pijit. Tolong pak bener ga ne pajak hiburan 1 Triliun Nanti kita bedah secara statistik,” tegas Donny.
Selain meminta Pemprov memperbaiki proyeksi yang dianggapnya tidak masuk akal tersebut, Donny juga meminta DPRD DKI Jakarta untuk mengawasi kinerja dan kebijakan anggaran pemprov agar tidak menyimpang.
“Pak dewan ayo dong pak dewan ini fungsi pengawasan bapak ini,” keluh Donny kepada Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yanh turut hadir dalam rapat pembahasan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain