16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37174

Rupiah Ditutup Menguat 47 Poin ke Rp13.001

Jakarta, Aktual.co —   Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 47 poin menjadi Rp13.001 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.048 per dolar AS.

Analis mengatakan indeks mata uang dolar AS terhadap serangkaian mata uang utama dunia cenderung melemah, termasuk rupiah menyusul tenaga kerja dan manufaktur AS yang hasilnya kurang menggembirakan.

“Data pekerjaan AS yang lemah itu cukup berdampak negatif terhadap dolar AS,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (2/4).

Ia mengemukakan bahwa data upah non-pertanian (Non-farm Payrolls) versi Automatic Data Processing (ADP) mengalami penurunan di kisaran 200 ribu pekerja. Selain itu, dolar AS juga tertekan karena data “ISM Manufacturing AS” yang dirilis di bawah perkiraan.

Menurut dia, data ekonomi AS yang tidak sesuai proyeksi analis itu juga memunculkan ekspektasi Bank Sentral AS (the Fed) akan menahan lebih lama lagi kenaikan suku bunga acuannya.

Saat ini, lanjut dia, pelaku pasar sedang menanti data Neraca Perdagangan AS bulan Februari, ekspektasinya akan terjadi penurunan defisit meskipun kecil. Selain itu, AS akan merilis data tenaga kerja mingguan yaitu data klaim tunjangan pengangguran.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan bahwa kenaikan rupiah masih bersifat jangka pendek menyusul akan dirilisnya beberapa data ekonomi Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Jika data AS itu mengalami peningkatan maka dolar AS berpotensi kembali bergerak menguat.

“Itu bisa berdampak negatif bagi rupiah karena dapat memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (2/4) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.000 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (1/4) di posisi Rp13.043 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengacara SDA Sebut Kinerja KPK Amburadul

Jakarta, Aktual.co — Salah satu anggota tim kuasa Hukum Suryadharma Ali, Johnson Panjaitan menuding kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menetapkan tersangka tidak profesional. Menurutnya, setelah ada penetapan baru kemudian KPK mencari kesalahan tersangka belakangan.
“Fokusnya adalah KPK ternyata main sulap, netapin orang sebagai tersangka. Udah ada akibatnya, baru cari-cari sekarang. Ini memperlihatkan bahwa bagaimana kerja profesional KPK itu ternyata dalam kasus klien saya sama sekali amburadul,” kata Johnson di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/4).
Dia menilai, KPK terburu-buru dalam menerapkan pasal yang disangkakan kepada kliennya. Sehingaa lembaga antirasuah itu terkesan mengabaikan undang-undang  sebagaina mestinya.
“Secara khusus, dengan tuduhan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3, itu harus ada dulu kepastian kerugian negaranya. Baru ditetapkan sebagai tersangka. Bukan dibalik begitu. Sayangnya diproses ini kita enggak mau melakukan proses pembuktian poltik. Seperti yang dilakukan pak Budi Gunawan,” ungkapnya.
Menurutnya, KPK harus menghitung kerugian negara sesuai prosedur UU dan hasil audit investigasi. “Bukan hasil matematika atau sempoa di jalanan sana yg dilakukan oleh penyidik,” katanya.
Johnson menambahkan, tak hanya kliennya yang menjadi korban terkait penetapan tersangka oleh komisi antirasuah tersebut. “Dan ternyata itu bukan hanya dilakukan terhadap klien saya. Ada 36 berkas lagi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pertamina: Pemindahan Pelabuhan Cilamaya Atas Instruksi Wapres JK

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memutuskan untuk membatalkan pembangunan pelabuhan Cilamaya dan memindahkan lokasi pembangunan pelabuhan ke lokasi yang lebih jauh ke timur. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam.

“Setelah Pak Wapres melihat kondisi operasi Offshore North West Java (ONWJ), melihat platform di sana, maka beliau memutuskan untuk menggeser lokasi pembangunan pelabuhan Cilamaya ke daerah yang lebih timur,” kata Syamsu kepada wartawan di Cilamaya, Jawa Barat, Kamis (2/4).

Seperti diketahui, rencana tersebut dibatalkan setelah Pemerintah beserta pejabat terkait menggelar rapat mengenai proyek Pelabuhan Cilamaya.

Dalam rapat yang digelar di Kantor Kepala Desa Tanjung Raya tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar,

“Rapat dipimpin Pak JK dan setelah mendapat semua informasi baik data bawah permukaan dan kegiatan produksi dan pengembangan ke depan dan platform ke depan dan rute karyanya dan beberapa perkembangan safety, menyimpulkan bahwa pembangunannya penting, sektor energi juga penting, jadi dua-duanya penting. Tapi satu sama lain tidak boleh mengalahkan jadi beliau memutuskan dipindah ke tempat yang lebih safety di arah timur,” terang dia.

Ia menambahkan, pertimbangan utama untuk memindahkan pembangunan ke Jawa Barat bagian timur adalah karena kawasan di sana masih belum padat.

“Pak Wakil Gubernur Jabar (Dedy Mizwar) juga akhirnya beliau sampaikan bahwa di Jabar bagian timur lebih penting dan masih membutuhkan pembangunan,” imbuhnya.

Meski begitu, Syamsu masih belum dapat memastikan daerah mana tepatnya yang akan dipilih untuk dibangun.

“Daerah mana belum tahu. Nanti dari Pemda Jawa Barat, Bappenas dan Menko Perekonomian dan Menhub akan melakukan kajian. Sehingga dua hal, infrastruktur jalan dan energi juga jalan,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

RDP dengan Wakapolri, Golkar Sampaikan Aduan Soal Kisruh

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III dari F-Golkar, John Kennedy Aziz menyampaikan soal kisruh internal partainya itu ke Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso saat Rapat Dengar Pendapat di DPR.
“Kami dari fraksi Golkar mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah bekerja sama dengan baik dan menjaga kondisi kondusif di DPR. Beberapa hari lalu, kita dengar ada suatu perselisihan di antara kami, sahabat-sahabat kami,” kata John di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4).
Lebih lanjut, seolah mengadu, John menyampaikan kejadian saat pembukaan paksa ruang fraksi lalu.
“Ada obeng membuka secara paksa pintu ruang Fraksi Golkar. Sehingga jadi suatu anekdote ‘bawa obeng ga?’. Tindakan itu bukan delik aduan melainkan delik umum. Permohonan kami Pak Kapolri (Wakapolri Komjen Badrodin), supaya segera ditindak,” katanya
Setelah menyampaikan hal tersebut, John kemudian membacakan surat yang disebutnya ditulis oleh Waketum Golkar hasil Munas Bali, Aziz Syamsuddin.
“Sebetulnya ini untuk Pak Budi Waseso, tapi karena ada Pak Badrodin jadi sekalian saja,” ucap John.
Setelah pembacaan surat itu, John memberikan surat kepada Badrodin dengan map kuning.
Sementara itu, setelah penyerahan surat tersebut, anggota Komisi III dari Fraksi NasDem Akbar Faizal terdengar menyindir penyampaian John.
“Terima kasih kepada Golkar telah memanfaatkan kesempatan hari ini. Semoga urusannya selesai,” kata Akbar

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi: Air Zam-Zam Palsu Dijual Rp75 Ribu

Jakarta, Aktual.co — Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa pelaku pembuat air zam-zam palsu menjual ke pasaran seharga Rp75 ribu untuk ukuran 5 liternya.
“Untuk ukuran 5 liter itu dibandrol dengan harga Rp 75 ribu. Nah pemesanan mereka itu banyak dari kawasan Tanah Abang itu selama satu Minggu sekali,” ujarnya, Kamis (2/4).
Dikatakan Tatan air zam-zam tersebut berisi air mineral biasa yang dikemas sedemikian rupa dengan kemasan bertuliskan Arab.  Bungkusan air zam-zam itu berdasarkan pengakuan salah satu tersangka diperoleh dari kawasan Kota.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatan, para tersangka dikenakan undang-undang kesehatan, undang-undang pangan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tinggalkan KPK, Chatarina Belum Selesaikan Beberapa Kajian

Jakarta, Aktual.co — Mantan Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chatarina Girsang akui masih banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan di lembaga antirasuah. Dia mengatakan beberapa kajian seperti Rencana Undang-undang (RUU) KPK jadi salah satu tunggakan pekerjaan.
“Masih ada pengkajian terhadap beberapa RUU, penyusunan beberapa peraturan terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK, dan pelaksanaan tugas lainnya, karena saya kan juga Plt Kepala Biro Humas,” papar Chatarina saat berbincang dengan wartawan, Kamis (2/4).
Chatarina sendiri sudah tidak lagi bekerja di KPK sejak 1 April 2015. Dia sudah 10 tahun mengabdi di KPK, dan akan kembali ke instansi lamanya yakni Kejaksaan Agung (Kejagung).
Selain itu, lanjutnya, terdapat tiga pegawai lagi yang masa jabatannya di KPK telah habis. Ketiganya mempunyai pekerjaan sebagai Jaksa. “Jaksa lainnya Pak Kadek Wiradana, Pak Riyono dan Pak Edy Hartoyo juga harus balik karena waktu penugasan sesuai PP tentang Manajemen SDM KPK telah selesai,” ujarnya.
Kendati demikian, dia mengklaim bahwa kepergian dirinya tidak akan memberikan dampak besar bagi Biro Hukum KPK. Karena menurutnya, Taufiequrachaman Ruki Cs masih bisa meminta bantuan Jaksa.
“Namun itu bukan masalah besar, karena masih bisa minta bantuan teman-teman jaksa juga, sehingga biro hukum selalu berusaha, selalu bekerja dengan maksimal dan dengan penuh tanggung jawab,” harapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain