15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37176

Nilai Tukar Petani Jambi Turun 0,59 Persen

Jakarta, Aktual.co — Nilai Tukar Petani Provinsi Jambi pada Maret 2015 turun 0,59 persen dari sebelumnya dikarenakan indeks harga diterima petani hanya sebesar 0,58 persen, sedangkan indeks harga dibayar petani naik 0,01 persen.

Kepala BPS Jambi Yos Rusdiansyah di Jambi, Kamis (2/4), mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 101,72, untuk tanaman pangan 92,76, dan holtikultura 92,91.

Berdasarkan hasil pemantauan harga perdesaan di sepuluh kabupaten dan kota di Jambi pada Maret 2015, NTP Jambi turun dan ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian turun sebesar 0,58 persen sedangkan indek harga dibayar juga naik 0,01 persen.

Pada Maret 2015, NTP Jambi yang naik pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,39 persen, perikanan 0,02 persen. Penurunan indeks terjadi pada dua subsektor yakni holtikultura turun sebesar 0,76 persen dan tanaman perkebunan rakyat 1,54 persen sedangkan pada subsektor perternakan tidak terjadi perubahan indeks.

Sementara itu untuk nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Jambi pada Maret lalu sebesar 99,48 yang berarti turun sebesar 0,93 persen dan hal ini dikarenakan indeks petani turun sebesar 0,58 persen sedang indeks BPPBM naik sebesar 0,35 persen.

Penurunan NTUP Jambi dipengaruhi oleh penurunan NTUP yang cukup besar pada empat subsektor yaitu holtukultura 0,86 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,96 persen, peternakan 0,15 persen dan subsektor perikanan 0,34 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Penjualan Bakrie Plantation 2014 Naik Hingga 27 Persen

Jakarta, Aktual.co — PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengumumkan angka penjualan selama 2014 meningkat 27 persen dibanding 2013 meski harga jual minyak sawit mentah (CPO) dan karet turun tajam pada tahun itu.

“Nilai penjualan UNSP sepanjang 2014 mencapai hampir Rp2,64 triliun, naik 27 persen jika dibanding hampir Rp2,08 triliun pada 2013. Ini membuktikan bahwa fundamental bisnis kami sebenarnya tetap kuat untuk terus memacu kinerja,” kata Direktur UNSP Andi W Setianto dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (2/4).

Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2014 yang dirilis belum lama ini menunjukkan bahwa emiten perkebunan itu sukses menorehkan kinerja positif di 2014. Laba operasi dan laba kotor UNSP juga naik cukup signifikan.

Menurut Andi, pihaknya telah memantapkan strategi dan kiat jitu untuk terus memacu kinerja. “Hasilnya sudah mulai terlihat sejak awal 2014. Perlahan tapi pasti, kami berhasil melakukan perbaikan dan memulihkan kekuatan fundamental bisnis kami. Hasilnya semakin kelihatan nyata pada laporan keuangan 31 Desember 2014 ini,” ujarnya.

Laporan itu menunjukkan bahwa kinerja perseroan memang kian membaik dan positif. Laba kotor meningkat 24 persen dari Rp591 miliar di 2013 menjadi Rp731 miliar di 2014. Perolehan laba operasi juga meningkat hingga 46 persen dari Rp213 miliar menjadi Rp312 miliar. Menurut dia, catatan positif itu antara lain merupakan hasil dari strategi jitu perseroan melakukan peningkatan produksi sawit dan karet di tengah kondisi harga pasar komoditas sawit dan karet yang masih berada di tingkat yang rendah.

Harga CPO terus melemah sepanjang 2014 sampai ke tingkat terendah 620 dolar AS per ton FOB Malaysia dibandingkan harga sepanjang 2013 yang tingkat terendahnya saat itu tercatat 720 dolar AS per ton. Data pasar menunjukkan harga CPO pernah mencapai tingkat tertinggi 1.200 dolar AS per ton di awal 2011. Kondisi serupa juga terjadi di komoditas karet. Harga komoditas karet terus melemah sepanjang 2014 sampai ke tingkat terendah 1,6 dolar AS per kg dibandingkan harga sepanjang 2013 yang masih bertahan di tingkat terendahnya 2,5 dolar AS per kg. Data pasar menunjukkan harga karet pernah mencapai tingkat tertinggi 6,2 dolar AS per kg pada Februari 2011.

Dalam jangka pendek, UNSP berhasil fokus pada optimalisasi produktivitas pabrik melalui peningkatan pembelian sawit dan karet dari petani, yang juga sekaligus membantu peningkatan ekonomi mereka. “Kami akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas aset dan sustainability struktur permodalan yang tercermin di rasio hutang yang sehat, mengacu ke ‘best practice’,” kata Andi.

Bibit Unggul Melalui unit usaha kerja sama patungan PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia (ASD-BSP), perseroan juga melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luas lahan kebun yang sama. Bibit unggul ASD-BSP ini berpotensi menghasilkan hingga 40 ton tandan buah segar (TBS) per hektare dibandingkan dengan umumnya 25-30 ton TBS per hektare.

Direktur Utama UNSP, M Iqbal Zainuddin menambahkan strategi fokus ke produktivitas berkelanjutan ini akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang. “Kami menjadi semakin optimis, dalam jangka menengah dan panjang perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kepada DPR, Mentan Jelaskan Masalah Penarikan Traktor

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan pada masalah penarikan traktor yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kepada anggota Komisi IV DPR RI.

“Perlu kami jelaskan, itu bukan penarikan karena alokasinya untuk kabupaten lainnya. Jadi sebagian traktor diangkut lagi untuk dibagikan ke daerah lain, bahkan perwakilan kelompok tani juga ikut hadir,” kata Andi di Jakarta, Kamis (2/4).

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah mendapat pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI dari fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron dalam rapat kerja tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada penarikan kembali bantuan traktor yang diberikan kepada petani. “Yang dikumpulkan di Ponorogo itu bukan hanya untuk Ponorogo saja, tapi juga untuk kabupaten lain,” kata Jokowi, usai acara panen raya di Indramayu, Jabar, Rabu, (18/3).

Presiden menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berbeda dengan sistem yang sebelumnya yang hanya diberikan secara simbolis. “Kalau dulu memang simbolis lima diserahkan dan yang 1.300 ke mana, kalau sekarang dikumpulkan satu tempat dan dinaikkan lagi ke truk untuk didistribusikan ke kabupaten-kabupaten,” tuturnya, menjelaskan.

Hingga saat ini pemerintah telah membagikan 30.000 unit traktor dari jumlah total 60.000 yang akan dibagikan, dan akan dilakukan perubahan pada sistem pembagiannya untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan petani.

Artikel ini ditulis oleh:

Mungkinkah Hak Angket Lengserkan Menteri Yasonna

Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin (tengah) bersama Sekretaris Fraksi Nasdem DPR Syarif Abdullah Al.Katiri (kiri) dan Pengamat Hukum Universitas Al Azhar Rahmat Bagja (kanan) tampil sebagai pembicara dalam Dialektika Demokrasi dengan tema “Mungkinkah Hak Angket Lengserkan Menteri Yasonna?” di Presroom DPR-RI, Kamis (2/4/2015). Azis Syamsudin tetap kan mengusulkan hak angket karena menggangu proses demokrasi yang sedang berjalan. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sutan Bhatoegana Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jakarta, Aktual.co — Sidang perdana tersangka korupsi penerimaan hadiah dalam penetapan APBN-Perubahan Kementerian ESDM tahun anggaran 2013 di Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana (SBG) akan digelar pekan depan.
Politisi Partai Demokrat (PD) akan duduk dikursi pesakitan untuk pertama kalinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“(Perkara Sutan Bhatoegana disidangkan) Senin, 6 April 2015. (Ketua) Majelis Ibu Artha Theresia,” ucap Humas Pengadilan Tipikor, Sutyo Jumagi Akhirno saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
KPK sendiri telah melimpahkan berkas perkara mantan Ketua Komisi VII DPR RI itu ke Pengadilan Tipikor pada 26 Maret 2015. “Iya benar KPK hari ini telah melimpahkan berkas perkara atas nama SBG ke pengadilan‬,” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
Kendati demikian, sebelumnya SBG sudah lebih dulu mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Namun sayang, upaya itu pun kandas setelah KPK melimpahkan berkas perkara Sutan.
“Otomatis gugur (gugatan praperadilan Sutan). Iya praperadilan otomatis kehilangan panggungnya kalau pokok perkaranya sudah disidangkan (di Pengadilan Tipikor) karena praperadilan kan hanya mempersoalkan masalah administrasi saja, gitu logika hukumnya,” papar Made ketika dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Seperti diketahui, Sutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menerima sejumlah gratifikasi saat penetapan APBN-Perubahan Kementerian ESDM pada 2013 di Komisi VII DPR RI.
Lembaga antirasuah menduga, gratifikasi yang diterima Sutan saat Kementerian ESDM dipimpin oleh Jero Wacik, menghasilkan sebuah mobil Toyota Alpard. Mobil tersebut juga telah disita oleh penyidik KPK.
Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Benteng Jepang di Bukit Ketapang (3): Terkesan Jauh dari Nilai Sejarah Tinggi

Medan, Aktual.co — Penelusuran Aktual.co, sedikitnya ada tiga Benteng di Gang Kerinci yang berhasil dijangkau karena berada di gang-gang kecil rumah warga. Beberapa Benteng lainnya berada di lereng bukit dengan kontur kemiringan 80 derajat dan tentu sulit untuk dijangkau. Sementara itu,  beberapa di antaranya diduga sudah tidak terlihat atau hilang.

Terlihat, Benteng-benteng itu dibiarkan begitu saja. Ada yang dijadikan sebagai pondasi rumah, kandang ayam dan gudang barang-barang bekas. Keberadaannya jauh dari kesan bangunan bernilai sejarah tinggi.

Keberadaan Benteng Jepang tidak hanya di Bukit Ketapang, sejumlah lainnya berada di beberapa sudut kota Sibolga. Di antaranya juga berada dekat dengan Bukit Ketapang, yakni di Perbukitan yang dikenal dengan sebutan Bukit Pemancar atau dikenal dengan sebutan “Pintu Angin” yang berada di Kecamatan yang sama dengan Bukit Benteng, yakni Kecamatan Sibolga Utara.

Menuju Bukit Pemancar yang hanya sejarak 500 meter dari Bukit Ketapang. Bukit Pemancar berada diketinggian sekitar 50 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dari perbukitan tersebut, terlihat teluk Sibolga yang terhampar luas. Di Bukit Pemancar yang memang berdiri beberapa pemancar Radio dan Televisi, terdapat dua Benteng dan satu Gua, meski 1 Benteng kini sudah tak dapat ditemukan.

“Dulu ada dua benteng dan satu gua. Cuma yang satu sudah tak kelihatan lagi,” ujar Aminuddin Halawa, penduduk sekitar Benteng.

Untuk diketahui, Benteng itu terdapat di lereng Bukit yang berdekatan dengan Gereja GSPI. Menuju lokasi harus menempuh jalan setapak mendaki dengan kemiringan 65 derajat.

Sekitar Benteng penuh dengan rumput.

Tak ditemukan Pintu masuk ke dalam Benteng. Diduga Pintu sudah tertutupi tanah. Hanya terlihat dua lubang berbentuk Jendela untuk masuk ke dalam ruangan seluas 2×3 meter itu. Sementara di atas benteng terdapat dua cerobong.

Beralih ke gua yang berjarak 200 meter dari Benteng dengan menempuh perjalanan berkelok. Tiba di bibir tebing, perjalanan harus dilanjutkan dengan menuruni lereng tebing sejauh 20 meter. Gua sedalam 6 meter menjorok kedalam tebing itu  berada ditengah semak belukar. Tidak ada penerangan dan gelap gulita.

“Guanya dari tanah, tak ada beton. Gua seperti bercabang, walau sebenarnya cabang itu hanya kecil. Katanya Gua Jepang ini dulunya,” terang Aminuddin yang mengaku saat anak-anak menjadikan gua itu sebagai areal bermain. (Bersambung……)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain