15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37186

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Jakarta, Aktual.co —NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengatakan laju rupiah masih melanjutkan pergerakan positifnya.

“Imbas dari meningkatnya penyerapan lelang SUN di hari sebelumnya, yang menghasilkan angka bid to cover ratio lebih besar dari lelang SUN sebelumnya, memberikan imbas yang cukup positif,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada.

Selain itu, ujarnya, rilis inflasi sebesar 0,17% yang lebih rendah dari perkiraan NHKSI  (0,43%) dan konsensus (0,19%). Dibarengi dengan meningkatnya laju yen dan yuan seiring ekspektasi akan perbaikan ekonomi masing-masing, juga turut memberikan imbas positif sehingga laju rupiah dapat melanjutkan penguatannya.

Lebih lanjut Reza memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada hari ini, Kamis (2/4/2015) bergerak di kisaran  Rp13.080—Rp13.089. Laju rupiah berada di atas target level resisten 13.080.

“Laju rupiah mencoba untuk kembali bergerak menguat dengan memanfaatkan sentimen yang ada. Namun demkian, tetap cermati dan antisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah,” pungkas Reza.

Artikel ini ditulis oleh:

Insiden di Teluk Meksiko Picu Harga Minyak Dunia Berbalik Naik

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia berbalik naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), terangkat oleh laporan pemerintah yang menunjukkan penurunan produksi minyak mentah AS serta ledakan mematikan dan kebakaran pada anjungan minyak di Teluk Meksiko.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 2,49 dolar AS menjadi ditutup pada 50,09 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, menghentikan penurunan selama tiga hari berturut-turut. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan global, menetap di 57,10 dolar AS per barel di perdagangan London, naik 1,99 dolar AS dari tingkat penutupan Selasa.

Laporan mingguan minyak terbaru Departemen Energi AS (DoE), seperti yang diharapkan, menunjukkan peningkatan lain dalam persediaan minyak mentah ke rekor tertinggi baru 471,4 juta barel. Tetapi itu juga mengungkapkan sedikit penurunan produksi minyak mentah AS, sebesar 36.000 juta barel per hari, mengakhiri kenaikan panjang ke rekor tingkat produksi yang telah berkontribusi terhadap membanjirnya pasokan global.

Laporan DoE “secara fundamental adalah bearish, dengan menumpuk persediaan cukup besar, tetapi ada beberapa fakta bullish,” kata Bart Melek dari TD Securities.

Menambah dukungan untuk pasar adalah ledakan dan kebakaran di anjungan minyak lepas pantai yang dioperasikan oleh Pemex, Meksiko pada Rabu, menewaskan sedikitnya empat pekerja, melukai 16 dan memaksa 300 pekerja lainnya dievakuasi. Kapal pemadam kebakaran sedang berjuang melawan kobaran api yang mengamuk ketika pasar minyak ditutup. Melek mengutip insiden itu sebagai mendukung harga minyak.

Artikel ini ditulis oleh:

CSIS: Trah Soekarno Masih Kuat Pimpin PDIP

Jakarta, Aktual.co — Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan bahwa dalam sensus yang dilakukan terhadap internal PDI Perjuangan muncul fakta jelang kongres, jika ketua partai di daerah sudah berani buka suara untuk memilih ketua umum di luar trah Soekarno.
Demikian diungkapkan peneliti CSIS, Philips J Vermonte saat pemaparan publikasi hasil sensus “PDIP : Masalah Pelembagaan dan Kepemimpinan Partai”, Jakarta, Rabu (1/4)
Menurut dia, dari hasil sensus yang dilakukan CSIS, sebanyak 51,8 persen ketua partai di PDIP harus dari trah Sukarno. Namun ada juga sebesar 47,5 persen ketua partai yang menyatakan ketua umum PDIP tidak harus lagi dari trah Soekarno.
“Ini kan PDIP ada di persimpangan jalan. Walau memang tak terlihat di kongres ini, tapi lima tahun lagi bisa berubah,” ucap Philips.
Masih kata dia, dari hasil sensus CSIS itu, ketua partai menempatkan Megawati Sukarniputri sebagai trah Soekarno yang paling pantas memimpin dengan perolehan dukungan 57,4 persen. Menyusul dibawahnya Puan Maharani (30,2) Prananda (5,4) Guntur Sukarnoputra (0,8) dan tidak jawab (6,2).
Sementara dari luar Sukarno, nama Joko Widodo ditempatkan paling pantas memimpin sebesar 47,3 persen. Menyusul dibawahnya Ganjar Pranowo (14,9), pramono Anung (11,3), Tjahjo Kumolo (4,1), Maruarar Sirait (1,4), lainnya (6,3) dan tidak jawab (17,9).
“Makanya kita harus pantau lima tahun kedepan tokoh-tokoh diluar trah Soekarno itu,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dolar dan Wall Street Turun Dipicu Data Ekonomi Lemah, Emas Rebound

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB), terseret oleh data pekerjaan sektor swasta AS yang lemah dan penurunan lain dalam aktivitas manufaktur.

Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 51,5 persen, turun 1,4 persentase poin dari bulan lalu, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam sebuah laporan, Rabu. Perkiraan terbaru merupakan yang terendah sejak Mei 2013. Sementara itu, lapangan pekerjaan sektor swasta meningkat sebanyak 189.000 pekerjaan dari Februari ke Maret, di bawah ekspektasi pasar untuk kenaikan moderat 225.000 pekerjaan, menurut laporan pekerjaan nasional ADP Maret, Rabu.

Pasangan data ekonomi yang lemah itu mendorong kekhawatiran bahwa laporan penggajian (payroll) non pertanian yang dipantau cermat pada Jumat (3/4) bisa menunjukkan pelambatan pertumbuhan ekonomi. “Laporan ADP Maret menambah kekhawatiran lebih menjelang rilis data penggajian pada Jumat, dimana kejatuhan harga energi yang lebih rendah dan penguatan dolar dapat menemukan jalannya ke pasar kerja,” kata Jay Morelock, seorang ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Euro naik terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 11 hari terakhir, karena laporan ekonomi dari zona euro menunjukkan pemulihan. Manufaktur wilayah euro berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan pada Maret, ketika PMI Markit mencapai tertinggi 10-bulan, naik menjadi 52,2 dari 51 pada Februari, kata pengolah data Markit yang berbasis di London, Rabu.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0764 dolar dari 1,0742 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4826 dolar dari 1,4845 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7600 dolar dari 0,7612 dolar. Dolar AS dibeli 119,61 yen Jepang, lebih rendah dari 119,95 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis ke 0,9664 franc Swiss dari 0,9723 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,2620 dolar Kanada dari 1,2658 dolar Kanada.

Saham-saham di Wall Street berakhir turun untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 77,94 poin (0,44 persen) menjadi ditutup pada 17.698,18. Indeks berbasis luas S&P 500 turun 8,20 poin (0,40 persen) menjadi berakhir di 2.059,69, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 20,66 poin (0,42 persen) menjadi 4.880,23.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi 1,86 persen dari 1,93 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,46 persen dari 2,54 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Sementara itu, Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange “rebound” pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS merosot setelah data pekerjaan sektor swasta AS lemah. Ditambah lagi, dengan penurunan lain dalam survei sektor manufaktur oleh Institute for Supply Management (ISM), mendorong kekhawatiran tentang pelemahan dalam perekonomian.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 25 dolar AS atau 2,11 persen, menjadi menetap di 1.208,20 dolar AS per ounce. Indeks dolar AS turun 0,25 persen menjadi 98,14 pada Rabu pukul 05.48 GMT. Pelemahan greenback memberikan beberapa dukungan terhadap emas.

Perak untuk pengiriman Mei naik 46,1 sen, atau 2,78 persen, menjadi ditutup pada 17,059 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 22,6 dolar AS, atau 1,98 persen, menjadi ditutup pada 1.166,00 dolar AS per ounce.

Artikel ini ditulis oleh:

Caketum PDIP, Hasil Survey Menyatakan Dukungan Jokowi Lemah

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai jika saat ini para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan se- Indonesia masih malu-malu mendukung Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Umum partai berlambang kepala banteng tersebut.
Peneliti CSIS, Philips J Vermonte mengungkapkan dari hasil sensus yang dilakukan, Jokowi mendapatkan indeks tertinggi sebagai tokoh yang paling bisa membesarkan partai pada lima tahun mendatang, yakni sebesar 26,6 persen.
Sedangkan, Puan Maharani menyusul dibawahnya dengan indeks 22,8. Sementara, Megawati Soekarnoputri baru menyusul di peringkat ketiga dengan indeks 15 persen, diikuti Ganjar Pranowo berada di tempat keempat dengan indeks 9,1. Dan terakhir, nama Tjahjo Kumolo mendapat indeks 8,8.
“Jokowi dianggap sebagai figur yang paling mampu memimpin partai untuk lima tahun yang akan datang,” ucap Pihilips dalam survei sensusnya “PDIP : Masalah Pelembagaan dan Kepemimpinan Partai”, di kantor CSIS, Jakarta, Rabu (1/4)
Lebih lanjut, sambung dia, menelisik jelang kongres PDIP di Bali nanti, dalam kursi perbutan bursa ketua umum. Setidaknya, sebanyak 320 atau 68,5 persen ketua partai di daerah mengaku akan mendukung Megawati di Kongres.
Jokowi hanya mendapat dukungan dari 76 DPD/DPC atau 16,3 persen. Dibawahnya, menyusul Puan Maharani (5,4 persen), Ganjar Pranowo (3 persen) dan Pramono Anung (2,4 persen).
“Megawati mendapat dukungan signifikan (dalam kongres), namun angkanya masih jauh dari aklamasi,” sebutnya.
Artinya, kata Philips, dari dua hasil sensu yang berlawanan tersebut menandakan, jika ketua PDIP di daerah terkesan malu-malu dalam mendukung Jokowi. Di satu sisi, mereka ingin Jokowi memimpin, namun di sisi lain mereka masih merasa segan dengan pengaruh Megawati di partai pemenang pemilu tersebut.
“Ketua daerah malu-malu semua. Mereka terlalu santun dengan eliute partai di pusat. Maunya ada perubahan, tapi tidak bisa keluar dari stuktur yang ada,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tunggal Putri Indonesia Tak Mampu Bersaing di Malaysia Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia kalah pada putaran pertama Turnamen Malaysia Terbuka 2015 yang berlangsung Rabu (1/4) di Pura Stadium Kuala Lumpur, Malaysia.

“Saya kalah cepat di lapangan, lawan langsung bermain menyerang sejak awal. Persaingan kami ketat, tapi permainan saya justru mengendor,” kata Linda Wenifanetri seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Rabu.

Linda kalah dari tunggal putri Spanyol Carolina Marin dengan skor 16-21 dan 8-21 dalam waktu 37 menit.

“Pada game kedua permainan saya menjadi goyah. Saya menjadi bingung untuk mengubah pola permainan setelah bola keluar garis,” kata Linda yang sempat menyamakan kedudukan 15-15 dari Marin pada game kedua.

Kekalahan Linda menjadi kekalahan ketiga wakil-wakil tunggal putri Indonesia dalam turnamen tingkat Super Series Premier itu setelah Bellaetrix Manuputty dan Maria Febe Kusumastuti juga kalah pada putaran pertama.

Bella kalah dari tunggal putri Tiongkok Wang Yihan dengan skor 19-21, 21-14, dan 14-21 dalam waktu satu jam lima menit. Sedangkan Febe dipaksa menyerah dari wakil India Saina Nehwal selama 37 menit pertandingan dengan skor 31-21 dan 16-21.

“Penampilan Bella yang tadi sebenarnya sudah bagus. Hanya pada game ketiga saat lawan mengubah permainan, Bella kurang siap. Tapi, Bella sudah tampil baik secara keseluruhan hanya sebisa mungkin ditingkatkan kembali,” kata pelatih tunggal putri pelatnas PBSI Bambang Supriyanto.

Di sisi lain, Bambang menyarankan agar Linda menambah kecepatan bermain karena dapat mengambil poin pada permainan reli-reli pendek.

“Pada game pertama Linda oke. Tapi, ketahanan di lapangan masih kurang apalagi saat lawan menggunakan permainan reli-reli panjang sehingga bola-bola dia mati sendiri,” kata Bambang.

Pada nomor tunggal putra, Indonesia hanya diwakili Dionysius Hayom Rumbaka setelah Tommy Sugiarto mengalami cedera pinggang dan mundur saat melawan tunggal putra Tiongkok Lin Dan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain