3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37218

Amir: ‘Payment Gateway’ Sempat Dihentikan Karena Menkeu Tak Merestui

Jakarta, Aktual.co — Kasus payment gateway yang saat ini tengah menjerat bekas Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sebelumny sempat dihentikan karena tak direstui oleh Menteri Keuangan.
“Sebetulnya itu ada (penolakan dari) Menkeu tanggal 15 September 2014, dan itu lah yang membuat saya harus menghentikan,” kata mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin di Jakarta, Senin (30/3).
Politikus asal Partai Demokrat itu pun memuji program yang dibuat oleh Denny. Namun Amir tak tahu menahu jika ada kesalahan dalam pengadaan proyek tersebut.
“Sebetulnya itu bagus, tapi sistem dan alat itukan vendor yang menentukan. Apakah ada masalah dalam penunjukan vendor, nah itu bukan urusan saya,” kata dia.
Tujuan Denny, sambung dia, cukup baik dalam pengadaan sistem pembayaran online. Terlebih program itu untuk menghindari terjadinya pungutan liat dan meningkatkan pelayanan publik.
“Saya kira tujuan payment gateway itu sudah begitu mulia. Tetapi saat ini, tidak bisa Denny secara defensif melemparkan masalah itu pada orang lain,” kata Amir.
Amir tidak tahu menahu soal proyek tersebut yang disinyalir telah menyebabkan kerugian kas negara sebesar Rp 32,4 miliar dan adanya pungutan tidak sah sebesar Rp 605 juta dari sistem itu.
“Kerugian Rp 32 miliar itu biarlah BPK secara prosedurial berdasar norma akuntansi itu yang menentukan. Sepanjang pengetahuan saya uang itu sudah masuk seluruhnya ke kas negara,” kata dia.
Amir melanjutkan, Denny sendiri harus memberikan penjelasan yang akurat terkait kasus ini. Dia meminta kepada Denny, untuk tidak melempar tanggung jawab kepada Menteri Hukum dan HAM yang saat itu menyetujui proyek payment gateway.
“Pada saat proses ini bergulir ada pernyataan dari lawyer beliau yang melemparkan tanggung jawab. Ini kurang baik,” kata Amir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tokoh Betawi Geram Ahok Rasis Terhadap Suku Betawi

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  terus menerus menuai kontroversi dari banyak pihak. Belum reda kritikan yang menyebutnya sebagai mulut toilet saat diwawancarai live oleh salah satu stasiun televisi swasta, kini Gubernur Ahok kembali diprotes sejumlah ormas dan tokoh-tokoh betawi dibalaikota Jakarta Pusat karena dinilai berkata rasis dan telah memicu konflik sara.
Pasalnya mantan bupati Belitung Timur itu telah menyamakan nama seekoor anak sapi dengan nama USB atau kepanjangan untuk Sapi Betawi. Hal itupun mendapat perhatian sejumlah tokoh betawi hari ini yang berusaha menemui Ahok di kantornya.
“Kami sebagai anak Betawi marah dengan ucapan Ahok yang rasis,” kata Muhammad Rifki di Balaikota, Senin (30/3). 
Dikatakan Rifki, pihaknya datang ke Balaikota bersama warga Jakarta yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (Mars). Kedatangan tersebut berniat baik yakni untuk meminta klarifikasi terkait ucapan Ahok yang menyamakan anak sapi dengan nama Betawi. Namun niat baik tersebut tidak ditanggapi Ahok lantaran Ahok tidak mau menemui perwakilan pengunjuk rasa itu.
“Dengan tidak adanya klarifikasi dari Ahok berarti kami simpulkan Ahok memang berniat menghina warga Betawi dengan menyamakan dengan sapi,” kata Eki.
Ditambahkan Eki ucapan-ucapan Ahok sudah meresahkan masyarakat. Sikap Ahok juga berpotensi menimbulkan gejolak dan gesekan di tingkat bawah. Untuk itu, Eki bersama Mars akan melaporkan tindakan Ahok tersebut kepada Mahkamah Agung (MA).
 “Diharapkan MA bisa mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan-tindakan Ahok yang rasis,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Kebijakan Jokowi Bisa Picu Amarah Sosial

Medan, Aktual.co — Kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar di Indonesia yang tak stabil dan berulang-ulang diduga sebagai sikap tak bertanggungjawabnya Pemerintahan Jokowi kepada masyarakat.
Demikian dikatakan pengamat sosial politik Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi kepada Aktual.co, Senin (30/3).
“Kalau seperti kasus sekarang mengindikasikan pemerintah Jokowi tidak punya ‘Sense of responsibility’ dan kepekaan terhadap kepentingan masyarakat,” ujar Agus.
Menurut Agus, secara sosial, implikasi kenaikan BBM menyebabkan jumlah penduduk miskin akan bertambah. Kesejahteraan masyarakat juga makin menurun. Sementara itu secara politis, implikasinya dapat menggangu kinerja Pemerintah karena tekanan politik parlemen dan rakyat akan terus dilakukan berkaitan dengan kebijakan itu.
Menurut Agus, apa yang dilakukan Pemerintah saat ini soal BBM sangat tidak wajar. Dapat dibayangkan, bagaimana sebuah produk kebijakan yang diambil hanya didasarkan selera dan dalam hal ini selera pasar.
“Kebijakan yang baik tentunya sudah mempertimbangkan dan memprediksikan berbagai perubahan sosial ekonomi dan perkembangan global di masa akan datang sehingga perubahan kebijakan tidak dilakukan berulang-ulang,” tandasnya.
Dikatakannya, terkait berbagai kebijakan khususnya BBM, saat ini masyarakat sebenarnya sudah sampai pada titik jenuh. Jika situasi ini berlanjut, maka akan berpotensi memicu amarah sosial yang besar kepada Pemerintah.
“Rakyat sebenarnya sudah jenuh tapi kalo terus menerus seperti ini kejenuhan akan memicu amarah sosial yang membesar kepada pemerintah,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Didesak Sejumlah Kalangan, Menteri ESDM Kaji Perubahan Harga BBM Tiap Enam Bulan

Jakarta, Aktual.co —  Sejumlah kalangan mendesak Pemerintah agar dapat melakukan penyesuaian harga BBM dalam jangka waktu enam bulan sekali, tidak seperti saat ini yang disesuaikan setiap dua kali dalam satu bulan.

Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji usulan untuk melakukan penyesuaian dalam enam bulan sekali. Namun, akan dilihat juga dari segi kepentingan seluruh pihak.

“Yang pasti kan memang menggeser subsidi dari sektor konsumtif ke produktif kan diperlukan penyesuaian harga dan sepanjang pemerintah tetap intervensi untuk melakukan perannya, maka secara legal maupun secara peraturan tidak ada yang disalahi. Itu satu,” kata Sudirman di Universitas Indonesia, Depok, Senin (30/3).

Menurutnya, dalam mengambil keputusan, pihaknya juga mendengarkan setiap masukan yang ada dan memikirkan dengan matang terlebih dahulu.

“Kalau ada pihak-pihak yang merasa proses peninjauannya harus diperpanjang tiga bulan, enam bulan yah kita lihat nanti, tapi kan kita harus melihat kepentingan semua pihak, kepentingan APBN, Pertamina, masyarakat keseluruhan,” ujar Mantan Dirut Pindad itu.

“Jadi kita terbuka dengan semua masukan yang penting kita tidak berhenti mencari formula yang lebih sempurna. Dan tadi tujuan pemerintah untuk mendorong supaya subsidi diberikan pada yang membutuhkan bisa tercapai,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Trimedya: Ada yang Mau Pecah Belah PDIP

Jakarta, Aktual.co — Jelang pelaksanaan kongres PDI Perjuangan di Bali pada tanggal 9-12 April nanti, diakui adanya kekhawatiran jika perhelatan tertinggi  akan bernasib pada perpecahan diinternal partai, seperti yang dialami oleh partai Golkar maupun PPP.
Demikian dikatakan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, Trimedya Panjaitan kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (30/3).
“Ya pasti adalah, yang selalu kita khawatirkankan partai nasionalis sekarang ini kan PDIP, tentu ada juga yang menginginkan PDIP ini tidak solid,” kata dia.
Pun demikian, sambung Trimed, dirinya bersyukur bahwa salah satu ujian yang terberat yang dapat mengakibatkan perpecahan suatu partai politik saat ini, telah dilalui dengan baik oleh PDIP, yakni mengangkat kembali sebagai ketua umum periode 2015-2020.
“Kita bersyukur salah satu batu ujian itu selesai kami lakukan, yakni proses konfrensi tingkat cabang (Konfercab) di 508 kabupaten/kota berlangsung baik, dan di Konferdanya di 33 provinsi berlangsung baik, bahwa ada upaya-upaya untuk (untuk memecah belah partai) itu juga pasti ada,” serunya.
“Tetapi kami meyakini bahwa bu Mega ini politisi senior yang badai-badai perpecahan seperti itu sudah cukup terlatih mengatasi, beliau (Megawati) sendiri khawatir dan waspada soal itu, iya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ini Dia Makanan Penenang Stres, Selamat Mencoba!

Malang, Aktual.co — Kondisi stres menyebabkan kebanyakan orang akan mengalihkannya kepada makanan. Kebanyakan mereka memakan apa pun yang disukai saat dalam kondisi di atas. Namun, tahukah Anda, ternyata ada beberapa makanan yang mampu menurunkan tingkat stres, karena kandungan gizinya.

Nah, berikut adalah lima makanan yang berkhasiat meredakan stres Anda, demikian dilansir dari laman GoodRelaxation.
1. Asparagus
Asparagus ternyata makanan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat Anda mengalami stres. Makanan ini rupanya mengandung kadar asam folat tinggi yang berfungsi sebagai penstabil ‘mood’ Anda. Asam folat dalam tubuh manusia digunakan untuk memproduksi serotonin yakni bahan untuk membuat Anda semakin tenang.

2. Daging Sapi
Kandungan tinggi seng, besi dan vitamin B dalam daging sapi, merupakan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk menstabilkan suasana hati seseorang, layaknya asam folat. Jadi, jika Anda sedang dalam tekanan stres, memilih mengonsumsi daging sapi adalah hal yang tepat.

3. Oatmeal
Mengapa Oatmeal? Karena makanan ini juga mengandung produksi serotonin yang bagus disamping kadar vitamin B dan asam folat tinggi yang berguna sebagai ‘mood’ penyeimbang.

4  Kacang Mete
Kacang Mete adalah sumber yang baik dalam meningkatkan kandungan seng. Hasil studi menunjukkan, bahwa orang dengan kadar seng yang rendah, cenderung cemas dan depresi lantaran jauh dari kondisi normal yang diperlukan tubuh. Kacang mete memiliki hal positif yang mampu menjadi makanan cemilan, sehingga ketika Anda stres tidak ada salahnya mencoba ngemil kacang tersebut.

5. Coklat Hitam
Tidak dapat dipungkiri, kalau coklat yakni makanan yang mampu mengurangi kadar stres Anda. Coklat memiliki kandungan serotonon yang banyak, sehingga mampu meningkatkan kadar ‘mood’ Anda.  Khususnya coklat hitam juga sangat dikenal memiliki banyak antioksidan, sehingga sangat bermanfaat bagi tubuh Anda.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain