3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37224

Trimedya Yakin Soal BG Tak Sampai Pada Hak Angket Dewan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan mengatakan bahwa persoalan tidak dilantiknya Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai kapolri tidak akan berujung pada penggunaan instrumen anggota dewan, seperti hak angket.
“Kalau saya tidak terlalu jauh seperti itu, karena sepirit yang saya tangkap, kawan-kawan ini bahasa sebenarnya ingin tahu langsung dari mulut presiden kenapa tidak dilakukan pelantikan,” kata Trimedya kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Ia pun berpandangan bahwa persoalan yang terjadi tidak akan sampai menggunakan hak anggota dewan, melainkan hanya akan sampai pada rapar konsultasi DPR RI. Asalkan, sambung dia, dalam rapat itu presiden langsung yang menjelaskannya kepada dewan.
“Saya kira DPR juga tidak mau gonjang ganjing negara ini terus berkelanjutan. Jadi cukup sampai pada rapat konsultasi DPR saja, cuman saya ragu misalnya dilakukan oleh Mekopolhukam dan Mekumham, DPR akan mau,” tandas Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ahok Takut Temui Massa MARS

Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (MARS) menggoyang pagar Balaikota saat tidak bisa bertemu dengan Ahok di gedung Balaikota, Jakarta, Senin (30/3/2015). MARS menuntut Ahok meminta maaf kepada masyarakat Betawi yang telah menyinggung masyarakat Betawi dengan bahasa Untuk Sapi Betawi (USB). AKTUAL/MUNZIR

Perwakilan Betawi: Ahok Beraninya Ngomong di Media Tapi Ditemui Susah

Jakarta, Aktual.co — Beberapa perwakilan masyarakat Betawi tertahan di depan pintu Balai Kota, Senin (30/3). Lima orang perwakilan demonstran yang ingin bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihadang pasukan keamanan gubernur.
“Bapak masih rapim (rapat pimpinan),” kata salah seorang petugas memberi penjelasan kepada perwakilan demonstran di depan pintu ruang kerja gubernur.
Ketua Forum Pemuda Betawi Rahmat HS mengaku kecewa atas sikap Ahok yang tidak mau ditemui untuk meminta klarifikasi.
“Masak Ahok berani ngomong di media, nemuin kita susah,” ungkapnya.
Walaupun Rahmat berani menggaransi hanya meminta klarifikasi dan berjanji tidak akan ada keributan, tetap tidak mempan. Petugas keamanan melarang perwakilan masuk dan menemui Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Korupsi UPS, 2 Anak Buah Ahok Jadi Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan dua tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) menggunakan APBD 2014 di sejumlah sekolah di Jakarta.
Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kombes Pol Muhammad Ikram mengatakan, berdasarkan proses gelar perkara yang dilakukan penyidik pada 27 Maret 2015, penyidik menetapkan Alex Usman, S SOS SH, selaku PPK pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakbar dan Dr. Zaenal Soleman selaku PPK Pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakpus, sebagai tersangka.
“Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim mengeluarkan Sprin.dik-70.a/III/2015/Tipidkor tnggal 23 Maret 2015 dan surat perintah penyidikan no Sprin.dik-71.a/III/2015/Tipidkor, tanggal 23 Maret untuk Alex dan Zaenal,” ujar Ikram dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3).
Dia mengatakan, Dua Tersangka anak buah Gubernur DKi Jakarta, Basuki Tjahya Poernomo alias Ahok ini, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan kegiatan pengadaan 25 paket Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk 25 SMAN/SMK oleh suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Barat tahun anggaran 2014.
Atas perbuatannya, yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang Peemberantasan Tindak Pidana Korupssi sebagaimana telah dirubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 tahun 2001. Tentang pemberantasan Tindak Pidna. Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Makna dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Safar

Jakarta, Aktual.co — Pada hakekatnya semua hari, tanggal dan bulan adalah baik. Namun, memasuki, bulan Safar 1436 H, atau yang jatuh pada hari ini, Senin (30/3) akan diterangkan makna dan peristiwa yang pernah tejadi di bulan kedua  penanggalan Islam (Hijriah). Berikut Aktual.co hadirkan ulasan menarik terkait bulan Safar.

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Yaitu, bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Secara etimologi, Safar dalam bahasa Arab yang memiliki sejumlah arti di antaranya “kosong, kuning, dan nama penyakit”.

Bulan ini dinamakan sebagai bulan Safar dalam pengertian “kosong” karena kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka (sehingga kosong, red) pada bulan tersebut untuk berperang atau pun bepergian jauh. Pengertian Safar tersebut menunjukkan arti negatif. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan kesan bahwa bulan Safar itu harus diwaspadai.

Kesan seperti ini berkembang dari suatu generasi ke generasi berikutnya hingga saat ini. Bahkan bulan Safar juga dipercaya sebagian masyarakat kita sebagai bulan yang tak menguntungkan.

Sementara  itu, telah menjadi kepercayaan keliru oleh sebagian umat bahwa Safar adalah bulan sial atau bulan bencana. Padahal, mitos Safar bulan sial ini sebenarnya sudah dibantah oleh Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial.

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”

Rasulullah SAW kembali bersabda: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari)

Dalam sejarah Islam, bulan Safar menempatkan peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan Islam dari zaman Rasulullah hingga kejayaan serta keruntuhunnya.

Berikut 11 peristiwa penting di bulan Safar. Misalnya, pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah binti Khuwailid,  peristiwa Perang Al-Abwa,  tragedi Ar Raji’, Tragedi Bi’ir Ma’unah, kemenangan Perang Khaibar, peristiwa Pengepungan di Khats’am, masuk Islamnya Bani Udzrah, pengangkatan Usamah Bin Zaid, jatuhnya kota Baghdad ke tangan Hulakhu Khan, meninggalnya pembebas Jerusalem Shalahuddin Al Ayyubi. Waullahuallam bi Showab.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Dibiarkan di Atas Rp13.000 Bakal Berdampak Sistemik

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono, MSc, PhD mengatakan Bank Indonesia (BI) harus melakukan sinergi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi melemahnya rupiah.

“Melemahnya rupiah hampir berjalan selama empat kuartal dan hal itu bukan persoalan sederhana untuk kembali meningkatkan nilai mata uang kita,” kata Aditya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (30/3).

Menurut dia, nilai tukar rupiah yang rendah terhadap dolar AS karena kondisi perekonomian di negeri Paman Sam tersebut terus membaik, namun kondisi pasar di Indonesia sebenarnya juga memiliki peran untuk meningkatkan nilai tukar rupiah.

“Penguatan ekonomi AS tidak hanya berpengaruh terhadap Indonesia, namun negara-negara lain juga mengalami pelemahan nilai tukar mata uang negaranya masing-masing, meskipun tidak terlalu signifikan,” ucap dosen terbang di salah satu universitas Filipina itu.

Untuk itu, lanjut dia, Bank Indonesia memiliki peran yang penting untuk menjaga kestabilan nilai rupiah tersebut dan harus ada langkah konkrit yang dilakukan bersama pemerintah untuk mengatasi melemahnya rupiah.

“BI tidak boleh melakukan pembiaran terhadap terus merosotnya nilai rupiah di atas Rp13.000 karena hal tersebut berdampak sistemik bagi perekonomian Indonesia,” ucap Ketua Konsentrasi Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi Universitas Jember itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain