2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37232

Jelang Rilis Data Ekonomi, IHSG Diprediksi Stabil

Jakarta, Aktual.co —  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Senin (30/3) diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.333-5.444.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa indeks masih akan melanjutkan kenaikannya pada hari ini.

“Dalam rangka menjelang rilis data ekonomi pada awal bulan yang diperkirakan masih stabil,” kata William dalam risetnya, Senin (30/3).

Tentunya, sambung dia, hal itu akan dapat memberikan angin segar terhadap IHSG dalam melanjutkan pergerakan naiknya di pekan ini.

Dalam risetnya, William juga merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati hari ini, yaitu SMGR, PWON, GGRM, UNVR, INDF, LSIP, PGAS, dan JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lima Indikator Kepatuhan dalam Sistem Perizinan Baru Perikanan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan harus dapat memastikan perusahaan yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan benar-benar mematuhi aturan yang ada sebelum diberikan izin dalam melakukan pengelolaan komoditas ikan di Tanah Air.

“Ada lima indikator kepatuhan yang harus diintegrasikan ke dalam sistem perizinan baru perikanan,” kata Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M Riza Damanik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (30/3).

Riza memaparkan, lima indikator itu adalah kepatuhan membayar pajak, membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI), melindungi pekerja, menjaga lingkungan laut, dan menjaga kualitas produk ikan aman bagi konsumen.

KNTI juga mengingatkan KKP untuk tidak terjebak pada daftar hitam perusahaan yang ada saat ini. “Karena besar kemungkinan modus ke depan adalah mereka mendirikan perusahaan baru, nama baru, dan manajemen baru, namun tetap menggunakan sumber kapital yang sama,” katanya.

Untuk itu, ujar dia, kelima indikator kepatuhan tersebut dinilai dapat memisahkan antara pelaku usaha perikanan nakal dan yang benar-benar membawa manfaat buat negara.

Sebelumnya, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyatakan, tuntutan kepada berbagai kapal pencuri ikan yang kerap terjadi di kawasan perairan Indonesia harus dapat menjerat perusahaan yang ada di baliknya. “Tuntutan tidak boleh hanya berhenti kepada pelaku di lapangan, tetapi juga harus menjerat perusahaan di belakang layar,” kata Sekjen Kiara, Abdul Halim di Jakarta, Kamis (26/3).

Untuk itu, menurut Halim, tuntutan yang dirumuskan oleh penegak hukum mesti tidak hanya berdasarkan pelanggaran administratif, tetapi mendasarkan pada tindak pidana atas perbuatan menangkap ikan yang bertentangan dan melanggar hukum.

Sebagaimana diwartakan, Tim Satuan Tugas “Illegal, Reported, and Regulated Fishing” mendorong penuntasan kasus pencurian ikan di berbagai daerah dapat menjerat hingga ke pihak korporasi atau perusahaan yang mendanai. “Satgas juga mendorong agar dalam kasus ‘illegal fishing’ dapat menjerat hingga ke tingkat korporasi,” ujar Ketua Tim Satgas IUU Fishing Mas Achmad Santosa.

Selain itu, ujar dia, putusan pengadilan nantinya juga bisa dikembangkan hingga ke sanksi administrasi, seperti pencabutan izin dan lainnya. Hal ini untuk mengoptimalkan penanganan kasus hingga ke akarnya.

Menurut Achmad, hal itu dimungkinkan dengan merujuk pada pasal 7 ayat 2 butir c juncto pasal 101 diatur bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan pengelolaan perikanan wajib mematuhi ketentuan, salah satunya adalah soal daerah, jalur dan waktu atau musim penangkapan ikan.

Pemerintah melalui Tim Satgas IUU Fishing siap melakukan analisis dan evaluasi (Anev) atau audit kepatuhan kapal-kapal perikanan eks-asing yang berkapasitas di atas 30 GT. “Anev ini adalah kegiatan audit kepatuhan untuk melihat dua hal, yaitu apakah kapal eks-asing secara formil dan materiil dimiliki WNI atau badan hukum Indonesia,” tutur Mas Achmad Santosa.

Achmad memaparkan, Anev dilakukan untuk menertibkan perizinan penangkapan ikan oleh kapal eks-asing selama moratorium diterapkan 3 November 2014 hingga 30 April 2015. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ancam Gugat Pemberi Rokok, Budayawan: YLKI Arogansi Satu Budaya

Jakarta, Aktual.co — Budayawan Al Zastrouw Ng menilai sikap Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mempermasalahkan pemberian rokok kepada Orang Rimba di Sungai Kemang, Jambi, dinilai sebagai bentuk arogansi kultural. Sikap YLKI itu juga patut dinilai tidak memperdulikan budaya lain.
 
“Sikap YLKI tersebut merupakan bentuk arogansi satu budaya terhadap budaya lain, anggaplah sikap modern terhadap tradisional karena hanya memandang satu sisi saja,” tegas budayawan Al Zastrouw Ng, saat dihubungi wartawan, Minggu sore (29/3).
 
Menurutnya, kebencian YLKI terhadap produk industri hasil tembakau, bisa dikategorikan pemberangusan kultural. Pasalnya, di sejumlah daerah rokok tidak hanya produk konsumsi namun juga alat komunikasi untuk menciptakan relasi sosial.
 
“Tidak bisa dengan seenaknya diberangus atas nama kesehatan. Negosiasi dengan Suku Anak Dalam berhari-hari gagal, mereka tidak mau dipindahkan, setelah diplomasi rokok kepada para tumengggung, akhirnya mau dipindahkan. YLKI tidak pernah melihat bagian ini,” ujarnya yang juga mantan Sekretaris Pribadi Presiden Abdulrahman Wahid.

Kritik YLKI dalam kasus Suku Anak Dalam tidak tepat secara konteks karena hanya dilihat secara parsial. Rokok dilihat seakan produk ilegal dan haram. Jika seperti itu, maka bisa dikatakan YLKI melakukan pemberangusan atas nama kesehatan.
 
“YLKI tidak paham konteks, apalagi pemberian produk tembakau itu dengan tujuan membangun komunikasi kultural. YLKI tidak paham komunikasi budaya,” tegas pengurus Lembaga Kebudayaan Nahdatul Ulama (NU), Lesbumi.
 
Ia khawatir, protes YLKI semata demi kepentingan dana asing penyokong kampanye anti tembakau. YLKI juga seakan tidak perduli bahwa apa merka lakukan memiliki implikasi ekonomi, sosial, dan budaya.  
 
“Kampanye mereka memang terkesan demi dana asing, tidak mau melihat dampak dari sikap yang diambilnya,” ujar dia.
 
Al Zastrouw menyatakan, langkah Mensos juga sudah tepat. Ketika melihat ada hambatan kultural (cultural barrier), Mensos mampu menembus hambatan itu dengan membagikan rokok keretek. Lagi pula, pemberian pun hanya kepada para Tumenggung sehingga tak menyalahi aturan.
 
“Rokok itu bukan produk terlarang, apalagi diberikan untuk para Tumenggung. Jangan sampai urusan seperti ini merusak tatanan lebih besar, YLKI tidak memperhatikan hal seperti itu,” tegasnya.
 
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nurtanio Wisnu Brata sebelumnya juga mencurigai, sikap YLKI itu mempunyai target khusus agar bisa terus bekerjasama dengan lembaga donor asing, seperti Bloomberg Initiative dan Bill and Melinda Gates Foundation yang kini lagi menggelontorkan dana triliun rupiah untuk kampanye antitembakau.

“Sikap YLKI itu kebablasan,” tegas petani tembakau asal Temanggung.
 
Ketua Umum Persatuan Pekerja Muslim Indonesia Sektor Rokok, Tembakau dan Minuman, Bonhar Darma Putra menuding, YLKI menafikan bahwa tembakau, terutama rokok kretek, merupakan warisan budaya sehingga sangat wajar pemberian itu rokok itu merupakan pendekatan sosio-kultural oleh seorang menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menara Centennial di Gatot Subroto Dilalap Si Jago Merah, Satu Pekerja Tewas

Jakarta, Aktual.co —  Gedung Centennial Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan mengalami kebakaran pada Senin (30/3/2015), pukul 01.45 WIB dini hari tadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Aktual.co, Kepala Pleton Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, Maryono di Jakarta, Senin (30/3) mengatakan sumber api diduga dari gudang material, sedangkan penyebab kebakaran disinyalir diakibatkan oleh korsleting listrik atau bahan kimia yang ada di gudang tersebut. Namun hal itu nantinya akan diselidiki lebih jauh.

“Sumber api diperkirakan dari gudang material di lantai basement 2 gedung. Penyebab kebakaran bisa korsleting ‎atau reaksi kimia,” ungkapnya kepada wartawan.

Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 5 ambulans pun dikerahkan ke lokasi. Kebakaran terjadi saat para pekerja tengah tertidur pulas. Pun jarak gudang yang berdekatan dengan tempat pekerja beristirahat menyebabkan banyak korban mengalami sesak nafas. Sebanyak tujuh pekerja proyek yang terjebak kebakaran di basement dua gedung Centennial Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan berhasil dievakuasi. Semua korban kini tengah dirawat di Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Mintoharjo.

“Ada tujuh orang sementara ini, sudah dievakuasi. Mereka sudah dibawa ke (RS) Siloam dan (RS) Mintoharjo,” kata Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Darma.

Hingga berita ini diturunkan api yang melalap basement dua gedung Centennial Tower telah berhasil dipadamkan. Para petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Namun sayangnya, informasi terakhir yang kami terima menyatakan bahwa ada satu korban tewas di basement.

“Iya, 1 korban terakhir yang kita evakuasi meninggal,” kata Koordinator Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Prayitno kepada wartawan, Senin (30/3).

Belum dapat dipastikan identitas korban yang meninggal ini. Namun dapat dipastikan ia adalah salah satu pekerja di gudeung tersebut. Menurut Prayitno, korban yang meninggal ini saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di basement 2 gedung. Sempat dilakukan prosedur pertolongan darurat, namun denyut nadinya sudah tak ada. Korban kemudian dilarikan ke RS Mintoharjo.

Artikel ini ditulis oleh:

Penguatan IHSG Diprediksi Berlanjut

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu mampu berbalik menguat, meski laju bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan. Pelaku pasar pun kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk melakukan aksi beli.

“Akan tetapi, laju IHSG mampu mengalami technical rebound meskipun utang gap 5.342-5.372 belum tertutup seluruhnya. Tampaknya lawatan Presiden Jokowi ke China dan Jepang memberikan ekspektasi positif pada pelaku pasar,” ujar analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Senin (30/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.348-5.378 dan resisten 5.412-5.423. Menurutnya, meskipun utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) belum tertutup seluruhnya, namun terdapat dorongan beli yang membuat IHSG berbalik naik.

“Diharapkan penguatan dapat berlanjut. Tetap cermati volume perdagangan dan tetap antisipasi jika adanya pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diperkirakan Melemah

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu kembali melanjutkan pelemahannya meski sudah berada di area support. Selain itu, Rupiah semakin melemah dengan munculnya berita kenaikan BBM yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap naiknya inflasi.

“Tidak hanya itu, rilis klaim pengangguran Amerika Serikt (AS) yang menunjukkan penurunan dan markit composite PMI nya yang mengalami kenaikan, memunculkan persepsi terhadap kemungkinan percepatan akan kenaikan Fed rate yang berujung pada naiknya Dolar AS,” ujar analis dar NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Senin (30/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.012, yakni Rp13.080-13.000 (kurs tengah BI). Menurutnya, penguatan dalam beberapa hari terakhir kurang kuat untuk mempertahankan laju Rupiah di zona hijau, sehingga dapat memunculkan peluang pelemahan lanjutan.

“Rupiah masih kurang kuat untuk berbalik arah dengan asumsi belum adanya sentimen positif, sehingga dapat memunculkan peluang pelemahan lanjutan. Tetap cermati dan antisipasi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain