2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37233

Safety Penerbangan Masih Rendah, Ini Hasil Audit ICAO

Jakarta, Aktual.co — Indonesia masih terpuruk dalam standar dan rekomendasi ICAO terhadap safety penerbangan. Hal itu diketahui dari hasil audit ICAO (Intenatinational Civil Aviation Organization).
Dari data safety audit yang ICAO yang ditelusuri Aktual.co, mendapatkan dari 8 bidang yang diaudit untuk mengetahui effective implementation, nilai Indonesia dibawah rata-rata standar yang diputuskan oleh ICAO.
Adapun nilai audit yang diberikan ICAO dari 8 bidang tersebut yakni pertama, legislation atau kebijakan undang-undang dalam audit ICAO menilai masih 33,33 persen dari patokan rata-rata nilai 70 persen, hal ini menurunkan Indonesia jauh di bawah rata-rata standar.
Kedua, masalah pembenahan di tubuh organisasi regulator atau organization ICAO memberikan catatan buruk dengan angka 17,65 persen dari standar nilai minimal 65 persen.
“Ketiga masalah licensing, Indonesia diberikan angka 33,7 persen dari average minimal 70 persen,” demikian dikutip dalam dokumen safety audit information ini.
Sedangkan, keempat, dalam hal operasional atau operation Indonesia mendapatkan 38.13 persen dari rata-rata nilai 65 persen. Sementara itu kelima masalah kelaikan udara atau airworthiness Indonesia memperoleh angka 61,o5 persen dari standar yang dipatok 70 persen.
“Sedangkan masalah keenam yakni accident investigation atau inevstigasi kecelakaan hanya 31,48 persen dari standarnya 55 persen,” kutip dari dokumen ini. 
Ketujuh masalah Air Navigation 50,94 persen dari nilai rata-rata 55 persen.Terakhir kedelapan yakni masalah aerodromes hanya 44,59 persen.
Perlu diketahui, hasil audit ICAO ini dilakukan pada tahun 2014 dan dirilis pada 2015 ini. Data audit ini menunjukkan bahwa apakah fungsi pengawasan regulator dibawah kendali Kemenhub ini berfungsi atau tidak. 
Hasil ini biasanya dipakai sebagai standar FAA dan EU, kalau hasilnya tidak bagusakan di-banned atau kategorinya tidak naik. Menteri Perhubungan berjanji akan menaikkan standar nilai audit ICAO pada Mei 2015 ini, namun kemudian diralat menjadi Juni 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Rossi Menangi Moto GP di Qatar

Jakarta, Aktual.co —Pebalap Italia dari tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, sukses memenangi balap perdana Moto GP di sirkuit Losail, Qatar, Senin dini hari WIB (30/3).

Valentino Rossi yang memulai dari posisi ke delapan sukses merebut posisi terdepan dari Andrea Dovizioso yang memulai laga dari start terdepan. Pebalap Yamaha ini menyelesaikan balap dengan catatan waktu 42 menit 35,717 detik  unggul 0,174 detik dari Dovizioso.

Hasil kurang baik dialami Jorge Lorenzo yang sempat memimpin balap dalam beberapa putaran namun harus mengakhiri laga di peringkat empat setelah posisinya direbut Iannone yang finish ketiga. Lorenzo tertinggal 2,707 detik sementara Iannone tertinggal 2,25 detik dari Rossi.

Hasil mengecewakan juga diderita duet tim Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang masing-masing menyelesaikan laga di peringkat lima dan enam dengan selisih waktu 7 detik dan 10,75 detik dari pemimpin balap.  Hasil ini menempatkan tiga pebalap Italia sebagai pemimpin klasemen sementara MotoGP. Rossi di peringkat pertama dengan 25 poin, Dovizioso 20 poin dan Iannone dengan 16 poin.

Balap selanjutnya akan diselenggarakan di Austin, Texas, pada 12 April 2015.

Jalannya balap

Andrea Doviziozo yang start dari urutan terdepan harus didahului Jorge Lorenzo ketika balapan baru memasuki putaran kedua. Jorge Lorenzo berhasil mendahului Andrea Doviziozo dari tikungan.  Rossi yang memulai balap dari urutan kedelapan bersaing ketat dengan Dani Pedrosa di urutan keenam pada lap ke-7.

Dovizioso kembali memimpin balap setelah menyalip Jorge Lorenzo di putaran ke-14 melalui aksinya di track lurus. Namun posisi terdepan Dovizioso kembali direbut Lorenzo di putaran berikutnya.  Valentino Rossi secara perlahan naik posisi ke peringkat empat mendekati Iannone ketika balap menyisakan 12 putaran. The Doctor meninggalkan duet tim Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa melalui kemahirannya membalap di tikungan.

Rossi merangsek ke peringkat tiga ketika balap menyisakan enam putaran. Rossi meninggalkan Iannone di peringkat keempat dengan selisih waktu hampir satu detik pada lap itu.  Dovizioso mengambil tempat terdepan ketika lomba menyisakan empat putaran. Dovi mengandalkan kecepatan Ducati untuk mendahului Lorenzo di jalur lurus.

Tiga lap menjelang akhir balap kejar-kejaran antara Dovizioso, Lorenzo dan Rossi semakin sengit. Namun Lorenzo harus turun ke peringkat empat karena terkejar oleh Iannone. Di putaran terakhir Rossi sempat terkejar oleh Dovizioso di jalur lurus pertama kendati pebalap nomor 46 itu kembali memimpin balap hingga finis.

Artikel ini ditulis oleh:

Bom Dekat Universitas, Guncang Kairo

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Bom melukai empat warga dan empat polisi di luar Universitas Kairo, Sabtu (28/3), kata polisi serta petugas kesehatan.  Peristiwa itu terjadi dalam serangan kelompok, yang sebelumnya menyasar kampus tersebut.

Sejumlah ledakan terjadi di luar universitas sejak tentara menggulingkan presiden Islamis Mohamed Morsi pada 2013. Lima polisi luka-luka dalam ledakan di tempat itu pada November.

Semua serangan, termasuk pada Sabtu (28/3) itu, dinyatakan dilakukan oleh Ajnad Misr (Tentara Mesir) yang berpusat di Kairo.

Bom sederhana itu ditempatkan di pintu keluar sebuah stasiun kereta yang melayani universitas tersebut, kata seorang petugas kepolisian.

Juru bicara kementerian kesehatan Hossam Abdel Ghaffar mengatakan para korban luka-luka “berada dalam kondisi stabil”, AFP melaporkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Permen karet Bebas Gula, Mulai Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — – Permen karet bebas gula dengan rasa xylitol sering dipuji bagus untuk kesehatan mulut. Namun, penelitian terbaru mempertanyakan kebenarannya.

Xylitol digunakan di berbagai macam produk di dunia dan bukan hanya permen karet. Anda bisa menemukannya pada permen manis sebagai gula pengganti yang mengurangi kalori, juga pada pasta gigi, permen pelega tenggorokan  dan jel.

Sebuah badan penelitian menunjukkan pemanis buatan menyebabkan bahaya yang lebih sedikit ketimbang gula biasa, dan beberapa mengklaim pemanis meningkatkan kesehatan mulut dengan memperlambat pertumbuhan bakteri pada gigi.

Penelitian baru yang diterbitkan di perpustakaan Cochrane meliputi data dari 10 penelitian yang menyertakan 5.903 partisipan. Meskipun metode penelitian cukup bervariasi sehingga peneliti menemui kesulitan mengkombinasikan hasilnya, mereka mengkaji setiap penemuan tentang kesehatan mulut.

Di antara penemuannya: dari 4.216 anak-anak dalam dua penelitian di Costa Rica, peneliti menemukan beberapa bukti bahwa xylitol membantu mencegah pembusukan gigi. Anak-anak yang biasa menggunakan pasta gigi dengan xylitol dan flouride berpeluang 13 persen lebih sedikit untuk mengalami pembusukan gigi dari pada mereka yang hanya menggunakan pasta gigi berflouride saja.

Namun dalam penelitian lain yang menelaah manfaat xylitol pada permen dan tablet, peneliti menemukan tak ada bukti pemanis natural bisa meningkatkan kesehatan mulut.

“Bukti yang kita temukan tidak memungkinkan kita membuat kesimpulan kuat mengenai efek xylitol dan kami tidak bisa membuktikan keuntungan apa pun dalam pemanis alami dalam mencegah pembusukan gigi,” kata peneliti Philip Riley dari Universitas Manchester School of Dentistry.

“Penelitian terbatas terkait pasta gigi yang mengandung xylitol pada anak-anak mungkin hanya relevan pada penelitian populasi.”

Philip terkejut tak adanya dukungan lebih banyak penggunaan xylitol pada produk lain. “Kami terkejut melihat kurangnya bukti pada permen karet yang mengandung xylitol,” kata Philip.

Peneliti juga mencatat beberapa penelitian yang gagal menyebutkan gejala penyakit pencernaan yang diasosiasikan dengan xylitol pada partisipan penelitian seperti kembung, diare, dan efek pencahar–efek samping tersebut mungkin saja menghilangkan keuntungan apa pun yang mungkin terjadi pada orang yang mencari permen yang lebih sehat, mints, es krim, atau permen, di antara produk yang mengandung xylitol lain.

Jadi apakah xylitol baik untuk gigi? Mungkin iya pada pasta gigi anak-anak tapi mungkin tidak pada produk lain seperti permen karet.

Artikel ini ditulis oleh:

Beralih ke Organik, Petani Cianjur Lebih Nikmati Untung

Jakarta, Aktual.co — Petani asal Cianjur, Jawa Barat, yang tergabung dalam Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI) bisa mendapat penghasilan yang lebih tinggi setelah beralih ke tanaman organik.  “Ada peningkatan harga jual yang menambah kesejahteraan petani,” kata salah satu petani Cianjur, Sugandi, Minggu (29/3).

Sugandi mengatakan peningkatan penghasilannya bisa mencapai 20 persen karena beras hasilnya lebih bagus dan berharga lebih tinggi.  “Hasil panennya beda, beras lebih sehat dan harganya juga lebih tinggi, naik 20 persen dari harga biasanya,” jelasnya.

Selain itu, para petani tidak hanya memiliki harga tawar yang lebih tinggi tetapi juga berkontribusi menjaga lingkungan, menjaga keberlanjutan produksi yang ramah lingkungan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani karena pertanian yang bebas dari bahan-bahan kimia.

Menurut Sugandi peralihan ke pertanian organik pun tidak mudah. Himpunan pertanian tersebut dibantu perusahaan air minum kemasan AQUA untuk pelatihan, pendampingan dan pemberian modal sejak tahun 2011.

Kini, sudah sekitar 1.000 petani yang beralih ke organik. Juga para ibu-ibu kini mengembangkan tanaman sayuran organik di halaman rumah mereka mulai dari sawi, cabe, bawang daun, dan lainnya.  “Awalnya susah karena masih banyak yang belum mengerti, tetapi akhirnya banyak tertarik,” ujar Sugandi.

“Peralihan ke organik ini bedanya hanya teknis pengolahannya kalau cara menanam sama saja,” tambahnya.

Dalam memperingati Hari Air Sedunia 22 Maret 2015, AQUA menggelar kampanye Lestarikan Air Untuk Kehidupan pada Car Free Day. Yaitu dengan mengajak masyarakat agar peduli pada kelestarian air, termasuk memboyong petani Cianjur serta hasil panen mereka.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk berkontribusi menjaga kelestarian air di Indonesia dengan menjalankan program pelestarian lingkungan dalam payung Aqua lestari. Sejak 2006, kami telah menjalankan manajemen sumber daya air terpadu dari hulu sampai hilir yang berbasis DAS dengan melibatkan berbagai pihak terutama masyarakat sekitar,” jelas Pimpinan AQUA Grup, Parmaningsih Hadinegoro.

Kampanye ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc, Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Penny Susanti dan musisi Nugie.

Artikel ini ditulis oleh:

Warna Daun Selada Tentukan Efek Antioksidan

Jakarta, Aktual.co —Selada, salah satu jenis sayuran dalam menu makanan Mediterania, sangat bermanfaat bagi kesehatan, utamanya karena kaya antioksidan, namun tidak semua varietas tanaman itu memiliki efek antioksidan yang sama.

Situs sciencedaily.com melansir, berdasarkan penelitian yang dipimpin Usue Pérez-López dari Departemen Tanaman Biologi dan Ekologi Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Sains UPV/EHU, warna daun dari tanaman tersebut menentukan kecepatan senyawanya bertindak.

Jadi, selada dengan daun berwarna hijau memiliki antioksidan yang bereaksi lebih lambat sementara selada yang berdaun merah memiliki efek antioksidan yang lebih cepat. Hasil dari kajian tersebut telah diterbitkan dalam makalah “Komposisi fenolik dan sifat antioksidan terkait dalam warna daun selada yang berbeda: sebuah kajian oleh Electron Paramagnetic Resonance (EPR) Kinetics” yang baru-baru ini diterbitkan oleh Jurnal Pertanian dan Kimia Pangan.

Antioksidan adalah zat perlindungan jangka panjang yang menangkal reaksi berantai proses radikal bebas, atau molekul yang bisa menyebabkan kerusakan sel dan menimbulkan berbagai macam penyakit. Radikal bebas membahayakan tubuh kita dengan cara penuaan, dan yang paling buruk  adalah penyakit-penyakit serius.

Selada kaya antioksidan, karena mengandung senyawa seperti asam fenolik, flavonoid, anthocyanins, serta vitamin A dan C, dan lain sebagainya.

Tiga varietas

Untuk melakukan kajian, yang dimulai pada 2011, para peneliti dari UPV/EHU dan Universitas Pisa (Italia) menganalisa tiga varietas selada: selada berdaun hijau “Batavia”, selada semi-merah “Marvel of Four Seasons”, dan selada berdaun merah “Oak Leaf”.

Dengan menggunakan teknik Resonansi Elektron Paramagnetis, mereka mampu mengamati perilaku kinetis senyawa dari masing-masing varietas. Dan hasilnya menunjukkan selada berdaun hijau mengandung senyawa antioksidan yang larut dalam air, yang bertindak pada kecepatan lambat dan menengah, daun berwarna merah memiliki senyawa kinetis menengah dan cepat, sedangkan selada berdaun semi merah memiliki tiga macam senyawa dengan kecepatan cepat, menengah dan lambat.

Seperti yang ditekankan Dr Pérez-López, “Fakta bahwa senyawa bertindak dengan kecepatan yang berbeda, bukan berarti selada warna tertentu lebih baik atau lebih buruk dari pada yang lain. jika kita mengkonsumsi makanan yang dapat memicu aktivitas radikal bebas, akan ada senyawa yang bertindak mengeliminasi mereka lebih cepat.

Namun, pada saat yang sama penting bagi tubuh kita untuk mendapat asupan makanan dengan antioksidan yang memiliki kinetis lambat sehingga nantinya bisa beraksi lebih lama. Itulah sebabnya mengapa orang mengatakan lebih baik mencampur selada dengan berbagai warna karena karakteristiknya yang berbeda dan saling melengkapi.”

Setelah menentukan kinetis dari antioksidan, penelitian saat ini melanjutkan dengan tujuan menyempurnakan “nutraceutical” dari ketiga varietas selada tersebut. Grup peneliti tersebut saat ini sedang mencoba meningkatkan efek senyawa spesifik dalam tiap varietas dengan memaparkan tanaman pada tekanan pendek. Senyawa tersebut menunjukkan fungsi pertahanan pada tanaman.

Jadi jika kondisi tidak normal diaplikasikan pada tanaman (seperti menyiraminya dengan air garam atau memaparkannya pada intensitas pencahayaan tertentu atau pemaparan terhadap Karbon Dioksida tinggi), pertahanan tersebut akan meningkat dan sebagai hasilnya kualitas antioksidan tanaman akan meningkat.

“Yang penting dalam proses ini adalah tidak kehilangan produktivitas, dan itu sebabnya mengapa kita mengaplikasikan intensitas stres pendek. Tingkat stres yang berlebihan, pertumbuhan tanaman bisa terganggu, dan kita tidak tertarik dengan mencapai kualitas bagus tapi risikonya mengurangi ukuran tanaman. Tujuannya adalah menjaga produksi dan mencapai kualitas yang bagus dalam produksi ini,” kata Dr Usue Pérez-López.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain