2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37234

Berani Lawan Arus, Kunci Sukses Filem Nasional

Jakarta, Aktual.co —Agar film Indonesia dapat menuai popularitas di negeri sendiri, menurut Sutradara Eros Djarot, sineas nasional harus berani membuat film yang melawan arus.

“Kalau ada satu-dua film yang mencuat, pasti karena melawan arus,” kata Eros, dalam acara Film and Art Celebration 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (29/3).

Dia mencontohkan stereo Dolby yang dipakai dalam filmnya Tjoet Nja’ Dhien, sesuatu yang belum lazim di masa itu.

“Ini (keberanian melawan arus) yang saya nilai kurang karena yang masih berkembang adalah jiwa copy paste,” ujar adik kandung aktor Slamet Rahardjo itu.

Menurut pria 64 tahun itu, perlu keberanian untuk membuat gebrakan baru. Pendobrakan arus itu dapat terjadi lebih mudah seandainya didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Tugas negara itu memberi peluang agar terobosan-terobosan dapat dibuat,” imbuh pencipta soundtrack “Badai Pasti Berlalu” itu.

Sayangnya, film masih dianggap sebelah mata oleh pemerintah. Eros menilai pemerintah masih terlalu disibukkan dengan seputar permasalahan parlemen atau partai.

“Pemerintah belum paham bahwa budaya (film) itu penting, jadi pemerintah tidak jelas menanganinya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Situs Kampung Tua Papua Ditemukan di Nabire

Jakarta, Aktual.co — Arkeolog di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, menemukan situs kampung tua Mosandurei, yang merupakan situs permukiman.  “Situs Kampung Tua Mosandurei itu ditemukan dalam proses penelitian arkeologi,” kata staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura Hari Suroto, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (28/3).

Dalam situs itu, menurut Suroto ditemukan alat batu, manik-manik, keramik Cina Dinasti Ming (abad XVI-XVII) dan Dinasti Ching (abad XVII-XVIII), keramik Eropa, botol Eropa dan gerabah.  “Keramik Eropa yang ditemukan terdapat cap pabrik pembuatnya, yaitu Fregout & Co Saastrusht Dragon Made in Holland dan Petrus Regout & Co Maastricht made in Holland,” katanya.

Selain itu, lanjut Suroto, di situs itu juga ditemukan sisa makanan berupa cangkang moluska laut dalam jumlah banyak dan tulang binatang.   “Situs Kampung Tua Mosandurei pada masa lalu dipilih sebagai situs pemukiman karena lokasinya yang dekat dengan sumber air tawar,” katanya.

Ia menimpali, “Juga dekat dengan hutan sagu dan pesisir pantai. Letak situs di atas bukit sangat aman dan terlindungi dari serangan bajak laut yang banyak beroperasi di Teluk Cenderawasih pada abad ke-16 hingga abad ke-18.”

Alumnus Universitas Udayana Bali itu menjelaskan lokasi strategis Situs Kampung Tua Mosandurei di pesisir utara Papua wilayah Napan itu, pada masa lalu merupakan bagian dari jaringan niaga dengan Kesultanan Tidore.

Artikel ini ditulis oleh:

Salah Distribusi, Film berkualitas Gagal Sukses Beredar

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co –   Film berkualitas belum tentu bisa sukses di pasar bila salah menerapkan strategi distribusi.  “Kita harus mengerti target market,” kata sutradara Sammaria Simanjuntak dalam diskusi “Peluang dan Jalur Distribusi Film Indonesia” di Film and Art Celebration 2015 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Minggu (29/3).

Perempuan di balik film “Cin(T)a” dan “Demi Ucok” itu mengatakan aliran distribusi film telah berubah seiring perkembangan teknologi.  Ketika teknologi belum berkembang, film awalnya didistribusikan melalui bioskop lalu ditayangkan di televisi karena dapat dinikmati dalam bentuk VCD atau DVD.

Kini, penonton dimanjakan dengan perangkat elektronik canggih dalam beraktivitas, termasuk menonton film.   “VOD (video-on-demand) untuk sekarang kayaknya harus duluan, bukan belakangan,” ujar Sammaria.

Menurut sineas jebolan arsitektur Institut Teknologi Bandung, kemasan suatu film disesuaikan dengan prioritas urutan distribusi.  Bila mengincar distribusi lewat internet, tentu sineas harus membuat film yang cocok untuk format serial web.

Pakar media digital Roy Simangunsong mengatakan internet bisa jadi tantangan atau peluang baru dalam mendistribusikan film tergantung bagaimana menyikapinya.  Meski bioskop tetap punya tempat dalam distribusi film, internet memberi akses konten dengan kuantitas tak terhitung bagi konsumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Dipulangkan dari Turki, 21 WNI Tinggal di Save House

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan 12 warga negara Indonesia yang dipulangkan Densus 88 Polri dari Turki saat ini tinggal di Save House atau rumah perlindungan.

“Saat ini 12 orang WNI tersebut tinggal di Save House milik Kementerian Sosial bersama dengan anak-anak mereka,” kata Khofifah usai pemberian santunan bagi anak yatim di Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya, pada Minggu (29/3).

Mensos mengemukakan rumah perlindungan tersebut akan dijadikan tempat transit sementara bagi WNI yang saat ini dikirim pulang dari Turki.  “Selanjutnya, mereka akan mengikuti proses reintegrasi dan juga bersosialisasi sambil menunggu penempatan mereka selanjutnya,” katanya.

Ia mengatakan biasanya kalau kasus trafficking persetujuannya harus ada kaitannya dengan rumah sakit. “Tetapi untuk masalah TKI biasanya maksimal dua pekan tetapi kami harus berkoordinasi dengan instansi lainnya,” katanya.

Pihaknya, kata dia, juga akan memberikan layanan kesehatan dan juga memberikan konseling yang mencukupi.  “Jadi kami juga menyediakan tempat tinggal kepada mereka, tetapi yang menyediakan lahan adalah pemda tetapi mendapatkan bantuan dari kementerian sosial,” katanya.

Sebelumnya 12 WNI dipulangkan oleh Densus dari Turki atas dugaan keterlibatan mereka terkait dengan kegiatan ISIS.

Artikel ini ditulis oleh:

Ansor Jatim dirikan Posko Siaga ISIS

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur mendirikan Posko Siaga (Waspada) ISIS untuk memantau gerakan radikal Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) itu.  “Kami juga sudah menginstruksikan seluruh pengurus dan kader di daerah-daerah untuk mendirikan posko serupa,” kata Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Triwachid di Surabaya, Sabtu (28/3).

Didampingi Ketua Satkorwil Banser Jatim, Ahmad Tamim dan Sekretaris Umar Usman, Rudi menjelaskan pengurus dan kader Ansor se-Jatim juga akan aktif ‘Turba Deradikalisasi’ ke masyarakat sekitar.

“Untuk dakwah Islam rahmatan lil alamin itu, kami juga mengimbau seluruh komponen masyarakat Jatim melapor ke posko itu atau langsung ke pengurus NU dan Ansor di daerahnya. Bisa juga menghubungi Call Center Posko Siaga ISIS atas nama Sahabat Wildan 08123455585,” katanya.

Menurut dia, langkah Ansor itu untuk menyikapi banyaknya terduga teroris dan kelompok radikal di Provinsi Jawa Timur yang tertangkap aparat. “Itu sinyal bahwa Jatim jadi target baru basis radikalisme,” katanya.

Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menolak penggunaan terminologi “jihad” dan untuk kepentingan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme, dan segala bentuk ekstremisme, radikalisme, dan terorisme yang mengatasnamakan Islam.

“Itu bentuk kejahatan kemanusiaan atas nama Islam yang berakibat pada hilangnya nyawa, cacat fisik, trauma psikis, dan kemanusiaan secara ekonomi, karena seluruh komponen masyarakat harus mewaspadai segala bentuk kegiatan yang mengarah pada ekstremisme, radikalisme, dan terorisme itu, termasuk ISIS,” katanya.

Ia menambahkan PW GP Ansor Jatim siap berada di garda depan untuk melawan paham Radikalisme-Terorisme dan Gerak Gerik ISIS di provinsi ini.

Sebelumnya (27/3), Tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri bersama tim Polda Jatim menangkap satu lagi terduga anggota gerakan radikal Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) di Tulungagung, yakni RS.  Tertangkapnya RS itu merupakan pengembangan atas penangkapan sebelumnya (25/3), yakni tiga terduga anggota ISIS di Malang, yakni Abdul Hakim, Helmi Muhammad Alamudi dan Ahmad Junaedi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bappenas Minta Investor Bangun Smelter di Kalteng

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Investor yang tertarik sumber daya alam Kalimantan Tengah diminta membangun industri pengolahan dan pemurnian (smelter). Investor jangan hanya menargetkan mengekspor bahan mentah, baik batu bara atau mineral lain hasil provinsi tersebut.

“Ikutlah membangun smelter,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Palangkaraya, Minggu malam (29/3).

Sesuai dengan agenda prioritas nasional, menurut Menteri PPN, industri di Kalimantan Tengah, baik sektor energi maupun sektor lain, akan diarahkan menjadi industri bernilai tambah.

“Baru saja kabar dari Gubernur, ada yang tertarik dengan potensi bauksit, bijih besi. Kita usahakan di sini harus ada pengolahan, jangan jual mentah,” ujar Menteri sebelum menjadi pembicara pada Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Kalteng, Senin (30/3).

Sebelum mengembangkan hilirisasi industri, Andrinof mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan infrastruktur pembangkit listrik di Kalteng. Pemerintah ingin pembangkit listrik baru dengan kapasitas 1.000 megawatt dapat mulai dibangun pada tahun 2015.

Hal ini karena kenyataan ironis bahwa Kalteng dengan potensi batu bara yang melimpah, terus mengalami defisit pasokan listrik. Saat ini rasio elektrifikasi di provinsi terluas di Pulau Kalimantan itu baru 70 persen.

Pemenuhan listrik di Kalteng didominasi oleh konsumsi rumah tangga, dan hanya sedikit kebutuhan industri. Kebutuhan pembangkit listrik ini juga untuk mengembangkan kawasan industri di Kalteng,  “Yang utama pembangkit listrik. Kalau dibikin pelabuhan, tidak ada yang diangkut, buat apa nanti pelabuhan? Maka dari itu, perlu industri, tetapi industri juga pasti butuh listrik kan,” kata dia.

Ia memperkirakan jika pembangkit listrik 1.000 megawatt dapat dibangun pada tahun ini, dalam 3,5 tahun ke depan, atau 2018, Kalteng sudah dapat memiliki kawasan industri.  “Belum lagi listriknya akan surplus, nanti dapat mengalirkan listrik ke Jawa,” kata dia.

Andrinof mengharapkan reformasi perizinan yang sudah dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal melalui PTSP dapat menarik lebih banyak lagi minat investor.

Selain stimulus nonfiskal berupa kemudahan perizinan itu, Andrinof mengatakan bahwa investor pembangkit listrik juga seharusnya dapat dimungkinkan untuk mendapat insentif fiskal.  “Misalnya, perusahaan-perusahaan yang mau bangun pembangkit listrik, dapat kita kenai pengurangan royalti atau bea keluar,” katanya

Andrinof mengatakan bahwa kekayaan alam yang menjadi andalan masing-masing daerah harus dioptimalkan untuk kebutuhan perekonomian di daerah itu terlebih dahulu.   “Jangan sampai dieskploitasi oleh orang lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, rencana pembangunan sarana dan prasarana fisik infrastruktur, seperti rel kereta api untuk batu bara, dan juga proyek lainnya akan melalui kajian yang mengutamakan kepentingan masyarakat di daerah tersebut.

Kalteng merupakan provinsi terluas di Pulau Kalimantan dengan potensi sumber daya, seperti logam mulia, logam dasar, mineral industri, dan produksi batu bara yang melimpah.  Sumber daya batu bara di Kalteng sebanyak 1,05 miliar ton sumber daya tereka dan 40 juta ton cadangan terbukti.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain