2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37236

Din Syamsuddin Jadi Salah Satu Pembicara Boao Forum

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi salah satu pembicara dalam acara Boao Forum for the Future of Asia (BFA) di Boao, Pulau Hainan, Tiongkok, 27-30 Maret 2015.
BFA adalah forum bergengsi tingkat dunia yang menghimpun para penentu kebijakan, seperti presiden dan menteri, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan CEO serta pebisnis dari berbagai negara.
Hadir dari Indonesia antara lain Presiden Joko Widodo, Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menlu Retno Marsudi, Mendag Rahmat Gobel, Mensekab Adi Wijayanto, dan Kepala BKPM Sibarani.
Isu utama yang dibicarakan adalah tentang prinsip jalan tengah dan perdamaian. Tampil menjadi narasumber antara lain Master Sing Yuen, tokoh Buddha terkemuka dari Taiwan, Arcbishop Paul Kwong dari Hongkong, dan Din Syamsuddin dari Indonesia.
Din Syamsuddin menjelaskan prinsip jalan tengah Islam (wasathiyah) sebagai jalan keluar terhadap problematika peradaban dunia.
Menjawab pertanyaan moderator dari Phoenic TV tentang fenomena radikalisme keagamaan dan terorisme, Din meyakinkan audiens bahwa tidak ada akar pada Islam bagi kekerasan dan terorisme.
Menurut Din, kelompok ekstrimis dan teroris hanya menyalahgunakan bahkan “membegal” Islam untuk kepentingan politik kelompoknya.
Selain itu, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme, juga dipengaruhi oleh faktor-faktor non-agama seperti kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik.
“Bahkan tidak mustahil kelompok ini ikut direkayasa oleh pihak luar yang ingin merusak Islam melalui sebagian pemeluknya,” kata Din.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Anggota Brimob Buru Kelompok Bersenjata di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Aparat keamanan di Aceh mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memburu kelompok bersenjata yang membunuh dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara, beberapa hari lalu.
Hal itu dibuktikan dengan dikerahkannya 47 personel, termasuk Brimob, jajaran Polres Bener Merah, untuk menyisir perbatasan Aceh Utara, Minggu (29/3).
Jajaran Polres Lhokseumawe dan Polres Aceh Utara dibantu TNI juga melakukan hal yang sama. Target utama aparat keamanan yaitu menangkap kelompok bersenjata.
“Kita perluas titik pencarian kelompok bersenjata itu. Di kawasan perbatasan Aceh Utara dan Bener Meriah banyak TNI dan polisi dari wilayah itu. Kita saling koordinasi untuk menemukan kelompok bersenjata api itu,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP, Wawan Setiawan, dihubungi per telepon.
Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat melaporkan tindakan kelompok mencurigakan di setiap wilayahnya, serta tidak panik ketika melihat aparat keamanan di kawasan hutan. Pasalnya, operasi ini merupakan operasi memburu pelaku kejahatan. 
“Ini juga untuk melindungi masyarakat. Jadi, saya harap jangan panik. Namun, jika melihat ada kelompok masyarakat yang aneh dan asing, segera lapor ke aparat terdekat,” terangnya.
Untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata, Polres Bener Meriah juga rutin menggelar razia di jalan raya. 
Sementara, Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi menyebutkan pihkanya juga terus menyisir kawasan hutan dan menggelar razia di jalan raya.
“Kita membantu Polres Lhokseumawe untuk menangkap kelompok bersenjata ini. Kita juga menggelar razia di jalan raya guna mempersempit ruang gerak kelompok itu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Calon Kapolri, Pemerintah Siap Jelaskan ke DPR

Jakarta, Aktual.co — Menko Polhukam Tedjo Edhy mengaku sudah menyiapkan jawaban terhadap DPR terkait calon kapolri.
Dirinya belum dapat memastikan apakah jawaban tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi atau diwakilkan.
“Kami dari pemerintah sudah siapkan jawaban untuk DPR,” kata Tedjo, di Jakarta, Minggu (29/3).
Penjelasan yang diberikan ke DPR nantinya soal batalnya Komjen Budi Gunawan dicalonkan menjadi kapolri dan menggantinya dengan Komjen Badrodin Haiti.

Artikel ini ditulis oleh:

Kelompok Bersenjata di Aceh Diimbau Menyerahkan Diri

Banda Aceh, Aktual.co — Komandan Resor Militer (Danrem) 011 Lilawangsa Kolonel Ahmad Danil Chardin mengimbau kelompok bersenjata api (senpi) yang masih berada di kawasan hutan wilayah Aceh Utara agar segera menyerahkan diri. 
Pihaknya memastikan TNI dan Polri akan terus memburu dan menangkap kelompok bersenjata api yang masih bersembunyi di kawasan hutan Aceh Utara.
Saat ini, sekitar sekitar 400 anggota TNI mulai mengepung Nisam dan Nisam Antara, lalu  kemudian berlanjut ke Kecamatan Sawang, Kuta Makmur dan Simpang Keuramat serta sejumlah kecamatan lain. 
Tindakan itu dilakukan setelah dua personel TNI Kodim Aceh Utara ditemukan tewas. Keduanya ditemukan tewas dengan luka tembak di sekujur tubuhnya di kawasan Dusun Bate Pila Desa Alue Papeun Kecamatan Nisam Antara, Selasa (24/3) pagi.
“Kalau mereka menyerahkan diri secara sukarela dan niat baik serta menyesali perbuatan, tentu dalam proses hukum nantinya bisa menjadi hal-hal yang meringankan. Namun, jika tidak, mereka akan tetap dicari, terutama polisi yang mencari,” kata Danil, saat dihubungi, Minggu (29/3).
Dia menambahkan, kepolisian nantinya bisa menetapkan kelompok bersenjata itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jika masuk DPO, maka mereka terus cari sampai dapat oleh polisi. Apalagi kasus seperti ini kadaluarsa cukup lama, jadi polisi bisa mencari mereka sampai ke kampungnya nanti.
“Karena itu jalan terbaik bagi mereka, ya menyerahkan diri. Apalagi jika mereka tidak melakukan apa-apa (kriminal), tentu sangat baik,” ujarnya.
Dirinya memprediksikan kebutuhan logistik kelompok tersebut juga sudah menipis karena petugas terus menyebar dan juga terus mengadakan patroli di jalan untuk menutup akses mereka mendapatkan logistik

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Semarang Minta Hentikan Pendirian Tower Tak Berizin

Semarang, Aktual.co — DPRD meminta pemerintah Kota Semarang menghentikan aktivitas pendirian tapak tower yang tidak mengantongi izin. 
Pasalnya, keberadaan tower melanggar regulasi peraturan daerah.
“Kami mendorong pemerintah kota Semarang menghentikan dulu pembangunan tower, tanpa perizinan yang lengkap,” ucap Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, di kantornya, jalan Pemuda Semarang, Minggu (29/3).
DPRD mengendus hampir 70 persen pendirian tower belum kantongi izin. Pihaknya akan segera melakukan sidak ke lapangan.
“Mereka harus mengacu pada regulasi yang ada. Tidak bisa sembarangan mendirikan tower tanpa izin lengkap,” beber dia.
Hal ini juga menanggapi keresahan masyarakat terhadap pendirian tower-tower ilegal.
“Banyak laporan masyarakat yang menyebut pendirian tower-tower, tanpa melalui izin dari warga setempat. Keberadaan tower dianggap bermasalah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Pilkada, Masyarakat Diajak Jaga Kondusivitas

Jakarta, Aktual.co — Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surya Widati mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah menjaga kondusivitas menjelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah pada 2015.
“Ada agenda penting yang harus jadi perhatian oleh seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah yaitu Pilkada Bantul 2015 sehingga mulai dari sekarang mari kita jaga suasana kondusif yang telah terbangun,” katanya di Bantul, Minggu (29/3).
Menurut dia, keharmonisan antara ulama, jajaran pemerintah pemangku kepentingan, serta masyarakat harus tetap terjaga menjelang pesta demokrasi lima tahunn tersebut, agar masalah yang berpotensi konflik di daerah ini tidak terjadi.
“Kita harus waspada terhadap potensi konflik yang ada di sekitar kita, saya berharap segenap pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah,” katanya.
Menurut dia, dengan menjaga kondusifitas dan keharmonisan antara pihak terkait maka harapannya pelaksanan Pilkada Bantul dapat terlaksana dengan aman da tertib, sehingga pembangunan dapat berkesinambungan.
Sementara, Ketua KPU Bantul Muhammad Johan Komara mengatakan, kabupaten ini akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada gelombang pertama yaitu Desember 2015 karena pertimbangan akhir masa jabatan bupati tersebut.
Sejauh ini kesiapan pada penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul, diantaranya dengan telah disediakannya anggaran pilkada sebesar Rp13 miliar dalam APBD 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain