2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37237

Mantan Mendikbud Bantah Kurikulum 2013 Ajarkan Radikalisme

Jakarta, Aktual.co — Mantan Mendikbud Mohammad Nuh membantah Kurikulum 2013 (K-13) mengajarkan radikalisme, karena kurikulum itu justru mengajarkan toleransi dengan pendekatan baru.
“Bahkan, ada bab khusus toleransi yakni Bab XI, sedangkan bab-bab lain juga ada contoh-contoh tentang toleransi. Kalau K13 mengajarkan radikalisme, tentu sejak dulu sudah ketahuan,” katanya di UIN Malang, Minggu (29/3).
Secara umum, buku K13 justru memberi contoh-contoh tentang toleransi, diantaranya Sayyidina Ali yang terlambat shalat karena ada orang tua non-Muslim yang berjalan lambat didepannya.
“Itu toleransi, bahkan buku K-13 ada bab khusus pada Bab XI,” katanya.
Menurut Nuh, buku yang mengajarkan radikalisme itu justru ada pada buku Pendidikan Agama Islam pada halaman 78 yang dikeluarkan tim MGMP PAI Kabupaten Jombang.
“Itu sudah disebut media massa, tapi kenapa tuduhan diarahkan ke buku K13? Saya kira tuduhan itu punya target yakni menghapus kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dalam K13 itu,” katanya.
Kompetensi sikap spiritual dan sosial itu akan dihapus pada semua materi pembelajaran K13 dan hanya disisakan pada Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan, padahal K13 mengajarkan tiga kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan) pada semua materi.

Artikel ini ditulis oleh:

DPC Semarang Sayangkan Munas Peradi Ditunda 3-6 Bulan

Semarang, Aktual.co — Dewan Pimpinan Cabang Semarang menyayangkan Musyawarah Nasional II Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada 26-28 Maret 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan, harus ditunda 3 hingga 6 bulan kedepan.
Anggota Peradi Kota Semarang, Soeyanto, mengaku kecewa atas adanya penundaan Munas II Peradi tersebut.
“Kita sangat kecewa, kitakan ingin kepastian bukan mengiginkan perpecahan,” kata pria yang akrab disapa Kang Atok, dihubungi dari Semarang, Minggu (29/3).
Penundaan Munas memilih calon ketum menyusul permohonan 48 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi se-Indonesia untuk menunda acara yang sudah sempat berlangsung tersebut.
Dirinya selama mengikuti Munas menilai pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi belum ikhlas untuk melepas jabatanya.
“Sepertinya para pengurus DPN Peradi belum bisa melepas jabatan, mereka masih kepengen bertahan dari posisi jabatanya. Selain itu, saya kira munas tersebut ada ulah oknum-oknum yang memang ingin mengagalkan agar munas tersebut bisa ditunda,”ujarnya.
Sementara, salah satu calon Ketua Umum Peradi, James Purba, menyayangkan adanya penundaan tersebut. Info penundaan itu diperoleh melalui pernyataan panitia lokal yang tidak sanggup menyelenggarakan Munas Peradi dengan baik.
“Sejak pagi ruang sidang tidak pernah bisa dibersihkan (sterilisasi) dari orang-orang yang bukan peserta munas (utusan DPC), saya menyayangkan hal itu, padahal beberapa pejabat daerah Sulawesi Selatan, mulai dari Gubernur, Kapolda dan Pangdam Wirabuana sudahhadir dalam acara tersebut. Apalagi pembukaan acara sudah dilakukan Menko Polhukam Republik Indonesia (Tedjo Edhy Purdijanto),” jelas James melalui telepon selulernya.
James berharap penundaaan penyelenggaraan Munas II Peradi agar bersungguh-sungguh mempersiapkan secara matang dan lebih baik lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Anak Usia Sekolah Jadi Buruh di Nunukan

Jakarta, Aktual.co — Puluhan anak sekolah harus menjadi buruh dadakan di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara, untuk mendapatkan uang jajan setiap hari.
Imran, murid Kelas V SD yang bertempat tinggal di Porsas Kelurahan Nunukan Timur, menuturkan bahwa dirinya telah satu tahun lebih menjadi buruh dengan membantu penumpang mengangkat barangnya yang baru tiba dari Tawau, Malaysia.
Ia mengutarakan, menjadi buruh di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan setiap hari itu dirasakan senang karena mendapatkan uang yang dari hasil keringatnya sendiri buat uang jajan di sekolah dan sisanya ditabung.
“Penghasilannya setiap hari bervariasi antara Rp20.000-Rp30.000 karena tidak pernah mematok tarif, tetapi sesuai dengan keikhlasan penumpang yang dibantunya,” ujar Imran yang mengaku telah berusia 11 tahun itu, Sabtu (28/3).
Selain mengangkat barang penumpang, Imran bersama tujuh sebayanya yang lain jika barang penumpang kurang maka seringkali juga dipanggil membersihkan (menyapu dan menyiram) kapal dengan upah RM1 setara Rp3.600 sampai Rp5.000 per orang.
“Kalau tidak ada lagi barang penumpang, kami sama teman-teman bersihkan kapal. Biasa disuruh menyiram atau menyapu,” ujar dia.
Hal yang sama diutarakan Andi (15), bahwa hampir setiap hari sekitar pukul 16.00 wita sepulang sekolah telah berada di Pelabuhan Internasional Tunon Taka menunggu kedatangan kapal angkutan resmi dari Tawau.
Ketika kapal merapat di pelabuhan itu, dia dan teman-temannya langsung berlarian masuk kapal menawarkan jasanya kepada penumpang, khususnya kalangan ibu-ibu tua untuk diangkatkan barang bawaannya.

Artikel ini ditulis oleh:

ICW Minta Menkumham Baca Putusan MA

Jakarta, Aktual.co — Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu alasan Menkumham Yasonna Laoly meniupkan wacana revisi PP 99/2012 soal remisi pelaku korupsi. 
Namun, dalil tersebut dimentahkan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW).
Peneliti ICW Emerson Yuntho menilai, landasan MenkumHAM tersebut tidaklah berdasar.
“PP ini pernah diajukan ke MA 2013. Dan putusan MA mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran terkait HAM, ngga ada,” kata Emerson, di Jakarta, Minggu (29/3).
Pihaknya meminta agar Menteri Yasonna membaca kembali putusan tersebut.”Kalau dia ngga punya (putusan), kita bisa kirimin,” cetusnya.
Diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melempar wacana untuk merevisi PP 99 tahun 2012, dimana didalamnya tercantum aturan remisi untuk pelaku korupsi. Wacana Yasonna ini menuai kontroversi di kalangan pegiat anti korupsi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Prancis-Jerman Belum Sepakat, Perundingan Nuklir Iran Memanas

Semarang, Aktual.co — Perundingan nuklir Iran tidak mencapai kesepakatan antara menteri Perancis dan Jerman yang menginginkan kerangka kerja dapat ditargetkan selesai pada hari Selasa mendatang.
Ketegangan itu memuncak memasuki hari ketiga setelah mereka bernegoisasi dengan Iran. Iran tetap mempertahankan pada beberapa poin terkait kesepakatan yang membahayakan pembangunan nuklir.
Sumber tersebut menyebut Iran telah menolak untuk mengalah pada isu-isu utama yang berpusat di sekitar ruang lingkup penelitian nuklir canggih, sementara kesepakatan berlaku, dan serta kecepatan legal sanksi.
“Iran sedang berada pada masalah yang paling sulit,” kata seorang pejabat senior AS, dikutip dari CNN.
Seorang diplomat Barat menduga bahwa delegasi Iran menghadapi tekanan setelah kembali pulang ke Teheran. Setelah putaran terakhir pembicaraan keduanya kembali dengan posisi tawar lebih keras.
“Kami menghabiskan semua kemarin untuk mendorong Iran,” .
“Mereka tidak bergerak. Ini sangat sulit. Hal ini tidak berjalan dengan baik. Kami benar-benar pada titik di mana Iran harus memutuskan apakah mereka ingin atau tidak,” ujar dia.
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mencoba meredam ketegangan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.
“Kita sedang bergerak maju. Saya pikir kita sebenarnya bisa membuat kemajuan yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan semua masalah, dan mulai menuliskannya dalam sebuah teks yang akan datang kesepakatan akhir,” kata Zarif.

Artikel ini ditulis oleh:

BBM Naik Lagi, Aliansi Rakyat Tuding Jokowi Boneka AS

Denpasar, Aktual.co — Kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Jumat (28/3) menuai protes rakyat di Bali.
Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM menggelar aksi demonstrasi di depan Monumen Banjra Sandhi, Renon, mInggu (29/3). 
Aksi penentangan terhadap kebijakan rezim Jokowi-JK tersebut mendapat perhatian luas warga yang sedang memadati kawasan Renon.
Dalam orasinya mereka menilai kenaikan harga BBM itu memperjelas orientasi politik pemerintahan Jokowi-JK yang terus menabur ilusi tentang kesejahteraan rakyat yang dicanangkannya. 
“Kebijakan non populis ini adalah bukti wajah asli siapa pemerintahan saat ini, yang tidak bisa mengambil kebijakan tanpa melukai hati rakyat. Kebijakan menaikan lagi harga BBM telah menyengsarakan kehidupan rakyat yang semakin sulit ini,” teriak korlap aksi, Ni Wayan Sita Metri.
Kenaikan harga BBM ini berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang selama ini tidak bisa dikendalikan pemerintah sejak pertama kali menaikkan harga BBM beberapa bulan lalu. Beban rakyat akan bertambah menyusul adanya rencana pemerintah melalui Pelaksana Tugas Dirjen Migas untuk kembali menaikkan harga elpiji 3 kilogram menjadi menjadi Rp45.000.
Humas aksi Retno Dewi mengatakan, kebijakan pemerintah itu menegaskan kepemimpinan Jokowi-JK belum bisa berdaulat atas sumber energi sendiri, karena harga minyak di Indonesia masih bergantung dan mengikuti harga di pasar dunia. Retno menuding pemerintahan Jokowi-JK merupakan boneka AS yang menjalankan kebijakan titipan AS yang memonopoli penguasaan perdagangan minyak dunia.
Saat ini, lanjutnya, kekayaan alam Indonesia atas sumber energi masih dikuasai oleh asing, sehingga pemerintahan Jokowi-JK membuat kebijakan yang mengikuti kepentingan asing.
“Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan Harga BBM menuntut Pemerintah Jokowi-JK untuk mencabut Surat Keputusan Menteri ESDM No.2486/K/12/MEN/2015 tentang Penaikan Harga BBM dan membatalkan kenaikan harga BBM secepatnya,” pungkas Retno.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain