1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37240

Kenaikan BBM Bikin Masyarakat Tambah Sulit

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Energi, Komaidi Notonegoro menyayangkan momentum kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintahan Joko Widodo. Pasalnya, kenaikan BBM yang notabane-nya digunakan oleh rakyat kecil.
“Saya kira momentumnya (kenaikan harga BBM) saja yang tidak tepat. Situasinya di masyarakat jadi tambah sulit,” sesal Komaidi ketika berbincang dengan Aktual.co, Minggu (29/3).
Selain itu, bukan hanya momentum yang menurutnya tidak tepat. Dia juga mempertanyakan alokasi-alokasi anggaran terkait subsidi penyediaan BBM yang disediakan oleh pemerintah.
“Relokasi anggaran (subsidi BBM) yang dulunya banyak sekarang jadi berkurang,” keluhnya.
Namun demikian, Komaidi pun tidak menampik jika menaikan harga BBM merupakah satu-satunya langkah yang dimiliki oleh pemerintah. Hal itu karena, selain gejolak ekonomi, Indonesia juga dihadapkan dengan kondisi politik yang tidak stabil.
“Pas atau tidaknya (menaikan harga BBM) itu relatif. Tapi, pemerintah memang nggak punya pilihan lain,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Staf Ahli Menkumham: Efek Jera Pada Saat Proses Peradilan

Jakarta, Aktual.co — Staf Ahli Menteri Bidang Pelanggaran HAM, HM Makmun, mengatakan jika pihaknya setuju bila koruptor merupakan musuh bersama dan harus mendapat hukuman yang berat.
Namun, hukuman berat atau tidak itu tergantung bagaimana majelis hakim di pengadilan memvonis seorang terpidana.
“Karena setelah putusan pengadilan tidak ada hukuman lagi. Jadi pemasyarakatan itu bukan tempat penghukuman dan kebijakan itu jangan  berdasarkan atas emosional, dendam, ataupun kebencian yang menjadi dasarnya,” kata Makmun, dalam acara Aktual Forum bertajuk “Remisi dalam Perspektif Penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi”, di Jakarta, Minggu (29/3).
“Kita ini negara hukum dan berdasarkan atas konstitusi, sehingga jangan sebuah keputusan itu diambil berdasarkan tekanan opini publik,” imbuh dia.
Menurut dia, dalam proses peradilan itulah seorang hakim dapat memberikan efek jera kepada terdakwa sebagai kewenangannya.
“Dalam putusan pengadilan, sebetulnya seperti yang dikatakan Hakim Agung Gayus Lumbuun, jika remisi merupakan ranah kumham, sehingga hakim seharusnya membuat keputusan yang tepat di pengadilan, dengan mempertimbangkan remisi yang nantinya akan didapat oleh terpidana,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pemkab Tangerang Akui Ada Oknum Pemeras Kades

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui ada oknum tertentu yang mencoba memeras sejumlah kepala desa (kades) di Kecamatan Mauk dengan dalih mentransfer uang sebesar 10 persen agar bantuan proyek pembangunan cepat cair.
“Kami sudah mendapatkan banyak laporan dari kades soal itu dan ada juga yang mencatut nama Sekretaris Daerah Iskandar Mirsad,” kata Juru bicara Pemkab Tangerang Slamet Isbianto di Tangerang, Minggu (29/3).
Slamet mengatakan, sejumlah kades yang dihubungi itu yakni Kades Ketapang, Nini dan Kades Marga Mulya Wardi yang merupakan suatu sindikat proyek. Bahkan oknum tersebut juga mencatut nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Hery Heryanto.
Masalah tersebut setelah rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2016 pada Selasa (24/3). Menurut dia, modus yang digunakan adalah berupaya pencarian dana sebesar Rp 800 juta kepada Kades Ketapang, Kecamatan Mauk, bila bersedia mengirimkan uang sebesar 10 persen.
Slamet menambahkan, para kades itu berupaya untuk melakukan klarifikasi kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda, bahwa tidak ada perintah demikian, apalagi meminta uang dengan cara transfer melalui rekening bank tertentu.
Sedangkan pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan aparat bagian hukum menyangkut masalah itu apakah dilaporkan ke polisi atau tidak.
Dia mengimbau agar kepala desa tidak menanggapi masalah tersebut bila memang ada upaya mencurigai segera melaporkan ke pihak berwenang di Pemkab Tangerang. “Setiap pencairan dana apalagi untuk pembangunan desa maka tidak ada pemberian kepada aparat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bappeda Pemkab Tangerang Hery Heryanto mengatakan dalam Musrenbang tahun 2016 membahas sebanyak 14 ribu kegiatan. Hery menambahkan pada Musrenbang itu alokasi dana sebesar Rp 6,7 triliun dan bagi yang tidak perlu untuk kepentingan publik terpaksa dicoret.
Hal itu, katanya, sesuai arahan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar agar memprioritaskan anggaran untuk bidang pendidikan, kesehatan dan insfrastruktur. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Militer Sudan Bantah Pesawatnya Ditembak Kelompok Al-Houthi

Jakarta, Aktual.co — Militer Sudan membantah satu jet tempurnya ditembak jatuh oleh kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi, yang telah terakhir ini dibom oleh koalisi Arab pimpinan Arab Saudi untuk mendukung Presiden Abd-Rabbou Mansour Hadi.
“Informasi ini sama sekali tak benar. Ini adalah pernyataan dari kelompok Al-Houthi,” kata As-Sawarmy Khalid Saad, Juru Bicara Militer Sudan, kepada Xinhua.
“Kami sama sekali tidak kehilangan pesawat tempur dalam keikut-sertaan kami di Operasi Badai Penentu. Keikut-sertaan militer kami berjalan aktif dan melalui kerja sama dengan kelompok lain aliansi,” kata dia.
Media berita Sudan, Al-Mugran, pada Sabtu (28/3) melaporkan satu pesawat tempur Sudan, satu dari empat pesawat yang ikut dalam serangan udara koalisi anti-Al-Houthi pimpinan Arab Saudi, ditembak jatuh dan pilotnya ditangkap oleh anggota milisi Al-Houthi.
Pada Jumat (27/3), Khartoum menyatakan Sudan siap mengirim 6.000 prajurit bagi operasi darat. Arab Saudi pada Kamis (26/3) mengumumkan dilancarkannya operasi di Yaman, sementara lebih dari 10 negara, termasuk Sudan, bergabung dalam koalisi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Korban Akibat Banjir di Pertambangan Tiongkok jadi Enam Orang

Jakarta, Aktual.co — Enam pekerja tambang tewas setelah satu tambang kebanjiran di Provinsi Hunan di Tiongkok Tengah baru-baru ini.
Kantor penerangan pemerintah lokal pada Sabtu (28/3) mencatat, enam korban terakhir ditemukan pada malam hari,

Kegiatan pencarian dan pertolongan di lokasi telah diakhiri.
 Kecelakaan tersebut terjadi pada sekitar pukul 21.40 waktu setempat di tambang yang mengandung banyak karbon di Kabupaten Shangzhi pada 23 Maret.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Satukan Visi dan Misi, Alumni KNPI Gelar Pertemuan

Jakarta, Aktual.co — Komponen mantan ketua umum dan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) baik Pusat maupun daerah akan berkumpul untuk menyatukan visi dan misi.
Deklarasi bertema  ‘Bersama untuk Indonesia’ akan diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (30/3/2015), yang bertujuan mengesampingkan perbedaan partai, mengesampingkan perbedaan suku, agama, dan ras untuk kepentingan bangsa.
“Maka ketika bicara tentang Korps Alumni KNPI, maka kita bicara tentang Indonesia,” ujar Alumnus KNPI Aziz Syamsuddin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (29/3).
Korps Alumni KNPI merupakan forum kebangsaan, meskipun berasal dari lintas partai. Nantinya, Korps Alumni KNPI akan menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi di antara mantan ketua umum dan pengurus KNPI dari periode 1973( sejak KNPI berdiri) hingga periode saat ini. 
“Harapannya, Korps Alumni KNPI bisa menjembatani perbedaan di tingkat suku, agama, ras, dan kepentingan politik di Indonesia,” kata politisi Partai Golkar ini.
Deklarasi yang akan dihadiri tak kurang dari 300 peserta, yang mencakup mantan ketua dan pengurus KNPI dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, tidak membicarakan agenda politik maupun fatsun-fatsun politik.
Deklarasi rencananya dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko Aulia Rachman, Mantan Ketua Umum DPP KNPI Akbar Tanjung, serta sejumlah pemimpin daerah dan Ketua DPRD. 
“Dengan tidak membawa kepentingan politik apapun, maka tidak akan terjadi gap di antara mantan ketua umum dan pengurus KNPI,” kata Aziz.
Sementara, Rita Widyasari mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung terbentuknya Korps Alumni KNPI. 
“Saya bangga bisa berkarya untuk bangsa lewat organisasi itu,” katanya.
Adapun Kepengurusan inti Korps Alumni KNPI terdiri dari Ketua Umum Azis Syamsuddin yang merupakan politisi muda Partai Golkar, Sekjen dijabat oleh Sayed Muhammad Muliady yang merupakan kader PDI Perjuangan. Serta Bendahara Umum Korps Alumni KNPI Rita Widyasari, yang juga Bupati Kutai Kartanegara.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain