1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37420

Target Ekspor ke Turki 2019 Naik Menjadi 3,87 Miliar Dolar AS

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor Indonesia ke Turki pada 2019 naik menjadi 3,87 miliar dolar AS dibandingkan 2014 yang 1,45 miliar dolar AS.

“Peningkatan target ini diharapkan bisa dicapai dengan mengintensifkan program misi pembelian dan pembentukan forum bisnis Indonesia-Turki,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/3).

Hal tersebut disampaikan Nus saat menerima kunjungan 20 pengusaha Turki yang dipimpin Ketua Kadin Istanbul Murat Yalcintas di kantor Kementerian Perdagangan. “Kementerian Perdagangan telah menetapkan target peningkatan ekspor ke Turki pada 2019 menjadi sebesar 3,87 miliar dolar AS dari nilai ekspor pada tahun 2014 sebesar 1,45 miliar dolar AS,” ujar Nus.

Menurut dia, misi pembelian (buying mission) yang dilakukan secara rutin oleh Kemendag diharapkan mampu membangun kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara dengan melibatkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), asosiasi, kementerian/lembaga lain, dan Kadin. “‘Buying mission’ ini sebagai salah satu upaya untuk menangkap peluang eskpor dan ajang promosi produk Indonesia kepada ‘buyers’ yang diharapkan dapat mengarah pada kerja sama perdagangan dan investasi di Indonesia,” kata Nus.

Ia menambahkan, ekspor Indonesia ke Turki perlu terus ditingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang bagi produk-produk makanan dan TPT (tekstil dan produk tekstil), khususnya berbasis pada produk makanan halal dan fesyen muslim Indonesia.

Para pengusaha Turki juga menjajaki peluang bisnis dengan pelaku usaha Indonesia pada sektor “building materials” (granite, marble, dan aluminum), textile (zipper, velcro tape, buttons, polyester yarn, fur garments, underwear, raw material for knitwear), leather, shoes, and machinery (food and marble machines).

Selain menyelenggarakan kegiatan forum bisnis untuk menjembatani pertukaran informasi di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Turki, pada kesempatan itu juga diselenggarakan kegiatan “one on one business meeting” yang diikuti 40 perusahaan Indonesia.

Kegiatan “business meeting” bertujuan mempertemukan pembeli Istanbul secara langsung dengan pengusaha Indonesia dan membangun jejaring bisnis sesuai dengan produk yang diminati.

Secara umum, perdagangan bilateral Indonesia-Turki selama ini telah terjalin dengan baik. Tren pertumbuhan perdagangan bilateral selama periode 2010-2014 tercatat tumbuh sebesar 16,6 persen per tahun dan mencapai nilai 2,47 miliar dolar AS pada 2014.

Indonesia menikmati surplus dari neraca perdagangan bilateralnya dengan Turki, dan pada 2014, ekspor Indonesia ke Turki sebesar 1,45 miliar dolar AS dengan produk utama seperti palm oil, furnitur, suku cadang elektronik, dan lainnya.

Pada 2014, Turki merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-23 dan Indonesia merupakan negara penyuplai Turki terbesar ke-26. Sementara impor Indonesia dari Turki pada 2014 mencapai 1,03 miliar dolar AS dengan produk utama seperti tobacco, wheat, chemical, marble, synthetic yarn, dan tractors.

Artikel ini ditulis oleh:

Target Dwelling Time

Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Cointainer Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/3). Pelindo II mencatat waktu tunggu pelayanan kapal dan barang (dwelling Time) di JITC yang semula tujuh hari menjadi rata-rata 4,9 hari atau sudah mendekati target pemerintah sebesar empat hari. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Aktor Cilik Ini Bangga Didapuk Jadi Duta Lingkungan Hidup

Jakarta, Aktual.co — Dipercaya sebagai Duta Lingkungan Hidup oleh Kementrian Kehutanan RI. Aktor Cilik Diego Robbana mengaku senang. Dia beralasan, bersedia dirinya didapuk sebagai ikon lingkungan hidup, karena keprihatinannya melihat anak-anak seusianya lebih banyak memilih bermain di mall ketimbang menjaga lingkungan sekitarnya.

“Aku prihatin melihat anak-anak seusiaku, mereka lebih memilih bermain di mall sekarang ini. Makanya dapat tugas baru ini, paling tidak aku bisa mengajak teman-teman seusiaku, melakukan hal yang positif bagi lingkungan. Walapun dimulai dari hal yang paling kecil, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, nantinya supaya sungai kita terhindar banjir, dan hutan kita terhindar dari bahaya kebakaran hutan, ” urai Diego Robbana , saat ditemui di kantor Kementrian Kehutanan RI, Jakarta, Senin (23/3).

“Selama mendapat tugas jadi Duta Lingkungan Hidup ini 4 sampai 5 tempat di bulan Maret 2015, aku juga mau roadshow. Acaranya bisa ketemu sama anak-anak. Diego akan ajak meraka tanamin pohon. Sekalian, kasih tahu ke anak-anak. Termasuk nasehatin mereka juga karena nggak boleh buang sampah sembarangan, ” paparnya menyarankan.

Diego mengakui, kecintaannya terhadap lingkungan semata-mata bukan dirinya terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup.  Dia menjelaskan beberapa kejadian yang berdampak pada lingkungan alam yang dilihat secara langsung membuat hati bocah kecil ini melakukan sesuatu hal yang positif menjaga lingkungan sejak dirinya berusia tiga tahun.

“Soalnya, aku melihat sendiri dari berita. Apalagi di Jakarta banjirnya sudah luar biasa. Keinginan positif ini mau aku tularkan kepada teman-teman seusiaku agar menjaga lingkungan itu penting an berguna untuk kesehatan, ” jelasnya lagi.

“Tapi kalau untuk, belajar untuk mencintai lingkungan. Aku dapat pertama kali dari orang tua ku sendiri, (papa, red). Dimulai dari aku berusia 3 tahun, mulai dari buang sampah aku masih ingat soalnya, ” kenang Diego, menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok, Yang Penting Semua Happy

Jakarta, Aktual.co —“Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah?”

Begitulah pemeo populer dalam canda sesama birokrat Pemda DKI Jaya masa 80an awal. Pemeo itu tertuju atas sukses kreasi mencipta “pos pendapatan tambahan” bagi kocek staf birokrat yang menangani pelayanan umum. Kok bisa?

Ternyata pemeo itu lengkap dikemasi dalih, menolong masyarakat yang membutuhkan kecepatan dalam melengkapi tiap syarat administrasi pelayanan birokratis.

Pemeo ini lalu meredup berganti dengan semboyan “asal semua happy”. Semboyan yang  meluas sejak pascareformasi 1998, seiring mulai ‘diseganinya’ peran politisi era reformasi di DPRD oleh para birokrat. Sebaliknya bagi pengusaha yang punya kepentingan langsung dengan birokrasi, semboyan ini cukup menentramkan mereka.

Cikal bakal pemeo dan semboyan ini berawal dari aneka istilah soal ‘nafkah tambahan’ sejak masa kesulitan politik ekonomi era pergolakan G30S tahun 1965.

Didahului dari “ngompreng”(ompreng  berarti piring) yaitu memanfaatkan fasilitas kantor guna mencari uang tambahan. Lalu “uang kopi” dan “uang rokok” yang popular tahun 1970an, sebagai imbal jasa pelayanan kepentingan umum.  Semua itu dibarengi istilah TST (Tahu Sama Tahu) dan ‘uang dengar’. Secara sosioekonomi, berarti kebutuhan makan telah tercukupi, tapi belum bisa minum kopi, apalagi merokok.
 
Dari pemeo dan semboyan ‘semua happy” yang merasuki legislatif itu, perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan DPRD bisa ditelisik jernih. Bukan sekedar soal saling klaim draf APBD, hak angket, maupun laporan Ahok kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan Rp12T  anggaran siluman yang menyusupi APBD. Aneh, padahal usulan anggaran selalu diajukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov dulu. Lalu siapa “begal” uang rakyat itu?

Mengurai benang kusut polemik anggaran antara eksekutif dan legislatif ini tentu tak bisa lepas dari aspek sosiopolitik historis  perkembangan Indonesia, termasuk juga Jakarta sebagai ibukota Negara.

Asal semua happy…

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM Luncurkan Pelaksanaan Mandatori Biodiesel 15 Persen

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada hari ini meluncurkan dan mensosialisasikan pelaksanaan mandatori pemanfaatan biodiesel 15% (B15) pada bahan bakar minyak (BBM). Hal ini diakui sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

“Ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara detail setelah selama 10 hari pemerintah menyiapkan program B15 ini, sejak Presiden (Jokowi) mengumumkan paket kebijakan reformasi struktural,” kata Sudirman di kantornya, Jakarta, Senin (23/3).

Seperti diketahui, mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 15% ini merupakan salah satu poin dalam enam paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, untuk memperbaiki posisi current account deficit (CAD) serta mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Menurutnya, kebijakan pemanfaatan B15 ini perlu segera dilaksanakan dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi makro dan menghemat devisa negara, melalui pengurangan impor BBM. Pelaksanaan mandatori B15 ini akan dapat menyerap Produksi biodiesel dalam negeri sebesar 5,3 juta kiloliter (Kl) atau 4,8 juta ton crude palm oil (CPO), serta memberikan penghematan devisa sebesar USD2,54 miliar.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah tengah menyiapkan instrumen kebijakan fiskal dalam rangka mendukung pelaksanaan B15, melalui pengendalian terhadap penyediaan CPO yang dipergunakan sebagai bahan baku biodiesel.

“Kita juga lakukan peninjauan kembali Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel karena adanya dukungan dari produsen minyak sawit yang berkontribusi dalam penyediaan bahan baku biodiesel,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Ditutup Menguat 85 Poin Menjadi Rp 13.022

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, bergerak menguat sebesar 85 poin menjadi Rp13.022 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.107 per dolar AS.

“Rupiah mendapat apresiasi seiring dengan Indonesia yang masih berada dalam peringkat ‘investment grade’. Lembaga Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mengafirmasi ‘Sovereign Credit Rating’ Republik Indonesia pada ‘BBB-‘ (triple B minus) dengan outlook stabil,” ujar Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Senin (23/3).

Ia menambahkan bahwa kondisi itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang sehat ke depannya sehingga ruang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih cukup terbuka dan berpotensi untuk kembali ke bawah level Rp13.000 per dolar AS.

Menurut dia, peringkat Indonesia itu seiring dengan menguatnya arah kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan menurunkan suku bunga pada Februari lalu yang diperkirakan membantu mendorong ekspansi ekonomi. Di sisi lain, lanjut dia, keputusan bank sentral AS (Federal Reserve) yang cenderung menahan untuk menaikkan suku bunga juga membuat dolar AS di pasar global terpangkas sehingga mendorong rupiah ikut bergerak.

“Positifnya sentimen dari dalam negeri dan the Fed yang menahan kenaikan suku bunga lebih cepat membuat investor cenderung berhati-hati terhadap dolar AS dalam jangka pendek,” katanya.

Secara teknikal, lanjut dia, dolar AS yang sudah berada dalam posisi “over value” mendorong sebagian investor memanfaatkan situasi itu untuk mengambil posisi aksi ambil untung.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (23/3) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.076 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (20/3) di posisi Rp13.075 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain