15 April 2026
Beranda blog Halaman 37543

Polisi Sebut Kekerasan di Aceh Dilakukan Tiga Kelompok

Jakarta, Aktual.co — Kapolda Aceh Irjen Pol M Husein Hamidi mengatakan, kekerasan bersenjata yang terjadi di Aceh selama ini dilakukan oleh tiga kelompok yang masih dalam pemburuan.
Dia menjelaskan kelompok bersenjata yang kerap melakukan tindak kekerasan di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu dilatarbelakangi masalah ekonomi yakni melakukan pemerasan, penculikan dengan meminta tebusan, serta membuka lahan dan memasarkan ganja.
“Kami menduga kelompok pembunuh dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara itu dulunya melakukan kejatahan di Aceh Timur dan kini bergerak ke Aceh Utara,” kata dai kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Komisi I DPR Aceh di Banda Aceh, Rabu (1/4).
Menurut dia, bergesernya kelompok Aceh Timur itu disinyalir karena persaiangan sehingga bergeser lokasi. “Selama ini, Polisi/TNI gencar membasmi ladang ganja dan barangkali mereka merasa terganggu. Termasuk yang di Pidie (kasus tewasnya Bripda Said Muhammad Reza) karena dia melakukan penangkapan ganja kering, semacam transaksi ganja, sehingga dilakukan penangkapan dan dilakukan perlawanan,” katanya.
Dia mengaku terus melakukan pengejaran terhadap pelaku tindak kekerasan yang saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari institusi tersebut.
Menurut dia saat ini personil polisi dan TNI masih ada di lapangan untuk memburu dan mengejar pelaku kekerasai di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Dalam pertemuan dengan Komisi I DPR Aceh itu turut hadir Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Sekda Aceh Dermawan, Ketua DPRA Tgk Muharuddin, Ketua Komisi I Abdullah Saleh dan anggota DPR komisi tersebut.
Sementara itu Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto menyatakan pihaknya juga terus memburu pelaku penembak dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara dan dalam tugas tersebut pihaknya masih berada dibawah kendali Polda Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

MSKY Catat Pendapatan 2014 Capai Rp3,28 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) mencatatkan pendapatan pada tahun 2014 sebesar sembilan persen menjadi Rp3,28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,02 triliun.

“Peningkatan pendapatan itu berasal dari pertumbuhan pelanggan sebesar 10 persen. Di tengah kompetisi yang ketat, kami tetap dapat mempertahankan keunggulan dan bahkan meningkatkan pangsa pasar sampai 75 persen,” kata Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Ia mengemukakan bahwa total pelanggan MSKY pada akhir Desember 2014 mencapai 2,53 juta. Secara keseluruhan, jumlah penambahan bersih pelanggan perseroan rata-rata sebesar 20.000 pelanggan per bulan, dengan tingkat “churn rate” rata-rata sebesar 1,36 persen per bulan. Rata-rata pendapatan per user (ARPU) perseroan sebesar Rp101,247 pada akhir 2014.

“Sebagai pemimpin pangsa pasar dari TV berbayar, kami memiliki keunggulan kompetitif, yaitu rendahnya biaya pelanggan pada konten provider serta nilai tukar dolar AS yang terpatok. Keunggulan ini memungkinkan perseroan untuk mengelola biaya dan marjin profitabilitas pada tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu dalam laporan keuangan perseroan tercatat, meski pendapatan meningkat namun beban pokok pendapatan perseroan mengalami kenaikan sebesar 19 persen pada 2014 menjadi Rp2,887 triliun dari tahun sebelumnya Rp2,425 triliun, dan menghasilkan laba kotor sebesar Rp391,30 miliar.

Laba kotor perseroan itu menurun sekitar 34,20 persen dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp594,70 miliar. Pada 2014, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp154 miliar pada 2014, atau lebih baik dibandingkan 2013 sebesar Rp487 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kejari Binjai Tahan Tiga Tersangka Korupsi

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Negeri Kota Binjai, Sumatera Utara, menahan tiga tersangka dugaan korupsi sejumlah proyek tahun anggaran 2010-2012, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
“Ada tiga tersangka dugaan korupsi yang ditahan,” kata Kepala Kejaksan Negeri Kota Binjai Wilmar Ambarita, di Binjai, Rabu (1/4).
Adapun ketiga tersangka dugaan korupsi yang ditahan itu masing-masing B, IW, WER, yang merupakan rekanan proyek dan pejabat pembuat komitmen (PPK).
Ketiga tersangka dugaan korupsi ini dalam kasus berbeda di antaranya kasus proyek renovasi lapangan Merdeka Kota Binjai, pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dugan korupsi pengadaan onderdil kendaraaan pengangkut sampah yang diduga fiktif pada dinas yang sama.
“Kemudian pengadaan proyek fiktif swakelola pemeliharan jalan dan jembatan, serta pemeliharaan sungai, drainese dan gedung,” katanya.
Ketiga tersangka telah diperiksa dan berkasnya dinyatakan lengkap sehingga dilimpahkan ke pengadilan negeri Kota Binjai. Sedangkan para tersangka itu akan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Kota Binjai, hingga proses persidangan nanti.
Selain itu, kejaksaan juga masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian negara di rumah sakit dan dinas kesehatan Kota Binjai, dimana diduga negara juga dirugikan mencapai Rp 3 miliar.
Meski pihak kejaksaan sudah menetapkan empat orang tersangka, yang merupakan rekanan proyek dan satu di antaranya oknum dari pegawai pemerintah setempat.
“Kini ketiga tersangka yang berkasnya sudah lengkap tersebut segera disidangkan, karena kita masih menunggu jadwal sidang yang ditetapkan pengadilan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ketahuan Nyabu, Kolektor Batu Akik Ditangkap Polisi

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Satuan narkoba Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, membekuk salah seorang kolektor batu akik di Kelurahan Sidorejo, Kota Lubuklinggau karena diduga mekonsumsi narkoba jenis sabu.
Tersangka Seman (56) ditangkap saat pesta sabu di rumahnya di jalan Tapak Lebar, Keluruhan Sidorejo, Kamis (26/3), sedangkan rekannya melarikan diri, kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dover Cristian Lumban Gaol, Rabu.
Penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat yang mengaku resah karena rumah tersangka sering dijadikan tempat pesta narkoba.
Ia menjelaskan, tersangka setelah tes urine dinyatakan positif mekonsumsi sabu, selain itu juga memiliki beberapa jenis narkoba dan dia juga diduga sebagai pengedar.
Operasi narkoba tersebut terus ditingkatkan untuk menekan peredaran dan pengguna barang haram yang peredarannya telah menjamur ke tingkat masyarakat kecil bahkan anak usia sekolah.
Dalam operasi khusus narkoba itu tetap melibatkan masyarakat karena menjadi sasaran pangsa pasar terbesar, sehingga melalui masyarakat, polisi bisa mengungkap tindak kejahatan termasuk peredaran narkoba tersebut, ujarnya.
Kasat Narkoba Polres Lubuklinggau AKP Muhamad Ismail mengatakan terus mengembangkan penyelidikan terhadap tersangka untuk mengetahui gembong pengedar utama narkoba tersebut.
Selain itu mengejar rekan tersangka yang berstatus pegawai negeris sipil di jajaran Pemda Kabupaten Musirawas.
Ia menjelaskan, pekerjaan tersangka sehari-hari mengoleksi batu akik dan memiliki usaha bunga bonsai, namun dibalik itu tersangka juga sebagai pengkonsumsi tiga jenis narkoba yaitu sabu, ganja dan ekstasi.
Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi adalah satu plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu, delapan plastik kosong dan lima korek api yang sudah dimodifikasi.
Selain itu empat buah pirek, satu buah bong, sepuluh pipet dan satu buah jarum yang ditemukan di bawah kursi kamar bagian belakang rumah tersangka, jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dave Laksono: Soal Pesan Singkat, Bentuk Perhatian Tommy

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menganggap pesan singkat putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, salah satu bentuk perhatian sekaligus keprihatinan terhadap  masalah di Partai Golkar. 
Namun, putra Agung Laksono ini menilai subtansi pesan tersebut harus dikaji ulang.
“Perhatiaanya saya apresiasi tetapi subtansinya harus dikaji ulang,” kata Dave Laksono di DPR, Jakarta, Rabu (1/4).
Kemelut yang terjadi di partai berlambang pohon beringin itu merupakan bentuk mis demokrasi. Terkait hal itu, ia menyebut munas Bali adalah hasil demokrasi tanpa pemaksaan. 
“Disini kemelut partai yang sedang terjadi, karena salah satu bentuk mis demokrasi yang terjadi di Golkar. Jadi yang kami buat bukan Munas abal-abal dan bukan Munas odong-odong tetapi itu Munas dengan hasil demokrasi yang bukan pemaksaan atau pengancaman agar memilih satu pihak,” ungkapnya.
Dirinya berharap konflik partai bisa segera terselesaikan, dan pihak lain bisa menerima serta bekerja dengan semestinya sesuai keputusan pemerintah.
“Terima kasih atas perhatian Pak Tommy atas kemelut Partai Golkar atau situasi yang sedang terjadi saat ini, saya harapkan dari putra seorang figur yang melahirkan Partai Golkar bisa memberikan sumbangsih yang lebih berarti untuk partai,” tuturnya.
Sebelumnya, beredar pesan singkat dalam akun twitter milik Hutomo Mandala Putra @TommySoeharto62 yang memberikan peringatan keras kepada politisi Golkar Yorrys Raweyai, Selasa (31/3).
“Kepada Yorrys kalau mau main keras saya juga punya sisi keras, sebaiknya jangan main-main dalam masalah ini,” jelas petikan pesan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Laba Bersih Sarana Meditama Naik 23,5 Persen

Jakarta, Aktual.co —   PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (kode bursa: SAME), perusahaan penyedia layanan kesehatan, membukukan laba bersih Rp58,1 miliar tahun 2014 atau naik 24,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaikan tersebut berasal dari dari peningkatan intensitas pendapatan dari centers of excellence Omni Hospitals,” kata Presiden Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk Budi Hadidjaja di Jakarta, Rabu (1/4).

Pendapatan perusahaan tumbuh 23,2 persen menjadi Rp414,4 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 25,4 persen menjadi Rp125,4 miliar pada tahun yang sama.

Kenaikan pendapatan Omni Hospitals sepanjang 2014 disumbang dari peningkatan penerimaan rawat inap dan penanganan medis yang kompleks Omni Hospital.

Pendapatan semakin bertumbuh positif yang berasal dari tiga segmen utama, yaitu korporasi, asuransi, dan komunitas.

“Sebanyak 63 persen dari total pendapatan berasal dari penerimaan rawat inap, sementara rata-rata pendapatan dari setiap pasien rawat inap tumbuh sebesar 30,8 persen. Begitu juga dengan marjin EBITDA yang mengalami peningkatan menjadi 30,2 persen, ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain