15 April 2026
Beranda blog Halaman 37545

Amankan KAA, Aparat Terjunkan Anjing Pelacak Bom

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan tim satwa anjing pelacak khusus bahan peledak guna mengawal para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika 2015 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung.
“Ada sekitar 13 ekor anjing pelacak bahan peledak disiapkan untuk mengawal delegasi KTT Asia-Afrika,” kata Kepala Sub Detasemen Pelacakan Khusus Mabes Polri Komisaris Polisi Antonius Suparyadi di Jakarta, Rabu (1/4).
Antonius mengatakan Polri masih akan menambah tim satwa anjing pelacak yang saat ini masih tahap persiapan.
Antonius menuturkan tim anjing pelacak berperan mensterilkan seluruh lokasi KTT Asia-Afrika dan kendaraan operasional yang digunakan delegasi.
Setiap perwakilan negara peserta KTT Asia-Afrika 2015 enggan memasuki ruangan maupun menumpang kendaraan sebelum dipastikan steril dari bahan peledak, ujar Antonius.
Bahkan tim anjing pelacak akan mulai bekerja mengendus bahan peledak mulai dari pesawat mendarat yang ditumpangi para delegasi mendarat di bandara.
Polri menerjunkan jenis anjing impor dari Belanda dan Amerika Serikat yakni Labrador, Belgian Mallinois dan German Shepherd.
Pelaksanaan KTT Asia-Afrika akan berlangsung enam hari di Jakarta dan sehari di Bandung, Jawa Barat, mulai 18-24 April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wow, Pemprov DKI Gelontorkan Rp20 Miliar Renovasi Puskesmas Menjadi Rumah Sakit

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan mengubah beberapa puskesmas menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk merenovasi satu gedung.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Kusmedi Haryanto di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).
“Nanti diperhitungkan kebutuhannya apa saja. Itu pembangunan plus operasional,” ujarnya
Dikatakan Kusmedi bahwa pihaknya akan meresmikan 15 unit rumah sakit tipe D. Namun dari 15 unit yang akan diresmikan beberapa rumah sakit masih selesai pembangunannya bahkan beberapa rumah sakit masih belum memiliki kamar operasi.  “Semua akan diselesaikan begitu anggaran selesai, seperti kamar operasi belum ada nanti kita selesaikan. Secepatnyalah akan kita selesaikan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Harga Batubara Tertekan, MBSS Catat Laba Rp 1,76 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Bisnis batubara mengalami tekanan harga sepanjang tahun 2014 yang membuatnya tak lagi kompetitif, ternyata berdampak pula pada bisnis lainnya. Namun, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), perusahaan jasa logistik pendukung industri batu bara, berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD135,3 juta atau sekitar Rp1,76 triliun dengan laba kotor sebesar USD43,4 juta, dan EBITDA sebesar USD 53,6 juta.

“Tekanan pada bisnis batubara membuat marjin keuntungan perseroan di tahun 2014 juga mengalami penurunan, dari 40,2% menjadi 32,1%. Akibatnya, pendapatan perseroan juga mengalami penurunan dari tahun 2013 sebesar US$15,8 juta menjadi US$135,3 juta di 2014. Penurunan tersebut berasal dari penurunan pendapatan segmen barging sebesar US$15,4 juta dan segmen floating crane sebesar US$0,4 juta,” ujar Presiden Direktur MBSS, Rico Rustombi di Jakarta, Rabu (1/1).

Meski demikian, Rico menegaskan bahwa perseroan telah bertindak cepat dengan memberikan win-win solution kepada klien-kliennya guna mempertahankan pangsa pasar.

“Kami memberikan solusi dengan menurunkan tarif pengangkutan dengan kompensasi volume yang lebih tinggi atau jangka waktu kontrak yang lebih panjang,” tambahnya.

Menurutnya, langkah strategis ini, dari 30% kontrak MBSS yang jatuh tempo, perseroan berhasil memperpanjang 40% dari kontrak yang jatuh tempo di tahun 2014. Sementara itu, kontrak yang tidak diperpanjang sebanyak 25% berhasil dikonversi menjadi kontrak baru dan 14% sisanya dialokasikan untuk melayani pasar spot.

“Langkah refinancing atas beberapa fasilitas kredit jangka panjang di tahun 2013 berhasil menurunkan suku bunga efektif rata-rata perseroan dari 5,8% di tahun 2013 menjadi 5,4% di tahun 2014. Dengan kata lain, terjadi penurunan beban bunga dari US$6,2 juta di tahun 2013 menjadi US$4,9 juta di tahun 2014,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2014, pendapatan MBSS masih didominasi oleh segmen bisnis barging (70%) dan sisanya, 30%, dari segmen bisnis floating crane. Nah, begitu bisnis batubara mengalami tekanan, membuat volume untuk segmen barging mengalami penurunan sebesar 24% (y-o-y), namun volume segmen floating crane naik sebesar 3%.

“Penurunan volume barging ini didorong oleh tinggi pengangkutan batubara jarak (antar-pulau) dibandingkan pengangkutan jarak dekat (transshipment) karena meningkatnya kebutuhan domestik batu bara dan industri semen,” ujarnya.

Pada tahun 2014, perseroan total mengangkut 52,6 juta ton batu bara, terdiri dari 31,1 juta ton untuk segmen barging dan 21,5 juta ton untuk segmen floating crane. Penurunan pendapatan ini juga diimbangi oleh diperolehnya beberapa kontrak baru serta pendapatan dari pasar spot. Di sisi lain, faktor-faktor di atas juga menyebabkan laba bersih perseroan mengalami penurunan sebesar US$18,2 juta menjadi US$20,1 juta untuk tahun buku 2014.

“Jika dilakukan normalisasi dengan mengeluarkan pembayaran klaim PKPU sebesar US$3,2 juta kepada PT Great Dyke, laba bersih perseroan mencapai US$23,3 juta,’ ujarnya.

Rico menegaskan, klaim PKPU ini merupakan kejadian yang sifatnya pengecualian (one-off), karena kontrak yang ada waktu itu menempatkan MBSS tidak berhubungan secara langsung dengan counter party.  

“Kami menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan terulang di masa depan, mengingat tidak ada kontrak lain dengan struktur yang serupa,” ujarnya.

Tak ingin mengulang kejadian pada 2014, dirinya mengaku telah meyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk upaya perseroan meningkatkan manajemen armada serta kualitas SDM kapal guna memaksimalkan perputaran armada untuk pengangkutan jarak jauh.

Dirinnya optimis bahwa pendapatan perseroan di masa depan dari pengangkutan batubara domestik dan jarak jauh atau antar pulau akan semakin meningkat. Keyakinan ini juga didasarkan pada rencana pemerintah yang akan membangun sistem pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.

“Pembangunan infrastruktur kelistrikan merupakan berita positif bagi kami karena ada peluang bisnis pengangkutan batubara,” pungkas Rico.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) Ika Bethari mengungkapkan beberapa faktor penyebab penurunan laba bersih perseroan tahun 2014. Disamping tekanan harga, juga karena meningkatnya jumlah docking armada Perseroan sesuai persyaratan kelas, serta kurang maksimalnya perputaran armada Perseroan untuk pengangkutan jarak jauh akibat faktor cuaca buruk, khususnya di triwulan ke-tiga dan ke-empat 2014 yang memaksa armada Perseroan berlindung/sheltering guna menjaga keselamatan pelayaran.

“Selain itu, adanya Penyelesaian Kewajiban Penundaan Utang (PKPU) sebesar US$3,2 juta kepada PT Great Dyke juta juga turut menekan laba bersih Perseroan. Apabila dinormalisasi dengan mengeluarkan komponen PKPU, laba bersih Perseroan akan berada di angka US$23,3 juta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, klaim PKPU adalah kejadian bersifat one-off karena struktur kontrak yang dibuat dan ditandatangani manajemen lama Perseroan tersebut adalah satu-satunya kontrak, yang MBSS bukan pihak langsung berhubungan dengan counter party.

“Manajemen MBSS memiliki keyakinan bahwa kejadian ini tidak akan terulang di masa depan, mengingat tidak ada kontrak lain dengan struktur yang serupa,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

RTKM: Jokowi Tidak Tegas, Pengelolaan Migas Merugi

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) mengatakan bahwa ketidakpastian Pemerintah terkait keputusan terhadap nasib wilayah kerja (WK) pengelolaan blok migas yang dalam waktu dekat sudah habis masa kontraknya, akan sangat berdampak buruk terhadap pengelolaan migas sendiri.

“Pandangan kami terhadap WK yang mau berakhir, sampai saat ini belum ada keputusan yang definitif,” kata Anggota tim RTKM Agung Wicaksono di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/4).

Menurutnya, dampak buruk tersebut timbul akibat tidak tegasnya Pemerintah dalam memberikan keputusan terhadap blok migas yang masa kontraknya sebentar lagi berakhir. Sebagaimana pernah terjadi pada Blok West Madura Offsore yang keputusannya mendadak dilakukan.

“Padahal kalau seperti PHE ONWJ Pertamina masuk bukan hanya produksi dipertahankan tetapi bisa ditingkatkan,” tambahnya.

Untuk itu, Agung meminta pemerintah segera memberikan keputusan yang jelas terhadap WK migas yang kontraknya akan segera berakhir.

“Harus diputuskan era Jokowi-JK, kita untuk itu mendorong beberapa hal, dan dipastikan yang masuk itu yang mampu dan berkompeten,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPRD Syarief: Paripurna Angket, Fraksi Nasdem dan PAN Yang Tidak Setuju

Jakarta, Aktual.co — Anggota panitia hak angket DPRD DKI Jakarta, Syarief mengatakan bahwa paripurna angket tersebut akan mengambil keputusan pada kesepakatan untuk menyatakan pendapat bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. 
“Karena yang tidak setuju kemungkinan adalah fraksi Partai Nasdem dan PAN dengan lima dan dua anggota DPRD saja,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4).
Dikatakan Syarief kalau pihaknya dapat memprediksi hasil paripurna yang bakal digelar pada tanggal 4 April. 
“Tinggal dikurangi saja, 106 anggota dikurang yang dari Nasdem sama PAN,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

WIKA Beton Targetkan Laba 2015 Rp360 Miliar

Jakarta, Aktual.co —   Produsen beton pracetak PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menargetkan laba bersih pada 2015 sebesar Rp360 miliar, atau meningkat sekitar 11,8 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya senilai Rp322 miliar.

“Target itu diharapkan tercapai seiring dengan akan maraknya proyek infrastruktur milik pemerintah pada tahun ini,” kata Direktur Utama WIKA Beton Tbk Wilfred Imanuel A. Singkali usai pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (1/4).

Di sepanjang tahun ini, lanjut dia, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp550 miliar, diperoleh melalui beberapa proyek antara lain “oleochemical plant” di Lubuk Gaung, jalan layang non tol 2 di Jakarta, tol Sumo Seksi 1B Surabaya, aksesibilitas “ducting utility’ Bandara Soekarno-Hatta, pembangunan pabrik baru PT Indofood Noodle Division, dan proyek “flyover” Kenjeran Surabaya.

“Pada tahun 2015 ini juga terdapat kontrak ‘carry over’ dari tahun lalu sekitar Rp1 triliun,” katanya.

Untuk menjaga kinerja, ia mengatakan bahwa perseroan berkomitmen untuk mempertahankan pangsa pasar di dalam negeri salah satunya dengan merealisasikan sejumlah rencana ekspansi, termasuk pabrik di Lampung Selatan. Sepanjang tahun lalu, anak usaha Wijaya Karya ini menguasai 42,7 persen dari pangsa pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran WIKA Beton Tbk Fery Hendriyanto mengatakan bahwa dari keseluruhan kontrak baru tersebut masih didominasi dari pemesanan tiang pancang.

“Bidangnya masih kebanyakan di tiang pancang. Sektornya dari infrastruktur dan ‘power plant’ yang kebanyakan kita ambil tender di akhir tahun 2014 lalu,” katanya.

Sementara itu, dalam RUPS perseroan telah disepakati untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2014 sebesar Rp98,558 miliar atau sekitar 30 persen dari laba bersih perseroan pada 2014. Sedangkan sisa dari laba bersih tahun buku 2014 akan dianggarkan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan perseroan ke depannya.

“Dividen yang dibagikan itu merupakan dividen tunai kepada pemegang saham, dengan demikian dividen sekurang-kurangnya sebesar Rp11,82 per saham,” papar Wilfred Imanuel A. Singkali.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain