13 April 2026
Beranda blog Halaman 37563

Sebanyak 14 Siswa MAN Surabaya Keracunan Kue Tar

Surabaya, Aktual.co — Sebanyak 14 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya, Jawa Timur, keracunan makanan. Bahkan tiga siswa diantaranya terpaksa dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSI Jemur Sari Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula ketika salah satu murid kelas X, Mufatun Zahro, merayakan ulang tahunnya yang ke-16 di ruang kelas MAN Surabaya.

Seperti perayaan ulang tahun pada umumnya, kue tar tersaji dalam perayaan tersebut, yang dibeli oleh Mufatun Zahro.

Usai merayakan, kue tersebut dibagi-bagikan dan disantap oleh rekan dan beberapa guru.

Usai menyantap kue tar tersebut, mereka langsung mual dan muntah. Saat dicek, ternyata di sebagian kue terlihat ada jamur, diduga akibat kue sudah kadaluarsa.

Tiga siswa diantaranya dilarikan ke UGD, sementara 11 lainnya diistirahatkan di sekolah.

Hingga saat ini, beberapa saksi termasuk siswa dan guru diperiksa di Polsek Wonocolo. Sementara para wali murid, sebagian ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya.

Sayang pihak sekolah masih enggan untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut.

“Ada apa? Nggak ada apa-apa. Nggak ada yang keracunan. Hanya sakit biasa,” kata salah satu guru MAN Surabaya, Jawa Timur, Totok, Selasa (31/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Sosok Tjokroaminoto di Mata Ketua Umum PSI

Jakarta, Aktual.co — Grace Natalie, Ketua Umum PSI menonton Film karya Sutradara Kondang Garin Nugroho, berjudul “Sang Guru Bangsa:Tjokroaminoto” diputar perdana di XXI Epicentrum Walk Rasuna Jakarta tadi malam. Tidak hanya memuji, Grace menyelipkan kritik terhadap film Garin. 
Garin diakui Grace sebagai tangan yang pantas menangani film biografi tokoh sekelas Tjokroaminoto.  “Pastinya untuk membuat film seorang tokoh sebesar Tjokroaminoto ngga mudah. Dan Garin menunjukkan kelasnya. jempoll” Demikian kicau Grace di aku twitter pribadinya.
Grace juga memberikan apresiasi kepada Reza Rahadian, pemeran utama Tjokro yang menurutnya berhasil membawa Tjokro ke masa kini. Menurut Grace, Garin dan Reza berhasil menghadirkan sosok Tjokro yang utuh. “Nonton @tjokro_movie , rasanya seolah menjadi anak-anak Gang 7 Peneleh. Duduk mendengarkan Sang Guru Bangsa. Entah kita adlh Muso, Soekarno, Kartosuwiryo atau siapapun, Tjokro adalah titik awal bangsa ini.”
Namun Grace tidak lupa memberikan kritik yang cukup tajam terhadap film Tjokro ini. Garin tidak memberikan porsi yang tepat pada sosok perempuan, isteri Tjokro bernama Suharsikin.
“catatan saya, peran Suharsikin isteri Tjokro nampaknya tidak ditempatkan cukup strategis (dalam film ini). Bukankah Rumah Gang 7 Peneleh tdk akan pernah menjadi kosan kalau bukan krn inisiatif Suharsikin yg ingin membantu ekonomi keluarga? (karena sibuknya Tjokro).”
Bagi Grace sosok Tjokro dan perempuan Suharsikin adalah figur yang sama pentingnya. “Tjokro dan Suharsikin bagaikan 1 tubuh dengan 2 sayap. Tak mungkin terbang jika patah salah satunya” demikian Grace memberikan catatan pada film Garin tersebut.
Meski memberikan kritik, Grace mensyukuri bahwa Garin masih sempat menyelipkan kata-kata dari Suharsikin “Untung @garinfilm sempat menyelipkan kalimat Suharsikin “Kamu boleh bangun dunia sbsr gagasanmu. Tp jgn hancurkan rumahmu” demikian Grace Natalie mengakhiri komentarnya terhadap film Garin Nugroho terbaru.
Grace baru saja mengejutkan publik setelah secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya adalah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Parpol baru yang dia bangun bersama kawan-kawannya, yang sebagian namanya masih di rahasiakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Naikkan Harga BBM, Pakar: Jokowi Pro-Neoliberal

Semarang, Aktual.co — Pakar politik Universitas Diponegoro Budi Setiyono membenarkan kritik mahasiswa terhadap presiden Joko Widodo yang pro neoliberalisme. Dibuktikan, kebijakan sosialisme yang digembor-gemborkan hanya berkedok belaka dengan mencabut subsidi dan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar sebesar Rp500 per 28 Maret 2015.

“Kebijakan penyerahan harga BBM ke pasar menunjukkan Jokowi jelas antek neo-liberal yang berpura-pura sebagai sosialis. Blusukan dia ke pasar, sawah, dan dll tidak berarti apapun, dan tidak relevan untuk menutupi mindsetnya yang pro pasar bebas,” tegas Budi di Semarang, Selasa (31/3).

Ia mengungkapkan kilas balik Jokowi, sebelum menjadi presiden menentang kebijakan era presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut subsidi dan menaikkan harga BBM. Sebaliknya, justru melakukan yang sama seperti apa yang dulu ditentang.

“Jokowi mestinya ingat bahwa sebelum jadi presiden, dia mengkecam. Jika seperti itu, berati sudah kehilangan nurani dan akal sehat,” tandas dia.

Mengenai tanggapan Jokowi melemparkan kebijakan kepada Menterinya, lanjut Budi, dia tidak bisa seenaknya melempar kebijakan yang fundamental seperti ini kepada menteri ESDM Sudirman Said.

Menurutnya, keputusan penuh berada di tangan Presiden, sedangkan menteri bertugas membantu Presiden. Dengan demikian, usanglah sudah taktik sembunyi tangan model begitu.

“Benar apa yang disuarakan mahasiswa. Jokowi harus stop kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat seskarang juga. Kalau tidak bisa, ya mundur saja dari kursi kepresidenan,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kantor Kompas TV Makassar Diteror

Makasar, Aktual.co — Kantor biro Kompas TV di jalan Pengayoman Blok F 8 No. 13 Makassar, menjadi sasaran teror kelompok yang mengatasnamakan pendukung ISIS. Teror ini dilakukan dengan mengirimkan sebuah paket bungkusan yang ditemukan sekitar pukul 21.00 WITA, Senin (30/3). Bungkusan plastik warna hitam ini diletakkan di Jalan depan rumah warga, sekitar 10 meter dari Kantor Kompas TV.
Paket itu, awalnya ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga yang tengah melintas di sekitar lokasi, yang tak jauh dari Kantor Biro Makassar Kompas TV
Curiga dengan bungkusan tersebut, pihak keamanan Kompas TV segera melaporkan penemuan tersebut ke kantor polisi.
“Sesaat setelah mendapat laporan warga, kami kemudian melapor ke Polsek Panakkukang Makassar,” kata Gassing Daeng Kulle petugas keamanan di biro Kompas TV.
Aparar Polsek Panakukang yang tiba di lokasi kejadian, langsung melakukan pengamanan dan mensterilkan tempat bom dengan garis polisi, di mana paket bungkusan tersebut tak jauh dari pekarangan Kantor Media milik Kompas Group.
Tim Jihandak Polda Sulselbar yang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 24.00 malam tadi langsung melakukan evakuasi bom dan tak berlangsung lama paket diledakkan sebanyak 2 kali.
Bungkusan plastik yg dicurigai bom tersebut juga ditemukan secarik kertas yang bertuliskan
To : Kompas sampah
Dari  : islami state”BismillahKepada media-media Kafir terutama Kompas TVKami yang terdzalimi menghimbaukan kepada kalian untuk berhenti danbertobat. Untuk tidak memfitnah kami. Jika kalian menganggappemberitahuan ini hanyalah lelucon, sungguh kami akan menegan hukumAllah kepada kalian . Apakah kalian tidak melihat media-media yangdipenggal di Suriah dan iraq???TTDAnshor Daulah Makassar

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pemblokiran Situs Islam Seperti Cara Orde Baru

Makasar, Aktual.co — Sikap pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs islam, ditanggapi sinis oleh sejumlah pihak.

Pengamat Politik dan Ilmu Komunikasi yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Dr. Aswar Hasan mengatakan bahwa sikap Kemenkominfo tersebut tidak jauh berbeda dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintahan Orde Baru dalam membungkam dan melakukan pembredelan terhadap kebebasan berpendapat.

“Sah-sah saja tentunya ketika pemblokiran itu sudah melalui mekanisme hukum, sudah ada keputusan secara hukum jika situs-situs tersebut melakukan pelanggaran. Tetapi apa yang dilakukan oleh Kemenkominfo tersebut sangat prematur dan terkesan terburu-buru,” katanya pada Aktual.co di Makassar, Selasa (31/3).

Aswar Hasan yang juga Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel ini menilai, apa yang dilakukan oleh Kemenkominfo bisa jadi akan memicu reaksi keras dari umat Islam dan bisa berujung pada tuntutan hukum.

Menurutnya, persoalan ini semestinya diselesaikan sesuai dengan mekanisme dan hukum yang berlaku di media.
“Aturannya sudah jelas, semestinya mereka dipanggil, diminta melakukan klarifikasi, bukan melakukan pemblokiran secara sepihak tanpa melalui aturan dan UU yang berlaku di dunia pers,” ucapnya.

Senada dengan itu, aktifis Pemuda Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulsel, Ahmad Firdaus menilai pemblokiran terhadap situs-situs Islam tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah diskrimanitf terhadap media islam.

“Bahwa media yang diblokir adalah media informasi dan media pendidikan. Kami yakin pemilik situs tersebut telah mentaati kode etik media, dan memiliki dasar hukum,” tuturnya.

Semestinya, lanjut Ahmad Firdaus, jika pemerintah ingin objektif, situs-situs pornografi yang harus diberikan porsi khusus, karena ini jelas merusak dan menghancurkan generasi muda. “Kita berharap pemerintah bisa kembali mengkaji kebijakan tersebut.” Ungkapnya.
 
Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) SulSelbar, Ahmad, menilai bahwa langkah yang diambil BNPT menangani masalah ini dengan memblokir situs Islam tidak tepat. Tindakan ini hanya mainan isu untuk mematikan gerakan Islam yang sudah merambah melalui dakwah-dakwah di media sosial.

“Dibalik ini menurut saya ada pelemahan terhadap gerakan khusus di media sosial yang sekarang sudah mulai kuat,” katanya.

Menurutnya, masih banyak persoalan dibangsa ini yang seharusnya menjadi perhatian serius, malah kesannya dibiarkan dan tidak tuntas penanganannya. “Geng motor, begal dan gerakan komunis yang akan mengancam keutuhan NKRI, mestinya tidak pukul rata seolah Islam adalah teroris,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa dan Pelajar di Aceh Kecam Pemblokiran Situs Islam

Banda Aceh, Aktual.co — Komite Mahasiswa dan Pelajar Kutamakmur (KOMPAK) Aceh Utara, mengecam penutupan situs-situs Islam oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Mahasiswa menilai tindakan itu bisa memperburuk citra umat islam.

“Pemerintah sangat terburu-buru memblokir situs-situs islam yang dicurigai menyebarkan paham radikalisme, sehingga hal ini menumbuhkan sikap saling curiga di tengah masyarakat. Setidaknya pemerintah perlu klarifikasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan,” ujar Ketua Humas KOMPAK, Ody Yunanda di Aceh, Selasa (31/3).

Seharusnya, sambung Ody, pemerintah memanggil pemilik situs terlebih dahulu untuk dimintai keterangan, bila memang di situs tersebut ditemukan sesuatu yang menyimpang dan membahayakan.

“Ini terksesan bahwa pemerintah sangat otoriter, dan sama sekali  tidak memberikan ruang diskusi dan klarifikasi. Dalam hal ini Pemerintah tidak menetapkan ukuran dan standar tertentu yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam mengidentifikasi situs-situs penyebar paham radikalisme. Ditakutkan, kedepannya akan banyak situs yang akan diblokir tanpa standar dan pengertian yang jelas,” ujarnya.

Seharusnya sambung Ody, pemerintah dan BNPT merangkul Muhammadiyah dan NU sebagai kelompok Islam terbesar di Indonesia untuk menjembatani dialog dengan kelompok-kelompok yang dianggap radikal. “Bukan malah bertindak represif tanpa dasar dengan menyegerakan penutupan situs media Islam,” pungkas Ody.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain