13 April 2026
Beranda blog Halaman 37569

Komitmen Pengendalian Gratifikasi OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Mulyaman D. Hadad (kiri) berjabat tangan dengan plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki (kana) setelah menandatangani perjanjian komitmen pengendalian gratifikasi di OJK di Jakarta, Selasa (31/3). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk tidak menerima dan memberi suap atau gratifikasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Harga BBM Naik, Effendi: Akibat Presiden Prematur

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp500 sangat kuat tendensinya dengan pengaruh asing.
Hal ini menyusul banyaknya ketentuan perundang-undangan hingga konstitusi yang ditabrak oleh presiden dalam memuluskan kenaikan harga BBM.
Demikian dikatakan Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon kepada wartawan, dalam diskusi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).
“Jadi saya melihat kalau kita urut beberapa UU yang sangat jelas ditabrak, pertanyaan saya masih positif thinking saya kepada Jokowi, apakah karena ketidak tahuan beliau,” kata anggota DPR fraksi PDIP Effendi Simbolon, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).
“Kita bisa maklum juga 10 tahun PDIP berada diluar pemerintahan, beliau masih menjadi Walikota ngga ngerti, hanya ngurusin 5 kecamatan bagaimana mau ngurusin negara. Beliau sudah menjadi presiden itu sudah suratan, maka saya mengatakan inilah kelahiran presiden prematur kita, yang belum cukup menguasai permasalahan nasional maupun geopolitik intenasional,” tambah dia.
Dirinya tetap berfikir positif, apakah lantaran ketidaktahuan Jokowi, kemudian dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendesain kebijakan yang tidak pro rakyat.
“Saya positif thinking, apa ada yang mendisain beliau ini dari belakang? Di lingkaran istana dari Seskab, Sekneg, BUMN, staf kepresidenan semuanya kiblatnya kepada Wasingthon. Semua berlindung kepada Paman Sam semua, semuannya para antek-antek penjajah,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pelatih Korsel Puas Kalahkan Indonesia 4-0

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Korea Selatan, Shin Tae Yong, mengaku puas anak asuhnya mampu mengalahkan Indonesia 4-0 pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (31/3).

“Kami memang sempat kesulitan di babak pertama. Tapi kami mampu bangkit di babak kedua. Kami puas mampu mengalahkan Indonesia,” kata Shin Tae Yong usai pertandingan.

Tim yang berjuluk Ksatria Muda Taeguk ini pada babak pertama memang terlihat kesulitan untuk mengembangkan permainan. Bukan karena mendapatkan tekanan dari Timnas Indonesia, melainkan harus melawan cuaca yang panas.

Kondisi ini ternyata tidak bisa dimanfaatkan oleh anak asuh Aji Santoso. Terbukti meski terus menekan, tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama berlangsung.

“Memasuki babak kedua anak-anak mulai bisa beradaptasi. Strategi yang kami terapkan pun bisa berjalan dengan baik sehingga membuat gol pertama tercipta,” kata Shin Tae Yong.

Terciptanya gol pertama oleh Jung Seunghyun pada menit 52 membuat semangat pemain Korea Selatan menyalak. Terbukti, Ksatria Muda Taeguk mampu menguasai jalannya pertandingan sehingga membuat gol-gol berikutnya tercipta.

Sebenarnya, tuan rumah Indonesia berusaha memperkecil ketertinggalannya setelah pelatih Aji Santoso memasukkan Evan Dimas yang masih dalam penyembuhan cedera. Meski memasukkan tenaga baru ternyata belum mampu meraih hasil.

Kemenangan Korea Selatan atas Indonesia itu membuat anak asuh Shin Tae Yong meraih poin sempurna yaitu sembilan dan tim ini lolos otomatis ke putaran final Piala AFC U-23 2016 di Qatar. Sebelumnya, Jung Seunghyun dan kawan-kawan menang 5-0 atas Brunei dan menang 3-0 atas Timor Leste.

“Setelah ini kami akan melakukan evaluasi pada tim dan fokus untuk mempersiapkan diri tanding di putaran final,” kata Shin Tae Yong dengan tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

GMNI Sumut Tolak Kenaikan BBM

Medan, Aktual.co — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara, menolak keras kebijakan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dikatakan koordinator GMNI Sumut, Charles Munthe, kenaikan harga BBM oleh pemerintah, akan berdampak buruk bagi masyarakat kecil.

“Kami Korda GMNI Sumut menolak dengan tegas kebijakan pemerintah pusat dalam hal menaikan harga BBM. Dengan naiknya harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat, terutama rakyat kecil,” ujar Charles Munthe kepada Aktual.co, Selasa (31/3).

Kata Charles, BBM adalah sektor vital yang sangat berkaitan dengan banyak sektor lainnya. Misalnya harga kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, kenaikan BBM akan memungkinkan meningkatnya tindak kriminalitas, mengingat tingkat perekonomian rakyat yang saat ini sangat rendah.

“Oleh karena itu, kami Korda GMNI Sumut mengharapkan pemerintah pusat agar meninjau kembali kebijakan ini. Kenaikan harga BBM akan meningkatkan inflasi antara 0,27-0,3 persen di bulan Maret sebagaimana pernyataan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Salah Satu Tahanan BNN Yang Kabur Memiliki Kemampuan Militer

Jakarta, Aktual.co — Sepuluh tahanan Badan Narkotika Nasional yang berhasil melarikan diri dari balik jeruji, salah satunya memiliki kemampuan militer.
Demikian disampaikan Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Slamet Pribadi kepada wartawan di gedung BNN Jakarta, Selasa (31/3). 
“Soal keahlian khusus kami tidak tahu. Yang jelas salah satunya adalah orang yang terlatih, saya tidak bisa menyebutkan lebih detail. Yang jelas orang terlatih di daerah jaringan Aceh,” ujarnya. 
Dikatakan Slamet salah satu orang yang terlatih tersebut diketahui merupakan orang yang memiliki kemampuan militer mengingat dari latar belakangnya yang terlibat jaringan radikal di Aceh.
“Semi militer mantan-mantan yang dulu dari jaringan Aceh,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengacara: Kejati Jatim Lontarkan 50 Pertanyaan ke La Nyalla

Jakarta, Aktual.co — Pengacara Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Achmad Riyadh, mengatakan, kliennya mendapatkan 50 pertanyaan dari penyidik Kejaksaan Tinggi Jatim.

“Ada sekitar 50 pertanyaan yang diajukan seputar dana hibah tersebut,” kata usai menemani La Nyalla di Kejati Jatim, Selasa (31/3).

La Nyalla yang juga menjabat sebagai Waketum PSSI itu, diperiksa oleh Kejati Jatim, terkait dengan dugaan korupsi dana hibah di Kadin Jatim.

Dana hibah yang diberikan oleh Pemprov Jatim sejak 2011 sampai 2014 berkisar Rp10 miliar sampai dengan Rp15 miliar setiap tahunnya.

Hingga saat ini, Kejati Jatim masih belum menentukan berapa kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain