10 April 2026
Beranda blog Halaman 37583

IHSG Dibuka Melejit ke Level 5.497,72

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham pagi ini dibuka melejit di zona hijau. Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (31/3/2015), IHSG menguat 52,31 poin (0,96 persen) ke level 5.490,97. Indeks saham LQ45 mendaki 1,45 persen ke level 960,17. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau pada pagi ini. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, gerak IHSG semakin perkasa. IHSG dibuka naik 59,06 poin (1,09 persen) ke level 5.497,72.

Ada sebanyak 121 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Sementara itu, 16 saham melemah dan 49 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.499,10 dan terendah 5.485,16. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.991 kali dengan volume perdagangan saham 175,20 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 312,35 miliar.

Menurut Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, IHSG menunjukkan kekuatan naik yang masih cukup besar, setelah berhasil menembus level resisten terdekat 5.444, walau belum berhasil menutup perdagangan di atas level tersebut. “Namun hal ini cukup menggambarkan IHSG masih memiliki kekuatan naik menuju resistance selanjutnya pada level 5.485 dalam waktu dekat,” kata William dalam risetnya, Selasa (31/3).

Potensi untuk menembus level resisten 5.485 masih terbuka cukup besar, selama support 5.353 dapat dipertahankan. “Hari ini IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan menyambut rilis data ekonomi awal bulan esok hari,” ujar dia.

Pada perdagangan hari ini, Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.353–5.485. Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu PGAS, ASII, UNVR, LSIP, BBNI, JSMR, dan PWON.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Melemah, Nyaris Tembus ke Level 13.100 per Dolar AS

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Mata uang Garuda belum mampu bangkit dari keterpurukan. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Selasa (31/3), Rupiah dibuka melemah 0,04% ke Rp13.080 per dolar AS dari  posisi sebelumnya di level Rp13.075 per dolar AS.

Analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam risetnya mengungkapkan, laju Rupiah kemarin belum juga beranjak dari zona merah. Kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan nilai Euro, hingga berbalik turunnya harga minyak mentah membuat laju Dolar Amerika Serikat (AS) berkesempatan mengalami kenaikan.

“Rupiah pun kembali terkena imbas sehingga melanjutkan pelemahannya,” ujarmya.

Pada Selasa (31/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.080, yakni Rp13.092-13.071 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah sulit untuk bangkit.

“Meskipun kami mengharapkan pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas. Tetap cermati dan antisipasi pelemahan lanjutan,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Dicecar Penaikkan Harga BBM, Berikut Sembilan Hasil Rapat DPR dan Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM berserta instansi terkait di sektor energi pada Senin (30/3) telah menghasilkan sembilan kesimpulan. Salah satunya adalah meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM.

Rapat yang berlangsung selama hampir 8 jam (sejak pukul 15.30 WIB hingga – 23.00 WIB ini diikuti oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji, Plt. Dirjen Migas IGN Wiratmadja, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, dan Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Sommeng serta Direktur Pemasaran dan Retail Pertamina Ahmad Bambang.

Berikut sembilan poin yang menjadi hasil dari rapat tersebut:
1. Komisi VII DPR RI meminta Menteri ESDM agar mempertimbangkan kembali kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
2. Komisi VII DPR RI meminta Menteri ESDM untuk menjelaskan dan melakukan sosialisasi secara masif selisih tentang mekanisme atau skema subsidi BBM harga keekonomian dan harga jual BBM jenis premium karena subsidi BBM jenis premium tidak dialokasikan dalam APBNP 2015.
3. Komisi VII DPR RI meminta Menteri ESDM agar menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan tentang kemungkinan untuk penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk jenis BBM dan LPG yang bersubsidi.
4. Komisi VII DPR meminta Menteri ESDM melakukan upaya yang serius dan sistematis untuk memperbaiki dan membersihkan penyebab inefisiensi tata kelola BBM, termasuk karena adanya kontrak-kontrak impor minyak mentah, BBM, dan elpiji yang bermasalah.
5. Komisi VII DPR RI meminta Menteri EsDM agar menginstruksikan Pertamina untuk menghentikan kontrak pengadaan BBM melalui Petral (PES) yang jelas-jelas merugikan.
6. Komisi VII DPR meminta Menteri ESDM untuk melakukan kajian tentang penetapan harga maksimum BBM PSO yang tidak diberikan subsidi.
7. Komisi VII DPR meminta Menteri ESDM untuk meninjau kembali Perpres No. 191 Tahun 2014 dan Permen No. 7 tahun 2015 terkait periodisasi penetapan harga BBM.
8. Komisi VII DPR dan Menteri ESDM sepakat melakukan koordinasi dalam penetapan harga BBM.
9. Komisi VII DPR mendesak Kementerian ESDM agar segera koordinasi dengan kementerian terkait untuk mengendalikan harga bahan pokok dan ongkos transportasi umum dari dampak kenaikan harga BBM.

Artikel ini ditulis oleh:

Laju IHSG Munculkan Utang Gap Baru

Jakarta, Aktual.co — Positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) yang berimbas pada laju bursa saham Asia, sedikit banyak berpengaruh positif pada laju IHSG kemarin. Pelaku pasarpun kembali melakukan aksi belinya sehingga mampu mendorong IHSG bertahan di zona hijau.

“Laju IHSG pun mampu menjawab harapan kami sekaligus menepis kekhawatiran akan potensi pembalikan arah. Meski transaksi asing masig mencatatkan net sell dan laju Rupiah yang masih dalam pelemahannya, tidak menghalangi IHSG untuk melanjutkan penguatannya,” ujar analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Selasa (31/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.400-5.421 dan resisten 5.445-5465. Menurutnya, utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari) belum tertutup seluruhnya, namun kenaikan yang terjadi telah menciptakan utang gap baru di level 5.397-5.411.

“Masih adanya aksi beli diharapkan dapat berlanjut meski tetap antisipasi jika adanya pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nantikan Rilis Data Ekonomi, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.353–5.485.

Menurut Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, IHSG menunjukkan kekuatan naik yang masih cukup besar, setelah berhasil menembus level resisten terdekat 5.444, walau belum berhasil menutup perdagangan di atas level tersebut.

“Namun hal ini cukup menggambarkan IHSG masih memiliki kekuatan naik menuju resistance selanjutnya pada level 5.485 dalam waktu dekat,” kata William dalam risetnya, Selasa (31/3).

Potensi untuk menembus level resisten 5.485 masih terbuka cukup besar, selama support 5.353 dapat dipertahankan. “Hari ini IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan menyambut rilis data ekonomi awal bulan esok hari,” ujar dia.

Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu PGAS, ASII, UNVR, LSIP, BBNI, JSMR, dan PWON.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Diprediksi Masih Sulit Bangkit

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin belum juga beranjak dari zona merah. Kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan nilai Euro, hingga berbalik turunnya harga minyak mentah membuat laju Dolar Amerika Serikat (AS) berkesempatan mengalami kenaikan.

“Rupiah pun kembali terkena imbas sehingga melanjutkan pelemahannya,” ujar analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Selasa (31/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.080, yakni Rp13.092-13.071 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah sulit untuk bangkit.

“Meskipun kami mengharapkan pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas. Tetap cermati dan antisipasi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain