10 April 2026
Beranda blog Halaman 37584

Polemik Cilamaya, Dirjen Migas: Keputusan Ada di Jokowi

Jakarta, Aktual.co —  Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya dapat mengganggu produksi migas PT Pertamina (Persero) yang berada di bawah anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Hal itu ungkapkannya menanggapi sikap dari Kementerian Perhubungan yang bersikeras ingin melanjutkan rencana pembangunan pelabuhan tersebut.

“Kita kan sudah menyampaikan rekomendasi 1, terkait berbagai resiko jika pelabuhan itu dibangun di sana. Ada platform yang harus di potong, ada pipa yang harus diganti, dan resiko produksi minyak dan gas terganggu. Itu resikonya. Sehingga kita rekomendasikan tidak disitu,” kata Wirat di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/3).

Meski begitu, dirinya mengaku bahwa pihaknya juga akan tetap menerima apapun keputusan yang akan dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, apakah akan dipindah atau tetap dibangun di Cilamaya.

“Tapi kalau pimpinan (presiden) mengambil keputusan itu yah kita harus lakukan itu, semua modifikasi dan risk nya itu harus dihandle dengan baik. Pasti harus ada platform yang dipotong, dimodifikasi, dan juga akan ada gangguan produksi. Pasokan Gas ke PLN pasti akan terganggu, kemudian ke pabrik pupuk juga terganggu, terus juga produksi minyak pasti akan terganggu. Ini kan masalah keputusan kan, nah apakah mau diambil seperti itu, atau mau dipindahkan, kita ikut saja,” ungkap dia.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa secara teknis segala resiko yang sudah disampaikannya harus juga dipertimbangkan.

“Tapi yang jelas secara teknis segala resiko dan rekomendasi telah kita sampaikan. Keputusan tertinggi kan di pimpinan. Kita pasti bantu yang terbaik yang kita bisa. Kalau memang seperti itu yah itu kita modif, tentu ada biayanya, produksi berkurang, dan berbagai masalah safety pastinya, safety pelayaran, jadi yah memang betul-betul harus kita pertimbangkan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Korupsi UPS, Pengamat: Sebagai Penanggung Jawab Anggaran Ahok Harus Diperiksa

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan Alex Usman, selaku PPK pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakbar dan Zaenal Soleman, selaku PPK Pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakpus, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) menggunakan APBD 2014 di sejumlah sekolah di Jakarta.
Menurut Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi, dengan ditetapkannya dua pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut, sudah seharusnya Bareskrim Polri memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Poernama alias Ahok. 
Sebab menurut Ucok, Ahok merupakan pihak yang ikut bertanggung jawab dari pengadaan UPS ini.
“Ahok harus itu diperiksa, pertama dia sebagai penanggung jawab keuangan, dalam payung hukumnya dia sebagai penanggung jawab kenapa bisa bocor di dua orang ini,” kata Ucok, ketika berbincang dengan aktual.co, Jakarta, Senin (30/3).
Selain itu, menurut dia, Bareskrim pun berkewajiban mencari tau aliran dana korupsi ini. Polri sambung Ucok, bisa bekerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Bareskrim harus menelusuri dana ini kemana saja, karena uangnya ini bisa kemana-mana, karena jumlahnya 300 milyar ya,” kata dia.
Untuk diketahui, Dua Tersangka anak buah Ahok ini, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan kegiatan pengadaan 25 paket Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk 25 SMAN/SMK oleh suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Barat tahun anggaran 2014.
Atas perbuatannya, yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang Peemberantasan Tindak Pidana Korupssi sebagaimana telah dirubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 tahun 2001. Tentang pemberantasan Tindak Pidna. Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KU

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Riky/Richi Targetkan Untuk Fokus Satu-satu di Malaysia Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Riky Widianto/Richi Puspita Dili menjadi satu dari empat pasangan ganda campuran yang turun di Maybank Malaysia Open 2015. Bermain di turnamen level super series premier ini, Riky/Richi datang dengan titel sebagai unggulan delapan turnamen. Berbicara mengenai target, keduanya mengaku ingin fokus menghadapi satu per satu pertandingan yang akan mereka hadapi terlebih dulu.

“Target pribadi sebenarnya kami ingin bermain hingga babak final. Tapi kami nggak mau muluk-muluk dulu. Saat ini target kami main sebaik-baiknya dan fokus pada setiap lawan yang akan kami hadapi,” kata Riky Widianto ditemui di sela latihan, seperti dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa (31/3).

Riky/Richi di babak pertama akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl. Meski lebih unggul di atas kertas, rekor pertemuan keduanya justru tak berpihak kepada Riky/Richi.

Kedua pasangan ini pernah bertemu dua kali, dengan kemenangan yang selalu diamankan Mads/Kamilla. Pertemuan terkahir mereka terjadi di Yonex Sunrise India Open 2014. Saat itu Mads/Kamilla menang dua game langsung, 21-16 dan 21-12.

“Kami sudah dua kali ketemu dan kalah. Inginnya sih nanti bisa membalas kekalahan,” kata Richi.

“Menghadapi pertandingan nanti kami sudah mengantisipasi lawan. Video pertandingan juga sudah dianalisis. Kekuatan mereka itu bolanya tajam-tajam, yang cewek juga bola-bolanya lebih cepet,” tambah Riky.

Selain Riky/Richi, tiga pasangan ganda campuran yang akan turun ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto dan Edi Subaktiar/Gloria Emmanuelle Widjaja.

Sektor ganda campuran menjadi salah satu nomor yang diharapkan mampu merebut gelar di Malaysia kali ini. Pasangan Tontowi/Liliyana yang menjadi unggulan empat diharapkan mampu memenuhi target tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Pemimpin Hewlett Packard Calonkan Diri jadi Presiden AS

Jakarta, Aktual.co — Mantan Kepala Eksekutif Hewlett Packard (HP), Carly Fiorina, menyatakan akan mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat (AS) melalui Partai Republik dalam pemilihan umum pada 2016.

“Kemungkinannya sangat tinggi, lebih dari 90 persen,” kata Fiorina ketika ditanya apakah akan bertarung untuk memperebutkan jabatan orang nomor satu di AS, seperti dikutip dari AFP, Selasa (31/3).

“Kami ingin memastikan apakah memiliki tim tepat untuk memberikan dukungan dan mendapatkan sumber pendanaan,” katanya dengan menambahkan bahwa dia akan mengumumkan pencalonannya pada akhir April atau awal Mei 2015.

Fiorina adalah mantan penasehat ekonomi calon presiden dari Partai Republik, yang kalah pada pemilihan 2008, John McCain. Perempuan berumur 60 tahun itu memimpin Hewlett Packard selama enam tahun hingga 2005. Saat itu, dia dipaksa mundur akibat harga saham perusahaan itu anjlok.

Pada 2010, dia gagal menggeser perempuan senator AS berpengalaman Barbara Boxer dari partai Demokrat, yang telah menjabat di posisi yang sama sejak tahun 1993.

Sementara itu, walau para pakar memperkirakan akan banyak penantang yang mencalonkan diri sebagai presiden untuk pemilihan tahun 2016 melalui partai Republik, hingga akhir Maret baru satu orang yang sudah pasti ikut dalam pertarungan yaitu senator konservatif Ted Cruz.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Menteri Ikut Hadiri Deklarasi Korps Alumni KNPI

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Korps Alumni KNPI Aziz Syamsuddin mengatakan bahwa Korps Alumni KNPI dibentuk sebagai wadah berhimpun kader sejumlah partai politik untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Tentunya dengan membantu program pemerintah Jokowi-JK dan program harus diselaraskan dengan visi dan misi Korps.

“Korps Alumni KNPI bertekad mengawal dan mendukung pemeri‎ntah asal program yang dilaksanakan berpihak kepada rakyat,” tegas Aziz dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (31/3).

Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar ini menegaskan Korps Alumni KNPI tidak membicarakan masalah politik. Secara seloroh dia berharap kalau Korps yang juga dijadikan wadah silaturahmi ini bisa menyelesaikan berbagai kegaduhan politik yang terjadi saat ini.

Sementara Menteri Dalam Negeri yang juga Mantan Pengurus KNPI Tjahjo Kumolo menuturkan dirinya sangat beruntung bergabung dalam KNPI yang mendongkrak karir politiknya. Ia mengakui banya elit politik dari berbagai partai politik merupakan anggota KNPI.

“KNPI bisa saya katakan sebagai mesin penghasil kader bagi parpol, sebab anggota KNPI diberi kebebasan untuk bergabung dengan partai politik. Termasuk saya. Setelah gagal menjadi Sekjen Golkar, saya diajak Pak Taufik Kiemas bergabung di PDIP. Jadi saya termasuk yang beruntung bergabung dengan KNPI,” katanya.

Dirinya mendukung Aziz membentuk Korps Alumni KNPI, apalagi untuk memajukan bangsa dan negara.

“Saya mengingatkan hanya satu Indonesia tercinta. Negeri tumbuh karena perbuatan. Dan perbuatan itu adalah perbuatan pemuda.‎ Jadi saya percayakan Korps Alumni KNPI kepada Aziz,” katanya.

Dalam kesempatan itu Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari menjelaskan bahwa logo Korps Alumni KNPI yang menggambarkan seseorang membawa obor adalah agar Korps Alumni KNPI dapat menjadi penerang dalam kehidupan berbangsa. Sedangkan lingkaran berbentuk bulat melingkar dengan warna merah dan putih melambangkan Korps Alumni KNPI merupakan forum kebangsaan.

Untuk diketahui, Ketua Korps Alumni KNPI Aziz Syamsudin dan Sekjen Sayed Muhammad Muliady, serta Bendahara Umum alumni KNPI Rita Widyasari, menyambut langsung kehadiran sejumlah tokoh dan perwakilan pengurus alumni KNPI dari 34 propinsi dalam acara deklarasi Korps Alumni KNPI yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin malam, (30/3).

Para tokoh yang hadir diantaranya adalah, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, yang pernah menjabat Ketua Umum KNPI, Menkum HAM Yasonna Laoly, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie serta mantan tokoh pemuda lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

PSM Makassar Tentukan Nasib Mantan Pemain Persik Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Klub PSM Makassar menyatakan, nasib mantan pemain Persik Kediri, Ahmad Syahrul Huda, apakah bisa bergabung dalam tim “Juku Eja” atau tidak, akan ditentukan pada  Selasa (31/3) ini.

“Kami berencana umumkan hasilnya besok (hari ini). Kami telah memberikan kesempatan bagi pemain yang bersangkutan untuk membuktikan kualitasnya sejak tiba di Makassar, 26 Maret 2015,” kata Asisten Pelatih PSM, Assegaf Razak di Makassar, Senin (30/3).

Tim pelatih PSM Makassar juga menegaskan, hanya akan mengakomodasi pemain yang memang dinilai mampu membantu tim meraih hasil maksimal pada kompetisi ISL.

PSM Makassar memang telah melihat dan memantau kemampuan mantan bek timnas tersebut. Bahkan pemain yang bersangkutan juga disempatkan turun saat menghadapi Martapura FC dalam laga uji coba di Stadion Gelora Andi Mattalatta Makassar, Sulsel, Senin.

Pemain tersebut juga telah diturunkan pada uji coba antara PSM A dan PSM B di Stadion Mattoanging beberapa waktu lalu.

Dalam beberapa kesempatan, kemampua Syahrul Huda pada dasarnya tidak lebih bagus dari Rasul yang telah menjadi pemain PSM. Namun untuk kepastian pemain tersebut direkrut atau tidak, baru akan diputuskan nanti.

“Kita sudah melihat kemampuan Syahrul Huda. Namun soal apakah layak atau tidak berkostum PSM, kita akan lihat besok,” jelasnya.

Sementara itu, dua pemain PSM yakni Kaharuddin Salam dan Abdul Rahman Abanda kini terancam dicoret dari skuad PSM, setelah keduanya mengalami cedera saat menjalani persiapan jelang kompetisi ISL.

Manajemen PSM menyatakan jika kondisi cedera yang dialami keduanya membutuhkan waktu penyembuhan yang lama tentu kemungkinan itu bisa saja diambil. Manajemen juga akan tetap menunggu hasi tes tim medis PSM.

Namun demikian, PSM tetap patut bersyukur setelah tiga pemain asing PSM Makassar akhirnya dinyatakan lolos verifikasi PT Liga Indonesia sekaligus bisa memperkuat tim “Juku Eja” di ISL.

Ketiga pemain asing tersebut yakni Boman Irie Aime (pemain belakang/Pantai Gading, Nenad Begovic (gelandang/Serbia) dan Nemanja Vucicevic (striker/Serbia).

Terkait lolosnya tiga pemain asing PSM, tentu saja patut disyukuri. Tim pelatih juga mengaku bisa lebih fokus menerapkan strategi dalam menghadapi laga perdana lawan Persiba Balikpapan di Stadion Mattoanging Makassar, Sulsel, 6 Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain