9 April 2026
Beranda blog Halaman 37588

Bareskrim: KPK Sudah Ingatkan Denny ‘Payment Gateway’ Beresiko Hukum

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memperingatkan bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, soal program ‘Payment Gateway’ agar tidak dilanjutkan lantaran rentan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaanya.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, KPK sudah menyarankan Denny untuk tidak melanjutakan sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik di Kementrian Hukum dan HAM pada tahun 2014 itu.
“Ada rekomendasi KPK kalau proyek ini berisiko hukum,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3).
Namun, Rikwanto enggan menjelaskan lebih jauh soal rekomendasi ini. Menurutnya, hal ini sudah masuk dalam materi penyidikan yang tidak bisa dijelaskan kepada publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Aktual.co, dari seorang perwira tinggi di lingkungan Mabes Polri, peringatan itu terbukti secara tertulis dalam bentuk notulensi rapat yang dilakukan KPK.
Menurutnya, pihak Denny dan KPK sudah menggelar pertemuan yang membahas tentang proyek bermasalah ini. Dalam pertemuan tersebut, Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK sudah meminta agar proyek ini dihentikan.
Namun, Denny tetap melanjutkan proyek tersebut. Motifnya, menurut Rikwanto saat ditemui sebelumnya, adalah memang mengarah kepada tindak pidana korupsi. “Kalau sudah ditetapkan tersangka ya sudah ada dugaan ke arah sana (korupsi),” ujarnya.
Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, menetapkan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program ‘payment gateway’ 2014. Denny diduga kuat menyalahgunakan wewenang dalam program sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik di Kementrian Hukum dan HAM.
Atas perbuatannya, penyidik mengenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 421 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP tentang penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menpora Dinilai Tak Tahu Perkembangan Sepakbola Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang menyudutkan sepakbola Indonesia sebagai penyebab tidak majunya olahraga Indonesia, mendapat kecamanan dari pihak PSSI.

Direktur Members&Development PSSI, Budi Setiawan, sangat geram dengan komentar Menpora asal PKB itu, yang dianggapnya tidak mengetahui perkembangan sepakbola Indonesia.

Budi menegaskan, tidak ada kaitannya prestasi olahraga Indonesia dengan kisruh PSSI yang sudah berlalu dua tahun silam.

”Pertanyaannya apakah ada kisruh PSSI? Iya dulu ada, Kisruh pssi yang paling tajam adalah pasca 2011 hingga medio 2013, dimana memang ada dualisme organisasi. Namun masa suram itu sudah berlalu, kurang dari dua tahun PSSI telah bermetamorfosis menunjukkan hasil kerja dan hasil nyata, meskipun belum bisa memuaskan semua pihak,” kata Budi ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (30/3).

Lebih lanjut Budi menanyakan kepad Menpora terkait pernyataannya itu, apakah ada kisruh PSSI saat ini? Jika ada, kisruh yang mana yang dimaksud Menpora?

”Kisruh organisasi PSSI sudah berlalu, penggunaan kata kisruh PSSI itu sangat tidak tepat, karena sangat menyesatkan, seolah-olah  ada konflik di pengurus PSSI,” tegas Budi.

Justru, Budi menilai, kisruh kompetisi ISL disebabkan oleh inisiasi Menpora yang mengakomodir kepentingan orang-orang lama. “Siapa mereka? Pengelola LPI (Liga Premier Indonesia) yang sudah terbukti tidak kompeten dalam mengelola kompetisi, setengah musim kompetisi berjalan dan tidak berlanjut. Hutang klub dimana-mana. Itu semua merusak tatanan sepakbola. Semua itu dilakukan mereka dalam waktu singkat,” katanya.

Seperti diketahui, di salah satu media online, Menpora mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan. Dia
menuding kisruh yang terjadi di dalam organisasi PSSI telah menjadi penyebab prestasi olahraga di negeri ini tak pernah maju.

“Konflik internal yang terjadi di tubuh organisasi sepak bola ini yang menyebabkan dunia olahraga kita tidak maju-maju,” katanya Imam kepada wartawan usai peresmian Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Wijaya Kusuma, Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (28/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Koreksi Harga BBM Enam Bulan Sekali, Menko Sofyan: Kalau Rugi Siapa Yang Tanggung?

Jakarta, Aktual.co —   Pada April 2015 mendatang pemerintah akan melakukan koreksi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap dua minggu, dari sebelumnya dilakukan setiap bulan. Koreksi harga BBM tersebut mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

“Kita dimungkinkan dua minggu sekali koreksi harga BBM. Kalau harga minyak tetap dan kurs Rupiah tetap, kita tidak perlu adjustment. Tapi kalau harga minyak naik kita sesuaikan, harga turun juga kita sesuaikan, supaya masyarakat membayar harga keekonomian,” ujar Menko Perekonomian, Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (30/3).

Beberapa pengamat menilai koreksi harga BBM tersebut tidak efektif karena akan mempengaruhi inflasi. Mereka justru memberikan rekomendasi bagi pemerintah agar melakukan koreksi harga BBM setiap enam bulan sekali.

“Bahayanya kalau enam bulan sekali harga turun, masyarakat membayar selisihnya tinggi, kalau harga naik maka lama sekali, siapa yang tanggung, ngga ada subsidi,” tanggap Sofyan.

Sofyan juga mengklaim gejolak harga di pasar akibat dampak kenaikan BBM ini tidak berpengaruh secara signifikan pada masyarakat.

“Sekarang kan kita belum terbiasa harga naik dan turun sehingga masyarakat merasakan gejolaknya. Begitu harga kita lepaskan ke pasar ditentukan oleh dinamika pasar,” terangnya.

Dirinya mengakui bahwa masalah dari kenaikan BBM saat ini adalah struktur pasar yang tidak sehat. Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan tersebut diperlukan waktu yang relatif lama.

“Tidak bisa dipastikan berapa lama,” ujarnya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi dari UGM, Tony Prasetiantono menyarankan agar pemerintah mengoreksi harga BBM setiap enam bulan sekali. Dengan konsekuensi pemerintah harus merogoh kocek lebih dalam untuk subsidi.

“Harus nomboki ya ngga apa-apa, kan subsidinya tidak akan turun. Karena pengusaha kita itu cenderung responsif memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, kalau turun ngga proporsional, pasar Indonesia ngga bisa dilepas harus diintervensi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, mulai 28 Maret 2015 pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM sebesar Rp500 per liter. Harga premium menjadi Rp7.300 per liter, sementara harga solar menjadi Rp6.900 per liter, terjadi penyesuaian harga premium dan solar sebesar Rp500 per liter. Harga premium sebelumnya adalah Rp6.800 per liter sedangkan solar Rp6.400 per liter.   

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kementeritan Agama Bentuk Satgas Selidiki LKS Yang Hina Nabi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menyelidiki Lembar kerja Siswa (LKS) yang menghina sahabat Nabi Muhammad SAW.

“Kementerian Agama membentuk satgas untuk meneliti duduk persoalan kenapa buku-buku itu bisa beredar dan meresahkan masyarakat. Ini akan diteliti kenapa ini bisa kebobolan,” kata Lukman Hakim sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Senin (30/3).

Lukman juga meminta pihak kepolisian mengusut peredaran LKS Madrasah Aliyah Kelas X mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang terindikasi bermuatan pelecehan terhadap sahabat Nabi.

“Kepada pihak kepolisian untuk menghusut hal ini apakah faktor kesegajaan atau tindak pidana,” harapnya.

Ketika ditanya apakah tidak ada pengawasan, Lukman mengatakan LKS sifatnya sukarela dan bukan buku wajib sehingga mudah beredar.

“Justru ini karena LKS lembar kerja yang sifatnya sukarela, bukan buku wajib, dan memang pihak-pihak swasta yang menerbitkan itu mensoalisasikan ke beberapa madrasah,” katanya.

Atas beredar LKS ini, Lukman menegaskan pihaknya sudah menerbitkan surat edaran untuk menarik buku-buku yang materi muatannya berisi hal-hal bertentangan dengan paham Agama Islam.

Selain itu juga akan menarik buku yang isinya mengandung arti menghina atau melecehkan para sahabat Rasul serta orang-orang yang seharusnya dimuliakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dirjen Pajak Klaim Pelaporan SPT Melalui E-Filling Melebihi Target

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah mengatakan target pengisian surat pemberitahuan (SPT) pajak melalui pengisian elektronik (e-filling) telah melebihi target yang direncanakan. Bahkan, angka tersebut diprediksi meningkat mendekati hari terakhir pengajuan SPT, esok hari.

“Awalnya kita targetkan 2 juta wajib pajak, kini pelaporan SPT menggunakan e-filling sudah mencapai 2,1 juta wajib pajak,” ujar Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (30/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, peningkatan penggunaan e-filling SPT bisa mencapai 10 juta wajib pajak di akhir bulan. Pasalnya,menurut Sigit, masyarakat Indonesia biasanya lebih senang mengumpulkan laporan pajak mendekati tenggat waktu yang ditentukan.

“Sebagian besar kami harapkan wajib pajak pengguna e-filling terbesar berasal dari Jawa,” kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah manargetkan penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp1.300 triliun. Namun, sampai periode Maret ini pemerintah baru menerima Rp170 triliun.

“Ini baru 10 persennya, biasanya numpuk di hari terakhir,” ujarnya.

Sigit mengatakan, sebagian besar kementerian telah menyerahkan wajib pajaknya. Namun menurutnya, rata-rata masih kurang bayar.

“Mereka kan ganti pekerjaan, jadi sebelumnya ada yang bracket 15 persen, kini 30 persen,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pawai Ogoh-ogoh & Tarian Bali Meriahkan ‘Dream Comunity Taiwan’

Jakarta, Aktual.co — Pawai ogoh-ogoh dan tari-tarian tradisional Bali memeriahkan pergelaran “Dream Community Taiwan” di Kaohsiung pada 28-29 Maret 2015.

Arak-arakan boneka raksasa yang menjadi tradisi umat Hindu di Bali menjelang Hari Raya Nyepi itu merupakan yang kedua kalinya digelar di Taiwan.

Pawai ogoh-ogoh sebelumnya digelar di pelataran kompleks Chiang Kai Sek Memmorial Hall, Taipei, pada bulan Oktober 2014.

“Dengan adanya acara ini, masyarakat Taiwan dan turis asing lainnya dapat lebih mengenal budaya Indonesia, khususnya Bali,” kata Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arief Fadillah, Senin (30/3).

Pawai ogoh-ogoh di kota yang berjarak sekitar 300 kilometer arah selatan Ibu Kota Taiwan di Taipei itu melibatkan puluhan mahasiswa asal Indonesia.

Mereka terbagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok mengusung ogoh-ogoh seberat 400 kilogram dan tinggi 7 meter tersebut untuk memberikan suguhan khas kepada warga Kaohsiung.

Dua ogoh-ogoh tersebut hasil kreativitas seniman asal Bali yang tinggal di Taiwan. “Ogoh-ogoh itu sarana kami memperkenalkan budaya bangsa,” kata Arief didampingi Kepala Bidang Pariwisata KDEI Taipei, Agung Sepande.

Pada Sabtu (28/3) malam di tempat yang sama, warga Kaohsiung juga mendapat suguhan tari-tarian tradisional Bali. Sejumlah mahasiswa National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taipei asal Indonesia juga unjuk kebolehan dengan menari Kecak.

“Teman-teman juga membawakan tari Rama dan Shinta,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan Iman Adipurnama menambahkan.

Menurut dia, pertunjukan seni kali ini difokuskan pada budaya Bali. “Kami berharap nanti ada budaya-budaya lain yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat Taiwan,” ujarnya.

Di arena pertunjukan, mereka juga membuka anjungan pakaian tradisional Bali yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berfoto dengan memakai pakaian tersebut..

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain