8 April 2026
Beranda blog Halaman 37592

Naikkan Harga BBM, Mahasiswa: Bukti Jokowi Pro Pasar

Medan, Aktual.co — Kebijakan kenaikan harga BBM yang kembali dilakukan pemerintah menuai kritik. Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi-JK dinilai semakin menunjukkan wataknya yang pro kepada pasar.
“Pemerintah Jokowi-JK menegaskan wataknya yang pro pasar. Jokowi tidak membuktikan visinya menuju Indonesia yang berdikari, khususnya di sektor migas. Penggunaan bahan bakar untuk subsidi masih saja dibiarkan, tidak dikendalikan hingga benar-benar digunakan rakyat,” ujar Ketua Cabang GMKI Cabang Medan Ruben Panggabean kepada Aktual.co, Senin (30/3).
Menurut Ruben, kenaikan kembali harga bahan bakar minyak adalah bentuk kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kenaikan harga bahan bakar mempengaruhi naiknya bahan kebutuhan pokok. Karena semakin mahalnya ongkos industri.
Selain kepada rakyat, kata Ruben, Jokowi dengan kebijakan menaikkan BBM telah ‘membunuh’ para pengusaha kecil atau industri rumah di pedesaan dan pinggir kota. “Hal ini akan membuat semakin bertambahnya pengangguran pada Usia produktif,” tandas Ruben.
Menurutnya, nasionalisasi sektor migas sebagai wujud kedaulatan pemerintah atas tanah dan kekayaan alamnya sendiri harus segera dilakukan.
“Oleh karenanya, kami mahasiswa di Medan pada Rabu (1/4) nanti turun ke jalan melakukan aksi penolakan,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Data BPS, IHSG Ditutup Menguat 41,80 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat sebesar 41,80 poin menjelang pengumuman data ekonomi pada 1 April 2015 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

IHSG BEI ditutup naik sebesar 41,80 poin atau 0,77 persen menjadi 5.438,65. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) naik 8,95 poin (0,96 persen) ke level 946,46.

“Investor berekspektasi positif menyambut pengumuman data ekonomi domestik oleh BPS pada awal bulan April 2015, sehingga IHSG bergerak menguat,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut dia, investor saham terutama domestik cukup aktif melakukan transaksi beli di tengah aksi lepas investor asing. Dalam data perdagangan BEI tercatat investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp177,904 miliar pada awal pekan ini (Senin, 30/3).

Secara teknikal, ia menambahkan bahwa kekuatan naik IHSG BEI masih terjaga untuk selanjutnya menuju level psikologis batas atas terdekat 5.444 poin dalam jangka pendek ini.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa penutupan IHSG BEI di atas level psikologis 5.413 poin memunculkan tren naik bagi IHSG ke depannya.

“Tren positif indeks BEI itu seiring dengan data kinerja emiten yang diperkirakan positif, serta data inflasi dan juga data neraca perdagangan Indonesia, diharapkan hasilnya juga positif,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 205.491 kali dengan volume mencapai 4,70 miliar lembar saham senilai Rp5,18 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 215 saham, yang melemah 95 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 96 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 368,92 poin (1,51 persen) ke 24.855,12, indeks Bursa Nikkei naik 125,77 poin (0,65 persen) ke 19.411,40, dan Straits Times menguat 4,16 poin (0,12 persen) ke posisi 3.454,26.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Indonesia Krisis Listrik, Sudirman Tuding Pemerintahan Sebelumnya

Jakarta, Aktual.co —   Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuding bahwa penyebab terjadinya krisis listrik di sejumlah daerah saat ini diakibatkan oleh kesalahan pengambilan keputusan dalam 10 tahun lalu.

“Masalah yang terjadi di sektor kelistrikan nasional karena tidak tercukupinya pembangkit listrik. Akibatnya, pasokan listrik di beberapa daerah kurang. Maka tak heran jika di beberapa daerah sering terjadi pemadaman,” kata Sudirman di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (30/3).

Menurutnya, selama 10 tahun lalu, tidak ada penambahan pembanglit listrik yang signifikan sehingga saat kebutuhan listrik nasional mengalami peningkatan maka tidak bisa tercukupi. Penghambat tersebut diantaranya adalah masalah pembebasan lahan yang berkepanjangan.

“Karena yang terjadi hari ini adalah keputusan 10 tahun yang lalu, dan tindakan kami hari ini baru akan berbuah 10 tahun mendatang,” ucap dia.

“Saya sering mengatakan, tidak ada proyek energi yang waktunya dua tiga tahun selesai. Semua program energi itu jangka panjang. Karena itu, tadi membangun di sektor energi itu tidak mungkin jangka pendek, harus strategis, jangka panjang, dan harus sabar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Amir: ‘Payment Gateway’ Sempat Dihentikan Karena Menkeu Tak Merestui

Jakarta, Aktual.co — Kasus payment gateway yang saat ini tengah menjerat bekas Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sebelumny sempat dihentikan karena tak direstui oleh Menteri Keuangan.
“Sebetulnya itu ada (penolakan dari) Menkeu tanggal 15 September 2014, dan itu lah yang membuat saya harus menghentikan,” kata mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin di Jakarta, Senin (30/3).
Politikus asal Partai Demokrat itu pun memuji program yang dibuat oleh Denny. Namun Amir tak tahu menahu jika ada kesalahan dalam pengadaan proyek tersebut.
“Sebetulnya itu bagus, tapi sistem dan alat itukan vendor yang menentukan. Apakah ada masalah dalam penunjukan vendor, nah itu bukan urusan saya,” kata dia.
Tujuan Denny, sambung dia, cukup baik dalam pengadaan sistem pembayaran online. Terlebih program itu untuk menghindari terjadinya pungutan liat dan meningkatkan pelayanan publik.
“Saya kira tujuan payment gateway itu sudah begitu mulia. Tetapi saat ini, tidak bisa Denny secara defensif melemparkan masalah itu pada orang lain,” kata Amir.
Amir tidak tahu menahu soal proyek tersebut yang disinyalir telah menyebabkan kerugian kas negara sebesar Rp 32,4 miliar dan adanya pungutan tidak sah sebesar Rp 605 juta dari sistem itu.
“Kerugian Rp 32 miliar itu biarlah BPK secara prosedurial berdasar norma akuntansi itu yang menentukan. Sepanjang pengetahuan saya uang itu sudah masuk seluruhnya ke kas negara,” kata dia.
Amir melanjutkan, Denny sendiri harus memberikan penjelasan yang akurat terkait kasus ini. Dia meminta kepada Denny, untuk tidak melempar tanggung jawab kepada Menteri Hukum dan HAM yang saat itu menyetujui proyek payment gateway.
“Pada saat proses ini bergulir ada pernyataan dari lawyer beliau yang melemparkan tanggung jawab. Ini kurang baik,” kata Amir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tokoh Betawi Geram Ahok Rasis Terhadap Suku Betawi

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  terus menerus menuai kontroversi dari banyak pihak. Belum reda kritikan yang menyebutnya sebagai mulut toilet saat diwawancarai live oleh salah satu stasiun televisi swasta, kini Gubernur Ahok kembali diprotes sejumlah ormas dan tokoh-tokoh betawi dibalaikota Jakarta Pusat karena dinilai berkata rasis dan telah memicu konflik sara.
Pasalnya mantan bupati Belitung Timur itu telah menyamakan nama seekoor anak sapi dengan nama USB atau kepanjangan untuk Sapi Betawi. Hal itupun mendapat perhatian sejumlah tokoh betawi hari ini yang berusaha menemui Ahok di kantornya.
“Kami sebagai anak Betawi marah dengan ucapan Ahok yang rasis,” kata Muhammad Rifki di Balaikota, Senin (30/3). 
Dikatakan Rifki, pihaknya datang ke Balaikota bersama warga Jakarta yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (Mars). Kedatangan tersebut berniat baik yakni untuk meminta klarifikasi terkait ucapan Ahok yang menyamakan anak sapi dengan nama Betawi. Namun niat baik tersebut tidak ditanggapi Ahok lantaran Ahok tidak mau menemui perwakilan pengunjuk rasa itu.
“Dengan tidak adanya klarifikasi dari Ahok berarti kami simpulkan Ahok memang berniat menghina warga Betawi dengan menyamakan dengan sapi,” kata Eki.
Ditambahkan Eki ucapan-ucapan Ahok sudah meresahkan masyarakat. Sikap Ahok juga berpotensi menimbulkan gejolak dan gesekan di tingkat bawah. Untuk itu, Eki bersama Mars akan melaporkan tindakan Ahok tersebut kepada Mahkamah Agung (MA).
 “Diharapkan MA bisa mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan-tindakan Ahok yang rasis,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Kebijakan Jokowi Bisa Picu Amarah Sosial

Medan, Aktual.co — Kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar di Indonesia yang tak stabil dan berulang-ulang diduga sebagai sikap tak bertanggungjawabnya Pemerintahan Jokowi kepada masyarakat.
Demikian dikatakan pengamat sosial politik Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi kepada Aktual.co, Senin (30/3).
“Kalau seperti kasus sekarang mengindikasikan pemerintah Jokowi tidak punya ‘Sense of responsibility’ dan kepekaan terhadap kepentingan masyarakat,” ujar Agus.
Menurut Agus, secara sosial, implikasi kenaikan BBM menyebabkan jumlah penduduk miskin akan bertambah. Kesejahteraan masyarakat juga makin menurun. Sementara itu secara politis, implikasinya dapat menggangu kinerja Pemerintah karena tekanan politik parlemen dan rakyat akan terus dilakukan berkaitan dengan kebijakan itu.
Menurut Agus, apa yang dilakukan Pemerintah saat ini soal BBM sangat tidak wajar. Dapat dibayangkan, bagaimana sebuah produk kebijakan yang diambil hanya didasarkan selera dan dalam hal ini selera pasar.
“Kebijakan yang baik tentunya sudah mempertimbangkan dan memprediksikan berbagai perubahan sosial ekonomi dan perkembangan global di masa akan datang sehingga perubahan kebijakan tidak dilakukan berulang-ulang,” tandasnya.
Dikatakannya, terkait berbagai kebijakan khususnya BBM, saat ini masyarakat sebenarnya sudah sampai pada titik jenuh. Jika situasi ini berlanjut, maka akan berpotensi memicu amarah sosial yang besar kepada Pemerintah.
“Rakyat sebenarnya sudah jenuh tapi kalo terus menerus seperti ini kejenuhan akan memicu amarah sosial yang membesar kepada pemerintah,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain