6 April 2026
Beranda blog Halaman 37603

Jaga Estetika Kota Bekasi, Tol Becakayu Ubah Jalur

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Tri Adhiyanto memastian terjadinya perubahan jalur Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di wilayah Kota Bekasi.  “Memang akan terjadi perubahan jalur, namun tidak akan mengubah secara signifikan perencanaan yang telah dibuat,” katanya di Bekasi, Minggu (29/3).

Perubahan jalur itu, menurut Tri, hanya terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, dengan pertimbangan menjaga estetika tata ruang etalase Kota Bekasi.  “Perubahan jalur ini tidak lebih dari satu kilometer,” katanya.

Saat ini pengerjaan proyek Tol Becakayu tahap I, jelas Tri, mulai bergulir lagi melalui kegiatan pemancangan tiang jalan di kawasan Sumber Artha hingga Jaka Sampurna, Kota Bekasi.

“Baru pada tahap kedua nanti pembahasan jalur akan dilakukan bersama dengan pihak terkait, termasuk Kota Bekasi. Namun khusus untuk jalur di Ahmad Yani dipastikan berubah,” katanya.

Kabid Perencanaan Tata Ruang Dinas Tata Kota Bekasi, Erwin mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi sudah menyampaikan keberatan bila jalan tol Becakayu dibangun melalui jalan Ahmad Yani.

Sebagai alternatif, kata dia, jalan tol itu akan melalui Jalan Kemakmuran, Jalan Perjuangan, dan kemudian berakhir di Jalan Ganda Agung.  “Karena memang proyek ini sudah mangkrak sejak 1998, sehingga wajar saja perencanaan gambar tidak sesuai,” katanya.

Pemerintah pusat, menurut dia, sebelumnya ingin jalan tol becakayu melalui Jalan Ahmad Yani yang menyambung di depan Kantor Wali Kota, Jalan Perjuangan, dan berakhir di Jalan Ganda Agung.  “Jika konsep itu diterapkan, maka dikhawatirkan akan merusak estetika wajah Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sumsel Anggarkan Rp50 Miliar Dana Kuliah Gratis

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan dana untuk pelaksanaan program kuliah gratis tahap pertama sekitar Rp50 miliar.  Dana untuk program kuliah gratis itu diambil melalui APBD Provinsi Sumsel, kata Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo kepada wartawan di Palembang, Jumat (27/3).

Mengenai calon mahasiswa yang ditanggung program dari Gubernur Sumsel H Alex Nordin ini adalah mahasiswa dari keluarga kurang mampu terutama secara ekonomi, kata dia.

“Jadi nantinya bagi mereka dari keluarga kurang mampu di bidang ekonomi bila ingin melanjutkan studi ke  perguruan tinggi dananya ditanggung pemerintah provinsi,” ujar Widodo.

Lebih lanjut dia mengatakan, mahasiswa yang akan diterima kuliah perdana jumlahnya ribuan orang dari perguruan tinggi negeri yang ada di Sumsel. Karena Dinas Pendidikan telah melakukan kerja sama dengan Universitas Sriwijaya dan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Program kuliah gratis ini, merupakan kepedulian Pemerintah Provinsi terhadap sumber daya manusia daerah agar kian berkualitas. Serta pemenuhan janji kampanye gubernur saat pencalonan yang memprogramkan kuliah gratis.

“Apalagi Pemerintah Provinsi Sumsel memprogramkan sekolah gratis hingga sekolah lanjutan atas dan sekarang menjadi program utama,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berani Lawan Arus, Kunci Sukses Filem Nasional

Jakarta, Aktual.co —Agar film Indonesia dapat menuai popularitas di negeri sendiri, menurut Sutradara Eros Djarot, sineas nasional harus berani membuat film yang melawan arus.

“Kalau ada satu-dua film yang mencuat, pasti karena melawan arus,” kata Eros, dalam acara Film and Art Celebration 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (29/3).

Dia mencontohkan stereo Dolby yang dipakai dalam filmnya Tjoet Nja’ Dhien, sesuatu yang belum lazim di masa itu.

“Ini (keberanian melawan arus) yang saya nilai kurang karena yang masih berkembang adalah jiwa copy paste,” ujar adik kandung aktor Slamet Rahardjo itu.

Menurut pria 64 tahun itu, perlu keberanian untuk membuat gebrakan baru. Pendobrakan arus itu dapat terjadi lebih mudah seandainya didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Tugas negara itu memberi peluang agar terobosan-terobosan dapat dibuat,” imbuh pencipta soundtrack “Badai Pasti Berlalu” itu.

Sayangnya, film masih dianggap sebelah mata oleh pemerintah. Eros menilai pemerintah masih terlalu disibukkan dengan seputar permasalahan parlemen atau partai.

“Pemerintah belum paham bahwa budaya (film) itu penting, jadi pemerintah tidak jelas menanganinya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Situs Kampung Tua Papua Ditemukan di Nabire

Jakarta, Aktual.co — Arkeolog di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, menemukan situs kampung tua Mosandurei, yang merupakan situs permukiman.  “Situs Kampung Tua Mosandurei itu ditemukan dalam proses penelitian arkeologi,” kata staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura Hari Suroto, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (28/3).

Dalam situs itu, menurut Suroto ditemukan alat batu, manik-manik, keramik Cina Dinasti Ming (abad XVI-XVII) dan Dinasti Ching (abad XVII-XVIII), keramik Eropa, botol Eropa dan gerabah.  “Keramik Eropa yang ditemukan terdapat cap pabrik pembuatnya, yaitu Fregout & Co Saastrusht Dragon Made in Holland dan Petrus Regout & Co Maastricht made in Holland,” katanya.

Selain itu, lanjut Suroto, di situs itu juga ditemukan sisa makanan berupa cangkang moluska laut dalam jumlah banyak dan tulang binatang.   “Situs Kampung Tua Mosandurei pada masa lalu dipilih sebagai situs pemukiman karena lokasinya yang dekat dengan sumber air tawar,” katanya.

Ia menimpali, “Juga dekat dengan hutan sagu dan pesisir pantai. Letak situs di atas bukit sangat aman dan terlindungi dari serangan bajak laut yang banyak beroperasi di Teluk Cenderawasih pada abad ke-16 hingga abad ke-18.”

Alumnus Universitas Udayana Bali itu menjelaskan lokasi strategis Situs Kampung Tua Mosandurei di pesisir utara Papua wilayah Napan itu, pada masa lalu merupakan bagian dari jaringan niaga dengan Kesultanan Tidore.

Artikel ini ditulis oleh:

Salah Distribusi, Film berkualitas Gagal Sukses Beredar

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co –   Film berkualitas belum tentu bisa sukses di pasar bila salah menerapkan strategi distribusi.  “Kita harus mengerti target market,” kata sutradara Sammaria Simanjuntak dalam diskusi “Peluang dan Jalur Distribusi Film Indonesia” di Film and Art Celebration 2015 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Minggu (29/3).

Perempuan di balik film “Cin(T)a” dan “Demi Ucok” itu mengatakan aliran distribusi film telah berubah seiring perkembangan teknologi.  Ketika teknologi belum berkembang, film awalnya didistribusikan melalui bioskop lalu ditayangkan di televisi karena dapat dinikmati dalam bentuk VCD atau DVD.

Kini, penonton dimanjakan dengan perangkat elektronik canggih dalam beraktivitas, termasuk menonton film.   “VOD (video-on-demand) untuk sekarang kayaknya harus duluan, bukan belakangan,” ujar Sammaria.

Menurut sineas jebolan arsitektur Institut Teknologi Bandung, kemasan suatu film disesuaikan dengan prioritas urutan distribusi.  Bila mengincar distribusi lewat internet, tentu sineas harus membuat film yang cocok untuk format serial web.

Pakar media digital Roy Simangunsong mengatakan internet bisa jadi tantangan atau peluang baru dalam mendistribusikan film tergantung bagaimana menyikapinya.  Meski bioskop tetap punya tempat dalam distribusi film, internet memberi akses konten dengan kuantitas tak terhitung bagi konsumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Dipulangkan dari Turki, 21 WNI Tinggal di Save House

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan 12 warga negara Indonesia yang dipulangkan Densus 88 Polri dari Turki saat ini tinggal di Save House atau rumah perlindungan.

“Saat ini 12 orang WNI tersebut tinggal di Save House milik Kementerian Sosial bersama dengan anak-anak mereka,” kata Khofifah usai pemberian santunan bagi anak yatim di Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya, pada Minggu (29/3).

Mensos mengemukakan rumah perlindungan tersebut akan dijadikan tempat transit sementara bagi WNI yang saat ini dikirim pulang dari Turki.  “Selanjutnya, mereka akan mengikuti proses reintegrasi dan juga bersosialisasi sambil menunggu penempatan mereka selanjutnya,” katanya.

Ia mengatakan biasanya kalau kasus trafficking persetujuannya harus ada kaitannya dengan rumah sakit. “Tetapi untuk masalah TKI biasanya maksimal dua pekan tetapi kami harus berkoordinasi dengan instansi lainnya,” katanya.

Pihaknya, kata dia, juga akan memberikan layanan kesehatan dan juga memberikan konseling yang mencukupi.  “Jadi kami juga menyediakan tempat tinggal kepada mereka, tetapi yang menyediakan lahan adalah pemda tetapi mendapatkan bantuan dari kementerian sosial,” katanya.

Sebelumnya 12 WNI dipulangkan oleh Densus dari Turki atas dugaan keterlibatan mereka terkait dengan kegiatan ISIS.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain