6 April 2026
Beranda blog Halaman 37604

Bappenas Minta Investor Bangun Smelter di Kalteng

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Investor yang tertarik sumber daya alam Kalimantan Tengah diminta membangun industri pengolahan dan pemurnian (smelter). Investor jangan hanya menargetkan mengekspor bahan mentah, baik batu bara atau mineral lain hasil provinsi tersebut.

“Ikutlah membangun smelter,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Palangkaraya, Minggu malam (29/3).

Sesuai dengan agenda prioritas nasional, menurut Menteri PPN, industri di Kalimantan Tengah, baik sektor energi maupun sektor lain, akan diarahkan menjadi industri bernilai tambah.

“Baru saja kabar dari Gubernur, ada yang tertarik dengan potensi bauksit, bijih besi. Kita usahakan di sini harus ada pengolahan, jangan jual mentah,” ujar Menteri sebelum menjadi pembicara pada Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Kalteng, Senin (30/3).

Sebelum mengembangkan hilirisasi industri, Andrinof mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan infrastruktur pembangkit listrik di Kalteng. Pemerintah ingin pembangkit listrik baru dengan kapasitas 1.000 megawatt dapat mulai dibangun pada tahun 2015.

Hal ini karena kenyataan ironis bahwa Kalteng dengan potensi batu bara yang melimpah, terus mengalami defisit pasokan listrik. Saat ini rasio elektrifikasi di provinsi terluas di Pulau Kalimantan itu baru 70 persen.

Pemenuhan listrik di Kalteng didominasi oleh konsumsi rumah tangga, dan hanya sedikit kebutuhan industri. Kebutuhan pembangkit listrik ini juga untuk mengembangkan kawasan industri di Kalteng,  “Yang utama pembangkit listrik. Kalau dibikin pelabuhan, tidak ada yang diangkut, buat apa nanti pelabuhan? Maka dari itu, perlu industri, tetapi industri juga pasti butuh listrik kan,” kata dia.

Ia memperkirakan jika pembangkit listrik 1.000 megawatt dapat dibangun pada tahun ini, dalam 3,5 tahun ke depan, atau 2018, Kalteng sudah dapat memiliki kawasan industri.  “Belum lagi listriknya akan surplus, nanti dapat mengalirkan listrik ke Jawa,” kata dia.

Andrinof mengharapkan reformasi perizinan yang sudah dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal melalui PTSP dapat menarik lebih banyak lagi minat investor.

Selain stimulus nonfiskal berupa kemudahan perizinan itu, Andrinof mengatakan bahwa investor pembangkit listrik juga seharusnya dapat dimungkinkan untuk mendapat insentif fiskal.  “Misalnya, perusahaan-perusahaan yang mau bangun pembangkit listrik, dapat kita kenai pengurangan royalti atau bea keluar,” katanya

Andrinof mengatakan bahwa kekayaan alam yang menjadi andalan masing-masing daerah harus dioptimalkan untuk kebutuhan perekonomian di daerah itu terlebih dahulu.   “Jangan sampai dieskploitasi oleh orang lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, rencana pembangunan sarana dan prasarana fisik infrastruktur, seperti rel kereta api untuk batu bara, dan juga proyek lainnya akan melalui kajian yang mengutamakan kepentingan masyarakat di daerah tersebut.

Kalteng merupakan provinsi terluas di Pulau Kalimantan dengan potensi sumber daya, seperti logam mulia, logam dasar, mineral industri, dan produksi batu bara yang melimpah.  Sumber daya batu bara di Kalteng sebanyak 1,05 miliar ton sumber daya tereka dan 40 juta ton cadangan terbukti.

Artikel ini ditulis oleh:

Korban tewas Serangan Museum Tunisia Menjadi 22 orang

Jakarta, Aktual.co — – Wanita Prancis yang cedera akibat serangan di museum nasional Tunisia pada 18 Maret, akhirnya meninggal.  Sehingga, menurut Presiden Prancis Francois Hollande, pada Sabtu (28/3), jumlah korban tewas dalam insiden itu menjadi 22 orang.

“Presiden Republik ini mengungkapkan kesedihan mendalam menyusul kematian nyonya Huguette Dupeu, yang luka parah akibat serangan itu, yang juga merenggut nyawa tiga warga lain Prancis, di Tunis,” kata pernyataan presiden ini.

Selain keempat warga Prancis itu, 17 wisatawan asing lain dan satu polisi Tunisia juga tewas akibat serbuan kelompok bersenjata ke museum nasional Bardo yang diklaim sebagai aksi jibaku kelompok Negara Islam.

Hollande dijadwalkan hadir dalam acara “berbaris melawan terorisme” di Tunis pada Minggu (29/3) untuk menghormati para korban tersebut.

Tunisia pada Kamis menyatakan menahan 23 tersangka terkait serangan tersebut.  “Duapuluh tiga tersangka, termasuk seorang perempuan, ditangkap sebagai bagian dari sel kelompok teroris, yang terlibat dalam penyerangan itu,” kata Menteri Dalam Negeri Najem Gharsalli kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa 80 persen sel itu bubar.   Semua tersangka itu warga Tunisia. Sementara seorang warga lain Tunisia, dua warga Maroko dan seorang warga Aljazair, yang dicurigai sebagai anggota kelompok tersebut, diketahui telah lari.

Warga Tunisia bernama Maher Ben Mouldi Kaidi sebelum ini dicurigai sebagai pemasok senjata otomatis untuk dua tersangka, yang menembaki wisatawan itu.

Menteri itu menyatakan penyerangan itu didalangi warga Aljazair, Lokmane Abou Sakhr, pemimpin Brigade Okba Ibn Nafaa, salah satu jaringan Alqaida. Kelompok bersenjata asal Tunisia ini ng bergerak di sepanjang perbatasan Aljazair.

Meski demikian, tanggungjawab penyerangan itu diakui oleh pesaing Alqaida, kelompok Negara Islam.

“Pada saat ini, kami belum bisa menyebut nama (kelompok yang bertanggungjawab),” kata Gharsalli, “Yang pasti adalah ada hubungannya dengan Okba Ibn Nafaa.”

Setelah menemukan sejumlah “kelemahan” di bidang keamanan, Perdana Menteri Tunisia dilaporkan AFP, mencopot kepala polisi Tunis dan kepala polisi di kawasan sekitar museum nasional Bardo

Pencopotan itu justru dilakukan Habib Essid yang sedang berusaha memperbaiki industri pariwisata di negara yang diserang oleh kelompok garis keras tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Menag Instruksikan Madrasah Tarik Buku dan LKS Tertentu.

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Menag melarang setiap kepala madrasah mempergunakan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Madrasah Aliyah kelas X mata pelajaran SKI. Pelarangan ini akibat ditemukannya sejumlah buku mata pelajaran “Agama Islam” yang berisi hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Larangan ini diinstruksikan Menag, antara lain karena dipicu oleh reaksi keras masyarakat yang menilai ada indikasi pelecehan sahabat Nabi di dalam sejumlah buku dan LKS tersebut.

“Menag menginstruksikan setiap kepala madrasah untuk tidak mempergunakan LKS tersebut,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin melalui siaran pers di Jakarta, pada Minggu (29/3).

Menag juga meminta agar madrasah yang terlanjur memiliki buku dan LKS itu segera menariknya. “Madarasah juga harus menolak jika ada penawaran serupa dari pihak penerbit,” tambahnya.

Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pada Senin (30/3) Kemenag akan menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia untuk menindaklanjuti penolakan LKS tersebut.

Menag berharap aparat penegak hukum, segera mengusut dan memproses kasus tersebut.

Kementerian Agama terus menelusuri dan memantau upaya pihak-pihak yang memasukkan paham-paham yang bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam Indonesia.

“Menag sudah mengkomunikasikan hal ini dengan Mendikbud, dan akan menempuh kebijakan yang sama untuk menarik buku-buku tersebut,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Perbatasan Nunukan Gunakan Dua Mata uang

Jakarta, Aktual.co — Warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kaltara, sampai saat ini masih menggunakan dua mata untuk melakukan transaksi jual beli.
Sebagaimana yang dikemukakan, Haniah, pedagang kue di Pasar Sei Pancang, telah menjadi tradisi bagi masyarakat setempat setiap berbelanja dipastikan menggunakan salah satu dari dua mata uang, tergantung mata uang yang dimiliki.
Namun, kata dia lagi, seluruh masyarakat Pulau Sebatik khususnya yang berada di wilayah tapal batas memiliki dua jenis mata uang tersebut yakni ringgit (Malaysia) dan rupiah (Indonesia).
Haniah yang berdomisili di RT 06 Desa Sei Pancang ini mengaku, tidak pernah menentukan sendiri kepada pelanggannya jenis mata uang tertentu yang diterimanya tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada mereka akan membayar dengan mata uang apapun.
Mengenai masyarakat setempat yang bertransaksi dengan menggunakan dua mata uang itu, memang telah lama berlangsung karena kedekatan emosional antara pulau itu dengan Malaysia yang berbatasabn daratan.
Ia menerima mata uang ringgit Malaysia saat memasarkan barangnya di sejumlah pasar karena dapat membantunya apabila akan berbelanja ke negara tetangga tersebut dengan tidak perlu bersusah payah ke ‘money changer’.
Secara terpisah, Haji Tamir yang berbelanja di pasar itu mengatakan, masalah berlakunya dua mata uang saat bertransaksi di sejumlah pasar di Pulau Sebatik bukan barang baru tetapi telah berlangsung sejak pulau itu terhuni pada 1960-an silam.
Menurut dia, berlakunya mata uang rupiah dan ringgit di wilayah perbatasan itu karena seluruh bahan kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat diperoleh dari Malaysia yang dipasok oleh pedagang setiap hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Kerajinan Batu Akik Atasi Pengangguran di Lebak

Jakarta, Aktual.co — Kerajinan batu akik di Kabupaten Lebak, Banten, selama ini dapat mengatasi pengangguran sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.
“Kami sudah tiga bulan menggeluti usaha ini dan bisa mencukupi ekonomi keluarga sehari-hari,” kata Budiman, seorang perajin batu akik warga Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Minggu (29/3).
Selama ini penghasilan kerajinan batu akik cukup lumayan sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga biaya pendidikan anaknya yang kini kuliah di Universitas Dipenogoro Semarang, Jawa Tengah.
Meskipun anaknya itu kuliah gratis karena mendapat program Bidik Misi dari pemerintah, namun bisa membantu untuk biaya keperluan lainya.
Sebelumnya, dirinya bingung usaha buruh bangunan tidak menentu, terkadang bisa makan jika ada pekerjaan, tetapi sebaliknya bila menganggur tentu kesulitan ekonomi keluarga.
Namun, peluang usaha didapati setelah masyarakat saat ini demam batu akik.
Hampir di sepanjang jalan protokol di Rangkasbitung ditemukan usaha kerajinan batu akik juga permintaan pasar relatif tinggi.
Dengan begitu, kata dia, dirinya mencoba menggeluti usaha kerajinan batu akik dan banyak permintaan pasar maupun pesanan dari berbagai daerah di Provinsi Banten hinggga Jakarta.
“Kami terbantu dengan usaha ini dan pendapatan antara Rp1,5 sampai Rp2 juta/hari,” kata Budiman saat ditemui di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung.
“Kami menjual batu akik dari Rp100 ribu sampai Rp20 juta dan tergantung kualitasnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarkan Bau Tak Sedap, Mahasiswa Unand Ditemukan Tewas

Jakarta, Aktual.co — Salah seorang mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Khairul Agusti (22) ditemukan tewas di Padang, Minggu (29/3).
Salah seorang rekan korban, Ardinul, mengatakan temannya diketahui meninggal Minggu pagi di tempat tinggalnya pada Kawasan Perumahan Dosen Unand Limau Manis Padang.
Kabar ini cukup mengejutkan teman-temannya yang lain. Menurut dia, saat ditemukan kondisi tubuh temannya sudah menggembung serta mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
“Melihat kondisinya, korban sudah meninggal dua hingga tiga hari lalu,” ujarnya.
Dia menduga korban melakukan bunuh diri karena menghadapi masalah dan tidak kunjung menemukan solusinya.
Hingga kini (Minggu pukul 16.00 WIB) jenazah korban berada Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk di otopsi sambil menunggu keluarganya.
Kabar duka tersebut telah disampaikan kepada keluarga korban yang berdomisili di Nagari Taeh Kabupaten Limapuluh Kota.
Korban yang kesehariannya merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Daerah pada Fakultas Ilmu Budaya terakhir mengikuti perkulihaan pada Rabu (25/3).
Namun, satu hari kemudian dia masih berkomunikasi dengan rekan-rekannya melalui telepon seluler.
Kesehariannya, teman-teman seangkatan menilai korban merupakan orang yang santun dalam bergaul dan berbicara seadanya.
“Korban mengakhiri hidupnya diduga karena tidak mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapinya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain