1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37619

AS Tetap Menjadi Tujuan Ekspor Nonmigas Terbesar Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Ekspor nonmigas pada Februari 2015 ke sebagian besar negara tujuan utama mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Taiwan tercatat sebagai negara tujuan ekspor yang mengalami penurunan tertinggi sebesar USD162,1 juta atau (37,01 persen), Tiongkok sebesar USD142,6 juta (13,15 persen), Singapura sebesar USD128,8 juta (15,59 persen).

“Sebaliknya ekspor ke India mengalami peningkatan sebesar 6,25 persen, diikuti Australia 7,25 persen. Ekspor India untuk CPO dan batubara kita di sana meningkat,” ujar Kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, pada periode Januari-Februari 2015, AS merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai sebesar USD2,45 miliar (11,3 persen), diikuti Jepang dengan nilai USD2,28 miliar (10,54 persen), dan Tiongkok dengan nilai USD2,03 miliar (9,35 persen).

“Kontribusi ekspor nonmigas produk industri pengolahan sebesar 68,43 persen, ekspor roduk pertanian sebesar 3,32 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan dan lainnya sebesar 12,77 persen. Sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 15,58 persen,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kantor LSM di Aceh Diberondong Tembakan

Banda Aceh, Aktual.co — Kantor LSM AU DEC Aceh Utara ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Minggu (15/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Lembaga AU-DEC sering dikaitkan dengan lembaga asal Uruguay, Asociación Uruguaya de Educación Católica (AUDEC). Sebagian masyarakat resah, mereka menganggap AU-DEC memiliki tujuan yang sama dengan AUDEC yang bergerak di bidang pendidikan kelompok agama tertentu
Informasi yang dihimpun Aktual.co, Senin (16/5) menyebutkan kejadian itu berawal ketika dua orang menggunakan sepeda motor jenis Vario berwarna putih mendatangi kantor tersebut. Di kantor itu, seorang staf, M Yanis (38) keluar dari kantor dan melihat kedua orang tersebut. Pelaku bahkan menyuruh M Yanis menjauh dari lokasi kejadian.
Sebelum pergi dari lokasi, saksi sempat melihat pelaku membawa senjata api, diperkirakan jenis AK 45. Keduanya sempat mengokang dan senjata dan mengarahkan senjata ke arah kantor itu. Namun, senjata tidak meledak. Setelah itu, pelaku pergi dari lokasi kejadian.
Sekitar 20 menit kemudian, pelaku kembali ke kantor itu. Mereka melepaskan tembakan empat kali ke arah kantor. Akibatnya, kaca depan kantor pecah. Pelaku lalu kabur ke arah Bandara Sultan Malikussaleh.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Utomo, melalui Kapolsek Muara Batu, Iptu Ridwan dihubungi per telepon membenarkan kejadian itu. Disebutkan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian pertama. Dari olah TKP diketahui, pelaku melepaskan tembakan lima kali. Namun, hanya dua kali yang mengenai kaca dan menembus dinding kantor. “Tiga tembakan atau tiga peluru tidak pecah atau sering disebut ket. Ketiga peluru itu masih utuh,” ujar Kapolsek.
Disebutkan, pihaknya kini sedang mengumpulkan keterangan saksi dan mengejar pelaku penembakan tersebut. Kantor organisasi itu merupakan kantor lembaga sosial masyarakat yang sejak setahun terakhir beroperasi di Aceh Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: ‘Kecolongan’ Susun Anggaran, Risiko Ahok

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik  Medrial Alamsyah mengatakan secara prosedural Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bisa seenaknya merubah penyusunan anggaran.
Pasalnya, Ahok merancang APBD 2015 secara sepihak tanpa persetujuan DPRD DKI Jakarta yang bisa membahayakan demokrasi.
“secara prosedural Ahok merubah sendiri apa yang sudah disepakati DPR dan DPRD, itu kan tidak bisa juga  dibenarkan. Kalau umpamanya nanti gubernur manapun seluruh Indonesia merubah seenaknya tidak atas persetujuan DPRD sangat berbahaya, yang substansinya setuju atau tidak setuju dengan perubahan yang disepakati anak buahnya,” ujar Medrial di Jakarta, Senin (16/3).
Setiap tahap penyusunan anggaran adalah tanggung jawab pemprov untuk mengontrol. Jika terjadi ‘kecolongan’ maka itu risiko gubernur dan tidak bisa menyalahkan DPRD.
“Kalau Ahok ingin melakukan perubahan substansial seharusnya dia kontrol. Tahap proses penyusunan anggaran di tiap daerah, kalau sudah mempercayakan anak buahnya ya risiko pemerintah. Kalau kemudian kecolongan ya dia yang salah, nggak bisa salahkan DPRD, seharusnya dia jangan sewot dong,” katanya.
Menurut dia, kepala dinas hanya mem-backup gubernur, dan dipercaya gubernur. Oleh karena itu, gubernur sebaiknya menjaga para kepala dinasnya jika punya rasa tak percaya. 
Sikap Ahok yang meledak-ledak ke publik seperti ini dianggap membuat persoalan menjadi kabur. 

Artikel ini ditulis oleh:

Isteri Ahok Pimpin Rapat, Pansus Angket Simpulkan Ada Nepotisme

Jakarta, Aktual.co —Panitia hak angket DPRD DKI menyimpulkan ada nepotisme di kehadiran isteri Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan dan adik Ahok, Harry Basuki dalam rapat revitalisasi Kota Tua.
Disampaikan Anggota Pansus Angket DPRD, Syarif, kesimpulan didapat dari pemeriksaan Deputi Gubernur DKI Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sylviana Murni dan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Sarwo Handayani (Yani). 
“Kesimpulan sementara diduga ada nepotisme. Isteri gubernur dalam kapasitas sebagai isteri gubernur mempengaruhi rapat-rapat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Balai Kota. karena dia memimpin rapat, itu mempengaruhi,” ujar Syarif, di Jakarta, Senin (16/3).
Saat ditegaskan kembali, apakah kesimpulan itu baru dugaan saja, Syarif membantah. Kata dia hal itu sudah diakui sendiri oleh Sylviana dan Yani saat pemeriksaan. Dimana disampaikan mereka, bahwa Veronica dalam rapat berperan sebagai moderator, alias pemimpin rapat. 
“Dia memang mimpin rapat. kalau sebutan ‘moderator’ itu kan kata halus dari mimpin rapat ya,” ujar Syarif.
Lalu bagaimana dengan kehadiran adik Ahok dalam rapat, politisi Gerindra itu mengatakan Harry kedapatan satu dua kali ikut rapat di kantor Dinas Pariwisata. “Entah dalam kapasitas apa sedang kita dalami,” ujar Syarif.
Kendati demikian, ucap dia, saat ini Pansus Angket masih akan terus dalami peran Veronica dan Harry dalam rapat. Apakah membahas APBD atau bukan, yang terpenting kehadiran mereka mempengaruhi rapat.
Namun pansus angket ternyata batal memanggil Veronica di pemeriksaan selanjutnya. Alasannya, dari keterangan Sylvi dan Yani saja sudah didapat benang merah dari polemik kedatangan Veronica dan Harry dalam rapat SKPD.

Artikel ini ditulis oleh:

BPS: Impor Indonesia Turun 8,42 Persen pada Februari 2015

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Februari 2015 mencapai USD11,55 miliar, mengalami penurunan sebesar 8,42 persen dibanding bulan sebelumnya. Demikian juga jika dibandingkan Februari 2014 yang turun 16,24 persen.

“Ini karena impor migas Februari 2015 mencapai USD9,83 miliar turun 6,34 persen dibanding bulan lalu, sedangkan impor nonmigas mencapai USD1,72 miliar, turun 18,7 persen dibandingkan bulan lalu,” ujar kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas masing-masing sebesar USD873,7 juta (44,39 ersen), USD1,97 miliar (44,86 persen), dan USD325,5 juta (50,92 persen).

Selama Februari 2015, nlai impor nonmigas Indonesia mencapai USD9,83 miliar. Dari tujuh golongan barang yang mengalami penurunan, dua golongan diantaranya mengalami penurunan di atas USD100 juta, yaitu mesin dan peralatan mekanik serta besi dan baja.

“Dilihat dari peranan terhadap total impor nonmigas Indonesia Januari-Februari 2015, maka sepuluh golongan barang utama memberikan peranan sebesar 63,26 persen. Besarnya peranan tersebut terutama disumbang oleh golongan mesin dan peralatan mekanik sebesar 18,89 persendan mesin dan peralatan mekanik sebesar 12,69 persen,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sindir Menteri Tak Beri Laporan, Pengamat: Jokowi Tidak Percaya Pada Menterinya

Jakarta, Aktual.co — Faktor konflik internal adalah salah pemicu runtuhnya rezim setelah adanya permasalahan ekonomi, salah satu indikasinya yakni lemahnya soliditas kabinet.
Demikian disampaikan Ubedilah Badrun Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kepada Aktual.co, Senin (16/3). 
“Jokowi sudah menaruh rasa ketidakpercayaan terhadap para menterinya. Contoh misal Jokowi sampai lakukan operasi dan cek kondisi lapangan dengan sendiri terkait harga beras, hal itu menunjukkan adanya ketidakpercayaan terhadap menterinya,” paparnya.
Selain itu, lemahnya koordinasi antar kementerian dan penguasa menyebabkan suatu ketidakpercayaan itu akan menjadikan instabilitas politik.
Sementara itu, Menteri-menteri juga melakukan pembangkangan dikarenakan belum jelasnya arahan dan visi-misi dari presiden sendiri. “Jadi problemnya juga sangat komplek kalau kondisi ini sengaja dibiarkan,” tutupnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi di saat memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor kemarin mengatakan para menteri yang tidak melaporkan perkembangan harga-harga dipasar kepada beliau.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain