1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37620

Sindir Menteri Tak Beri Laporan, Pengamat: Jokowi Tidak Percaya Pada Menterinya

Jakarta, Aktual.co — Faktor konflik internal adalah salah pemicu runtuhnya rezim setelah adanya permasalahan ekonomi, salah satu indikasinya yakni lemahnya soliditas kabinet.
Demikian disampaikan Ubedilah Badrun Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kepada Aktual.co, Senin (16/3). 
“Jokowi sudah menaruh rasa ketidakpercayaan terhadap para menterinya. Contoh misal Jokowi sampai lakukan operasi dan cek kondisi lapangan dengan sendiri terkait harga beras, hal itu menunjukkan adanya ketidakpercayaan terhadap menterinya,” paparnya.
Selain itu, lemahnya koordinasi antar kementerian dan penguasa menyebabkan suatu ketidakpercayaan itu akan menjadikan instabilitas politik.
Sementara itu, Menteri-menteri juga melakukan pembangkangan dikarenakan belum jelasnya arahan dan visi-misi dari presiden sendiri. “Jadi problemnya juga sangat komplek kalau kondisi ini sengaja dibiarkan,” tutupnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi di saat memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor kemarin mengatakan para menteri yang tidak melaporkan perkembangan harga-harga dipasar kepada beliau.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Indonesia Sabet 3 Gelar di Yonex Italian Junior Badminton 2015

Jakarta, Aktual.co — Tim bulu tangkis Indonesia yang diwakili pemain-pemain klub Badminton Junior Djarum Indonesia meraih gelar juara pada ganda campuran, ganda putra dan ganda putri kompetisi Yonex Italian Junior Badminton 2015 di Ostia, Roma, Italia, 13-15 Maret.

Menurut informasi dari Minister Counsellor KBRI Roma, Nindarsari Utomo, Minggu malam (Senin WIB), para pebulu tangkis Indonesia tidak mengalami kesulitan berarti dalam turnamen yang diikuti 17 negara tersebut.

Pada nomor ganda campuran, pasangan Indonesia Ramadiansyah Andika dan Marsheilla Gischa Islami mengalahkan pasangan Rusia Rodion Alimov/Alina Davletova.

Peringkat ketiga juara ditempati pasangan Indonesia Yahya Adikumara/ Rahmadhani Hasiyanti Putri beserta pasangan Rusia Alexandr Vasilkin/Kristina Virvich.

Di final ganda putri dan ganda putra terjadi “All Indonesian Final”.

Pada ganda putri Mychelle Christine Bandaso/Serena Kani menjadi juara dengan mengalahkan Marsheilla Gischa Islami dan Rahmadhani Hasiyanti Putri.

Sementara itu, pada ganda putra, pasangan Indonesia Yahya Adikumara dan Yantoni Edy Saputra berhasil keluar sebagai juara pertama setelah bertanding secara ketat melawan rekan senegaranya Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy.

Pasangan ganda putra Indonesia lainnya, Calvin Kristanto/Bagas Maulana menempati urutan ketiga bersama pasangan Swiss Dominik Buetikofer/Julian Lehmann.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam turnamen ini yakni Belanda, Belgia, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Italia, Inggris, Jerman, Perancis, Polandia, Portugal, Republik Cheko, Rusia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Duta Besar RI di Roma, August Parengkuan ikut menyaksikan kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh tim bulu tangkis junior Indonesia tersebut.

Pada turnamen Yonex Italian Junior Open 2015 ini Indonesia tidak mengirimkan atlet untuk kategori tunggal.

Juara tunggal putra diraih pemain Swiss Dominik Buetikofer, sedangkan tunggal putri dijuarai Elizaveta Tarasova dari Rusia.

Pelatih tim Indonesia, Rudy Gunawan dan Muhammad Alinnuha, mengatakan kegiatan partisipasi atlet Indonesia dari Klub Djarum Indonesia tersebut sangat baik dalam rangka pembibitan pebulu tangkis dari generasi muda.

Menurut mereka, idealnya Indonesia dapat mengirimkan sebanyak mungkin pemain junior pada kompetisi tingkat internasional untuk menambah pengalaman mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Membangun Komunikasi Politik Kebangsaan

Wakil MPR RI, Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Ketua Dewan Pers, Bagir Manan saat menjadi pembicara dalam acara dialog pilar negara di Perpustakaan MPR RI, Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin (16/3/2015). Dilog tersebut dengan mengangkat tema “Membangun Komunikasi Politik Kebangsaan” AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pemalsuan Dokumen Munas Ancol

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri terus menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen dalam penyelenggaraan Munas partai Golkar kubu Agung Laksono Cs di Ancol. Atas adanya dugaan tersebut, kubu Aburizal Bakrie alias Ical telah melaporkan tindakan tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, pada Rabu, (11/3) lalu.
Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tim khusus dari Bareskrim tengah mendalami penyelidikan terkait dugaan adanya dokumen bermasalah di Munas Ancol yang memenangkan Agung Laksono sebagai ketua umum.
“Kami sudah melakukan penyelidikan sejauh ini, masih dalam proses pengembangan,” jelas Rikwanto dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (16/3).
Dia menambahkan, pihaknya sedang meminta dokumen yang diduga dipalsukan, karena sangat sensitif dan berkaitan dengan rekomendasi mandat menghadiri Munas Ancol.
“Apakah ini hasil rekomendasi mandat, kembali juga ke Golkar yang mana yang dimaksudnya dan yang ada seperti apa. Benar atau salah,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Partai Golkar versi Munas Bali, Bambang Soesatyo, menyatakan ada 133 surat mandat yang bermasalah. Perbandingan surat mandat yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan Munas Bali dan Munas Ancol pun sangat jelas siapa yang terlegitimate dan siapa yang minus.
Menurutnya, pelaksanaan Munas Bali diperkuat oleh surat mandat 34 unsur DPD Propinsi dan 512 surat mandat dari unsur DPD Kabupaten/Kota. Sedangkan, Munas Ancol hanya didukung 16 surat mandat dari unsur DPD Propinsi dan 260 surat mandat dari unsur Kabupaten/Kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

DPRD DKI Selidiki Kepentingan CSR di DKI

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenai ‘Jakarta tidak butuh APBD’ yang dilontarkan oleh beberapa waktu lalu menjadi senjata makan tuan.
Pasalnya saat ini DPRD akan melakukan penyelidikan mengenai cara Ahok sapaan Basuki dalam membangun Ibukota Jakarta yang menerima bantuan melalui program corporate social responsibility (CSR). 
Demikian disampaikan Anggota DPRD dari fraksi PKS Selamat Nurdin di Gedung DPRD DKI, Senin (16/3).
“Kita mau tanya, CSR yang udah masuk selama ini udah berapa?,” ujarnya. 
Dikatakan Nurdin bahwa DPRD saat ini harus mengetahui secara detail berapa bantuan CSR tersebut untuk DKI. Tak hanya itu sambung Nurdin, DPRD juga harus mengetahui kalau pemberian yang diberikan perusahaan tersebut memiliki kepentingan atau tidak.
“Apa ada kompensasi dari itu enggak? Apa pihak yang memberikan mendapat kemudahan? Biasanya kan ada take and give,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengusaha Berlindung Dibalik Pejabat, Petugas Pajak Butuh Perlindungan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mendesak Pemerintah untuk melakukan pengawasan dan perlindungan bagi petugas pajak dalam memungut pajak terutama di sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi pengusaha dan penguasa. Pasalnya, ia menilai PPN apabila pengawasannya dimaksimalkan dapat menyumbang Rp400 triliun kepada kas negara.

“Saat ini kalangan menengah ke bawah relatif patuh dalam membayar pajak dengan besarannya mencapai sekitar Rp105 triliun, sementara kelas atas hanya sebesar Rp4,7 triliun. Padahal, semestinya untuk kelas atas dapat berkontribusi lebih besar daripada kelas menengah kebawah,” kata Yustinus saat dihubungi wartawan, Jakarta, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, selama ini kelas menengah atas memanfaatkan sistem perpajakan Indonesia yang masih menggunakan sistem self assesment atau dengan kata lain mengandalkan kesadaran. Padahal masyarakat Indonesia sendiri masih belum sadar pentingnya membayar pajak.

“Bahkan masyarakat cenderung sengaja untuk tidak membayar pajak,” ujarnya.

Ia melanjutkan, apalagi khusus pengusaha yang dilindungi oleh pejabat dan pejabat yang merangkap sebagai penguasa telah menyulitkan para pemungut pajak untuk menegakkan hukum lantaran khawatir akan dikriminalisasi.

“Saya kira persoalannya kelas atas ini belum patuh bayar pajaknya. Dirjen pajak punya instrumen pemeriksaan, jadi bisa digunakan untuk menegakkan hukum. Selama ini pemeriksaannya belum fokus,” ungkapnya.

Maka dari itu, Yustinus mengharapkan  Presiden Jokowi untuk segera merealisasikan perpres perlindungan hukum bagi pemungut pajak. Langkah itu perlu dilakukan agar kesulitan para pemungut pajak dapat diatasi. Kemudian, untuk penegakkan hukum Dirjen Pajak harus harus melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Resort Kriminal (Bareskrim), Kejaksaan dan Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

Ia berpendapat, dengan menggandeng unsur-unsur penegak hukum, agar penegak hukum juga tidak melindung para pengemplang pajak.

“Saya kira kalau Dirjen Pajak kerjasama dengan penegak hukum, wajib pajak dari kalangan pengusaha maupun penguasa tidak berani mengemplang pajak,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain