4 April 2026
Beranda blog Halaman 37620

Aktivis 98 Tekankan Pemerintah Lebih Serius Atasi Persoalan Bangsa



Jakarta, Aktual.co —Sejumlah aktivis 98 mengadakan pertemuan dalam agenda urun rembug aktivis lintas kampus dan generasi yang dengan tema “Menatap Masa Depan Demokrasi di Indonesia” di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Maret 2015.
Dalam agenda urun rembug itu sejumlah aktivis yang terlibat pada proses penggulingan rezim Orde Baru, mengevaluasi reformasi yang mereka ciptakan serta mengkritisi realitas politik kekinian dan pola kepemimpinan yang nyaris tidak memiliki keseriusan untuk membangun dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa saat ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Ngebor Sumur Yang Keluar Justru Gas Alam

Jakarta, Aktual.co — Warga Desa Bujur Timur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menemukan potensi gas alam saat mengebor sumur untuk kebutuhan air bersih.
Lokasi semburan gas di Dusun Baban, Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, di pekarangan rumah warga bernama Abd Syukur (43) warga setempat.
“Kemarin saya bersama anggota meninjau secara langsung ke lokasi sumur yang dibor dan keluar gas itu,” kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Mawardi, Sabtu (28/3).
Ia menuturkan, jika lubang sumur bos itu disulut dengan menggunakan korek api, maka akan terbakar dengan ketinggian api sekitar 1 meter.
Sumur bor milik Abd Syukur itu mulai digali pada 9 Maret 2015 dan lokasi pengeboran terletak sekitar 5 meter di samping rumahnya.
Sesuai dengan perkiraan, sumber air di perut bumi di lokasi yang dibor itu, ditemukan pada kedalaman sekitar 105 meter.
Pada Rabu 25 Maret 2015 kedalaman sumur mencapai 105 meter, sesuai dengan perkiraan awal, namun belum ada tanda-tanda adanya sumber mata air, sehingga penggalian dilanjutkan lagi hingga kedalaman 115 meter.
“Pada kedalaman 115 meter itu, ada sumber air,” terang Dandim Mawardi.
Namun air yang menyembur itu berbau menyengat seperti mengandung gas. Sehari setelah air menyembur itu, pekerja sumur mencoba menyalakan korek api, ternyata lubang sumur yang dibor itu terbakar dengan ketinggian api mencapai satu meter.
Karena dikhawatirkan kobaran api semakin besar, apalagi jaraknya hanya 5 meter dari rumah, maka Abd Syukur memutuskan lubang bekas bor itu ditutup dengan menggunakan kain basah, sehingga api menjadi padam.
Kandungan gas pada sumur bor milik Abd Syukur itu sempat membuat panik warga sekitar, karena mereka khawatir akan terjadi seperti di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Dandim, pihak Babinsa telah menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat di desa itu untuk tidak panik, karena kandungan gasnya kecil. Hal itu terbukti, api bisa dipadamkan hanya dengan disumbat dengan kain basah.
Rencana sumur tersebut tetap akan digunakan oleh keluarga Abd Syukur sambil menunggu kadar gasnya hilang.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Malang Perketat Alih Fungsi Lahan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus melindungi areal lahan pertaniannya dengan memperketat izin untuk alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan atau perindustrian.
“Kami memang tidak mau kompromi dan memperketat pengeluaran izin untuk pengusaha, termasuk pengembang yang akan mengalihfungsikan lahan pertanian, apalagi itu lahan produktif atau aliran irigasi. Kami memeng sering dibilang ‘sadis’, tapi itu tidak menjadi masalah, yang penting lahan pertanian di daerah ini terselamatkan,” tegas Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang, Sukobagyo, di Malang, Sabtu (27/3).
Ia mengakui pengetatan perizinan alih fungsi lahan tersebut juga untuk menghindari penyusutan lahan pertanian yang dalam beberapa tahun terakhir ini terus terjadi.
Distanbun akan memberikan izin pengalihan lahan jika lahan yang dibidik itu adalah lahan tegal dan bukan lahan produktif, namun itu pun diseleksi ketat.
Sebab, lanjutnya, dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, alih fungsi lahan di Kabupaten Malang cukup signifikan, yakni rata-rata mencapai 10 hektare hingga 15 hektare per tahun. Oleh karena itu, saat ini izin alih fungsi lahan tersebut diperketat, bahkan dilindungi oleh Peraturan Daerah (Perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Dalam Perda RTRW tersebut, lahan produktif yang dilindungi dan tidak bisa diganggu gugat peruntukannya sebagai areal pertanian sawah (padi) seluas 45 ribu hektare dari luas lahan pertanian secara keseluruhan yang mencapi 67,3 ribu hektare lebih.
Sebelumnya, Bupati Malang Rendra Kresna menekankan agar instansi terkait tidak mudah mengeluarkan izin usaha mapun alih fungsi lahan, bahkan petani pun dianjurkan untuk tetap mempertahankan lahan pertaniannya dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga penjualan tanah yang cukup tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Jadi Komisaris PT Timah, Emron Pangkapi Mundur Jadi Waketum PPP

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Persatuan Pembangunan Emron Pangkapi menyatakan, sudah mundur dari jabatan Wakil Ketua Umum DPP PPP karena menjadi Komisaris PT Timah.
“Saya sudah mundur dari jabatan Waketum (Wakil Ketua Umum PPP) sejak 15 Maret lalu,” kata Emron Pangkapi ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (27/3).
Emron menjelaskan, pengunduran dirinya disampaikan secara tertulis maupun lisan kepada Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Surabaya, Muhammad Romahurmuziy.
Emron menjelaskan, pengunduran dirinya merupakan penegasan dari keinginan untuk melakukan regenerasi dengan memberikan kesempatan kepada para kader yang lebih muda untuk mengisi jabatan-jabatan strategis partai sesuai dengan eranya.
Alasan lain, kata Emron, dirinya ingin mencoba alih pengabdian karena karir politiknya di PPP sudah terlalu panjang tanpa terputus.
Karir politiknya di PPP mulai dari aktif di organisasi sayap sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP-GMP (1984), Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Kabah (PP GPK) dan berturut-turut sebagai pimpinan Departemen DPP PPP.
Selain itu, Ketua DPW PPP Provinsi Bangka Belitung, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Ketua Bidang OKK DPP PPP, Wakil Ketua Umum PPP selama dua priode dan bahkan sempat dua kali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP.
“Cukuplah, karena tidak banyak tokoh yang melalui rute pengabdian yang komplit seperti itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Kepri Ragu Tiongkok Klaim Kepemilikan Natuna

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Yani meragukan Tiongkok mengklaim perairan Natuna Kepri sebagai bagian dari wilayahnya, karena pemerintah selama ini selalu menjaga daerah kaya gas ini.
“Sejauh ini belum mengklaim, belum sejauh itu,” kata Gubernur Kepri, di Batam, Jumat (27/3).
Ia menyatakan, perairan Natuna memang sering disebut Laut Tiongkok Selatan, sehingga kerap diidentikkan negara Tiongkok.
Namun, bila itu terjadi, ia yakin pemerintah pusat tidak akan tinggal diam. Pemerintah provinsi juga siap mendukung segala langkah yang diambil pemerintah pusat.
Dia mengatakan Pemprov Kepri selalu memperhatikan seluruh wilayahnya. Meskipun wilayah Kepri adalah kepulauan yang luas, namun pemerintah berupaya menyatukannya dengan pelayanan infrastruktur konektivitas yang baik.
“Kami fokus pada konektivitas, transportasi yang baik, agar tidak ada daerah yang terisolasi. Ini adalah strategi kami,” kata dia lagi.
Seperti diketahui, Tiongkok secara sepihak pada 2009 menggambar sembilan titik ditarik dari Pulau Spratly di tengah Laut China Selatan, lalu diklaim sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya.
Pemerintah Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memprotes lewat Komisi Landas Kontinen PBB.
Garis putus-putus yang diklaim pembaruan atas peta 1947 itu membuat Indonesia berang.
Padahal, Indonesia sebenarnya berencana menjadi penengah negara-negara yang berkonflik akibat Laut China Selatan.
Klaim yang bikin repot enam negara ini dipicu kebijakan pemerintahan Partai Kuomintang (kini berkuasa di Taiwan) yang menafsirkan wilayah China mencapai 90 persen di Laut China Selatan.
Presiden Joko Widodo ketika diwawancarai koran Yomiuri Shimbun menegaskan, sembilan titik garis yang selama ini diklaim Tiongkok dan menandakan perbatasan maritimnya itu tidak memiliki dasar hukum internasional apa pun.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiongkok Klaim Natuna Sebagai Wilayahnya

Jakarta, Aktual.co —  Tiongkok secara sepihak pada 2009 menggambar sembilan titik ditarik dari Pulau Spratly di tengah Laut China Selatan, lalu diklaim sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya.
Pemerintah Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memprotes lewat Komisi Landas Kontinen PBB.
Garis putus-putus yang diklaim pembaruan atas peta 1947 itu membuat Indonesia berang.
Padahal, Indonesia sebenarnya berencana menjadi penengah negara-negara yang berkonflik akibat Laut China Selatan.
Klaim yang bikin repot enam negara ini dipicu kebijakan pemerintahan Partai Kuomintang (kini berkuasa di Taiwan) yang menafsirkan wilayah China mencapai 90 persen di Laut China Selatan.
Presiden Joko Widodo ketika diwawancarai koran Yomiuri Shimbun menegaskan, sembilan titik garis yang selama ini diklaim Tiongkok dan menandakan perbatasan maritimnya itu tidak memiliki dasar hukum internasional apa pun.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain